NovelToon NovelToon
KESEMPATAN KEDUA

KESEMPATAN KEDUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang wanita yang bernama Karamel, di detik-detik kematiannya, sebelum menutup mata, dia melihat sosok pria berlari menuju ke arahnya dan langsung memeluknya dari api yang berkobar.

Pria itu adalah mantan suaminya yang dia ceraikan, pria yang sudah dia sakiti. Tapi pria itu masih datang untuk menolongnya, tapi sayang sekali, Karamel sudah tidak bisa bertahan, nafasnya sudah sudah berat dan matanya sudah mulai tertutup.

Tapi, ada suatu hal yang terjadi dan sulit dimengerti. Karamel kembali hidup di masa lalu, di mana dia masih menjadi seorang Istri.

Dengan kesempatan kedua yang dia dapatkan, tentu Karamel tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Mampukah Karamel membalas semua luka yang dia dapat kan di kehidupan pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Keanehan

Keesokan harinya, Kara mendapat kabar yang dia tunggu-tunggu. Dia sedikit terkejut, karena orang itu malah jadi kalap, padahal Kara hanya memintanya untuk menyentuh tubuhnya seperti yang dia alami di masa lalu.

Kara tidak peduli, jika waktu itu tidak ada orang yang melihat dan membantunya, mungkin dia juga sudah jadi korban pelecehan.

Kara beraktivitas seperti biasanya dengan suasana hati bahagia, satu target terbalaskan lagi. Untuk sementara dia tidak ingin bertindak, jangan sampai mereka curiga.

"Hmm, ini baru pemanasan!" gumam Kara sambil membaca pesan yang masuk di ponselnya.

Terpaksa dia menunda keluar dari grup, dia ingin melihat apa yang akan orang-orang parasit itu lakukan.

Dan seperti yang dia duga. Teman-temannya malah memintanya untuk bertanggung jawab, karena gara-gara Kara mengajak mereka karaokean sampai malam.

📩

"Kar, kamu tidak datang jenguk Devi? Dia lagi dapat masalah loh..!"

"Ini juga gara-gara kamu, ngajakin kita karaoke sampai malam!"

"Benar! Jika kamu tidak ingin datang, setidaknya bayar kompensasi!"

"Kar jahat banget siih,,!"

"Kar angkat telepon..!"

"Devi katanya dibegal, dia ketakutan sampai sekarang tidak mau keluar kamar!"

Kara membaca pesan mereka satu persatu dengan nada sinis. "Ngapain aku ke sana, emang aku kok pelakunya!"

Kara tiba-tiba punya ide, dia kembali membuka pesan dan membalas pesan mereka.

Kara : "Baik, aku akan bertanggung jawab. Aku akan melaporkan masalah ini ke polisi, biarkan mereka yang menyelidiki dan mencari begalnya."

Kara tertawa membayangkan raut wajah mereka, karena balasannya tidak sesuai apa yang mereka inginkan.

📩

Devi : "TIDAAK.. JANGAN LAPOR POLISI. GUYS AKU BAIK-BAIK SAJA, AKU HANYA SEDIKIT TRAUMA...!"

Kara tertawa mengejek, dirinya saja yang belum berhasil dilecehkan begitu trauma. Apalagi kalau sudah kuda-kudaan, tapi lain cerita jika mereka melakukannya dengan suka sama suka.

Kara kembali membalas pesan, jika dirinya sudah berniat baik untuk bertanggung jawab, tapi Devi menolaknya.

Kara tidak lagi membaca pesan mereka yang masuk, dia tidak peduli apa yang mereka bahas tentangnya.

Kara beranjak dan turun ke bawah untuk makan siang. Dia merasa sangat bosan, dia berencana akan ke Kantor setelah makan nanti.

...----------------...

Sedangkan Tama yang berada di kamar hotel baru mendapat semua informasinya. Tama dibuat bingung, kesalahan apa yang dilakukan orang itu sampai Kara membalasnya hingga harga dirinya hancur.

Namun Tama tiba-tiba mengingat perkataan Kara yang ingin membalas mereka dengan hal yang sama. Apa jangan-jangan Kara pernah dilecehkan?

"Tidak mungkin! Kara hanya ingin membuatnya trauma. Tapi kapan Kara pernah mengalaminya?" gumam Tama bertanya-tanya.

Hampir semua kegiatannya dia ketahui, dan dia juga baru sadar, apa yang Kara balaskan tidak pernah dialaminya.

Seperti halnya Sarah yang mengalami kecelakaan. Jadi seharusnya, Kara pernah mengalami hal serupa kan?

"Kapan semua itu terjadi?" Tama bertambah bingung, dia sampai berusaha mengingatnya, siapa tahu dia yang lupa.

Tapi setelah beberapa menit dia tetap tidak bisa mengingat jika Kara pernah mengalami kecelakaan, atau mengalami hal serupa seperti yang Devi alami.

"Hmm sudahlah.. Mungkin Kara hanya balas dendam karena selama ini sudah dimanfaatkan!" Tama akhirnya berpikir yang baik-baik saja.

Tapi hal itu malah membuatnya tidak bisa memejamkan mata. Dia terus bertanya-tanya, apa kecelakaan itu pernah terjadi?

"Apa kamu membunyikan sesuatu? Apa kamu akan berkata jujur jika aku bertanya?" Tama kembali beranjak dan menelpon seseorang.

...----------------...

Setelah makan siang Kara menuju perusahaan Tama. Kara bisa langsung masuk tanpa ada halangan, karena semua orang hampir mengenalnya.

Orang-orang kantor hanya tau jika hubungan Tama dan Kara tidak harmonis, tapi mereka tidak tau apa penyebabnya, mereka hanya bisa saling menebak.

