NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN

TERPAKSA MENIKAHI CEO DINGIN

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak / Nikahmuda
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author:

Demi melunasi hutang ayahnya, Aluna Maheswari terpaksa menandatangani kontrak pernikahan dengan Arkan Wijaya — CEO muda yang terkenal dingin, kejam, dan tak tersentuh wanita mana pun. Pernikahan itu hanya sandiwara selama satu tahun. Tanpa cinta. Tanpa sentuhan. Tanpa perasaan. Namun siapa sangka, di balik sikap dinginnya, Arkan menyimpan luka masa lalu yang kelam. Dan Aluna… adalah satu-satunya wanita yang perlahan mencairkan hatinya. Masalahnya, mantan tunangan Arkan kembali. Dan rahasia besar tentang kematian ibu Arkan mulai terungkap. Kontrak mereka mungkin hanya satu tahun. Tapi perasaan? Tidak ada tanggal kedaluwarsa.

Orang yang Selalu Ada

Angin malam belum berhenti berembus ketika Kevin tersenyum.

Senyum itu kecil.

Tipis.

Namun cukup untuk membuat darah Aluna terasa membeku.

“Di tempat yang seharusnya,” ulang Kevin pelan.

Arkan langsung berdiri di depan Aluna, refleks melindunginya.

“Maksudmu apa?” suaranya dingin.

Kevin menghela napas, lalu mengusap wajahnya seperti seseorang yang terlalu lama menyimpan beban.

“Kalian benar-benar ingin tahu semuanya?” tanyanya tenang.

“Sekarang,” tegas Arkan.

Lampu taman memantulkan bayangan mereka di tanah. Bayangan yang terlihat panjang, terdistorsi, seperti kebenaran malam itu.

Aluna menatap Kevin tanpa berkedip.

Selama ini, Kevin adalah orang pertama yang membantunya mengurus rumah sakit ayahnya.

Orang yang selalu muncul ketika ia membutuhkan bantuan hukum.

Orang yang menenangkannya di hari pemakaman.

Orang yang berdiri di sampingnya saat ia menandatangani kontrak dengan Arkan.

Orang yang… selalu ada.

“Jawab aku,” bisik Aluna.

Kevin menatapnya lama.

“Ayahmu memang mengirim salinan dokumen itu padaku.”

Udara terasa menghilang dari paru-paru Aluna.

Arkan menegang.

“Kenapa padamu?”

“Karena saat itu aku bukan sekadar pengacara keluarga. Aku adalah orang yang ia percaya tidak berada di kubu mana pun.”

“Kau bukan di kubu siapa pun?” Surya tertawa hambar. “Ayahku disebut dalam dokumen itu.”

Kevin menoleh pada Surya.

“Dan itulah kenapa aku tidak langsung menyerahkannya.”

Aluna merasakan kepalanya berdenyut.

“Kenapa Ayah mempercayaimu?” suaranya gemetar.

Kevin tersenyum tipis.

“Karena aku pernah menyelamatkan perusahaannya dari gugatan besar tujuh tahun lalu. Sejak saat itu, ia tahu aku tidak mudah dibeli.”

“Lalu malam itu?” Arkan mendesak.

Kevin menatap langit sesaat sebelum menjawab.

“Malam itu aku menerima email terjadwal.”

“Email?”

“Kalau sesuatu terjadi padanya, aku harus membuka dokumen itu.”

Aluna menutup mulutnya.

Ayahnya sudah menduga sesuatu akan terjadi.

“Dan kau tidak datang ke gudang?” tanya Arkan.

Kevin terdiam sesaat.

“Aku datang.”

Kalimat itu jatuh seperti batu besar.

Aluna merasa lututnya hampir lemas.

“Kau juga?” bisiknya.

Kevin mengangguk pelan.

“Aku sampai beberapa menit setelah Arkan.”

Semua mata beralih pada Arkan.

“Kau melihatnya?” tanya Surya.

Arkan menggeleng pelan.

“Aku hanya melihat api dan Aluna.”

Kevin menatap Aluna.

“Kau tidak melihatku karena aku tidak ingin kau melihat.”

“Kenapa?” suaranya hampir tak terdengar.

“Karena saat aku sampai… ayahmu sudah tergeletak.”

“Dan kau tidak melakukan apa-apa?” Arkan menyela tajam.

“Aku mencoba masuk. Tapi seseorang menghentikanku.”

“Siapa?” tanya Surya.

Kevin menatap kosong ke arah gerbang.

