NovelToon NovelToon
Pak Guru, Saranghaeyo

Pak Guru, Saranghaeyo

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Romansa pedesaan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Saking kayanya, keluarga Suhartanto merasa jenuh dengan kehidupan mereka yang bergelimpangan harta. Akhirnya mereka memutuskan untuk pindah ke desa, mencari suasana baru tanpa fasilitas mewah apa pun.

Akankah mereka mampu bertahan hidup di desa yang semuanya serba terbatas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23 PGS

Nining yang baru saja keluar dari kelas, terlihat kaget kala melihat Sherina berdiri di tengah lapang. Nining bergegas berlari dan menghampiri Sherina. "Ya, Allah kenapa kamu berdiri di tengah lapang seperti ini?" tanya Nining kaget.

"Aku datang telat, jadi aku di hukum sama si Ariel," sahut Sherina.

"Ya, ampun kamu telat pasti gara-gara aku ya. Aku bakalan ngomong sama Pak Ariel biar aku aja yang dihukum," seru Nining.

Sherina menahan lengan Nining. "Sudah tidak apa-apa, lebih baik sekarang kamu kembali mengajar," ucap Sherina dengan senyumannya.

"Tapi----"

"Gak usah tapi-tapian sudah aku gak apa-apa kok, lagi pula cuma satu jam doang," sahut Sherina.

Nining terlihat sedih, dia benar-benar merasa sangat bersalah. Sebenarnya tadi pagi Fuja terus saja memaksanya untuk berangkat bersama, bahkan Fuja tidak memberinya kesempatan untuk bicara kepada Sherina terlebih dahulu. Akhirnya Nining pun terpaksa kembali ke kelas dengan perasaan yang sangat bersalah.

Sementara itu dari kejauhan, Fuja terlihat tersenyum penuh kemenangan. Dia memang sengaja supaya tidak ada yang dekat dengan Sherina karena Fuja ingin semua orang itu hanya dekat dengannya bukan dengan Sherina. Berbeda dengan Sherina, di perkebunan Syarif sedang rajin-rajinnya bekerja, tiba-tiba Rossa datang menghampiri.

"Bapak kamu ke mana? kenapa hari ini tidak ada?" tanya Rossa dengan sinisnya.

"Daddy gua izin satu minggu gak kerja, ada urusan di kota," sahut Syarif tanpa menoleh sedikit pun kepada Rossa.

Rossa menarik tangan Syarif supaya melihat ke arahnya. "Tidak sopan sekali kamu, kalau bos ajak bicara itu lihat bukanya malah kaya gitu!" bentak Rossa.

"Apaan sih Lu, masih muda sudah darah tinggi. Ngamuk mulu hidup Lu, punya masalah apa Lu sama gua? setiap bicara sama gua selalu teriak-teriak?" sahut Syarif dengan menaikan nada bicaranya.

"Ini bukan kota, bicara itu yang sopan. Masa sama bos panggilannya Lu gua, orang tua kamu gak pernah mengajarkan sopan santun ya?" sentak Rossa.

Syarif emosi, dia mencengkram tangan Rossa membuat Rossa meringis kesakitan. "Jangan bawa-bawa orang tua gua, mereka tidak ada hubungannya dengan semua ini. Gua bersikap kaya gini karena gua akan memperlakukan orang sebagaimana orang itu memperlakukan gua, jadi kalau Lu mau dihargai maka Lu juga harus belajar menghargai orang lain!" Syarif menghempaskan tangan Rossa dan kembali bekerja.

"Gila, kamu benar-benar sudah keterlaluan lihat saja aku bakalan aduin semua ini kepada Papa aku, biar kamu dipecat," seru Rossa geram.

Syarif tidak memperdulikan ucapan Rossa membuat Rossa kesal dan pergi meninggalkan Syarif. Tidak lama kemudian, Rossa kembali datang bersama Tama dan juga Yosep. "Ini Pa, orang yang sudah lancang kepada Rossa bahkan dia sudah berani menyakiti Rossa," adu Rossa dengan manjanya.

"Syarif, apa benar yang dikatakan oleh Rossa?" tanya Juragan Tama.

"Putri anda yang selalu memulainya, aku hanya membalasnya saja," sahut Syarif dengan santainya.

"Bohong Pa, tadi Rossa hanya bertanya mengenai Bapak dia yang tidak masuk kerja tapi dia malah nyolot," kesal Rossa.

