NovelToon NovelToon
Se Atap Dengan Mantan Suami

Se Atap Dengan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mantan
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Jasmine, menikah dengan Aksa adalah mimpi buruk yang ingin ia kubur dalam-dalam. Sebagai anak yatim piatu yang miskin, Jasmine hanya dianggap sampah dan pembantu gratisan oleh keluarga Aksa yang terpandang. Puncaknya, sebuah fitnah kejam membuatnya terusir dari rumah megah itu tanpa membawa sepeser pun uang.

Tiga tahun berlalu, Jasmine bertahan hidup sebagai Professional Housekeeper di sebuah agen elit. Tugas terbarunya adalah mengurus sebuah penthouse mewah milik klien misterius yang sangat menuntut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Jasmine meringkuk di atas ranjang kecilnya. Isak tangis yang coba ia redam tetap lolos, membasahi bantal yang ia peluk erat. Dunianya terasa hancur berkeping-keping ia merasakan diperlakukan semena-mena.

"Kenapa... kenapa harus aku?" bisiknya parau di tengah tangisnya. Ia merasa dunia benar-benar tidak adil.

Tiba-tiba, terdengar suara pintu berderit pelan. Langkah kaki yang sangat halus mendekat. Jasmine tahu itu siapa. Ia tidak bergerak, tetap memejamkan mata dengan air mata yang masih mengalir.

Kasur di belakangnya sedikit merosot saat Aksa naik ke atas ranjang.

"Pergi," ucap Jasmine lirih.

Aksa tidak beranjak. Alih-alih pergi, ia justru mengulurkan lengannya dan memeluk Jasmine dari belakang. Ia menarik tubuh mungil itu mendekat ke dadanya yang bidang.

"Maaf," bisik Aksa tepat di telinga Jasmine.

"Maafkan aku, Jasmine. Untuk semuanya. Untuk semalam, untuk barusan... dan untuk luka yang belum sembuh itu."

Jasmine tidak menyahut, ia hanya terisak lebih dalam. Permintaan maaf itu terdengar tulus, tapi rasa sakitnya terlalu dalam untuk dimaafkan begitu saja.

Aksa mempererat pelukannya sejenak, lalu melonggarkannya. Ia bangkit sedikit untuk menatap punggung Jasmine.

"Malam ini dan dua hari ke depan aku tidak di sini. Aku harus pergi ke luar kota untuk urusan bisnis," ucap Aksa dengan nada yang kembali tenang.

"Selama aku pergi, jangan biarkan siapa pun masuk ke apartemen ini. Siapa pun."

Aksa mengusap rambut Jasmine dengan ragu sebelum melanjutkan.

"Sandi pintu sudah aku perbaharui. Angkanya adalah tanggal ulang tahunmu. Ingat itu baik-baik. Aku pergi sekarang."

Aksa beranjak dari ranjang, namun langkahnya terhenti di ambang pintu. Ia menoleh sekali lagi ke arah wanita yang masih membelakanginya itu.

"Jangan menangis lagi. Itu menyakitiku," sambung Aksa pelan sebelum akhirnya benar-benar keluar dan menutup pintu dengan rapat.

Aksa mencengkeram kemudi mobilnya dengan urat-urat tangan yang menegang. Deru mesin sportscar hitam itu membelah jalanan ibu kota yang mulai lengang di tengah malam. Ia memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, menyalip beberapa mobil di depannya dengan manuver yang berbahaya.

Aksa memarkirkan mobilnya dengan kasar di depan apartemen minimalis milik Bara. Ia melangkah masuk dengan wajah yang terlihat sangat kacau. ia menekan kode akses pintu Bara yang memang sudah ia hafal luar kepala.

Bara yang sedang santai menonton TV sambil mengenakan kaos oblong tersentak kaget. Ia melirik jam dinding yang sudah menunjukkan tengah malam.

"Ngapain lu ke sini, malam begini?" tanya Bara bingung.

"Gue mau nginap di sini," jawab Aksa pendek tanpa menoleh. Ia berjalan lurus menuju dapur.

Bara bangkit dari sofa, matanya mengikuti pergerakan Aksa dengan dahi berkerut. "Wait, tunggu. Kenapa lu? Ada masalah sama Jasmine?"

Aksa tidak menjawab. Ia justru membuka kulkas Bara dan mengambil sebotol kaleng soda. Bunyi cesss saat kaleng itu dibuka terdengar nyaring di dapur yang sunyi. Aksa meneguknya dalam-dalam, berusaha mendinginkan kepalanya yang terasa mau pecah.

"Gue hampir kelepasan tadi, Bar. Gue bener-bener hampir lepas kendali"

"Gue nggak mau buat dia makin terluka atau benci sama gue. Makanya, gue bilang aja mau ke luar kota biar ada jarak."

Bara terdiam sejenak, mencerna ucapan Aksa. Ia tahu betapa besarnya obsesi Aksa pada Jasmine, dan melihat Aksa memilih untuk melarikan diri justru menunjukkan bahwa pria itu sebenarnya sangat peduli.

"Jadi lu milih jadi buronan di rumah gue cuma buat jagain perasaan dia?" cetus Bara sambil geleng-geleng kepala.

