NovelToon NovelToon
Salah Hati, Tepat Cinta

Salah Hati, Tepat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / BTS
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rania Venus Aurora

Ryn Moa memilih kampusnya demi satu alasan: Kim Taehyung, pria yang telah lama ia sukai. Namun upayanya mendekati Taehyung justru membawanya pada ketertarikan lain-J-Hope, sahabat Taehyung yang ceria.

Di tengah perasaan yang berubah-ubah itu, hadir Kim Namjoon, teman mereka yang tidak setampan dua pria sebelumnya, tetapi memiliki ketenangan, kecerdasan, dan senyum manis yang perlahan merebut hati Ryn Moa.

Tanpa disadari, pencariannya akan cinta membawanya menemukan sosok yang paling tepat, justru dari arah yang tak pernah ia duga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rania Venus Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.23

Sore hari turun perlahan di kampus, membawa warna jingga lembut yang menyapu pepohonan dan bangunan fakultas. Matahari tidak lagi menyengat, tapi masih cukup terang untuk membuat bayangan panjang di trotoar. Angin berembus pelan, cukup untuk membuat dedaunan berdesir malas dan rok beberapa mahasiswa berkibar ringan. Seharusnya, ini adalah waktu paling damai dalam sehari. Namun bagi Ryn Moa, sore itu justru terasa seperti awal dari bencana sosial berskala besar. Begitu pulang kuliah, Ryn Moa langsung dikelilingi teman-temannya di taman kampus. Ia bahkan belum sempat duduk dengan benar ketika satu per satu wajah familiar muncul mengelilinginya, membentuk setengah lingkaran yang terlalu rapi untuk disebut kebetulan.

“CERITAKAN SEMUAAA!!” Ida memekik.

Suaranya melengking seperti sirene darurat. Beberapa mahasiswa di bangku seberang bahkan menoleh penasaran. Ryn Moa langsung menunduk, berharap bisa menyatu dengan tanah atau setidaknya menghilang sementara.

“Kami lihat tadi kamu diapit dua cowok ganteng,” Windi menambahkan.

Nada Windi lebih tenang, tapi matanya berbinar seperti baru saja menemukan harta karun. Ia tipe pengamat yang jarang bersuara, tapi sekali bicara, langsung menusuk inti masalah.

“Dan kamu terlihat seperti sandwich premium,” Ody mendesah dramatis.

Ody memegang dadanya seolah baru saja menyaksikan tragedi cinta paling menyayat sepanjang sejarah kampus. Ekspresinya berlebihan, tapi entah kenapa selalu tepat sasaran.

“Kamu dalam bahaya,” Celine memutuskan.

Suaranya datar. Terlalu datar. Dan justru karena itu, vonisnya terdengar serius.

“Bahaya banget,” Melly mengangguk.

Melly mengangguk pelan tapi mantap, seperti dokter yang baru saja mengonfirmasi diagnosis langka. Arella menyilangkan tangannya didada.

“Kamu jatuh ke siapa?”

Pertanyaan itu seperti palu hakim yang menghantam meja sidang. Ryn Moa ingin menangis. Ia menatap satu per satu wajah sahabatnya. Ida dengan ekspresi terlalu antusias. Windi dengan senyum penuh analisis. Ody yang siap menambahkan komentar dramatis kapan saja. Celine yang terlihat tenang tapi mematikan. Melly yang sudah seperti penonton setia kisah cintanya. Dan Arella, pemimpin tidak resmi kelompok ini, yang selalu bicara seperlunya, tapi tepat.

“Aku nggak tahu…”

Suaranya pelan. Hampir tenggelam oleh angin sore.

“KAMI TAHU ” Ida menunjuk wajahnya.

Jarinya nyaris menyentuh hidung Ryn Moa. Terlalu dekat karena terlalu yakin.

“Namjoon ” kata Celine lembut.

Nada suaranya berubah. Tidak lagi datar. Ada kehangatan di sana. Seolah ia sedang menyebut sesuatu yang sudah jelas sejak awal. Wajah Ryn Moa memerah seketika.

 “A, aku, nggak, dia hanya,..”

Kalimatnya terputus. Kata-kata itu tidak mau tersusun rapi. Semua pembelaan yang tadi ia siapkan di kepala langsung buyar.

“Ada lesung pipinya, kan?” Windi mencondongkan tubuh. “Beneran kelihatan ya?”

Pertanyaan itu terdengar sederhana tapi dampaknya fatal. Ryn Moa langsung mengubur wajah dengan kedua tangannya menutup pipi, dahi, dan mata sekaligus. Ia menunduk begitu dalam sampai rambutnya hampir menyentuh lutut.

“YA AMPUN DIA NUTUP WAJAH, FIX!” Ida teriak.

Nada kemenangannya tidak bisa disembunyikan. Ia seperti baru saja memenangkan taruhan besar. Beberapa mahasiswa lain kembali menoleh, membuat Ryn Moa semakin ingin lenyap. Melly menepuk bahu Ryn Moa.

“Selamat datang di hubungan lambat tapi pasti.”

Sentuhan Melly lembut. Nadanya hangat. Seperti seseorang yang sudah lebih dulu melewati fase ini dan kini menonton dari kejauhan.

“Apa itu?” tanya Ryn Moa bingung.

Ia mengangkat wajah sedikit, masih setengah tertutup rambut. Matanya penuh kebingungan, seperti anak kucing yang tersesat. Arella tersenyum kecil.

