NovelToon NovelToon
Puncak Abadi

Puncak Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action
Popularitas:624
Nilai: 5
Nama Author: RiZESheall

Perjalanan kultivasi dan bela diri adalah jalan yang sepi dan sunyi yang begitu panjang. Di setiap kesempatan selalu ada kesulitan yang datang untuk menghampiri. Untuk mencapai puncak tertinggi, Yun Fei merangkak dari bawah untuk berdiri di puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiZESheall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tubuh Yang Mengeluarkan Hawa Dingin

Yun Fei hanya mengatakan yang sebenarnya yang dia lakukan, dia hanya melakukan itu karena itu hal yang seharusnya menurutnya.

Melihat orang yang sedang mengalami kesulitan dan ancaman nyawa, Yun Fei merasa tergerak oleh itu.

Ditambah lagi dia mendengar alasan yang dia dengar itu, melihat penghianatan orang lain, Yun Fei merasa tidak bisa mengabaikan menutup satu matanya dan membiarkannya begitu saja.

Setelah beberapa saat, karena pak tua Ding hanya menerima perawatan yang sederhana dari Yi'er, dia kemudian bersama Yi'er dan juga Yan Ruyu merawat lukanya, lengan kirinya yang putus.

Selanjutnya setelah beristirahat beberapa waktu dan memulihkan sedikit energinya, pak tua Ding dengan bantuan Yun Fei, keduanya mengubur orang yang bekerja untuknya yang melindungi dan melawan orang-orang itu.

Tidak ada yang bisa dilakukan lagi disana.

Pak tua Ding menghela nafas. "Ayo pergi nona muda, kita harus kembali."

Yan Ruyu mengangguk. "Baik paman Ding."

Yi'er juga mengangguk setuju, mereka sudah melewati waktu yang sulit dan baru saja melewati kebuntuan yang hampir membunuh mereka.

Menoleh ke arah Yun Fei, Yan Ruyu melihatnya dengan wajah yang cerah. "UM tuan muda, jika kau tidak keberatan, bisakah kau ikut dengan kami untuk pergi kembali ke kota Anggrek?" Dengan nada suara yang lembut dan terdengar memohon.

Dia tau situasi yang dia dan Yi'er dan pak tua Ding, jika hanya dengan diri mereka sendiri, jika menghadapi kemalangan lain lagi, mereka mungkin akan membuat diri mereka kesulitan.

Pak tua Ding juga mengangguk dan mengundang Yun Fei untuk pergi bersama mereka. Meski dia tau kultivasi Yun Fei lebih rendah darinya.

Namun dia percaya pada Yun Fei setelah melihat sesuatu seperti itu sebelumnya.

"Ya tuan muda, ku mohon pergilah bersama kami..." Yi'er mencoba memohon dengan wajah polos dan memelas.

Yun Fei tidak tahan dengan ketiganya itu, situasi yang seperti itu dimana ada orang yang memohon padanya untuk membantu, dia sama sekali tidak ingin menghadapi hal seperti itu.

"... Hahhh, ya baiklah." Yun Fei menyerah.

"... Aku juga ingin pergi melewati kota Anggrek juga."

Dari peta kulit monster yang dia miliki, jalan yang dia ambil untuk pergi menuju ke arah dimana arah Istana 9 Surga berada melewati kota bernama kota Anggrek.

Meski dia menolak juga, dia akan melewati kota Anggrek dimana tujuan Yan Ruyu dan keduanya pergi.

Jadi tidak ada salahnya untuk Yun Fei, pergi bersama ketiganya menuju kota Anggrek.

Yun Fei juga merasa tidak keberatan dengan itu, dan menyetujui permintaan mereka.

Pergi bersama dengan seseorang mungkin adalah hal yang baik. Mengenal dan berinteraksi dengan orang lain itu juga hal yang baik.

Menaiki kereta kuda, Yun Fei bersama dengan ketiganya pergi berangkat dan menuju mngarah ke kota Anggrek.

Yan Ruyu bersama Yi'er, keduanya berada di dalam kereta. Sedangkan Yun Fei bersama dengan pak tua Ding berada di depan, mengendalikan kuda untuk menarik kereta.

Yan Ruyu menengok kedepan dengan jendela yang menghubungkan dengan kursi depan. "Tuan muda, aku belum mengetahui nama mu..."

"... Ah benar, tuan muda, perkenalkan nama ku Yan Ruyu, lalu ini adalah Yi'er, dan ini adalah paman Ding Qi..."

Dia memperkenalkan dirinya dan juga keduanya.

"Ah, baik nona Yan... Aku Yun Fei, senang bertemu dengan kalian." Yun Fei menyambut dengan antusias dan menyebutkan namanya.

Yun Fei! Wajah Yan Ruyu memerah setelah mengetahui nama Yun Fei.

Pipinya merah merona dan dia tampak malu, ketika melihat ke arah Yun Fei.

