NovelToon NovelToon
Di Bawah Payung Yang Sama

Di Bawah Payung Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:646
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Kim Ae Ra hanya ingin hidup tenang setelah kehilangan ayahnya di masa kecil. Demi bertahan, ia bekerja keras hingga akhirnya diterima di Aegis Corp dan menjadi sekretaris CEO muda yang dingin, Hyun Jae Hyuk.

Bagi Ae Ra, pertemuan mereka hanyalah kebetulan. Namun tanpa ia sadari, Jae Hyuk telah mengenalnya jauh sebelum itu—pada sebuah malam hujan yang hampir mengubah hidupnya.

Saat hubungan mereka perlahan mendekat, seseorang dari masa lalu muncul kembali membawa kenangan yang telah lama terlupakan. Di antara rahasia, takdir, dan perasaan yang tumbuh diam-diam, Ae Ra mulai menyadari bahwa beberapa pertemuan bukanlah kebetulan.

Karena terkadang, orang yang berdiri di samping kita saat hujan… adalah rumah yang sejak lama kita cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Malam itu, Kim Ae Ra pulang dengan langkah yang sedikit lebih berat namun juga penuh dengan tekad yang baru ditemukan.

Sepanjang perjalanan di dalam bus umum yang bergetar pelan, pikirannya terus kembali pada tugas besar yang baru saja diberikan oleh Jae Hyuk—memeriksa ulang setiap detail dokumen kerja sama dengan Haesung Group, mencari celah atau niat tersembunyi yang mungkin ada di dalamnya.

Sesampainya di rumah kecilnya, ia menyapa ibunya, Mi Ran, dengan senyum yang dipaksakan sedikit agar ibunya tidak merasa khawatir.

Ia makan malam dengan lahap, mencoba mengisi kembali energinya yang terkuras seharian, namun pikirannya tetap sibuk merencanakan strategi untuk besok.

Ia tahu, ini bukan sekadar soal pekerjaan biasa. Ini adalah soal kepercayaan, soal kebenaran, dan soal melindungi orang-orang yang ia sayangi—termasuk Jae Hyuk yang telah mempercayainya, dan bahkan mungkin Seo Jun yang entah apa posisinya sekarang.

Setelah selesai membereskan barang-barang di dapur dan mengucapkan selamat tidur pada ibunya, Ae Ra masuk ke kamarnya dan segera mengeluarkan laptopnya.

Meskipun sudah larut malam, ia merasa tidak bisa tidur sebelum setidaknya melihat sekilas dokumen-dokumen penting itu.

Ia membuka file yang sudah ia salin ke dalam perangkat pribadinya dengan hati-hati, memastikan tidak ada orang lain yang bisa melihatnya.

Layar laptop menyala, memancarkan cahaya biru yang menerangi wajah Ae Ra di kamar yang gelap. Ia mulai membaca dokumen itu dari awal lagi, perlahan dan teliti.

Matanya menyapu setiap baris, setiap kalimat, setiap istilah hukum yang rumit. Awalnya, semuanya tampak normal dan standar seperti perjanjian bisnis pada umumnya.

Namun, seperti yang dikatakan Jae Hyuk dan tim hukum Aegis, ada beberapa bagian yang mulai terasa janggal saat dibaca lebih dalam.

Ae Ra menemukan klausul yang dimaksud—tentang "berbagi data pasar strategis" dan "akses kolaboratif terhadap jaringan distribusi".

Di permukaan, itu terdengar seperti langkah wajar untuk kerja sama yang erat. Tapi jika dipikirkan lebih jauh, jika Haesung memiliki akses ke data sensitif dan jaringan Aegis, mereka bisa dengan mudah mempelajari kelemahan-kelemahan Aegis, atau bahkan merebut pelanggan secara perlahan-lahan di kemudian hari.

Itu adalah langkah yang cerdas namun juga berisiko besar bagi Aegis jika tidak diatur dengan batasan yang sangat ketat.

"Jadi ini yang dimaksud Tuan Hyun…" gumamnya pelan, jemarinya berhenti di atas keyboard.

Hatinya terasa sesak. Apakah Seo Jun tahu tentang ini? Apakah dia menyetujui klausul-klausul ini? Atau apakah dia juga hanya perantara yang menjalankan perintah ayahnya?

Pertanyaan-pertanyaan itu terus menghantui pikirannya.

Ia teringat kembali pada tatapan Seo Jun di koridor hotel beberapa hari lalu—tatapan yang penuh rasa bersalah dan permintaan maaf.