“Orang suruhan Rendra.”

Semua membeku.

“Mereka bilang api akan ‘menghapus masalah’.”

Aluna menggigil.

“Dan kau pergi begitu saja?”

Kevin tersenyum pahit.

“Aku bukan pahlawan, Luna. Aku pengacara. Dan malam itu aku sadar sesuatu.”

“Apa?” Arkan menekan.

“Ini bukan kecelakaan spontan. Ini operasi yang sudah direncanakan.”

Hening kembali turun.

“Aku menyimpan dokumen itu,” lanjut Kevin. “Karena kalau langsung kubuka, perang akan pecah. Dan kau akan terseret lebih dalam.”

Aluna tertawa kecil.

Tawa yang terdengar rapuh.

“Aku tetap terseret.”

“Ya,” Kevin mengakui pelan.

Arkan maju satu langkah.

“Kau menyembunyikan bukti pembunuhan selama lima tahun.”

“Aku menyelamatkan Aluna selama lima tahun.”

“Dengan kebohongan?”

“Dengan waktu.”

Aluna menatap Kevin dengan mata yang kini dipenuhi air.

“Kenapa baru sekarang kau bicara?”

Kevin menarik napas panjang.

“Karena Rendra ditangkap. Dan karena Cemalia muncul kembali. Itu berarti permainan sudah masuk fase akhir.”

“Permainan?” Surya mendengus.

Kevin menatapnya.

“Kau pikir ini hanya soal satu kematian?”

Ia membuka tasnya perlahan.

Mengeluarkan sebuah flashdisk kecil.

“Ini salinan dokumen asli.”

Semua terdiam.

Arkan menatap benda kecil itu seperti melihat bom waktu.

“Isinya?” tanyanya.

“Bukti transaksi gelap lintas perusahaan. Dana ilegal. Dan satu nama yang paling berbahaya.”

“Siapa?” Aluna berbisik.

Kevin menatapnya.

“Cemalia bukan pelaku utama.”

Udara membeku lagi.

“Lalu siapa?” Arkan mendesak.

Kevin tidak langsung menjawab.

Ia hanya menoleh perlahan ke arah Surya.

Wajah Surya berubah pucat.

“Apa maksudmu?” suaranya bergetar.

“Perusahaan ayahmu bukan hanya mitra. Ia dalang jaringan dana itu.”

“Itu tidak mungkin,” Surya menggeleng keras.

Kevin menekan tombol kecil di flashdisk dan menampilkan file di layar ponselnya.

Nama perusahaan Surya muncul berkali-kali.

Transaksi dalam jumlah fantastis.

Tanggal yang bertepatan dengan proyek-proyek besar Wijaya Group.

Aluna merasa dunianya semakin retak.

“Jadi Ayahku ingin membongkar ini?” tanyanya pelan.

Kevin mengangguk.

“Dan Rendra tidak ingin semuanya runtuh.”

“Dan kau?” Arkan menatapnya tajam. “Kau ingin apa?”

Kevin terdiam.

Untuk pertama kalinya malam itu, ekspresinya tidak terkendali.

“Aku ingin Aluna selamat.”

Sunyi menyelimuti mereka.

Aluna merasakan sesuatu di dadanya bergerak aneh.

“Selamat… atau tetap dalam kendalimu?” tanyanya pelan.

Kevin menatapnya lama.

“Aku tidak pernah ingin mengendalikanmu.”

“Tapi kau selalu ada.”

“Itu karena kau sendirian.”

“Tidak,” suara Aluna bergetar. “Aku tidak sendirian. Aku punya hak untuk tahu.”

Kevin memejamkan mata.

“Aku tahu.”

Tiba-tiba suara langkah kaki terdengar dari arah gerbang.

Semua menoleh.

Sebuah mobil lain berhenti.

Pintu terbuka.

Cemalia turun kembali.

Namun kali ini ia tidak sendirian.

Seorang pria tua keluar dari kursi belakang.

Wajahnya tenang. Tegap. Penuh wibawa.

Surya membeku.

“Ayah…”

Aluna menatap pria itu.

Jantungnya berdetak keras.

Pria itu berjalan mendekat tanpa tergesa.

“Menarik sekali,” katanya ringan. “Rahasia lama akhirnya terbuka.”

Arkan berdiri waspada.

“Pak Aditya.”

Pria itu tersenyum tipis.

“Aku dengar namaku disebut.”

Kevin menggenggam flashdisk lebih erat.

“Dokumen ini akan sampai ke penyidik besok pagi.”

