Clarissa wanita cantik yang sangat ceria, berumur 22 tahun, ia adalah anak perempuan yang kuat dan mandiri.
Ibunya memperlakukannya dengan buruk, ibunya lebih menyayangi anak laki-lakinya. Bahkan ibunya lebih menyayangi menantu perempuannya di banding Clarissa.
Tantangan hidupnya tidak sampai di sana,
Clarissa jatuh cinta pada Zayn Austin, cinta pada pandang pertama.
Namun pria yang Clarissa sukai selalu berwajah datar dan bersikap dingin. Tapi itu semua tidak meredupkan semangat Clarissa untuk mengejar cintanya.
Akankah Clarissa mampu meluluhkan hati Zayn?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23 Aditya murka
Clarissa masuk ke kamarnya, dan memandangi kamar yang sudah lama ia tempati, terasa berat untuk meninggalkan tempat ini, Clarissa menangis dalam diam.
Seandainya bu Mulan bisa sedikit saja menghargai perasaan Clarissa, mungkin gadis cantik itu tidak akan senekat ini.
Clarissa menyeret kakinya menuju lemari, ia akan mengemasi bajunya. Tapi Clarissa sangat terkejut saat melihat isi lemarinya kosong melompong. Pakaian yang tersusun rapi di sana kini sudah tidak ada.
Tubuh Clarissa bergetar saat melihat foto-fotonya juga sudah hilang, begitu juga dengan beberapa hiasan untuk mempercantik kamarnya, hanya ada beberapa saja yang masih tergeletak, Clarissa tertawa . Tapi tubuhnya bergetar.
"Bu! " Clarissa memanggil ibunya dengan suara bergetar.
Pak Malik langsung berdiri, merasa sesuatu yang besar telah terjadi, Aditya juga baru saja datang, dan ia melihat kakaknya yang keluar dari kamar dengan tubuh yang bergetar hebat.
Dika dan Diana juga keluar dari kamar, saat mendengar Clarissa memanggil bu Mulan dengan suara bergetar.
Kini semua orang menatap pada Clarissa, wanita itu tidak menangis. Tapi terlihat jelas jika ia benar-benar putus asa, Clarissa menatap sang ibu, hingga orang-orang di sana pun menatap bu Mulan, sedangkan bu Mulan terlihat biasa saja.
"Bu! Kemana pakaian ku? " ujar Clarissa dengan suara bergetar, ingin rasanya ia menjerit. Tapi ia tidak bisa melakukannya, ia tidak ingin ayahnya tahu jika ia benar-benar putus asa pada ibunya.
Pak Malik langsung menatap tajam istrinya, ia benar-benar terluka saat melihat putrinya lemah tak berdaya,"Bu, apa lagi yang kamu lakukan? "
Bu Mulan terkejut, suaminya membentak dirinya di depan anak-anak, bu Mulan merasa sakit hati.
Aditya langsung bergegas masuk ke kamar kakaknya, ia memeriksa kamar kakanya, Aditya keluar dengan wajah marah, "Pakaian Kakak sudah tidak ada satupun di lemari! Aku ingin bertanya siapa yang sudah masuk ke kamar Kakak ku?! "
Suara Aditya lebih tinggi dari suara Pak Malik, bu Mulan terdiam saat melihat anak laki-laki yang ia sayangi kini membela Clarissa.
Clarissa bersandar pada dinding, wajahnya sangat menyedihkan, pak Malik terlihat semakin kecewa pada istrinya.
"Ibu! ataupun kakak ipar! coba kalian katakan padaku siapa yang telah berani masuk ke kamar kakak perempuanku?! " Aditya berbicara dengan begitu tegas, tatapannya tajam mampu membuat Diana dan Bu Mulan merasa takut.
Bang Dika melirik Diana istrinya, "Ayah harap kamu tidak terlibat Bun. " ujar Bang Dika dengan nada sedikit mengancam.
"Ya, memang Ibu yang sudah membuang pakaian Clarissa, kenapa kalian keberatan?! " bu Mulan menatap sengit Clarissa yang bersandar dengan lemah pada dinding.
Setelah Clarissa pergi keluar bu Wulan membuang baju-baju Clarissa, dan dibantu oleh Diana sang menantu Diana bahkan memilih baju yang masih sangat bagus dan ia sukai lalu menyimpannya, sedangkan sisanya dimasukkan ke plastik besar lalu dibuang ke tong sampah.
wajah Clarissa yang cantik dan tubuhnya yang terbilang sempurna, sangat membuat Bu Mulan muak, Bu Mulan tidak ingin melihat Clarissa, semakin dia melihat Clarissa hatinya semakin sakit.
Clarissa tersenyum pada bu Mulan, bukan senyum hangat yang biasa Clarissa tunjukkan pada keluarganya. Tapi senyum meremehkan yang ia tunjukkan pada bu Mulan.
"Ibu sangat membenciku bukan?! lihat wajah yang sangat ibu benci ini! lihat baik-baik Bu!" ujar Clarissa lalu tertawa.
"Kak, sudah Kak," Aditya memeluk tubuh kakanya yang terus tertawa, mata bocah itu berkaca-kaca tak tega melihat kakanya yang hancur.
Pak Malik memegangi dadanya yang terasa nyeri, ia sebagai bapak tidak bisa memberikan keadilan untuk putrinya, ia menjadi serba salah.
Pak Malik sudah sering kali mengingatkan istrinya untuk merubah sikap terhadap Clarissa, pak Malik selalu berusaha bicara dengan lembut. Tapi istrinya begitu keras kepala.
"Bu! Lihat wajahku Bu! wajah yang sangat Ibu benci. Tapi selama ini Ibu juga tidak pernah memberitahu apa alasannya!" ujar Clarissa tertawa beberapa detik kemudian ia menangis tersedu-sedu.
Aditya masih memeluk kakaknya, bocah itu sangat terluka melihat kakaknya yang kuat dan selalu ceria, kini menunjukkan kesedihan dan kekecewaannya di hadapan semua keluarga.
Dika yang selalu diam setelah menikah dengan Diana, kini pria tersebut maju dan memeluk Clarissa, lalu berkata dengan penuh Sesal, " Dek. Maafkan Abang yang tidak bisa melindungimu. Maafkan Abang yang tidak bisa menjagamu seperti Janji Abang dulu. "
Aditya masih memeluk Clarissa, Bang Dika pun memeluk kedua adiknya, Clarissa merasakan kehangatan yang sudah lama tidak ia rasakan kasih sayang abangnya, yang sudah lama menghilang dari dunianya kini kembali hadir saat dia benar-benar terpuruk.
Clarissa bukan menghentikan tangis. Tapi Clarissa justru menangis Semakin jadi, ia sangat merindukan abangnya yang dulu selalu ada menemaninya, dan menyayanginya, Bang Dika selalu ada di Garda terdepan untuk melindungi Clarissa dari kemarahan ibunya.
Kalau rame, author up 3 bab