NovelToon NovelToon
Callie Si Bocah Genius

Callie Si Bocah Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:80.7k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Season Terakhir dari Keluarga Roberto.

Baca Dulu Season Sebelumnya:
1. Anak Genius Milik Sang Milliarder
2. Pesona Si Kembar (Ada Cerita di Balik Gerbang Sekolah)
3. Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi di Balik Gerbang Kampus)
4. Pesona Si Gadis Badas

Callie Noura Eleanor, bocah cilik berusia 3 tahun dan merupakan anak dari Rachel dengan Lucky. Si bocah cilik cerewet dan sangat genius. Usianya yang baru menginjak 3 tahun itu, dia sudah pintar berbicara dan memainkan senjata andalannya. Begitu licik, hingga membuat keluarga hanya bisa geleng-geleng kepala.

Jika sepupunya seringkali merahasiakan identitas keluarganya, justru berbeda dengan Callie. Dia akan terang-terangan mengaku dari Keluarga Roberto. Hal itu membuat dia selalu berada dalam bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arthur

Brumm...

Ngeng....

Cittt...

Brugh...

Suara benturan terdengar jelas di halaman samping rumah mewah dua lantai itu. Sebuah sepeda motor trail kecil yang dikendarai oleh seorang bocah berusia 6 tahun tampak jatuh di atas aspal buatan. Bocah cilik itu tidak lain adalah Arthur, anak sulung dari Rachel dan Lucky. Aspal jalanan sedikit licin karena sedikit basah akibat hujan yang beberapa jam lalu baru berhenti. Niatnya Arthur adalah latihan untuk ikut lomba balapan pekan depan, malah hari ini jatuh. Padahal biasanya Arthur adalah bocah yang pintar sekali dalam mengatur strategi dan keseimbangan jika jalanan sirkuit terlihat tidak baik.

Ralia yang kebetulan ada di rumah Rachel pun datang memeriksa keadaan sepupunya itu. Arthur sudah berdiri tanpa menangis. Walaupun Ralia tahu kalau Arthur pasti tengah kesakitan pada tangan dan kakinya. Ralia membantu Arthur membawa motor trailnya menuju pinggir. Ralia duduk di sebelah Arthur yang sedang membuka helm dan alat-alat pengaman pada tubuhnya.

"Ada yang sakit? Tumben ceroboh gini. Biasanya paling bisa kalau menghindari beginian," tanya Ralia pada Arthur yang tengah mengusap kakinya. Sedikit nyeri, tapi raut wajah Arthur tampak biasa saja.

"Ajarin Arthur caranya otak-atik CCTV rumah," ucap Arthur tiba-tiba tanpa menjawab pertanyaan Ralia.

"Buat apa?" tanya Ralia yang merasa aneh dengan permintaan Arthur.

Sedari dulu Arthur tidak pernah tertarik dengan dunia IT. Justru Arthur lebih suka dengan balapan dan hitung-hitungan. Bahkan Lucky sudah pernah meminta tolong pada Arthur tentang pengolahan data rumit. Walaupun beberapa kali masih ada yang salah, tapi Arthur tidak pernah mengeluh dan menyerah. Lucky juga tidak masalah jika Arthur melakukan kesalahan dalam berhitung. Toh... Anaknya itu masih dalam proses belajar. Bagi Rachel dan Lucky, keduanya akan mendukung apapun kesukaan anaknya.

"Kemarin, aku lihat Callie bermain sama laptop. Mencoba mematikan CCTV di rumah ini dan berhasil," Ucapan Arthur itu membuat Ralia membulatkan matanya.

"Ha? Kamu yakin dia main laptop dan matiin CCTV dari rumah hanya dengan komputer?" tanya Ralia dengan tatapan tak percaya.

"Iya, walaupun aku tidak terlalu paham dengan dunia IT tapi Arthur tahu apa yang dilakukan oleh Callie. Arthur ingin mengimbangi Callie agar adik aku itu tidak bisa melakukan hal macam-macam. Dia masih berusia 3 tahun, tapi kecerdasannya sedikit tidak masuk akal. Setidaknya aku bisa menangkal kejahilannya itu," ucap Arthur menjelaskan.

Ralia tampak terdiam mendengar penjelasan dari Arthur. Rentetan kejadian di rumahnya ketika Callie akan datang sampai pulang, CCTV selalu mati. Apakah itu juga ulah Callie? Jika iya, kemampuan bocah cilik itu sudah berada di atasnya. Dia saja sampai saat ini masih memeriksa penyebab CCTV itu bisa mati di waktu-waktu tertentu. Arthur yang melihat Ralia malah melamun pun sedikit kesal.

"Kak Ralia..."

"Dengar Arthur ngomong nggak sih?" serunya saat merasa bahwa Ralia tidak mendengar ucapannya. Rasanya sia-sia dia bicara panjang lebar jika Ralia tidak mendengarnya. Padahal baginya bicara panjang lebar itu sangat menguras tenaganya.

"Dengar, Arthur. Kak Ralia itu lagi berpikir tentang CCTV rumah yang selalu mati setiap kali Callie datang. Dari ucapanmu tadi, Kak Ralia jadi mikir. Jangan-jangan yang matiin CCTV rumah itu si Callie," ucap Ralia sambil menatap ke arah Arthur.

