NovelToon NovelToon
London’S Heart Surgeon

London’S Heart Surgeon

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Pernikahan rahasia / Kehidupan alternatif
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: AEERA-ALEA

novel dengan universe berbeda dari novel
"hazel lyra raven", dimana pharma dan Lyra bisa bersama tanpa ada ledakan

Dokter Lyra (27), spesialis anak, dipindahtugaskan ke Rumah Sakit Delphi di London. Di sana, ia harus berhadapan dengan Pharma Andrien, kepala rumah sakit sekaligus spesialis saraf yang dijuluki "Ice King" karena sifatnya yang sangat cuek, dingin, dan perfeksionis di depan staf medis.
​Namun, segalanya berubah saat mereka sedang berduaan. Di balik pintu tertutup, Pharma berubah drastis menjadi sosok yang sangat clingy dan manja hanya kepada Lyra. Kini, Lyra harus berjuang menjaga profesionalitas di rumah sakit sambil menghadapi tingkah "muka dua" atasannya yang tidak bisa jauh darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AEERA-ALEA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Kenyataannya jauh lebih pahit dari yang Lyra bayangkan. Pharma ternyata tidak sedingin yang dia kira terhadap Veronica. Alih-alih menepis, Pharma justru tampak menikmati perhatian berlebihan dari dokter bedah saraf itu.

​Sore itu di Nurse Station, Lyra sedang menulis laporan saat ia melihat Pharma dan Veronica berdiri di dekat lift. Veronica terlihat sangat "gatel"; ia berkali-kali menyentuh lengan Pharma, bahkan sesekali menyandarkan kepalanya ke bahu Pharma sambil tertawa kecil.

​Yang bikin hati Lyra mencelos adalah Pharma menanggapi.

​Pharma tidak menghindar. Ia justru membalas senyuman Veronica, sesekali membelai punggung tangan Veronica yang ada di lengannya, dan mereka tampak asyik berbisik-bisik seperti pasangan yang sedang dimabuk cinta. Semua staf di sana melihatnya, dan semua orang berbisik, "Mereka serasi banget ya, nggak salah dibilang calon Nyonya Andriend."

​"Lyra? Kamu nggak apa-apa?" Iva menyentuh pundak Lyra, melihat sahabat barunya itu mendadak pucat.

​"Nggak apa-apa, Va. Cuma... pusing dikit," jawab Lyra pendek. Tangannya yang memegang pulpen gemetar.

​Konfrontasi di Lorong Sepi

​Saat jam pulang, Lyra tidak sengaja berpapasan dengan Pharma di koridor menuju parkiran. Pharma berjalan dengan gaya angkuhnya, tampak sangat puas dengan hari ini. Begitu melihat Lyra, dia berhenti dan memasang wajah datarnya wajah yang tadi dia gunakan untuk tersenyum pada Veronica.

​"Lyra, malam ini aku pulang telat. Ada acara sama Veronica dan beberapa petinggi," ucap Pharma tanpa merasa bersalah sedikit pun.

​Lyra berhenti melangkah. Ia menatap Pharma dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Oh, jadi sekarang kamu udah nggak perlu pura-pura lagi ya?"

​"Maksud kamu?" Pharma mengerutkan kening.

​"Kamu bilang kita pura-pura nggak kenal demi karier aku. Tapi ternyata, itu cuma alasan biar kamu bisa bebas main mata sama Veronica, kan?" suara Lyra mulai bergetar karena emosi yang tertahan. "Hebat ya, Pharma. Di depan aku kamu bilang cuma mencintai aku, tapi di depan semua orang kamu biarin dia gelendotan di tangan kamu seolah kamu itu miliknya."

​Pharma mendengus kecil, senyum miringnya muncul. "Dia itu rekan kerja yang penting, Lyra. Dia punya koneksi yang aku butuhin buat posisi aku sekarang. Kamu sendiri yang mau kita bersikap profesional sebagai rekan kerja, kan? Jadi jangan komplain kalau aku 'profesional' dengan cara aku sendiri."

​Lyra tertawa getir. "Profesional? Megang-megang tangan dan biarin dia nyender di bahu kamu itu profesional? Oke."

​Lyra melangkah maju, menatap mata biru Pharma dengan tajam. "Kalau gitu, aku juga bakal 'profesional'. Jangan marah kalau besok-besok kamu liat aku lebih banyak ngabisin waktu sama Raydil atau Leon. Toh, mereka juga rekan kerja yang 'penting' buat aku."

​"Lyra, jangan kekanak-kanakan," ancam Pharma, rahangnya mengeras.

​"Aku nggak kekanak-kanakan, Pharma. Aku cuma ngikutin cara main kamu," balas Lyra dingin. Ia melepas tag namanya dan memasukkannya ke tas. "Selamat bersenang-senang sama 'Ratu Delphi'-mu itu. Jangan lupa hapus bekas lipstiknya sebelum kamu pulang ke rumah... atau mungkin, mending nggak usah pulang sekalian."

