Disarankan membaca dulu ,
Omku Suamiku Season 1
Projek memikat hati suami.
ini sequel gabungan keduanya 👆
" Hai, Sweet heart, pulang bareng aku ! " Adam sudah duduk diatas jok motornya, tersenyum manis ke arah Regina.
" Jangan ganggu adikku " Dengkus Elang kesal.
" Dia cuma adik sepupu mu " Adam mencibir.
Bagaimana keseruan kisah cinta, adik, tetangga, keponakan dan para Om kecil yang melingkari kehidupan mereka seperti rantai yang saling bertautan, sementara orang tua mereka juga memiliki hubungan yang sama rumitnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Bekal kenangan
Kasak kusuk kepindahan Elang sudah menyebar ke seantero hati Freya, sumber beritanya tentu saja Benua dan Leon.
Freya langsung tidak bisa belajar , bawaannya melamun terus , tidak sabar menunggu jam waktu pulang agar bertemu dengan Elang.
Elang dikampus juga sedang mengurus izin nya , Regina juga ikut ikutan galau.bagaimana tidak , jika Elang
pergi ,Regina juga ikut pergi , entah apa alasannya , dia juga ikut mengurus izin cuti satu semester seperti Elang.
mengetahui Regina yang mengajukan cuti kuliahnya bersama Elang,Adam seperti kebakaran kumis.
" Gin, kamu jangan macam macam ! kekasihmu itu aku bukan Elang, dia hanya Abang sepupumu " Adam mencekal pergelangan tangan Regina ketika gadis itu keluar dari kelasnya mau menuju ke kantin .
tidak ada panggilan mesra dari bibir Adam seperti biasa , karena dia sedang sangat serius
" Dam ,anggap saja ini ujian dari perasaan kita berdua , aku pergi cuma satu semester , disana biarkan kami sesama cucu dari Opa dan Oma belajar mengabdi pada keluarga " ucap Regina mengajak Adam duduk di salah satu bangku yang ada di depan gedung fakultas ekonomi .
" yang diberikan tanggung jawab itu Elang bukan kamu " Adam merasa sedih dah tidak tahu bagaimana perasaannya karena dia , Papa dan kedua adiknya terlahir tanpa keluarga lain .
" anggap saja aku menggantikan Leon yang masih belum dewasa " jawab Regina datar.
" aku tahu jika Elang juga sangat berat menerima tanggung jawab ini, tetapi dia tidak punya pilihan ,akan tidak adil jika cuma Tante Clara dan Om Tyo serta Benua yang merasa sedih dengan kepindahan Elang , biarlah Ibu ,Ayah dan Leon juga merasakan yang sama " Regina mengatakan itu dengan mata yang berkaca kaca
" kamu tidak mencintai aku, Gin ? "tanya Adam dengan sendu .
Regina meraih tangan Adam dan menggenggamnya
" Dam, tidak ada pria manapun yang ada didalam hatiku ,kecuali kamu , ini bukan soal cinta tetapi tanggung jawab yang sama , aku juga ingin menunjukkan kepada Ayah ,jika aku bukan lagi putri kecilnya, yang masih banyak larangan yang yang merantai kakiku " Regina mengusap sudut matanya yang basah .
Ayahnya yang terlalu kaku membuat Regina tertekan , ia tidak melarang hubungan Adam dan Regina dengan ucapan tetapi melarang dengan perbuatan .
hanya karena mereka mencuri waktu, Ayah Gunawan berpikir, Adam bukanlah pria yang bisa memegang komitmen . ibu Maya yang tidak suka dengan cara suaminya tidak bisa berbuat banyak karena ,Ayah Gunawan hanya diam .
"kau tega meninggalkan aku , Gin ? " Adam menatap lekat wajah Regina yang menangis.
" jangan cengeng ,Dam! Batam dekat , bukan luar negeri ,kau bisa mengunjungiku jika kau tidak tahan dengan rasa rindu " Regina berusaha tersenyum .
" memangnya cuma aku yang rindu ? kau tidak merindukanku ? " Adam cemberut .
" tidak ,aku disana akan mencari pria lain agar aku tidak merindukanmu "ucap Regina mengejek.
" coba saja kalau berani ! " ujar Adam acuh ,
"apa yang akan kau lakukan jika aku berani memacari pria lain ? " tanya Regina menantang
" aku akan menyeretmu ke KUA , ada atau tanpa Ayahmu ? " ucap Adam serius .
Regina dan Adam sama sama tertawa getir .