Apakah rasa bersalah itu karena dia tahu dia membawa "bom waktu" ini dalam dokumen kerjasama? Apakah dia merasa bersalah karena harus berhadapan dengan Ae Ra dalam situasi seperti ini?

Ae Ra menghela napas panjang, mencoba menenangkan pikirannya yang mulai kacau. Ia tidak boleh membiarkan emosinya mengganggu penilaiannya sekarang. Ia harus fokus pada fakta.

Fakta bahwa dokumen ini memiliki potensi risiko yang besar bagi Aegis. Dan fakta bahwa ia harus menyusun draf revisi yang kuat untuk melindungi perusahaannya.

Dengan tekad yang baru, Ae Ra kembali menundukkan pandangannya ke layar laptop. Ia mulai mencatat poin-poin yang bermasalah, menuliskan argumen-argumen logis kenapa poin-poin itu perlu diubah atau dihapus, dan menyusun usulan klausul baru yang lebih adil dan aman bagi kedua belah pihak.

Ia bekerja dengan sungguh-sungguh, terkadang harus mencari referensi atau istilah hukum yang tepat untuk memastikan drafnya nanti kuat dan tidak mudah dibantah.

Waktu berlalu begitu cepat tanpa ia sadari. Jam di dinding kamarnya sudah menunjuk angka dua pagi, namun Ae Ra masih terus bekerja.

Ia merasa tenggelam dalam tugas itu, merasa bahwa setiap kata yang ia tulis adalah langkah kecil untuk melindungi apa yang berharga baginya.

Keesokan paginya, matahari bersinar cerah, namun Ae Ra merasa sedikit lelah karena kurang tidur.

Mata bawahnya terlihat sedikit gelap, namun matanya tetap bersinar dengan semangat.

Ia bangun lebih awal dari biasanya, menyelesaikan rutinitas paginya dengan cepat, dan bergegas pergi ke kantor dengan membawa hasil kerjanya semalam.

Sesampainya di Aegis Corp, ia langsung duduk di mejanya dan memeriksa kembali hasil kerjanya sekali lagi. Ia ingin memastikan semuanya sempurna sebelum diserahkan kepada Jae Hyuk.

Tidak lama setelah ia tiba, pintu ruang CEO terbuka dan Hyun Jae Hyuk keluar.

Pria itu tampak segar dan siap menghadapi hari, namun saat melihat Ae Ra, langkahnya sedikit melambat. Ia bisa melihat tanda-tanda kelelahan di wajah sekretarisnya.

"Pagi, Ae Ra," sapanya pelan, berjalan mendekat ke meja Ae Ra.

"Kau terlihat sedikit lelah. Apakah kau tidur nyenyak semalam?"

Ae Ra tersenyum kecil, berusaha menyembunyikan rasa lelahnya.

"Pagi, Tuan. Tidak apa-apa. Saya hanya… sedikit sibuk semalam. Tapi saya merasa baik-baik saja."

Jae Hyuk menatapnya lekat-lekat, seolah sedang menilai apakah gadis itu mengatakan yang sebenarnya atau tidak.

"Aku harap kau tidak memaksakan diri terlalu keras demi menyelesaikan tugas yang kuberikan. Kau tahu, kesehatanmu lebih penting daripada dokumen apa pun."

"Saya tahu, Tuan. Dan saya tidak memaksakan diri. Saya hanya ingin menyelesaikannya secepat mungkin agar kita bisa segera membahasnya," jawab Ae Ra sambil meraih sebuah berkas tebal dan tablet di mejanya.

"Dan omong-omong, Tuan… saya sudah selesai memeriksa dokumen-dokumen itu dan menyusun draf revisinya. Ini hasilnya."

Ia menyerahkan berkas itu dan tablet kepada Jae Hyuk dengan tatapan penuh harap.

Jae Hyuk terlihat sedikit terkejut namun juga bangga. Ia menerima berkas itu dengan tangan yang hati-hati.

"Sudah selesai? Begitu cepat? Aku tahu kau pekerja keras, tapi ini di luar dugaan."

"Saya berusaha semaksimal mungkin, Tuan. Saya menemukan beberapa poin yang memang cukup mencurigakan, seperti yang Anda dan tim hukum katakan. Saya sudah mencatat semuanya dan menyusun usulan klausul baru yang menurut saya lebih aman. Tapi tentu saja, ini masih perlu diperiksa lagi oleh tim hukum dan Anda sendiri," jelas Ae Ra dengan antusias.

Jae Hyuk tersenyum lebar, senyum yang tulus dan hangat yang membuat hati Ae Ra berdebar kencang.

