(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~23.
...🔥🔥🔥🔥...
...Mobil Van itu terus melaju pergi membawa Alexa menuju pembatasan kota masuk ke dalam hutan. Dari belakang, anak buah Tristan yang sejak tadi mengikuti mereka dari kejauhan memakai motor sport diambang kebingungan, antara akan melaporkannya kepada Elian, atau menunggu nanti, karena saat ini Tristan sedang menghadiri meeting besar yang dilakukan oleh Tuan Josep untuk memperkenalkannya sebagai CEO baru di perusahaan....
"Nanti setelah mobil itu tiba di tempat tujuan, barulah aku melapor kepada Tuan," batinnya terus fokus mengendarai motor.
...Satu jam perjalanan, akhirnya mobil Van itu pun terlihat melambat dan berbelok memasuki sebuah jalan sempit di tengah hutan, menuju sebuah gudang terbengkalai. Sesampainya disana, para penculik itu segera menurunkan Alexa yang sudah dalam keadaan terikat masuk ke dalam gudang....
"Letakkan dia di samping ibunya," perintah sang pemimpin penculik.
"Baik, Tuan."
...Setelah para anak buahnya meletakkan Alexa di atas lantai, ia pun berjalan mendekat sambil membawa sebuah gelas berisi air, dan......
Biur.
"Aaaarrggg!" teriak Alexa terbangun dari pingsannya.
"Kau terlihat sangat nyaman, Nona," ucap pria itu melempar gelas kosong di tangannya ke sembarang arah.
...Alexa menelan ludah dengan susah payah menatap sekitarnya dengan takut, dan tak sengaja ia melihat sang ibu sedang terbaring tak jauh darinya dalam keadaan terikat juga....
"Mama!" teriak Alexa menyeret tubuhnya basahnya mendekat ke arah sang ibu.
"Eittsss, tidak secepat itu. Urusan kita belum selesai Nona." Pria itu segera menarik kaki Alexa menjauh dari sang ibu.
"Apa maksudmu?! Aku sudah memberi uang sesuai keinginan kalian, jadi lepaskan aku dan ibuku!" pekik Alexa marah menatap pria itu.
...Mereka semua terdiam menatap satu sama lain. Beberapa detik kemudian, tawa penuh ejek pun pecah memenuhi seisi gudang....
...Anak buah Tristan yang sejak tadi mengintip dari celah pintu gudang, segera mengeluarkan ponselnya untuk mengirim sinyal bahaya kepada Elian, namun sayang, disana tidak ada sinyal....
"Dasar brengsek, kenapa harus di situasi seperti ini?" umpatnya kesal, perlahan mundur tanpa suara mencoba mencari sinyal disekitar gudang.
...Ia terus berputar di sekitar gudang penuh hati-hati sambil mengangkat ponselnya tinggi-tinggi, tetapi hasilnya nihil, tidak sinyal yang ia dapatkan. Tak kehilangan akal, ia pun mulai memanjat pohon besar yang ada tepat di hadapannya dengan susah payah....
"Ini demi masa depan Tuan dan Nyonya. Kalau sampai Nyonya kenapa-kenapa, Tuan akan membuat kematianku tidak akan semuda membalik telapak tangan," gumamnya terus memanjat hingga tiba di ketinggian dan mendapatkan sinyal.
*
*
...(Di perusahaan)...
...Meeting besar tengah berlangsung, semua orang fokus mendengar presentasi yang disampaikan oleh Asisten Tuan Josep. Hingga tiba-tiba Elian menerobos masuk ke dalam ruang meeting tanpa permisi, mengagetkan semua orang....
"Tuan Josep, asisten siapa ini?"
"Iya Tuan Josep. Dia sangat tidak memiliki sopan santun."
...Mendengar keluhan dari para rekan bisnisnya, Tuan Josep pun kesal menikah ke arah Tristan....
"Tristan, itu-"
...Tristan mengangkat tangannya memotong perkataan Tuan Josep, dan membiarkan Elian menjelaskan alasan dia menerobos masuk ke dalam ruang meeting. Karena Tristan paham betul, situasi seperti apa yang sedang terjadi hingga memaksa orang kesetiaannya itu melakukan hal yang melanggar aturan....
"Tuan, Nyonya dalam bahaya," bisik Elian.
Bruk!
...Tristan bangkit dengan kasar, berjalan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata apapun meninggalkan ruang meeting....
"Maaf semuanya, Tuan ku ada urusan yang lebih penting dari ini, permisi," kata Elian segera menyusul sambil menelfon para anak buahnya untuk bersiap.
*
*
...Tristan yang sudah di dalam lift terus mencoba tenan, walaupun pikirannya kini kacau dengan bayangan Alexa yang dalam bahaya dan terus berteriak meminta tolong....
"Bajingan, berani kau menyentuh wanita Wade? Cari mati," gumam Tristan mengepal kuat kedua tangannya.
Ting!
...Pintu lift terbuka lebar Tristan pun bergegas keluar berjalan dengan langka lebar menuju pintu utama, dan......
Bruk!
...Tak sengaja Tristan menabrak seorang wanita. Wanita itu terus berputar-putar dan hendak menjatuhkan dirinya ke arah Tristan, tetapi Tristan dengan sigap menghindarinya, dan dia pun terjatuh di atas lantai....
"Aawww..." ringis wanita itu yang tak lain adalah Aletta sambil mendongak menatap Tristan."Tuan, saya-" Perkataan Aletta terhenti saat ia melihat Tristan pergi begitu saja tanpa menghiraukan dirinya."Apa sih hebatnya Alexa?" gerutu Aletta kesal berusaha bangkit."Kita lihat saja nanti. Apakah kamu masih mau menerima Alexa yang sudah digilir beberapa pria, cih!"
Swos.
...Mobil sport milik Tristan melaju pergi meninggalkan perusahaan dengan kecepatan tinggi. Melihat kepergian Tristan, Aletta pun berbalik berjalan pergi dengan kecewa. Padahal rencananya ia ingin menggoda dan mengajak Tristan makan siang. Tak disangka dia sudah terjatuh pun Tristan tidak memperdulikannya, bahkan sekedar melirik saja pun tak sudi....
...(Bersambung)...