*
*
Jam kepulangan akhirnya tiba , Freya sudah berlari ke arah gerbang sekolah ,matanya langsung melihat sosok Elang diatas motornya.
dia berdiri di depan Elang dengan mata yang sudah basah .
Elang hanya tersenyum tipis seperti biasanya .
" naiklah ! kita akan bicara " ucap Elang dengan suara pelan.
tidak ada mengucapkan apa pun ,Freya naik di boncengan ,memeluknya lalu menangis
Elang tetap diam , melajukan motornya dengan perlahan .memberikan waktu bagi dirinya dan Freya menikmati kebersamaan lebih lama.
" kamu mau kemana ,Frey ? " tanya Elang yang tetap melanjutkan laju motornya.
" ikut Mas Elang kemana pun " jawab Freya disela sela ia menyedot tangisnya.
akhirnya Elang membawa ke Coffeshop, di ruangannya ia bisa berbicara , ia yakin Adam tidak ke cafe, karena tanpa persetujuan Ayah dan Ibunya ,Regina juga mengajukan cuti dikampusnya, ia akan mengikuti Elang ke batam sebagai bentuk protes atas sikap ayahnya yang gampang ambekan.
Elang sudah melarang tetapi Regina tidak mau mendengarkan . dalam diamnya Regina, jiwanya memberontak karena Ayah Gunawan terlalu mengekang pergerakannya .
sampai di Coffeshop mata Freya sudah membengkak karena menangis sepanjang jalan .
Elang meraih jemari tangan Freya membawanya masuk kedalam ruangan .
" Frey, pasti kamu sudah dengar dari Benua atau Leon, ya ? " tanya Elang sembari memberikan air minum pada Freya, agar gadis itu sedikit tenang
" aku ikut mas, aku akan meminta pada Papa agar pindah kesana " ucapnya menyandarkan kepalanya pada bahu Elang yang duduk disebelahnya ,
keduanya memilih duduk di sofa.
Elang menghela napas .
" itu tidak mungkin , kau sudah kelas tiga, tunggu saja disini , setelah kau lulus ...." Elang memalingkan kepalanya menatap Freya yang terus menyandarkan kepala .
" aku akan menjemputmu " dikecupnya dahi Freya pelan ,mengesap aroma shampoo yang menguar lewat rambut di kepala gadis itu.
mungkin karena aura kepindahan yang sudah terasa, Elang juga ingin menghabiskan waktu sedikit lebih lama dengan Freya.
kala awal awal Freya mencari cari alasan buat menarik perhatiannya, ia kesal dan sebal dengan tingkah Freya yang tidak tahu malu , seorang gadis mengejar ngejar seorang pria , sungguh menggelikan , itu yang Elang pikirkan kala itu
usaha Freya tidak sia sia , kini sosoknya telah masuk kedalam ruang hati Elang yang sama sekali belum pernah dihuni pemilik hati yang lain.
" tapi aku mau sekarang.Mas ? " ujar Freya merengek sembari memainkan jari jemari tangan Elang yang digenggamnya.
" Frey , kau masih sekolah ,yang benar saja ! " Elang memberi jarak sedikit menjauhkan tubuhnya dari badan Freya yang terus menempel .
" aku berhenti sekolah "saut Freya asal .
Elang mencoba tertawa, walaupun gagal
" Freya....aku suka perempuan yang bukan hanya cantik tetapi juga pintar ,jadi....kalau kau ingin ikut denganku ,kau harus jadi wanita yang cerdas ,makanya ....tamatkan dulu sekolahmu , kalau kau tidak lulus ....aku tidak akan menjemputmu " ucap Elang tegas .
Freya mencebikkan bibirnya.
" Mas Elang janji ya akan menjemputku dan membawaku, begitu aku lulus " Freya berusaha menyakinkan .
" Insha Alloh ..." jawab Elang mantap.
tetapi wajah Freya masih terlihat sedih .
" ada apa lagi ? " tanya Elang yang melihat wajah Freya mau menangis kembali .
" mas belum pergi tetapi aku sudah merindukanmu " rengeknya kembali.
Elang tersenyum .
" masih ada beberapa hari lagi ,Frey...mulai besok sampai dengan keberangkatan ku ,aku akan mengantar dan menjemputmu dari sekolah , setelah itu... aku akan membawamu berjalan jalan ,bagaimana ? " Elang berusaha membujuk.
Freya mengangguk.
Elang berniat menciptakan bekal kenangan bukan hanya untuk Freya ketika ditinggalkan tetapi juga untuk dibawanya pergi.
▫️
▫️
▫️
...🌻🌻🌻🌻🌻...
▫️
▫️
▫️
🌻🌻🌻🌻🌻