"Lu sadar nggak, Sa? Dengan lu bohong begitu, Jasmine bakal ngerasa tenang di sana, tapi lu yang bakal tersiksa di sini mikirin dia sendirian."

Aksa tidak membantah. Ia menarik kursi makan dan duduk dengan lesu. "Biarin aja. Lebih baik gue yang gelisah di sini daripada gue di sana dan malah nyakitin dia lagi. Dia baru aja nangis, Bar. Gue nggak sanggup liatnya."

.

Bara menarik kursi di depan Aksa, menatap sahabatnya yang tampak sangat berantakan malam itu.

"Sa, gue tanya serius ya," pancing Bara sambil menumpu dagunya. "Kalau lo emang masih sesayang itu, masih seobsesi itu sama dia... kenapa nggak rujuk aja? Kenapa harus main kucing-kucingan begini?"

Aksa terdiam. Ia menatap sisa soda di kalengnya dengan tatapan kosong. "Gak semudah itu, Bar. Lu tahu sendiri gimana hancurnya kami tiga tahun lalu. Jasmine nggak bakal mau balik gitu aja. Dia benci gue."

"Ya jelas dia benci, lo tiba-tiba muncul lagi jadi majikannya dengan cara yang maksa begitu," sahut Bara telak.

"Tapi menurut gue, masalah utamanya bukan cuma di Jasmine. Masalahnya ada di Mami lo. Selama lo belum beresin urusan sama Mami dan Clarissa, rujuk cuma bakal bikin Jasmine masuk ke neraka yang sama lagi."

Aksa mengusap wajahnya kasar. "Gue tahu. Makanya gue milih menjauh dulu malam ini. Gue butuh waktu buat mikir."

Bara menepuk bahu Aksa dengan mantap. "Saran gue, mending lo selesain dulu status lo sama Clarissa. Jangan serakah, Sa. Lo nggak bisa simpan Jasmine di rumah sementara lo masih punya tunangan pilihan nyokap lo. Itu namanya lo beneran brengsek."

"Gue nggak punya hubungan apa-apa sama Clarissa," desis Aksa.

"Gue nggak pernah menganggap dia lebih dari sekadar pajangan bisnis Mami. Di mata gue, dia bukan siapa-siapa."

"Ya, gue tahu itu. Tapi masalahnya, Mami lo udah punya niat, Sa!" sahut Bara dengan nada yang lebih menekan.

"Mami lo udah mengumumkan ke relasi bisnis kalian kalau Clarissa itu calon menantu Mahendra. lo tahu gimana cara beliau menyingkirkan siapa pun yang menghalangi jalannya."

"Tiga tahun lalu, Mami berhasil ngusir Jasmine karena gue terlalu lemah buat ngelawan," ucap Aksa parau, suaranya sarat akan penyesalan yang mendalam. "Tapi kali ini... gue nggak akan biarkan itu terjadi lagi. Jasmine ada di bawah perlindungan gue sekarang."

Bara terkekeh hambar, merasa kasihan sekaligus ngeri dengan keras kepalanya Aksa.

"Perlindungan? Lu nyebut nyekap dia di penthouse itu perlindungan? Sa, kalau Mami lo tahu Jasmine balik lagi ke pelukan lo, beliau bakal jauh lebih murka daripada dulu. Lo bukan cuma harus ngelawan Mami, tapi lo juga harus ngelawan seluruh keluarga besar lo demi wanita."

Aksa berdiri, berjalan menuju jendela besar apartemen Bara yang menghadap ke arah gedung-gedung tinggi.

"Gue akan urus Mami. Gue akan urus Clarissa," gumam Aksa pelan, lebih kepada dirinya sendiri..

"Gue rela kehilangan segalanya, asal bukan dia lagi."

1
Redmi Nam
Jasmine jangan membangunkan singa tidur..
tuh singanya muaraaah😄😄😄
vita
knp cerita ini jarang update sih kak
Redmi Nam
jangan lama" punya thor🙏
Kaknia
suka jl ceritanya 👍👍😘
sunaryati jarum
Nah gitu jika cinta perjuangkan
sunaryati jarum
Kamu benar Yasmine ,Nak Aksa dengarkan Bara kau jangan mempersulit Yasmine, kasihan
sunaryati jarum
Kau jatuh cinta sama mantanmu
Aidil Kenzie Zie
ngapa nggak ambil kamar yang ada pintu penghubungnya
mini
hah,,, ikut plong aku😍
Kaknia
suka alur ceritanya
Kaknia
bucin Aksa 😂🤭
Kaknia
seruuuuuuu
partini
dihhh felakor
Kaknia
semakin seruuuu ceritax tapi nanggung banget masih penasaran😭
partini
tamat sudah kamu Jasmine
Kaknia
astagaaa semoga Jasmine TDK knp knp 😭
Kaknia
mantap ceritax
Kaknia
semoga Jasmine TDK knp knp dan semoga Aksa pembela terdepanx
Kaknia
Semoga Bisa Bersatu Kembali.......
Suka Ceritax Seruuuuu....
Risa Virgo Always Beau
Jasmine mending kamu bertahan saja kerja sama Aksa di banding kamu di denda seratus juta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!