Pak Aditya tertawa pelan.

“Kau pikir aku tidak siap?”

Ia menatap Aluna langsung.

“Ayahmu terlalu naif.”

Darah Aluna mendidih.

“Jangan sebut namanya!”

“Dia mengira kejujuran bisa mengalahkan sistem.”

Arkan maju satu langkah.

“Dan Anda membunuhnya karena itu?”

“Tidak,” pria itu menjawab datar. “Aku membunuhnya karena dia hampir menghancurkan segalanya.”

Udara terasa membeku total.

Surya menatap ayahnya dengan wajah hancur.

“Ayah… katakan itu tidak benar.”

Pria itu menoleh.

“Kau ingin hidup nyaman atau hidup benar?”

Surya mundur satu langkah.

Aluna merasa tubuhnya gemetar.

“Jadi Anda yang memerintahkan Cemalia?”

“Ya.”

Kata itu jatuh tanpa ragu.

“Dan Rendra hanya melindungi dirinya sendiri.”

Arkan mengepalkan tangan.

“Kau menghancurkan hidupnya.”

“Tidak,” pria itu tersenyum tipis. “Aku membangun kekaisaran.”

Kevin maju.

“Semua ini akan berakhir.”

Pak Aditya menatap flashdisk itu.

“Tidak.”

Ia mengangkat ponselnya.

Dalam hitungan detik, layar ponsel Kevin mati.

“File itu sudah tidak berguna.”

Kevin membeku.

“Apa?”

“Server penyimpanan awanmu sudah dibersihkan. Backup-mu juga.”

Aluna menatap Kevin dengan jantung berdegup liar.

“Kau bilang itu aman…”

Kevin terlihat untuk pertama kalinya benar-benar panik.

“Tidak mungkin…”

Pak Aditya tersenyum.

“Selalu ada orang yang berdiri lebih dekat dari yang kau kira.”

Kalimat itu membuat Aluna menggigil.

“Siapa?” bisiknya.

Pria itu menatap Kevin.

“Orang kepercayaanmu sendiri.”

Dunia terasa berputar.

Kevin memucat.

“Tidak…”

Aluna merasakan sesuatu runtuh di dalam dirinya.

Selama ini ia takut Arkan.

Curiga pada Rendra.

Mencurigai Cemalia.

Namun ternyata permainan jauh lebih besar.

Dan mungkin—

Lebih dekat.

Lampu taman berkedip pelan.

Angin malam semakin dingin.

Pak Aditya melangkah mundur.

“Ini belum selesai.”

Ia masuk kembali ke mobil.

Cemalia mengikutinya.

Mobil itu pergi meninggalkan mereka dalam keheningan berat.

Aluna berdiri diam.

Perlahan ia menoleh ke Kevin.

“Siapa orang kepercayaanmu?”

Kevin tidak menjawab.

Tangannya masih memegang flashdisk yang kini terasa tak berarti.

Dan dalam diam itu—

Ponselnya bergetar.

Pesan masuk.

Nomor tidak dikenal.

Satu kalimat.

Terima kasih sudah menjaga file itu untukku selama ini.

Kevin membeku.

Aluna melihat perubahan di wajahnya.

“Apa itu?” tanya Arkan tajam.

Kevin menatap layar ponselnya dengan mata yang perlahan dipenuhi kesadaran.

“Aku… dijebak.”

Aluna merasakan jantungnya jatuh.

“Siapa?” bisiknya.

Kevin mengangkat wajahnya perlahan.

Tatapannya beralih ke satu orang.

Surya.

Surya menggeleng cepat.

“Aku tidak—”

Namun ponselnya sendiri bergetar.

Pesan yang sama.

Permainan baru saja dimulai.

Aluna merasakan sesuatu yang lebih mengerikan dari pengkhianatan.

Ini bukan lagi tentang masa lalu.

Ini tentang seseorang yang sedang menggerakkan mereka sekarang.

Seseorang yang melihat.

Seseorang yang menunggu.

Dan mungkin—

Seseorang yang berada jauh lebih dekat daripada yang mereka sadari.

Angin malam berhenti.

Keheningan terasa seperti ancaman.

Dan Aluna akhirnya menyadari satu hal:

Perang lima tahun lalu hanyalah bab pembuka.

Musuh sesungguhnya baru saja memperkenalkan diri.

Namun mereka belum tahu—

Siapa wajah di balik bayangan itu.

END BAB 15 🔥

1
Veline
Semangat Author untuk Karya nya 🔥🔥💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!