“Hubungan di mana satu orangnya kalem… tapi kalau sudah jatuh, jatuhnya dalam. Dan yang satu lagi ceroboh… tapi hatinya lembut.”

Kalimat itu melayang di udara sore seperti puisi yang terlalu tepat sasaran. Ryn Moa menatap mereka satu per satu. Mereka tidak tertawa atau pun menggoda. Mereka tidak bercanda, Mereka terlihat serius.

“Maksud kalian… aku dan Namjoon…?”

Suaranya hampir tak terdengar. Mereka semua mengangguk kompak seperti sebuah sekte. Gerakan yang sinkron tanpa aba-aba dan tanpa ragu. Ryn Moa ingin pingsan, Ia bersandar ke belakang, punggungnya menyentuh sandaran bangku taman. Langit sore terlihat terlalu terang. Kepalanya terasa berdenyut.

“Tapi aku suka Taehyung dulu…” gumamnya.

Kalimat itu keluar pelan. Lebih seperti pengakuan pada diri sendiri daripada pembelaan.

“Dulu,” Celine mengoreksi.

Satu kata namun cukup menghantam dengan keras.

“Dan aku sempat naksir J-Hope…”

Ryn Moa menambahkan cepat, seolah ingin membuktikan bahwa hatinya memang berantakan sejak awal.

“Itu hanya beberapa jam,” Ida menjawab cepat.

Kalimat itu tanpa ampun, tanpa jeda. Dan membuat Ryn Moa terdiam.

“Tapi Namjoon...”

Ia belum sempat menyelesaikan kalimatnya ketika, Ida menutup mulutnya.

“Jangan lanjut. Kami tahu.”

Telapak tangan Ida hangat. Tapi gesturnya tegas. Seolah berkata, cukup, tidak perlu dijelaskan lagi. Melly bersandar sambil tersenyum senyum nakal.

“Serangan lesung pipi itu memang fatal, Sayang.”

Dan di situlah semuanya runtuh. Ryn Moa akhirnya menutup wajahnya lagi. Kali ini bukan karena malu saja, tapi karena kepalanya benar-benar penuh bayangan Namjoon yang muncul begitu saja. Cara ia berbicara pelan, memperhatikan hal-hal kecil, duduk di sebelahnya tanpa ribut, dan lesung pipinya yang muncul tanpa berlebihan seiring senyum manisnya. Ryn Moa menghela napas panjang.

“Aku nggak mau begini,” katanya lirih, masih menutup wajah. “Aku nggak niat jatuh ke siapa-siapa.”

Arella mendekat sedikit.

“Perasaan jarang nanya niat.”

Windi mengangguk.

“Dia datang aja. Pelan-pelan. Terus tiba-tiba kamu sadar sudah di tengah.”

Ody menepuk tangan.

“Plot klasik tapi selalu berhasil!”

“Diam,” kata Celine singkat pada Ody, lalu beralih menatap Ryn Moa lagi. “Kau tidak salah.”

Ryn Moa mengintip di sela jarinya. “Tidak~?”

“Tidak ” Celine menegaskan. “Perasaanmu berubah karena kamu berkembang. Itu normal.”

“Dan jujur aja, Namjoon kelihatan tipe yang aman.” Melly tersenyum.

Ida mengangguk cepat.

“AMAN TAPI BIKIN BAPER.”

Ryn Moa mendesah. Ia menurunkan tangannya perlahan, matanya masih sedikit berkaca-kaca, tapi ada senyum kecil yang lolos tanpa izin.

“Aku takut,” akunya.

“Takut apa?” tanya Arella.

“Takut aku cuma kebawa suasana. Takut ini cuma karena dia baik. Takut aku salah baca.”

Sunyi sesaat hadir diantara mereka. Angin sore kembali berembus. Daun-daun bergerak pelan. Suasana menjadi lebih tenang.

“Kalau kamu salah baca, biasanya jantungmu nggak setenang itu waktu sama dia.” Windi akhirnya berkata,

Ryn Moa terdiam. Ia teringat dirinya sendiri saat duduk di antara J-Hope dan Namjoon. Jantungnya yang memilih tanpa diminta, bahwa keheningan yang justru membuatnya nyaman.

“Dan,” tambah Arella, “kamu nggak perlu memutuskan apa pun sekarang.”

Ida mengangkat jari.

“IYA. TUGASMU CUMA SATU.”

“Apa?”. Ryn Moa menatapnya.

“Jangan denial.”

Semua tertawa. Ryn Moa juga ikut tertawa kecil, Malu tapi hangat. Sore itu, di taman kampus yang sederhana, Ryn Moa akhirnya mengerti satu hal, Ia tidak sedang kehilangan arah. Ia hanya sedang berjalan ke tempat yang tidak ia rencanakan, dan justru karena itu, terasa lebih nyata.

...⭐⭐⭐...

Bersambung....

1
Amiera Syaqilla
romantis 💕
Rania Venus Aurora: terimakasih 🙏🏻
total 1 replies
falea sezi
author penggemar bts ya/Scream/
Rania Venus Aurora: Aku pernah dimasukan ke grup ARMY, karena teman-temanku ARMY semua. Cerita yang ada tentang BTS juga terinspirasi dari para ARMY disana.😊
total 1 replies
Ai_Li
Namanya unik-unik yaa
Ai_Li
Saya mampir kak, bagus ceritanya
Avocado Juice 🥑🥑: Semangat kak aku baca lagi aku kirim hadiah ya biar semangat /Smile/
total 2 replies
Livia Aira
Lanjut thor 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!