NovelToon NovelToon
AEXDREAM HIGH SCHOOL

AEXDREAM HIGH SCHOOL

Status: tamat
Genre:Ketos / Bad Boy / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:625
Nilai: 5
Nama Author: Viana18

SMA Aexdream adalah sekolah elit yang hanya diisi oleh murid-murid dari kalangan keluarga terpandang, jenius, dan berbakat di berbagai bidang. Di sini, aturan dan gengsi adalah segalanya, apalagi bagi para pengurus OSIS yang dianggap sebagai “raja dan ratu” di lingkungan sekolah. Di antara mereka, ada satu pasangan yang selalu jadi sorotan: Mark, Ketua OSIS yang dingin, perfeksionis, dan sering dibilang kayak “robot nggak punya hati”, serta Gisel, Wakil Ketua OSIS yang cerdas, tegas, tapi punya mulut tajam dan gampang kesal kalau lihat kelakuan Mark yang sok sempurna.

Sejak awal menjabat, Mark dan Gisel selalu bertentangan. Mulai dari rapat yang berakhir debat panas, proker yang nggak pernah satu pendapat, sampai hal sepele kayak pemilihan tema acara sekolah—semua jadi ajang adu argumen. Bagi Gisel, Mark itu cuma cowok sombong yang ngira dia paling benar, sedangkan bagi Mark, Gisel cewek yang terlalu keras kepala dan susah diatur. “Dasar bossy cat! Paling seneng deh bikin aku pusing!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viana18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Sepekan setelah pengumuman ketua OSIS baru, suasana di sekolah makin damai dan ringan. Beban kepemimpinan sudah terbagi, dan walau persiapan ujian kuliah masih menanti, mereka sepakat mengambil jeda sebentar. Malam minggu itu, rencananya sudah disusun matang-matang: malam santai, seru, dan romantis ala anak-anak Aexdream—yang pastinya tetap berkelas, nyaman, dan penuh kebersamaan.

Mereka berkumpul di sebuah kafe mewah bergaya taman terbuka, berlokasi di kawasan elit kota. Tempat ini punya halaman luas, lampu-lampu gantung yang hangat, taman bunga indah, dan area lesehan dengan bantal-bantal empuk serta meja kayu rendah. Tidak terlalu ramai, suasananya tenang tapi hidup—pas banget buat mereka ngobrol panjang lebar, tertawa, dan saling curhat.

Semua datang dengan pakaian santai tapi rapi dan gaya. Enam pasangan duduk berkelompok membentuk lingkaran besar, menu makanan dan minuman lezat sudah tersaji di tengah, siap dibagi bersama. Tawa riuh langsung pecah begitu mereka duduk, melepas penat sepekan penuh kegiatan.

Mark duduk bersila di sebelah Gisel, tangan mereka saling bertaut di atas bantal. Sebagai mantan ketua, dia yang paling banyak bercerita soal masa peralihan kepemimpinan.

"Jujur aja, rasanya lega banget. Doyoung dan Yeri kerjanya rapi banget, lebih dari ekspektasi gue. Mereka ngerti visi kita, dan idenya malah lebih segar," ucap Mark sambil tersenyum lega.

Gisel mengangguk setuju, menyandarkan bahu ke lengan cowoknya. "Iya banget. Kemarin gue bantuin mereka nyusun jadwal kegiatan, mereka teliti banget. Rasanya kayak ninggalin sesuatu di tangan yang tepat ya. Sekarang kita beneran cuma tinggal fokus sekolah dan nikmatin sisa waktu bareng-bareng."

Haechan langsung mengangkat tangan tinggi-tinggi, wajahnya bersemangat banget. "Nah itu dia! Udah nggak ada beban, udah nggak ada laporan, udah nggak ada rapat malam-malam! Sekarang waktunya bahagia! Ningning sayang, hari ini gue khusus jadi pacar paling perhatian dan paling lucu sedunia buat lo!" serunya sambil mendekatkan wajah, bikin Ningning tertawa sambil memukul pelan pipi cowoknya.

"Dasar lebay. Tapi gapapa, gue terima aja deh perhatian lo itu. Yang penting jangan ribut banget, orang lain pada liat tau," jawab Ningning sambil senyum geli, tapi tangannya tetap erat menggenggam tangan Haechan.

Di sisi lain, Jaemin sibuk menuangkan minuman ke gelas Winter dengan sangat hati-hati dan lembut. Cewek yang biasanya dingin itu malam itu terlihat sangat santai dan manis, rambutnya diurai dan wajahnya bersinar kena cahaya lampu remang.

"Winter... tau nggak? Tiap kali liat lo senyum gini, rasanya semua capek gue hilang seketika. Senyum lo itu obat paling ampuh sedunia tau," bisik Jaemin pelan, cukup didengar berdua saja.

Winter menoleh, pipinya sedikit merona tapi senyumnya mekar indah. "Manis banget mulut lo malam ini. Ada maunya ya? Tapi... makasih ya. Gue juga ngerasa damai banget kalau ada di sebelah lo. Malam ini enak banget ya suasananya, tenang dan hangat."

Jeno dan Karina duduk berdampingan dengan tenang, seperti biasa. Mereka berdua selalu jadi pasangan yang paling damai, tapi cintanya terasa paling kokoh. Karina sedang menunjukkan foto-foto hasil liburan Bali di ponselnya ke Jeno, sesekali menunjuk pemandangan atau momen lucu yang terekam.

