NovelToon NovelToon
THE TYCOON'S BITTER REVENGE

THE TYCOON'S BITTER REVENGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: caxhaaesthetic

Empat tahun lalu, Flaire Nathasha menghilang setelah melahirkan secara rahasia, meninggalkan Jaydane Shelby dengan luka pengkhianatan dan seorang putra balita bernama Jorden. Jaydane, sang penguasa bisnis sekaligus mafia, membesarkan Jorden dengan kebencian mendalam, mengira Flaire membuang anak mereka demi kebebasan dan karier.

Kini, Flaire kembali ke Jerman sebagai CEO Fernandez yang memukau dengan julukan "Queen of Lens". Kecantikannya yang tak tertandingi membuat Aurora, tunangan Jaydane, merasa terancam dan mulai menggali identitas ibu kandung Jorden yang misterius.

Jaydane yang dibutakan dendam mulai menghancurkan bisnis Flaire untuk memaksanya berlutut. Namun, di balik lensa kontak yang selalu menutupi warna mata aslinya, Flaire menyimpan luka trauma masa lalu difakta bahwa ia adalah korban pengasingan paksa keluarganya dan sama sekali tidak tahu bahwa bayinya masih hidup di tangan pria yang kini mencoba menghancurkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon caxhaaesthetic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEPULANGAN SANG RATU

...Aula Grand Ballroom, Berlin – Jerman....

Lampu kristal raksasa memantulkan cahaya kemilau ke seluruh ruangan yang dipenuhi oleh kaum elit kelas atas. Malam ini adalah pesta penyambutan CEO baru Fernandez Group, sebuah perusahaan raksasa yang sempat goyah namun kini bangkit kembali.

Di sudut ruangan yang lebih gelap, seorang pria berdiri dengan segelas wiski di tangan. Jaydane Shelby. Tubuhnya yang tinggi, kekar, dan dibalut setelan tuksedo mahal membuatnya tampak seperti patung Dewa Yunani yang hidup. Pupil iris abu-abunya yang sedingin es menatap lurus ke arah pintu masuk.

"Dia datang," bisik asisten pribadinya, namun Jaydane tidak bergeming. Rahangnya mengeras.

Pintu besar terbuka. Seluruh napas di ruangan itu seolah terhenti serentak.

Seorang wanita melangkah masuk dengan keanggunan yang mematikan. Flaire Nathasha. Di usianya yang baru 19 tahun, ia memiliki pesona yang membuat wanita mana pun merasa kerdil.

Gaun sutra hitam yang melekat ketat menonjolkan lekuk tubuhnya yang sempurna pinggang sekecil gitar Spanyol dengan dada yang sintal dan padat, serta pinggul yang memukau. Kulitnya putih bening seolah bercahaya di bawah lampu ballroom.

"Itu dia... Queen of Lens," bisik tamu-tamu di sana.

Malam ini, Flaire menggunakan kanta lekap berwarna hazel yang berkilau, menutupi rahasia pupil aslinya. Ia tersenyum tipis, namun matanya memancarkan kesedihan yang dalam, sisa-sisa trauma empat tahun dibuang ke negeri orang.

Langkah Flaire terhenti tepat di depan Jaydane. Pria yang dulu adalah dunianya, pria yang memberikan surga sekaligus neraka baginya.

"Selamat datang kembali, Little Bird," suara Jaydane rendah, serak, dan penuh ancaman.

"Kau tampak sangat menikmati kebebasanmu setelah membuang segalanya lima tahun lalu."

Flaire merasakan jantungnya berdenyut nyeri. Membuang? Dia tidak membuang apa pun. Dia dipaksa pergi dengan hati hancur setelah diberitahu bayinya mati.

"Tuan Shelby," suara Flaire lembut namun bergetar. "Aku kembali untuk bekerja, bukan untuk mengenang masa lalu yang sudah mati."

Jaydane menyeringai sinis. Ia mendekat, aroma parfum maskulinnya yang kuat mengepung indra penciuman Flaire. "Masa lalu tidak pernah mati, Flaire. Aku akan memastikan setiap langkah bisnismu di Jerman menjadi mimpi buruk. Kau akan menyesal pernah menginjakkan kaki di tanah ini lagi."

Di sisi lain ruangan, Aurora, wanita cantik dengan tatapan tajam yang merupakan tunangan Jaydane, memandang mereka dengan tangan terkepal. Ia benci melihat bagaimana mata Jaydane meski penuh amarah sama sekali tidak bisa lepas dari sosok Flaire.

"Sayang," Aurora menghampiri dan merangkul lengan kekar Jaydane, mencoba mengklaim kepemilikannya. "Kenapa berlama-lama dengan mantan kekasihmu ini? Jorden sudah mengantuk di mobil, dia menunggumu."

Mendengar nama Jorden, tubuh Flaire menegang. Ia tidak tahu siapa Jorden, namun nama itu terasa asing sekaligus akrab di telinganya.

"Jorden?" tanya Flaire tanpa sadar.

"Putraku," jawab Jaydane dingin. "Putra yang tumbuh sehat tanpa seorang ibu yang tak punya hati sepertimu."

Flaire hampir terjatuh jika ia tidak berpegangan pada meja di sampingnya. Matanya memanas. Jaydane punya anak? Dalam waktu empat tahun? Rasa sakit itu kian mencekik. Ia tidak tahu bahwa anak yang dimaksud Jaydane adalah darah dagingnya sendiri yang ia kira sudah lama terkubur di tanah.

Tepat saat itu, seorang pelayan mendekat membawa pesan, "Tuan Shelby, Tuan Muda Jorden menangis di dalam mobil, dia ingin bertemu ayahnya."

Jaydane menatap Flaire untuk terakhir kalinya malam itu. "Jangan pernah berani muncul di hadapan putraku. Wanita sepertimu tidak pantas melihat bayangannya sekalipun."

Jaydane melangkah pergi diikuti Aurora yang tersenyum kemenangan. Flaire berdiri mematung, dadanya sesak. Ia meraba matanya yang tertutup lensa. Ia merasa dunia ini begitu tidak adil, namun ia tidak tahu bahwa kebenaran yang paling besar baru saja berjalan melewatinya.

1
Ashlee Qirana
mudah difahami
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
LANJUTKAN THORRRRR!!!!! /Hunger/
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
lanjutin thorrr cinta /Applaud//Kiss/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!