"Apa?" seru Arthur dengan raut wajah shocknya. Itu artinya kejahilan Callie sudah sampai di luar rumahnya. Namun sudah sampai menyasar ke rumah keluarganya yang lain.

"Berarti Kak Ralia baru tahu dan menyimpulkan ini setelah dapat informasi dari Arthur?" tanyanya untuk meyakinkan sesuatu.

Ralia pun menganggukkan kepalanya dengan yakin. Hal itu membuat keduanya langsung terdiam. Arthur yakin kalau Ronand dan Ralia pasti sudah mencari penyebab CCTV mati. Namun terlihat dari ucapan Ralia yang terkejut, mereka belum menemukan apa penyebabnya. Jika Ronand dan Ralia yang pintar IT saja belum bisa menemukan penyebabnya, itu artinya? Kemampuan Callie dalam hal ini tidak bisa diremehkan.

"Kita selidiki saja itu si Callie. Kita harus cari informasi banyak tentang kemampuannya. Masih bocil gitu kok mau punya banyak kemampuan. Bahaya," ucap Ralia memberikan ide.

"Kak Ralia iri ya? Kemampuan Callie ternyata jauh di atas Kakak," ledek Arthur yang sepertinya melihat Ralia kesal karena dikalahkan oleh Callie. Bahkan beberapa kali dijahili oleh Callie.

Nggak lah, justru itu jadi pemacu Kak Ralia buat belajar lebih lagi.

Bagus. Jangan ada saling iri antar saudara. Kalau bisa, kita malah gunakan kemampuan masing-masing untuk saling menjaga,

Benar,

***

"Callie, buruan. Katanya mau jajan," teriak Arthur yang sudah menunggu di depan rumah.

Baru kali ini Arthur mau disuruh oleh Rachel untuk mengantar Callie jajan ke pasar sore kampung sebelah. Padahal biasanya Arthur ini paling malas kalau diminta menemani Callie. Pasalnya setiap jajan, hampir semua penjual pasti akan didatangi. Orang yang menemaninya juga akan dijadikan pembawa makanannya. Namun entah apa yang direncanakan oleh Arthur kali ini sehingga dia mau menemani Callie.

"Sabal, Kak avtul. Sabal..."

"Ndak sabalan sekali jadi olang. Namanya juga wewek, halus dandan dulu kalau mau pelgi. Nanti kalau ada wowok ganteng di sana, masa mukanya Callie kucel." ucap Callie yang keluar dari rumahnya sambil mengenakan kacamata hitamnya. Tak lupa dengan tas kecil yang ditenteng oleh Callie dan wajan penggorengan menutupi kepalanya, membuat Arthur melongo tak percaya.

"Kamu ngapain pakai wajan di kepalamu itu, Callie?" seru Arthur yang langsung menutup wajahnya. Jika sampai Callie menggunakan wajan itu sampai sana, dia pasti akan sangat malu.

"Kaki pakai sepatu, celana dan jaket jeans. Pakai kacamata hitam, tasnya pun harganya ratusan juta. Masa kepalanya pakai wajan," lanjutnya sambil menggelengkan kepalanya.

"Bial ndak ditilang sama polisi," Arthur mengerutkan dahinya bingung dengan alasan dari Callie.

"Apa hubungannya sama polisi dan wajan, Callie?" seru Arthur yang begitu geregetan dengan adiknya.

Ini helm. Wajannya buat helm. Callie kan ndak punya helm di lumah ini. Gimana sih? Gitu aja ndak ngelti,

Arthur yang mendengar itu hanya bisa melongo tak percaya. Bisa-bisanya Callie malah mengomelinya. Padahal jelas-jelas Callie yang salah. Bisa-bisanya Callie hendak memakai wajan untuk helm. Memang benar dia akan menggunakan motor untuk pergi, tapi tidak dengan helm yang Callie gunakan. Yang ada, mereka akan menjadi bahan tertawaan orang banyak.

"Nggak usah pakai wajan juga, Callie. Kan bisa pakai topi aja. Lagian tempatnya juga nggak jauh. Nggak akan ada polisi," seru Arthur dengan kedua tangan yang sudah siap meraup wajah Callie.

"Polisinya tuh sekalang lagi banyak yang jaga lho di kampung sebelah. Bisa bikin sepeda motolnya oleng juga," ucap Callie dengan raut wajah seriusnya.

"Ha? Sepeda motornya oleng?" tanya Arthur dan diangguki kepala oleh Callie.

Iya, bikin sepeda motolnya mentul-mentul. Itu lho polisi tidul,

Haish... Terserah, Callie. Pusing aku,

1
tia
su callie kurang kerjaan 😁😁
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 astaga gokil nih vadel
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tang Bin
kali mambu itu 🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
achel ga berani marahin Callie, soalnya dia juga kaya gitu dulunya.
Xin
🤣🤣🤭🤭🤭
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 telat
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣jawab aja
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rai Gojess
turunan mu itu Achel😄😄
tia
pingin cubit Callie 😁😁
Atik Kiswati
turunan si achel tu....
🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
kena prank ya opa Dulian
Atik Kiswati
tiwas yg bc ikutan serius....😄😄😄😄
Novita Sari
callie keturunan papa Fabio keren callie...
Rai Gojess
angkara Callie, opa Julian kena🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
hahahhaha enak kan kulmanya.....🤣😜
ririen handayani
enak klo kena kurma 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
hayoooo 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍🤣👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!