​Lyra berjalan pergi meninggalkan Pharma yang kini berdiri terpaku di koridor. Kali ini, Pharma tidak merasa menang. Ada rasa sesak yang mulai muncul di dadanya melihat tatapan kecewa dari istrinya sendiri.Malam itu di apartemen mewah mereka, suasana terasa jauh lebih dingin daripada salju di luar. Pharma pulang jam satu pagi dengan aroma parfum wanita yang sangat menyengat perpaduan antara mawar dan melati yang jelas-jelas milik Veronica.

​Lyra sedang duduk di sofa ruang tamu, hanya ditemani lampu temaram. Ia tidak tidur, menunggu suaminya pulang dengan harapan ada kata maaf atau penjelasan. Namun, begitu pintu terbuka, Pharma masuk dengan wajah yang sangat santai, bahkan bersenandung kecil.

​"Belum tidur?" tanya Pharma pendek sambil melepas dasinya. Ia tidak menoleh ke arah Lyra, malah langsung berjalan menuju kulkas untuk mengambil air mineral.

​"Gimana makan malemnya?" tanya Lyra, suaranya parau karena menahan kantuk dan emosi.

​"Menyenangkan. Veronica punya selera restoran yang bagus. Kami juga bahas banyak hal soal ekspansi departemen bedah," jawab Pharma enteng. Ia meneguk airnya, lalu berjalan melewati Lyra begitu saja menuju kamar mandi.

​Lyra berdiri, menghadang langkah Pharma. "Cuma itu? Kamu nggak ngerasa ada yang perlu dijelasin soal kelakuan kamu di depan semua orang tadi siang?"

​Pharma menghentikan langkahnya, menatap Lyra dengan tatapan yang sangat datar, seolah Lyra adalah orang asing yang mengganggu waktunya. "Jelaskan apa, Lyra? Kita sudah sepakat untuk profesional. Di rumah sakit, saya adalah atasanmu, dan Veronica adalah rekan sejawat saya yang setara. Kalau saya harus bersikap manis padanya demi kelancaran rumah sakit, itu bagian dari pekerjaan saya."

​"Tapi kamu suamiku, Pharma!" seru Lyra, air matanya mulai menggenang.

​"Dan kamu yang minta kita pura-pura tidak kenal," balas Pharma dingin, suaranya tajam seperti pisau bedah. "Jadi, jangan tuntut saya untuk bersikap seperti suami kalau di tempat kerja pun kamu tidak mau mengakui saya. Saya lelah, Lyra. Saya tidak punya waktu untuk drama cemburu yang tidak masuk akal ini."

​Pharma kemudian masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu, meninggalkan Lyra yang terpaku di tengah ruangan. Tidak ada pelukan, tidak ada ciuman dahi seperti biasanya untuk meredakan pertengkaran. Pharma benar-benar terlihat tidak peduli.

​Keesokan Harinya: Perubahan Sikap Lyra

​Pagi harinya di Delphi, Lyra tidak lagi berangkat bersama Pharma. Ia sengaja berangkat lebih pagi menggunakan taksi. Begitu sampai di rumah sakit, ia langsung menemui Raydil dan Leon.

​"Dokter Leon! Dokter Raydil! Pagi!" sapa Lyra dengan senyum paling ceria yang pernah ia miliki.

​"Eh, Dokter Lyra! Tumben ceria banget pagi-pagi," ujar Leon yang menyadari ada yang aneh.

​"Iya dong! Hari ini saya mau fokus belajar. Oh ya, Raydil, nanti siang ajarkan saya cara pakai sistem data baru di bangsalmu ya? Kita makan siang bareng juga boleh," ucap Lyra sambil tertawa, sengaja mengeraskan suaranya saat ia melihat Pharma dan Veronica berjalan di kejauhan.

​Pharma yang melihat itu dari kejauhan berhenti melangkah. Rahangnya mengeras saat melihat Lyra tertawa lepas bersama Raydil, bahkan Lyra sempat merapikan rambut Raydil yang berantakan karena angin pagi.

​"Pharma, ayo? Pasien di lantai 3 sudah menunggu," ajak Veronica sambil mencoba menggandeng lengan Pharma lagi.

​Biasanya Pharma akan menikmati aksi Veronica, tapi kali ini ia merasa ada api yang menyambar dadanya melihat Lyra begitu akrab dengan pria lain. Namun, karena gengsinya yang setinggi langit dan sikap "bodo amat" yang ia bangun semalam, Pharma hanya membuang muka.

​"Ayo. Abaikan saja mereka," ucap Pharma ketus pada Veronica, meskipun matanya terus melirik ke arah Lyra yang sekarang sedang asyik bercanda dengan Leon.

1
Cici Winar86
di sinopsis nya pharma dokter jantung..tapi ini di bilangnya di sini dokter saraf...
AEERA♤
bacaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!