"Lihat deh, Jen. Ini pas kita naik sepeda di sawah, gue fotoin lo diam-diam. Kelihatan tenang banget lho mukanya. Kenangan indah banget ya itu," kata Karina lembut.

Jeno menatap foto itu, lalu menatap wajah Karina lekat-lekat. "Indah banget. Dan yang paling indah itu bukan pemandangannya, tapi lo yang ada di samping gue waktu itu. Semua momen jadi spesial cuma karena ada lo, Karina."

Chenle berdiri sebentar, mengubah posisi duduknya jadi bersandar santai, lalu berbicara dengan nada bangga diri khasnya yang bikin semua orang langsung siap tertawa.

"Teman-teman semua! Dengerin gue sebentar! Malam minggu ini bukti nyata kalau kita adalah kelompok paling hebat, paling seru, dan paling beruntung sedunia! Coba liat kita: anak-anak hebat, punya pacar paling cantik dan paling ganteng, liburan mewah, sekolah asik, masa depan cerah... apa lagi yang kurang?! Hidup kita udah sempurna banget!" seru Chenle lantang.

Miyeon yang ada di sebelahnya langsung menyodorkan camilan ke mulut cowoknya sambil geleng-geleng kepala. "Udah ya, mulutnya jangan banyak-banyak. Makannya dulu. Tapi... bener juga sih. Gue bersyukur banget bisa ada di sini, bareng kalian semua, dan apalagi bareng lo yang aneh ini tapi sayang banget sama gue."

Chenle langsung memegang dada, pura-pura terharu. "Duh... Ratu gue emang paling pinter ngomong manis! Iya deh, gue juga bersyukur banget punya lo. Lo satu-satunya orang yang tahan banget sama sifat gue, dan bikin gue mau jadi lebih baik."

Dan di ujung lingkaran, pasangan bungsu Jisung dan Shuhua duduk berdampingan dengan posisi agak malu-malu tapi sangat manis. Sejak resmi jadian di pesawat kemarin, hubungan mereka makin terbuka dan hangat. Jisung selalu berusaha jadi cowok yang paling sopan dan paling perhatian, sementara Shuhua selalu ada buat menuntun dan menyayangi cowoknya itu.

Jisung diam-diam menggeser duduknya lebih dekat sedikit ke Shuhua, lalu menyodorkan sebuket bunga kecil tapi cantik yang dia sembunyikan di balik punggungnya. Mukanya merah padam karena gugup setengah mati.

"Ka-Kak Shuhua... ini buat Kakak. Sengaja gue beli tadi sore. Warnanya sama kayak selendang yang kita dapet di Bali... kuning cerah, kayak Kakak," kata Jisung terbata-bata, suaranya pelan tapi jelas banget.

Shuhua terkejut senang, matanya langsung berbinar dan berkaca-kaca terharu. Dia menerima bunga itu pelan-pelan, lalu mencium wanginya sebentar.

"Ya ampun... manis banget sih lo, Sayang. Makasih banyak ya. Indah banget bunganya, gue bakal simpan baik-baik. Ini kado paling manis malam ini tau," ucap Shuhua lembut, lalu diam-diam mengusap punggung tangan Jisung di bawah meja.

"Ka-Kak suka? Syukurlah... gue seneng banget. Gue cuma pengen bikin Kakak seneng terus," jawab Jisung lega dan bahagia banget, senyumnya mekar lebar banget.

Malam makin larut, langit makin gelap tapi lampu di taman itu makin terang dan hangat. Obrolan makin melebar, mulai dari kenangan masa-masa awal masuk sekolah, momen pertengkaran dulu, sampai rencana-rencana besar masa depan.

Mark menatap teman-temannya satu per satu, hati penuh bangga dan sayang.

"Gue sering mikir... beruntung banget kita bisa ketemu, bisa akrab, bisa saling sayang gini. Dari yang dulunya asing, malah ada yang sempat musuhan, sekarang jadi keluarga sendiri. Nanti pas kita kuliah, mungkin kita bakal beda tempat, beda kesibukan... tapi gue yakin banget, rasa ini nggak bakal berubah."

Gisel mengangguk kuat, meremas tangan Mark. "Bener banget. Mau sejauh apa pun kita nanti, SMA Aexdream, kenangan kita, dan kebersamaan kita bakal tetep jadi rumah buat kita semua. Malam minggu kayak gini bakal kita kangenin banget nanti."

"Nah jangan ngomong sedih dulu ah!" potong Haechan sambil mengangkat gelas tinggi. "Masih banyak malam minggu lagi, masih banyak hari indah lagi! Kita bakal kumpul terus kayak gini sampai kapanpun! Ayo angkat gelasnya! Buat persahabatan kita, buat cinta kita, dan buat masa depan kita yang bakal makin hebat lagi!"

"SELAMAT!" seru mereka semua serentak, beradu gelas dengan suara nyaring yang menyatu indah di malam itu.

Malam itu berakhir dengan tawa, cerita, dan janji hati yang kuat. Mereka pulang dengan hati yang penuh kebahagiaan dan semangat baru. Walaupun tantangan ujian kuliah dan perpisahan makin dekat, mereka tau: selama mereka saling menjaga dan saling percaya, jarak dan waktu nggak bakal mampu memisahkan ikatan indah yang udah terjalin di SMA Aexdream ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!