Terbangun sebagai Zhu Xuan, Kepala Keluarga Klan Kucing Roh Nether yang dingin, seorang pria modern membawa jiwa baru yang hangat dan protektif ke Benua Douluo. Menyadari dirinya memiliki istri yang setia dan empat putri jenius—termasuk si bungsu yang dingin, Zhu Zhuqing—Zhu Xuan bersumpah untuk mengubah nasib tragis keluarga mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Putriku Bukanlah Barang Dagangan
Zhu Xuan masih merasakan debaran jantung yang tak menentu. Bukan karena takut, melainkan karena gejolak emosi setelah mengetahui keberadaan System Pengembalian Super Daddy. Di satu sisi, ia merasa lega, namun di sisi lain, tanggung jawab sebagai ayah bagi empat nyawa kecil ini terasa kian nyata.
Zhu Zhuyue, yang berada di pelukan kirinya, mendongak. Mata bulatnya menatap Zhu Xuan dengan rasa ingin tahu. "Ayah, jantung Ayah berdetak cepat sekali. Apa Ayah merasa gugup karena adik baru?"
Zhu Xuan tersenyum lembut, lalu mengecup kening putri keduanya itu. "Tentu saja, Sayang. Ayah selalu gugup setiap kali kalian lahir ke dunia ini. Kalian adalah keajaiban bagi Ayah."
"Kenapa harus gugup, Ayah?" tanya si kecil Zhu Zhuxin dengan suara cadelnya yang menggemaskan dari arah belakang.
Sebelum Zhu Xuan sempat menjawab, si sulung Zhu Zhuyun menyela sambil mengeratkan pelukannya di leher sang ayah. "Itu karena Ayah sangat menyayangi kita, kan? Ayah takut sesuatu terjadi pada kita."
"Benar sekali, Zhuyun," jawab Zhu Xuan dengan nada yang dalam. "Bagi Ayah, melihat kalian lahir dengan selamat dan tumbuh sehat adalah segalanya."
Zhu Xuan menatap lorong mansion yang megah namun terasa dingin. Ia tahu betul masa depan yang menanti putri-putrinya dalam cerita aslinya. Terutama Zhu Zhuqing yang baru saja lahir. Di garis waktu yang seharusnya, gadis kecil itu akan tumbuh dalam penderitaan, dikejar oleh kakaknya sendiri, dan dipaksa bertarung demi nyawa.
Tapi sekarang, aku di sini, tekad Zhu Xuan menguat. Aku tidak akan membiarkan masa kecil kalian dirampas oleh tradisi busuk kekaisaran ini.
Mereka tiba di ruang persalinan yang hangat. Bau obat-obatan dan sedikit aroma darah tercium, namun suasana terasa tenang.
"Ibu!" teriak ketiga putri itu bersamaan.
"Sstt, pelankan suara kalian," tegur Zhu Xuan lembut namun tegas. "Ibu dan Adik Zhuqing butuh istirahat."
Zhu Xuan melangkah menuju tempat tidur. Di sana terbaring seorang wanita cantik dengan wajah yang masih pucat namun memancarkan aura keibuan yang kuat. Dia adalah Xiao Lin, istrinya. Meskipun sudah melahirkan empat anak, kecantikannya tetap memikat di usia tiga puluh dua tahun.
"Xiao Lin... terima kasih. Kau sudah berjuang sangat keras," ucap Zhu Xuan dengan nada yang tulus, memegang tangan istrinya dengan penuh kasih.
Xiao Lin tersenyum lemah, matanya beralih ke bayi yang tertidur pulas di sampingnya. "Dia akan menjadi gadis yang hebat, Xuan. Aku bisa merasakannya."
Zhu Xuan mengangguk, namun raut wajah Xiao Lin tiba-tiba berubah serius. "Ling Tian... maksudku, Xuan... mengenai pertunangan Zhuyun. Pihak Kekaisaran Bintang Luo sudah mendesak lagi. Mereka ingin kepastian soal Pangeran Dai Weisi."