"Terima kasih, Ae Ra. Kau sungguh luar biasa. Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan tanpamu."

Ia membuka berkas itu sekilas, membaca beberapa catatan yang dibuat oleh Ae Ra. Mata nya menyapu tulisan tangan yang rapi dan catatan-catatan yang tajam.

Ia bisa melihat betapa telitinya Ae Ra bekerja, betapa dalamnya pemahaman gadis itu terhadap isi dokumen tersebut meskipun ia bukan ahli hukum.

"Bagus sekali, Ae Ra. Sangat bagus," komentar Jae Hyuk sambil mengangguk-angguk pelan.

"Catatanmu sangat tajam dan argumenmu sangat kuat. Aku yakin tim hukum akan sangat terbantu dengan ini."

"Saya senang bisa membantu, Tuan," jawab Ae Ra dengan bangga, rasa lelahnya seakan hilang seketika mendengar pujian itu.

"Baiklah. Aku akan membaca ini lebih detail nanti saat ada waktu luang. Dan sepertinya, kita perlu mengadakan rapat singkat dengan tim hukum hari ini juga untuk membahas hasil kerjamu ini. Persiapan kita untuk pertemuan berikutnya dengan Haesung menjadi jauh lebih matang berkat kau," kata Jae Hyuk dengan nada tegas namun penuh semangat.

Ia kemudian melangkah hendak masuk kembali ke ruangannya, namun berhenti sebentar dan menoleh lagi ke arah Ae Ra.

"Oh ya, Ae Ra," panggilnya pelan.

"Ya, Tuan?"

"Setelah rapat nanti, jika kau tidak keberatan, maukah kau menemaniku makan siang? Aku ingin membahas beberapa hal lagi denganmu secara santai, dan juga… aku ingin mentraktirmu sebagai ucapan terima kasih atas kerja kerasmu semalam," tawar Jae Hyuk dengan senyum yang sedikit malu-malu namun penuh harap.

Ae Ra menatap Jae Hyuk dengan mata yang sedikit terbelalak karena keterkejutan, namun segera diikuti oleh senyum lebar yang muncul di wajahnya.

Jantungnya berdetak kencang di dalam dadanya. Undangan makan siang bersama bosnya—dan pria yang mulai ia sukai—ini terasa begitu spesial.

"Tentu saja, Tuan. Saya akan senang sekali," jawabnya dengan antusias, tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya.

"Bagus. Sampai nanti," kata Jae Hyuk sebelum akhirnya masuk ke ruangannya, meninggalkan Ae Ra yang duduk di mejanya dengan perasaan yang begitu bahagia dan bersemangat.

Di tengah segala ketegangan, kebimbangan, dan rahasia yang mengelilingi hidupnya akhir-akhir ini, momen kecil ini terasa seperti sinar matahari yang menembus awan kelabu.

Ae Ra tahu, perjalanan ke depannya masih akan penuh dengan tantangan dan mungkin juga air mata. Tapi saat ini, di pagi yang cerah ini, ia merasa siap untuk menghadapi semuanya.

Ia merasa dihargai, ia merasa dibutuhkan, dan ia merasa ada harapan untuk masa depan yang lebih baik—baik untuk karirnya, untuk kebenaran yang ia cari, maupun untuk perasaannya yang mulai tumbuh terhadap pria yang pernah menyelamatkan nyawanya bertahun-tahun lalu.

1
Lisa
Senangnya akhirnya Jae Hyuk & Ae Ra sudah mengetahui masa lalu itu dan membuat hubungan mereka makin dekat 👍👍
Lisa
Semangat y Ae Ra..💪👍
Lisa
Kmu harus kuat Ae Ra..ada Jae Hyuk yg selalu mendampingimu..
Lisa
Wah gimana ya suasananya pertemuan bisnis itu..makin seru aj nih ceritanya
Lisa
Ceritanya menarik jg nih ternyata Ae Ra adalah anak dr org yg dibunuh oleh papa dr direktur tmptnya bekerja saat ini..moga aj kebenaran itu dapat terungkap.
Lisa
Wah gmn y acara rapat besarnya..jadi penasaran nih 😊
Lisa
Ae Ra punya masa lalu yg berhubungan dgn CEO
Lisa
Tetap semangat y Ae Ra 💪👍
Lisa
Seo Jun sebenarnya siapa y..apakah dia org penting.
zhafira: hayoo siapa ya?🤭
masih 'Rahasia' 🧐
total 1 replies
Lisa
Wah berarti ada mata² di toserba itu
zhafira: wahh hayoo ada siapa?? 😁
total 1 replies
Lisa
Aku mampir Kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!