Qing Lizi, seorang yatim piatu berprofesi sebagai dokter militer genius yang menguasai banyak hal. Selain cantik, ia juga memiliki dedikasi tinggi pada tugasnya.
Gadis berusia 30 tahun yang gemar akan tantangan, memilih bergabung dengan pasukan militer negara setelah mendapat lisensi kedokterannya.
Saking geniusnya, Qing Lizi sudah meraih gelar dokter specialis diusia dua puluh empat tahun.
Kariernya berjalan mulus, bermacam misi telah ia jalani, hidup mapan, banyak teman, digandrungi puluhan pria.
Sayangnya Qing Lizi tak berumur panjang. Ia harus kehilangan nyawa saat bertugas dinegara berkonflik bersama tentara perdamaian.
Namun bukannya pergi kesurga atau neraka, jiwa Qing Lizi malah pindah keabad kuno, menempati tubuh seorang gadis berusia sepuluh tahun.
Suatu hari, Qing Lizi mendapat anugerah sebuah cicin ajaib yang memberinya banyak keutungan.
Bagaimanakah kisah perjalanan Qing Lizi dikehidupan keduanya ini..?
Apa fungsi cincin ajaib yang melingkar dijari manis Qing Lizi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bisnis Bersama
Dialam dimensi jiwa, Qiao An baru saja selesai mentransfer semua pengetahuan kepada tuannya yang baru.
Kini dikepala Qing Lizi ada banyak keahlian seperti ahli alkemis pil dan ramuan legenda, ilmu kultivasi, membaut bermacam kerajianan, senjata dan yang paling ekstrim meremukkan tulang lalu menyatukannya lagi.
Setelah itu, Qing Lizi menyibukkan diri meracik produk kecantikan yang akan menjadi salah satu bisnis paling menguntungkan baginya dimasa depan.
Selain prodak yang telah ia produksi sebelumnya, kali ini Lizi membuat scrub mandi, sabun, serum rambut, gincu, bedak padat serta tabur, eyeshadow, eyeliner, pinsil alis, blush on, aroma esensial untuk berendam dan pil peluntur lemak.
Beruntung apotik herbal sudah naik level seratus persen, jadi Lizi bisa leluasa dalam racik meracik.
Selain itu Lizi juga memanen semua herbal yang sudah siap panen, memprosesnya dengan benar lalu mengemas rapi.
"Ah, selesai...!" desah puas Qing Lizi berkancah pinggang.
Ada seratus pics dari masing-masing prodak yang gadis itu buat, dan untuk stok selanjutnya akan ia cicil disetiap hari.
"Nona, paviliun Nuwa sudah lama tidak mengadakan lelang karena kelangkaan barang berharga. Kenapa kau tidak mencoba membuat pil legenda untuk ditawarkan..?"
Bulu mata Lizi berderak lirih, kilat rakus melintas terang diiris almondnya.
Namun tiga detik kemudian, kilauan perak menggunung itu pudar perlahan.
"Itu artinya aku mengekspos keberadaanmu secara perlahan, kau tidak keberatan..?"
Qiao An mendesah pelan "nona, ada topeng ilusi yang bisa merubah wajah kita sesuai yang kita ingini, kenapa cemas..?"
Wajah Qing Lizi kembali menemukan cahayanya "kau benar..!"
"Selain itu juga ada pil identitas, penghilang aura dan pil seribu bayangan. Ketiganya bisa menjadi salah satu pilihan lain untuk menyamar."
Qing Lizi tersenyum misterius, menatap naga putih jumawa.
"Itu nanti saja, belum waktunya aku menjadi kaya raya." ucap konyol Lizi yang membuat Qiao An mengeram kesal.
Qing Lizi terkikik puas melihat wajah judes si ular betina.
Lizi menelisik alam dimensi jiwanya, memikirkan apa lagi yang akan ia aktifkan jika poin misinya telah terkumpul.
Setelah menghabiskan waktu enam hari lamanya dialam dimensi jiwa, Qing Lizi memilih kembali kedunia luar untuk beristirahat.
Setelah latihan dan sarapan, Qing Lizi mengajak sang paman dan Su Yoran berbincang soal bisnis.
"Mendirikan penginapan dan restoran..?" tanya terkejut Qing Jian dan Su Yoran.
Lizi mengangguk tanpa ragu.
"Lizi, membangun penginapan dan restoran membutuhkan dana banyak, dari mana kita mendapatkannya..?" tanya Qing Jian.
"Untuk masalah itu biar menjadi urusanku, tugas paman dan bibi sekarang adalah mencari lokasinya diIbukota."
Qing Jian dan Su Yoran bertukar tatapan. Mereka tahu Qing Lizi sekarang bukan gadis lemah yang bodoh, ia berbakat.
Tapi membebankan masalah uang yang jumlahnya tak sedikit pada gadis kecil itu, mana mungkin mereka tega.
"Lalu untuk apa lahan yang kemarin dibeli..? kalau paman dan bibi malah harus mengelola penginapan dan restoran."
"Kita memperkerjakan orang saja untuk mengelelolanya." jawab enteng Lizi.
"Paman, didesa kita ini banyak penduduk yang tidak memiliki lahan, mereka pasti mau menggarap dengan sistem bagi hasil atau diberi upah per hari."
Lagi, calon pengantin saling melirik. Otak bermain, hati dilema.
"Bibi Yoran pandai memasak, kenapa tidak dimanfaatkan..? paman genius akademi juga beladiri, timpang sekali jika berakhir menjadi petani..?"
Qing Jian menghela nafas, menatap sang calon istri dengan tekad yang bulat.
"Kau mau seperti apa nanti penginapan dan restorannya..?"
Qing Lizi tersenyum merekah, ia melonjak girang bertepuk tangan renyah.
"Bangunan tiga lantai, setidaknya luas lahan tujuh atau delapan ribu meter. Lantai satu-----
Qing Lizi menjabarkan konsep bisnis yang sudah ia rancang dibenaknya, sebuah tempat yang akan menjadi ikon kekaisaran Hongcu dimasa depan.
"Tapi untuk perizinan bagaimana..? kita tidak memiliki kedudukan tinggi Lizi. Paman hanya mengenal para jenderal dan pejabat kelas rendah saja." tanya khawatir Qing Jian.
Seperti kacang yang ditumpahkan dari karung, Lizi merepet bercerita soal Xuan Fang si putra Walikota Nanmu, kepala menteri hukum Bai dan Pangeran Wang Jun.
"Jadi kau sudah mengenal mereka..?"
"Ya, dan aku telah memiliki rencana agar orang-orang itu berdiri dibelakang keluarga kita."
Seringai ranum sarat akan maksud Qing Lizi terbitkan. Retina jernihnya memancarkan arogansi lembut yang sopan namun penuh otoritas.
Qing Jian meringis, senyum sang keponakan terlihat seperti harimau yang siap menancapkan taringnya dileher mangsa.
Sedangkan Su Yoran, mengusap permukaan kulirnya yang merinding linu.