Huh??? Yun Fei memiringkan kepalanya, dia bingung kenapa dan ada apa dengan Yan Ruyu sampai dia memerah seperti itu.

Yi'er menyadari kalau ada yang salah dengan Yan Ruyu, saat melihat tingkah dan wajah malu Yan Ruyu, Yi'er menyadari sesuatu.

Ahh... Yi'er tampak terkejut dengan hal yang dia sadari.

"Tampaknya, nona sepertinya tertarik dengan tuan muda Yun Fei..." Benak Yi'er.

"Sepertinya, nona jatuh cinta pada pandangan pertama..."

"Memang, jika melihat sikap tuan muda Yun Fei, dan dia juga pahlawan yang menyelamatkan kami, aku pun merasa memiliki perasaan padanya, dan jatuh cinta pada pahlawan yang menyelamatkan diriku..."

Yi'er tidak mengelak dan dia merasa dia juga merasa jatuh cinta pada Yun Fei.

Saat seorang gadis tengah kesusahan dan menghadapi bencana, seorang pahlawan muda menolongnya, gadis itu akan melihat pahlawan itu sebagai penyelamat hidupnya dan kemudian tanpa sadar hatinya langsung jatuh cinta pada pahlawan itu.

Sama seperti yang terjadi pada Yan Ruyu sekarang, dia melihat kebuntuan dan hampir jatuh di mulut serigala. Namun seorang pahlawan, Yun Fei datang tanpa diketahui, menyelamatkan dirinya.

Hal yang seperti itu, bagaimana mungkin seorang gadis cantik yang polos seperti Yan Ruyu tidak jatuh hati pada Yun Fei.

"Oh benar, dari sini ke kota Anggrek, butuh waktu berapa lama?" Tanya Yun Fei ke pak tua Ding.

Ini adalah pertama kalinya Yun Fei melakukan perjalanan yang jauh, dia tidak mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Pak tua Ding kemudian berbicara. "Jika dari sini, dari sekarang ini, kita akan sampai di kota Anggrek saat sore hari nanti."

Yun Fei mengangguk mengerti.

Melihat mereka menggunakan kereta kuda yang berjalan cukup cepat, itu mungkin hanya beberapa kilometer lagi jauhnya sampai tiba di kota Anggrek.

Di dalam kereta, Yan Ruyu yang wajahnya merah padam, dia berangsur-angsur kembali seperti semula.

Rasa malunya mulai hilang. Namun perasaan yang dia rasakan saat melihat Yun Fei, itu tetap ada.

Yi'er mengambil sesuatu dari kantung kain, sebuah pil berwarna merah yang kemudian memberikannya pada Yan Ruyu. "Nona, ini sudah waktunya kau meminum obat mu."

Yan Ruyu mengangguk. "Um, tubuhku memang sudah mulai merasakan hawa dingin..." Yan Ruyu menerima pil itu dan langsung meminumnya

Yun Fei yang menoleh melihat apa yang terjadi di dalam kereta, dia menyadari sesuatu, dia merasakan aura yang panas dari pil yang diminum oleh Yan Ruyu.

Yun Fei bisa merasakan aura panas yang samar-samar dia rasakan dari pil itu.

Wajah Yan Ruyu memang sedikit berubah dan hawa dingin terpancar darinya.

Namun setelah dia mengambil pil yang diberikan oleh Yi'er, hawa dingin itu perlahan berkurang dan tidak lagi dapat dirasakan, seperti itu tidak pernah ada.

Yun Fei merasa sedikit aneh dengan Yan Ruyu.

" Dia barusan memancarkan hawa dingin, namun setelah mengambil pil itu, perlahan hawa dingin itu mulai berkurang dan menghilang..."

Yun Fei menjadi penasaran dan tidak bisa untuk diam dan mulai bertanya. "Apa kau sakit, nona Yan?"

Yi'er dan pak tua Ding tiba-tiba melihat ke arah Yun Fei dengan berbeda, seperti itu adalah sesuatu yang tidak seharusnya ditanyakan oleh orang luar.

Meski Yun Fei telah menyelamatkan mereka, namun itu adalah sebuah rahasia dalam kediaman keluarga Yan.

Yan Ruyu terkejut Yun Fei bertanya begitu, dia tidak menyangka Yun Fei menyadari sesuatu dari dirinya. "Ah tuan muda... ini adalah sebuah penyakit aneh yang ku derita sejak lama."

Yi'er dan pak tua Ding alisnya terangkat. "Nona!!!"

Yan Ruyu dengan tenang menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa paman Ding, Yi'er,..."

"... Tubuhku sejak lahir sangat berbeda dari orang lain, tuan muda. Sejak lama, setiap beberapa hari sekali, aku harus menghadapi hawa dingin yang menusuk di tubuhku."

"Yang barusan itu adalah pil api, yang membantuku menekan hawa dingin dan mencegahku untuk membeku."

1
fathir2015 fathir2015
kata2 nya banyak yang diulang-ulang
Udin Alex
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!