"Lah, Bapak kamu ke mana? kok gak masuk?" tanya Juragan Tama.

"Maaf Juragan, Daddy aku gak sempat izin. Daddy aku mau izin gak kerja selama satu minggu karena dia ada urusan di kota," sahut Syarif.

"Satu minggu?" seru Juragan Tama.

"Sudah Pa, pecat saja Bapak dia. Seenaknya saja izin gak kerja satu minggu, memangnya ini perkebunan milik nenek moyangnya apa? karyawan di sini gak pernah ada yang izin selama itu kok," sinis Rossa.

"Apa? Pak Tri ke kota selama satu minggu. Wah, ini kesempatan saya untuk mendekati Jeng Wita," batin Juragan Tama bahagia.

"Pa, kok malah diam?" sentak Rossa memukul pelan lengan Tama.

"Ah iya. Tidak apa-apa kalah Bapak kamu mau izin, lebih dari satu minggu pun gak apa-apa. Bilang saja kepada Bapakmu, jika urusannya belum selesai, maka selesaikan saja dulu jangan khawatir saya tidak akan memecat dia kok," sahut Juragan Tama dengan senyumannya.

"Terima kasih, Juragan," sahut Syarif.

Rossa membelalakkan matanya. "Papa apa-apaan sih? kenapa seperti itu?" geram Rossa.

"Sudah-sudah, jangan teriak-teriak. Lebih baik sekarang kamu urus yang lain saja, biarkan Syarif bekerja dengan tenang," ucap Juragan Tama.

Tama pun pergi dan disusul oleh Yosep. Sedangkan Rossa masih terlihat kesal, tapi sayangnya Syarif tidak memperdulikannya dan memilih untuk melanjutkan pekerjaannya. Hingga akhirnya Rossa kesal sendiri dan memilih untuk pergi.

"Dasar cewek menyebalkan, keluarga sombong semua," gumam Syarif.

***

Tidak terasa matahari mulai terik, meskipun matahari pagi sangat bagus buat kesehatan tapi bagi Sherina itu sudah sangat membuat kepala sedikit pusing. Sherina memang tidak sarapan dulu, dan sekarang penglihatannya sudah mulai kunang-kunang. Keringat sudah bercucuran di wajah dan juga tubuhnya.

"Riel, nanti sore kamu ke rumah aku ya? Bunda katanya ingin ngobrol sama kamu sekalian makan malam di rumah," seru Fuja.

"Insya Allah," sahut Ariel.

"Pokoknya kamu harus datang, soalnya Bunda sudah belanja dan bakalan masak banyak buat kamu," paksa Fuja.

"Baiklah, nanti aku ke rumah kamu," sahut Ariel.

Tiba-tiba, guru-guru berteriak dari luar membuat semuanya panik. "Ada apa?" tanya Ariel.

"Itu Pak, katanya Bu Sherina pingsan," sahut Bu Herlin.

"Apa!" Ariel segera beranjak dari duduknya dan berlari ke lapangan.

Benar saja, Sherina sudah dipangku oleh Nining. "Pak Budi tolong angkat Sherina dan bawa ke UKS," seru Nining panik.

"Baik." Baru saja Budi hendak mengangkat tubuh Sherina, Ariel pun datang.

"Minggir, biar saya saja," seru Ariel.

Tanpa banyak basa-basi, Ariel langsung mengangkat tubuh Sherina dan membawanya ke UKS. "Ih, ngapain sih Ariel nolongin dia? pasti Sherina pura-pura pingsan untuk mendapatkan perhatian," kesal Fuja.

Di ruangan UKS, Nining langsung memijat kepala dan memberinya kayu putih. Tidak lama kemudian, Sherina pun membuka matanya. "Sher, kamu minum dulu ya," seru Nining sembari memberikan aqua gelas kepada Sherina.

"Terima kasih, Ning. Tapi aku kenapa?" lirih Sherina.

"Tadi kamu pingsan, kamu kenapa sampai pingsan? kalau kamu gak kuat, kenapa kamu gak kembali ke ruangan saja," ucap Nining.

"Pasti kamu pura-pura pingsan 'kan? supaya dapat perhatian dari orang-orang," sinis Fuja.

"Fuja!" Ariel melotot ke arah Fuja.

"Pak Ariel, izin ya untuk Sherina pulang," ucap Nining.

"Iya, mau aku antar pulang?" tawar Ariel.

"Bagaimana Sher?" tanya Nining.

