NovelToon NovelToon
Gus, I'Am In Love

Gus, I'Am In Love

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / Keluarga / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:379
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Cerita ini adalah tentang Regenerasi Hidayah. Dari Zain yang Bertaubat Karna pergaulan yang Salah saat masa remaja, Dan dikaruniai Anak yang bernama Zavier yang Pintar dan Tegas, Hingga Putri Kemnarnya Zavier Bernama Ziana dan Ayana yang menyempurnakan warisan tersebut. Dan Ditutup Dengan Kisah Anak Ayana, Gus Abidzar.
Ini adalah bukti bahwa meski darah berandalan mengalir dalam tubuh, cahaya agama mampu mengubahnya menjadi kekuatan untuk melindungi dan mengayomi sesama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pizza Kayu Bakar

Berita kehamilan Abigail memang membawa kebahagiaan, tapi siapa sangka ngidam ala New York-nya akan membuat seisi pesantren gempar. Mengingat Abigail adalah gadis kota besar yang tiba-tiba harus menetap di desa, seleranya saat hamil benar-benar menguji kesabaran dan kreativitas Zayn sebagai seorang suami.

Kejadian pertama bermula pukul dua pagi. Abigail tiba-tiba duduk tegak di ranjang dan menangis sesenggukan. Zayn yang baru saja tertidur setelah tadarus langsung bangun dengan panik.

"Ada apa, sayang? Perutmu sakit?" tanya Zayn khawatir.

"Aku mau pizza... tapi bukan pizza yang ada di kota ini. Aku mau pizza yang dipanggang pakai kayu bakar, yang kejunya molten seperti yang kita makan di Manhattan," rengek Abigail.

Zayn menghela napas. Di jam seperti ini, tidak ada toko pizza yang buka. Namun, melihat air mata istrinya, jiwa Zayn yang pantang menyerah bangkit. Ia pergi ke dapur umum pesantren, membangunkan beberapa santri senior, dan meminta mereka menyalakan tungku kayu bakar yang biasa digunakan untuk memasak nasi besar.

Zayn membuat adonan sendiri, menggunakan keju yang ada di kulkas ndalem, dan memanggangnya di atas tungku tradisional.

Pagi harinya, santri-santri geger melihat Gus mereka belepotan tepung dan bau asap hanya demi sepotong pizza untuk sang istri.

.

.

Ke esokan harinya, Abigail Ngidam Lagi. Ngidam yang satu ini adalah yang paling aneh.

Suatu sore, saat santri putra sedang asyik bermain sepak bola di lapangan pesantren, Abigail berdiri di pinggir lapangan sambil menghirup udara dalam-dalam.

"Zayn, kenapa bau keringat mereka segar sekali ya?" ucap Abigail dengan polosnya.

Zayn yang berdiri di sampingnya langsung melotot. "sayang! Istighfar!"

"Beneran, Zayn! Baunya seperti aroma maskulin yang... entahlah, aku suka. Kamu jangan pakai parfum dulu, kamu keringatan saja sana ikut main bola!"

Zayn yang biasanya tampil rapi dengan jubah dan wangi gaharu, terpaksa melepas baju kokonya, hanya mengenakan kaos oblong, dan ikut berlari mengejar bola di lapangan selama satu jam sampai mandi keringat. Setelah itu, ia harus rela duduk di samping Abigail hanya untuk membiarkan istrinya menghirup aroma tubuhnya yang sedang "berkeringat" itu. Umi Khadizah yang melihat dari teras hanya bisa menepuk jidat sambil tertawa.

Puncaknya adalah saat Abigail melihat foto lama Zayn bersama motor besarnya. Ia bersikeras ingin diajak keliling pesantren naik motor itu, bukan naik mobil.

"Zayn, bawa motor itu! Aku mau duduk di belakang, pakai jaket kulitmu yang lama!"

"Tapi Sayang, kamu lagi hamil muda. Bahaya kalau kena guncangan," bantah Zayn.

Abigail mulai mengeluarkan jurus andalannya, mata berkaca-kaca. Akhirnya, terjadilah pemandangan yang tak pernah dibayangkan para santri. Gus Zayn, yang biasanya berkendara mobil dengan tenang, keluar dari garasi dengan motor gede yang suaranya menggelegar. Ia mengenakan peci hitam tapi dipadukan dengan jaket kulit hitam, membonceng Abigail yang tampak sangat bahagia berpegangan erat pada pinggang suaminya.

Para santriwati langsung heboh dan berbisik-bisik, "Gus Zayn keren banget, kayak di film-film!" sementara para ustadz hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah pengantin baru itu.

