NovelToon NovelToon
Janda Kesayangan Tuan Mafia

Janda Kesayangan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Mafia
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Ini merupakan Novel Sekuel dari Melepas para Benalu,

Wina tak pernah menyangka kisah hidupnya yang tragis membuatnya akhirnya bisa bertemu dengan lelaki yang sangat kejam tapi sangat mencintai dan menyayangi dirinya yaitu Alexander

Alexander adalah seorang Mafia kelas kakap yang bahkan polisi juga sangat segan kepadanya.

Pertemuan tidak sengaja itu pun menjadikan Tuan Mafia yang terkenal kejam dan tidak berperasaan itu akhirnya memiliki tempat pulang dan orang yang dia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Wina menatap mereka dengan helaan nafas, Erlangga pasti akan terus menerus menanyakan keadaan mereka dan lebih baik mereka jujur saja.

"Kami ada dirumah salah satu kerabat Wina Er, kamu tenang saja kami semua aman disini untuk sementara nanti jika sudah aman kami akan kembali".

Beni menjawab dengan cepat pertanyaan Erlangga yang sejak tadi seperti menginterogasi mereka, dia tahu Erlangga pasti sangat khawatir apalagi setelah semua kejadian yang terjadi dikeluarga besarnya.

"Baiklah jika seperti itu, nanti kalau aku sudah bisa pulang, aku akan kesana melihat kalian, aku sangat rindu dengan sikembar". Jawabnya dengan sendu.

Dia mengingat jelas bagaimana bahaya yang mengancam kedua anaknya waktu itu, dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada mereka

"Kamu tenang saja, kami akan baik-baik saja, fokus saja dengan kesehatanmu dulu, nanti kita bicarakan masalah itu".

"Dimana sikembar? , aku tidak mendengar suara mereka sejak tadi". Tanyanya dengan penasaran.

"Mereka sedang pergi, nanti saja bicara dengan mereka". Jawab Wina pelan.

Dia sengaja mencari alasan agar Erlangga tidak berbicara dengan kedua anaknya karena dia pasti akan tahu dari kedua anaknya tentang apa yang menimpa mereka semua dan pastinya Erlangga akan memaksakan diri untuk pulang dan mendatangi mereka.

"Oh seperti itu, baiklah, aku akan tutup telponnya karena sudah masuk jam minum obat dan sarapan, salam ku untuk sikembar dan kalian jaga diri baik-baik".

"Iya nanti aku sampaikan, kamu juga fokus saja pada kesehatan jangan pikirkan yang lain".

"Iya, assalamu'alaikum".

"Walaikum salam". Kompak mereka semua.

Nissa menatap Wina dengan tatapan penuh tanya dan ingin tahu, dia pernah mendengar nama itu maka dia ingin bertanya.

"Ada apa bunda?, kok bunda memandang aku kayak gitu? ". Wina memang sadar jika Nissa sejak tadi memperhatikan dan mendengar langsung segalanya.

"Lelaki bernama Erlangga itu apakah dia putra Pratama? ". Tanyanya ingin tahu.

Rahangnya mengeras saat mengucapkan nama lelaki sialan yang bekerja sama dengan putranya untuk melenyapkan tuan Aditama.

Wina mengangguk pelan dan menyadari perubahan wajah sang bibi yang kini menunjukkan kemarahan yang tertahan karena wajahnya memerah dan urat-urat pada lehernya menyembul seketika.

"Itu benar bi, dia Erlangga putri tuan Pratama".

"Bajingan". Desisnya dengan datar penuh penekanan.

Mereka tersentak mendengar umpatan kasar itu, mereka semua saling memandang seakan memberi kode.

"Kalian masih berhubungan dengan lelaki yang keluarganya membuat ayahmu meninggal?? ". Tanyanya pelan tapi penuh intimidasi.

Wins menghela nafas, bibinya pasti tahu rahasia itu karena Alex sudah memantaunya sejak dulu dan dia yakin jika Alex pasti memberitahu ibunya tentang insiden ayahnya saat itu. Atau mungkin bibinya terlewat beberapa informasi sehingga tidak tahu.

"Iya bi, kami masih berhubungan, dia ayah kandung dari anak kembar ku". Jawab Wina pelan.

Mata Nissa membelalak sempurna, bagaimana bisa Wina memiliki bayi kembar bersama Erlangga sedangkan Wina menikah dengan Reno, apakah Wina mabuk sehingga mereka berhubungan sampai menghasilkan anak kembar .

Melihat ekspresi sang bibi yang kebingungan, dia tersenyum tipis seakan mengerti jika bibinya ini melewatkan banyak hal.