Sherina menggelengkan kepala. "Aku bisa jalan kaki," sahut Sherina.

"Pak, aku izin pulang juga sembari antar Sherina pulang soalnya jam ngajar aku sudah selesai," izin Nining.

"Iya, kamu antar dia saja," sahut Ariel.

Nining pun memakan Sherina, dan keduanya pulang. Ariel menatap kepergian Sherina dengan perasaan tidak enak karena dia yang sudah menghukum Sherina sampai Sherina pingsan. Sedangkan Fuja terlihat cemberut dan semakin kesal kepada Sherina.

1
Sri Yatun
apa bisa di tebus....? semoga saja tidak buat pelajaran takut nya keluar mlh fuja dan Rosa dendam, pindah ke mana dan d penjara d mana....? apa masih satu kota dengan Sherin...? kalo iya bakal ketemu dong
Naysila mom's arga
semoga gx bisa di tebus deh, keenakan tuh mereka di penjara cuma bentar
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
orang jahat kok takut sama orang jahat aneh ...gede goak doang 🤣
ꪶꫝNOVI HI
mampus kalian di penjara
Sri Yatun
akhirnya d bawa semua,pak Tama terkena pasal berlapis itu pelecehan menfitnah dan berujung penganiayaan,dan Ariel juga kalo d laporin kena pasal berlapis penghinaan penamparan d tambah memukul, tinggal si Rosa sama fuja menghina memukul,bakal d hukum berapa lama y,apa lagi ibu Ida biang kerok fitnah dan mulut ember tp ga benar,kalo warga mungkin cuma terhasut
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
mampus jangan lupakan Ida si warga julidah dan yang lainnya di kasih pelajaran dulu sampe kapok 🤭
Naysila mom's arga
seruu ya,, untung Ningsih dkk baik jadi dpt hadiah dari Sherina 😂😂😂
Patrick Khan
kawal keluarga Tama sampai miskin lah😂😂😂
Patrick Khan
ratakan hancurkan 🔪🔪🔪🔪😂😂
🌸UmmiMasPutro🌸
mantapppp, puasss
ꪶꫝNOVI HI
berasa kurang thor 🤣🤣, rasakno warga kampung.. kira kira hukuman apa ya yang bakal kasih daddy tri buat mereka 😁😁
Sri Yatun
patahin tuh tangan tua Bangka yg sudah mengusap ngusap kaki momy WITA,malu kan kalian sudah menghina sudah melecehkan sudah mengajak nikah sudah menfitnah,kalo aku JD istri nya tua Bangka sudah ku pukulin tuh anak dan suaminya, abis itu minta cerai, padahal momy nya Ariel orang baik berfikiran netral dan g kegabah knp anak anaknya g ada yg nurunin momy nya mlh PD nurunin tua Bangka kelakuan nya dan cara berfikir nya
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
hancurkan ratakan semuanya tanpa ada maaf...gak Sudi banget maafin orang gak tau diri ...baru kaya seujung kuku aja belagak bnget ...mampus buat blangsak semuanya
Naysila mom's arga
bagus sherina emang ada saat nya buat kita ngelawan apa lagi mereka gx sebanding 🤣🤣🤣🤣
Sri Yatun
jangan ada ampun buat keluarga Ariel terutama ayah nya,hukum seberat beratnya
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
hancurkan hancurkan hancurkan ....jangan kasih ampun untuk orang2 yang sudah jahat ke keluarga daddy tri ... jangan kasih ampun sekali pun ... pokoknya biar mereka rasakan balasan nya
ꪶꫝNOVI HI
tiada maaf bagi kalian, aku yang baca ny kecepatan atau apa ya.. berasa kurang 😅😅
Naysila mom's arga
mampus kau ariel dan keluarga mu semoga habis ini kamu semua di miskin kan
Sri Yatun
Alhamdulillah blm d apa apain dh d grebek JD pak tua Tama tidak sempat menodai momy WITA meskipun WITA babak belur tp bukan d nodai, Alhamdulillah akhirnya Dedy pulang jebloskan semuanya Dedy apa LG istri dan anakmu babak belur dan pingsan,bikin warga situ semuanya menyesal terutama Tama Ariel Rosa fuja Ida biang keroknya, hukum sebert berat nya baru yg mukulin warga lain nya,beli tanah dan rumah rumah warga d jadikan taman hiburan atau mol biar tau rasa
ꪶꫝNOVI HI
othor double up kalo ngga tak demo nanti 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!