Zhu Xuan merasakan api amarah kecil mulai tersulut di hatinya, namun ia menekannya agar tidak menakuti anak-anaknya. "Jangan pikirkan itu dulu. Fokuslah pada pemulihanmu. Urusan luar... biarkan aku yang menyelesaikannya."
Tepat saat itu, seorang pelayan memberikan pengumuman di pintu luar. "Patriark, Nyonya... Permaisuri telah tiba!"
Seorang wanita dengan pakaian emas yang sangat mewah masuk ke ruangan. Dia adalah Zhu Lingrong, kakak perempuan kedua Zhu Xuan yang kini menjadi permaisuri setelah memenangkan persaingan takhta yang berdarah di masa mudanya.
"Ling Tian, Xiao Lin, selamat," ucap Lingrong dengan senyum yang terasa formal dan dingin. "Kalian punya putri lagi. Mungkin lain kali kalian harus mencoba lagi agar mendapatkan seorang putra sebagai penerus."
Setelah membagikan beberapa hadiah dari alat spiritualnya kepada ketiga keponakannya, Lingrong menatap Zhu Xuan dengan tajam. "Ling Tian, ikut aku ke ruang depan. Ada hal penting yang harus kita bicarakan sebagai keluarga."
Di ruang resepsi, suasana berubah mencekam. Tidak ada lagi tawa anak-anak, hanya keheningan yang menyesakkan.
"Zhu Xuan," panggil Lingrong, menggunakan nama resminya. "Kematian ayah kita dan kelahiran Zhuqing sudah cukup menjadi alasan untuk menunda. Tapi sekarang, Kekaisaran tidak bisa menunggu lagi. Kapan pertunangan Zhuyun dan Dai Weisi akan diresmikan?"
Zhu Xuan berdiri tegak, menatap kakaknya tanpa rasa gentar sedikit pun. "Apakah Kaisar yang menyuruhmu menanyakan ini, atau ambisimu sendiri, Kakak?"
Lingrong mengerutkan kening. "Ini soal kelangsungan hidup keluarga kita! Pernikahan antara Keluarga Kucing Roh dan Keluarga Kekaisaran sudah berlangsung ratusan tahun!"
"Dan selama ratusan tahun itu pula, kita membiarkan anak-anak kita saling membantai?" potong Zhu Xuan dengan suara dingin. "Kakak, tidakkah kau sadar bahwa pernikahan antar kerabat dekat hanya akan merusak generasi penerus? Dan yang lebih penting... aku tidak ingin putri-putriku menjadi pion dalam catur kekuasaanmu."
Wajah Lingrong memucat karena marah. "Apa kau berniat memutuskan hubungan dengan Keluarga Kerajaan? Kau ingin menghancurkan klan ini?"
Zhu Xuan mendekat, aura Kaisar Rohnya sedikit berdesir, membuat suasana ruangan terasa berat.
"Ya. Mulai hari ini, putri-putriku tidak akan pernah lagi menikah dengan anggota Keluarga Kerajaan Bintang Luo. Mereka bebas menentukan takdir mereka sendiri."
"Kau gila!" desis Lingrong. "Tanggal enam belas bulan depan, pertunangan akan tetap dilaksanakan. Pikirkan baik-baik, atau kau akan melihat seluruh klan ini musnah hanya karena egoismu!"
Setelah Lingrong pergi dengan amarah, sebuah notifikasi muncul di depan mata Zhu Xuan.
[System: Misi Terdeteksi! Tolak pertunangan secara resmi dan berikan hadiah pertama untuk putri sulung Anda, Zhu Zhuyun.]
[Hadiah: Peningkatan kekuatan roh secara instan dan teknik kultivasi tingkat tinggi.]
Zhu Xuan mengepalkan tangannya. "Kita lihat saja siapa yang akan musnah, Kakak."