"Aku memang menikah dengan Reno bund, tapi saat aku sakit dan dirawat dirumah sakit, mantan ibu mertuaku bekerjasama dengan keluarga Pratama tepatnya dengan Erlando untuk membuatku hamil anak kembar milik Erlangga tanpa bersentuhan, bunda pasti mengerti maksudku dengan jalan seperti apa? ".

Nissa mengerjapkan matanya berusaha mencerna perkataan Wina, dia tidak mengerti tetapi berusaha keras untuk berpikir cara apa yang mereka tempuh agar Wina bisa mengandung keturunan Pratama.

Matanya melebar menyadari maksud Wina barusan, mereka sungguh sangat keterlaluan.

Melihat Ekspresi sang bibi, Wins tersenyum kecut, bayangan masa lalu menyakitkan kembali berputar di benaknya.

"Yang bunda pikirkan itu benar, mereka memanfaatkan waktu aku sakit dengan mengambil sel telur ku dan diproses dengan bayi tabung menggunakan sel sperma Erlangga dan parahnya lagi Reno yang notabennya suamiku tidak tahu soal itu".

Erlangga tidak terlibat tetapi dia tahu perbuatan saudaranya dan membawa Erlando menjauh karena dia ternyata sakit kanker , dia tidak bisa mencegah semua perbuatan keluarganya padaku ".

"Dulu saat aku mengecek kandungan dengan USG, aku memang sadar sepenuhnya jika memiliki anak kembar tetapi mereka bilang anakku hanya satu saat aku melahirkan, USG bisa salah katanya".

"Nyatanya anakku memang kembar sepasang tapi yang membuatku sakit adalah mereka mengambil putriku dan memisahkan kami selama bertahun-tahun tanpa aku tahu jika memiliki seorang putri".

Tawa getir dan menyakitkan keluar dari mulut Wina, perempuan itu menunduk dalam mengingat betapa orang-orang itu menghancurkan hidupnya berkali-kali.

"Nak". Nissa memandang Wina dengan sendu.

Dia merasa sangat Ibah dan kasihan melihat banyaknya penderitaan dan tekanan mental yang dibuat oleh orang-orang itu kepada Wina selama ini beruntung Wina tidak gila dibuatnya.

Alex yang mengetahui permasalahan itu pun hanya bisa membuang muka, hatinya berdenyut perih melihat orang yang dia cintai begitu rapuh dan dia tidak ada disana untuk menolongnya hanya bisa mengamati dari jauh saja.

"Aku beruntung memiliki mental baja dan fisik yang kuat bunda, jika tidak mungkin aku akan gila dibuatnya, mereka mengobrak-abrik habis mental dan fisikku tanpa jeda seperti roda tak berhenti bergerak".

Ketiga sahabat Wina itu menunduk, mereka sangat tahu bagaimana Wina berjuang mati-matian saat semua hal itu menimpanya bergantian tanpa jeda, walau mereka memberikan dukungan tetap saja akan terasa berbeda jika dukungan itu dari keluarga sendiri.

Matanya berkaca-kaca dan siap menangis, dia selalu teringat bagaimana rapuhnya dirinya saat itu, beruntung dia memiliki para sahabat yang mendukungnya dan selalu ada untuknya.

"Maafin bunda nak, karena tidak ada disaat kamu membutuhkan bunda, bunda sungguh menyesal mendengar nya".

Kini Nissa yang menangis, beban hidup yang selama ini dia tanggung membuatnya memiliki obsesi besar agar bisa setara dengan keluarga Aditama sehingga dirinya bisa berbicara dengan mereka semua tanpa rasa sungkan seperti sekarang ini sampai dia melupakan jika Wina membutuhkan sosok yang bisa dia jadikan pegangan saat dunia sangat kejam kepadanya.

"Tidak apa bunda, aku tahu hidup bunda dulu juga sulit, bunda berjuang mati-matian agar bisa seperti sekarang ini, lagian itu sudah jadi masa lalu, aku sudah mengikhlaskan jalan hidupku itu".

Nissa menghampiri Wina dan memeluknya dengan sayang, anaknya benar dia harus berjuang agar Wina bisa bersama putranya agar dia bisa menjaga Wina dan anak-anak nya sehingga membalas budi kepada tuan Aditama atas semua bantuan yang dia berikan kepadanya.

"Aku akan mendukung penuh anakku bersamamu nak Wina, kamu harus menjadi menantuku". Cicitnya dalam hati

1
Ayudya
lah cari mati aja si Pras ma adeknya🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lanjut kak
I Love you,
aka😁😁😁🤣🤣🙏🙏
Ayudya
semoga Wina bisa bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!