Memasuki usia kehamilan lima bulan, perut Abigail sudah mulai membuncit dengan cantik ( baby bump). Namun, seiring dengan bertambahnya usia kandungan, tingkat ajaib ngidamnya pun naik ke level yang membuat Zayn hampir menyerah.

Jika dulu ngidamnya soal makanan, kali ini Abigail mulai ngidam hal-hal yang melibatkan fisik dan wibawa suaminya.

Suatu pagi, Abigail menolak melihat Zayn memakai jubah atau baju koko mahal. Ia menangis tersedu-sedu dan meminta hal yang sangat aneh.

"Zayn... aku mau kamu pakai sarung yang sudah kusam, kaos oblong putih yang agak melar, dan ikut antre makan di dapur umum bareng santri-santri. Terus bawa nasi di nampan ke kamar buat aku," rengek Abigail.

Zayn tertegun. "Abby, aku ini pengasuh di sini. Masa harus antre bawa nampan?"

Tapi demi melihat Abigail yang mulai sesak napas karena menangis, Zayn akhirnya menyerah. Para santri di dapur umum sampai menjatuhkan sendok sayur mereka saat melihat Gus Zayn yang biasanya terlihat sangat rapi dan berwibawa, tiba-tiba muncul hanya pakai kaos oblong putih, sarung yang disampirkan asal-asalan, dan ikut mengantre nasi jatah santri.

Zayn berjalan kembali ke ndalem sambil menjinjing nampan plastik berisi nasi dan sayur lodeh, sementara para santri hanya bisa melongo melihat sisi merakyat Gus mereka.

Keesokan Harinya, Tiba-tiba, Abigail merasa mual kalau berada di kamar yang wangi. Ia hanya ingin tidur di perpustakaan lama pesantren, di antara tumpukan kitab-kitab kuning yang kertasnya sudah berwarna cokelat dan berbau khas kertas tua.

Zayn terpaksa memindahkan bantal dan guling ke perpustakaan. Malam itu, mereka tidak tidur di ranjang empuk, melainkan di atas karpet tipis di antara rak-rak kitab.

"Zayn, bacakan aku kitab Fathul Mu'in tapi pakai nada seperti orang sedang baca puisi cinta di New York," pinta Abigail sambil menyandarkan kepalanya di perut Zayn.

Zayn menghela napas, namun ia tetap melakukannya. Ia membacakan baris-baris hukum fiqh yang berat dengan suara baritonnya yang sangat dalam dan seksi, membuat Abigail tertidur pulas sementara Zayn harus menahan pegal di punggungnya.

Seminggu Kemudian, Abigail Mengidap Lagi.

Ini yang paling menggemparkan pesantren. Abigail tiba-tiba merasa rambut Zayn yang sedikit rapi itu mengganggu pemandangannya. Ia ingin Zayn mencukur rambutnya hingga sangat pendek, nyaris botak, tapi disisakan sedikit di bagian atas agar terlihat seperti gaya undercut pria-pria di majalah gaya hidup.

"Kalau kamu nggak mau cukur, aku nggak mau kamu peluk selama seminggu!" ancam Abigail.

Itu adalah ancaman terberat bagi Zayn. Sore harinya, Zayn keluar dari kamar mandi dengan penampilan baru. Rambutnya dicukur sangat tipis di bagian samping, menyisakan bagian atas yang tertata acak. Penampilan itu membuat sisi bad boy Zayn kembali terpancar 100%.

Saat Zayn memimpin pengajian malam itu, para santriwati nyaris tidak fokus. Mereka berbisik-bisik, "Gus Zayn kok jadi mirip aktor film aksi?" Wibawa agamanya masih ada, tapi ketampanannya jadi terlihat sangat "berbahaya".

Malamnya, saat hanya berdua, Abigail mengelus perutnya yang berusia 5 bulan sambil menatap penampilan baru suaminya. "Zayn... kamu terlihat sangat nakal dengan rambut begini. Aku suka."

Zayn mengunci pintu kamar, lalu mendekati Abigail dengan tatapan yang sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. "Kamu sudah membuatku antre di dapur, tidur di lantai perpustakaan, dan memotong rambutku sesukamu, Abigail. Sekarang, giliran aku yang meminta hakku karena sudah menuruti semua ngidam anehmu."

Zayn membungkuk, membisikkan doa di perut Abigail sebelum kembali memberikan perhatian penuh pada istrinya, membuktikan bahwa meskipun Abigail sedang hamil, gairah di antara mereka justru semakin membara dengan cara yang lebih lembut namun tetap intens.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading😍😍😍

1
ros 🍂
😍😍
kalea rizuky
suka deh endingnya
kalea rizuky
hot ya gus/Curse/
kalea rizuky
bagus deh q baru baca novel mu yg andrian ke anak cucunya skg nemu ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!