Tiba lantai atas, Kara sudah bisa melihat Sisil yang sedang serius bekerja, dan di ruang sampingnya ada Dika yang sedang makan siang.

Sisil menoleh saat mendengar langkah kaki, dia sangat senang melihat kedatangan Kara. Semenjak bekerja, dia belum bertemu lagi dengan Kara, karena dia masih tahap belajar.

"Kara...!" Serunya sambil beranjak dan langsung memeluknya.

Kara juga sangat senang melihat sahabatnya yang terlihat sudah ceria kembali, tubuhnya juga sudah mulai berisi sedikit.

"Bagaimana? Apa kamu suka pekerjaan barumu?" tanya Kara setelah duduk di sofa.

"Tentu aku suka, tapi aku masih harus belajar lagi!" balas Sisil sambil melirik Dika.

Kara juga melihatnya dan bertanya. "Loh, kenapa baru makan Dik? Kamu banyak kerjaan ya?"

"Ya Nyonya! Tadi ada beberapa berkas yang harus segera diselesaikan!" Balas Dika setelah mengusap mulutnya dengan tisu.

Kara mengangguk paham, lalu dia bertanya keadaan Ibu Sisil. Tante Mira sudah keluar dari Rumah Sakit, tapi dia masih dalam pemantauan, sehingga Dion mengirim perawat untuk menjaganya.

"Setelah Tante Mira sembuh, kamu ajak Ibumu ke rumah! Aku kesepian, tidak teman ngobrol!" keluh Kara.

Sisil menatap Kara dengan bingung, padahal ada banyak orang di rumah Tama, maksudnya para pekerja, bukan kah mereka bisa diajak mengobrol?

"Mereka diajak bicara seperti melihat hantu!" ujar Kara dengan kesal. Padahal dia sudah tidak pernah marah-marah lagi kepada mereka.

"Ppffttt..!" Dika hampir tertawa mendengarnya. Kara ini tidak sadar atau bagaimana? Mana mungkin mereka tidak takut, selama ini dia hampir menghukum mereka setiap hari.

Kara dan Sisil langsung menoleh dan menatapnya. "Ada apa?"

Dika menelan ludah, dia mengutuk dirinya dalam hati yang sangat ceroboh. "Tidak apa-apa. Silahkan lanjutkan! Saya sedang menonton video lucu!" kilahnya.

Kara dan Sisil tidak mempedulikannya lagi, Karena Sisil masih ada kerjaan, Kara pun beranjak, dan masuk ke ruang kerja Tama.

Sisil masih sempat bertanya, "Kenapa tidak nelpon Tama? Agar kamu tidak kesepian"

"Mungkin dia sudah tidur! Di sana sudah larut malam!" balas Kara sambil melihat jam di tangannya yang sudah pukul dua siang.

"Oh iya juga yaa..!"

Dika yang mendengarnya malah menggerutu, 'Tidur apanya? Dia malah kirim VN' tapi itu salahnya sendiri, karena dia memberi tahu Tama soal Kara yang datang ke Perusahaan

"Haaah.. Seharusnya tadi aku tutup mulut saja. Kan ada orang suruhan itu." Dika memaki dirinya lagi.

🎙️"Tuan tidurlah! Karena Nyonya mengira Anda sudah tidur. Jangan khawatir! Nyonya baik-baik saja, dia cuman sedikit kesepian, karena dia tidak punya teman ngobrol di rumah!"

Dika membalas VN Tama sambil berbisik, agar tidak kedengaran oleh keduanya. Dia merasa seperti membicarakan seseorang dari belakang. "Ck, awas saja jika bonusku tidak dua kali lipat!"

Dika meletakkan ponselnya dan lanjut bekerja, bisa dipastikan jika Tama tidak akan berhenti mengirim pesan sebelum Kara meninggalkan perusahaan.

Dan benar saja, pesan VN masuk dengan bertubi-tubi membuat Dika tidak konsen bekerja.

"Wahaaiii Tuanku yang terhormat! Kenapa tidak langsung telpon saja dengan yang bersangkutan?" Dika sangat ingin mengirim VN seperti itu.

Dika benar-benar kesal, Tama seperti orang yang sedang jatuh cinta. Setiap detiknya harus ada kabar. Tapi dia tetap membalasnya dengan sabar, menjawab semua pertanyaan Tama satu per satu.

.

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo langsung komen yaa 🙏🙏

Sebelum UP sdah dibaca berulang-ulang kok. Tapi masih ada juga yang lolos dari pandangan..😭
Sulati Cus
typo mulu😅
Fii: Hai kk. maksih sudah komen😍🙏
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Fii
maksih kk sudah komen..
sering2 yaa kalau ada typo😍😍
neni onet
typo ini heii, Sisil lah, koq Sarah 🫣
Sribundanya Gifran
lanjut
neni onet
penasaran banget, seberapa jahat duo pasangan Sarah dimasa lalu sampai Kara begitu banyak melakukan kesalahan dimasa lalu 🫣
Sribundanya Gifran
lanjut
Mamta Okta Okta
lanjut thor
Fii
aahh typo.. makasih sudah komen😍🙏
neni onet
siapakah Aruna /Bye-Bye/
Fii: Aruna PU di novel LINTAS DIMENSI. jangan lupa mampir yaa🙏😍
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjit up lagi thor
Mamta Okta Okta
lanjut thor 💪💪🙏🙏
Mamta Okta Okta
lanjut thor crazy up semangat 💪💪💪🙏🙏
Mamta Okta Okta
lanjut thor crazy up semangat 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!