NovelToon NovelToon
Rahasia Besar Tuan Alkhatiri

Rahasia Besar Tuan Alkhatiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Hamil di luar nikah / Cintapertama
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Adven Mahardhika Alkhatiri, seorang lelaki yang penuh rahasia dalam hidupnya. Bahkan keberadaan anaknya juga menjadi rahasia dan teka teki tersendiri untuk keluarga Alkhatiri yang begitu terpandang.
Rahasia besar apakah yang selama ini dia simpan? dan mampukah dia mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya terhadap seorang perempuan bernama Sukma Paramitha?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 ( mencoba keluar )

‎Anita sudah masuk ke dalam mobil orang itu, dia melihat ada pistol di pinggang orang yang mengaku sebagai polisi dan ada sapu tangan yang di yakini Anita mengandung obat bius karena terus di pegang orang yang ada di samping supir.

‎"Jalan" ucap orang yang di samping Anita menerima sapu tangan dari orang yang ada di depan.

‎"Pak, apa suami saya tidak mengatakan tentang bukti yang dia dapat dari rumah Monica?" tanya Anita membuat mereka saling pandang.

‎"Bukti apa? apa anda membawanya supaya bisa saya serahkan ke komandan kami?" tanya orang itu tidak jadi membius Anita

 Orang itu memutuskan untuk menanyakan tentang bukti itu karena mereka gagal setelah mencari di rumah Tsania, bukti itu sangat penting jadi kalau mereka bisa mendapatkan bukti itu, mereka bisa mendapatkan hadiah dari Budi dan Monica.

‎"Iya, saya membawanya di tas saya, ada di dalam kantor, tidak apa nanti akan saya minta Adven membawa semua bukti itu" jawab Anita

‎"Sekarang saja bu supaya kami bisa membawanya" ucapnya

‎"Baiklah, anda bisa ikut saya" jawab Anita merasa lega karena setidaknya satpam perusahaan sudah menelpon Adven atau Adam.

‎Anita keluar dengan hati hati, dia berjalan ke arah pintu masuk perusahaan miliknya di temani dua orang yang mengaku sebagai polisi. dia melirik resepsionis yang mengangguk takut karena tahu dua orang itu adalah orang yang mengancam keselamatan bos mereka.

‎"Lantai berapa?"

‎"Lantai tujuh" jawab Anita berusaha untuk tenang tapi kepalanya terus memikirkan cara bagaimana caranya kabur tanpa ada yang terluka ataupun terancam mati.

‎"Lebih cepat lagi Bu jalannya karena suami Anda menunggu anda di rumah sakit" ucap orang itu

‎"I.. iya, saya khawatir makanya saya banyak melamun, saya takut suami saya kenapa napa" jawab Anita

‎Kedua orang itu berjalan di belakang Anita, Anita berencana akan mengurung mereka di ruangannya sementara dia akan kabur dan menelepon polisi asli supaya orang orang itu di tangkap. mereka sudah dekat, Anita masuk lebih dulu di ikuti kedua orang itu, hingga beberapa saat kemudian seorang office boy yang di minta supir Anita untuk mengikutinya, datang membawa beberapa berkas.

‎"Bu, ada berkas dari pak Rizal" ucapnya dan Anita keluar untuk melihat berkas itu masih di awasi orang orang itu.

‎"Yudi, saat aku bilang kunci, kamu langsung kunci pintu ini dan kita kabur" bisik Anita dan Yudi mengangguk.

‎"Bu, lebih cepat lebih baik" ucap orang itu memegang pistol yang ada di pinggangnya.

‎"Sekarang!" ucap Anita

‎Anita tak bisa menunggu lebih lama lagi, dia segera keluar bersama Yudi yang menutup pintu ruangan Anita dan menguncinya dari luar, kedua orang yang ada di dalam nampak marah, mereka mengeluarkan pistol dan mulai menembak ke arah jendela ruangan Anita sementara Anita terus berlari bersama Yudi yang meminta semua orang untuk waspada.

‎Dor. Dor.

‎"Aakhhh!" Anita ketakutan saat mendengar suara tembakan itu, tapi tangan seseorang langsung menariknya ke dalam pelukannya

‎"Kamu tidak apa apa?" tanya Adam yang sudah sampai di sana bersama beberapa bodyguard Akhtar.

‎"Mas, aku takut" jawab Anita memeluk Adam

‎"Kamu sembunyi dulu, aku mau bantu yang lain melumpuhkan orang orang itu" bujuk Adam

‎"Tidak mau, aku mau sama kamu, aku takut mereka menyakiti kamu" jawab Anita

‎"Aku akan jaga diri, ini kesempatan kita supaya kita tahu siapa mereka, kenapa mereka mengatakan kalau aku kecelakaan, mereka pasti ingin mengincar kamu supaya aku jatuh" bujuk Adam

‎"Tapi..."

‎"Aku akan kembali" bujuknya lagi dan Anita mengangguk.

‎Lantai tujuh sudah di pastikan kosong, orang orang Adam sudah berdiri di depan lift dan juga menutup jalur tangga darurat, bahkan setelah polisi datang, mereka menyisir setiap tempat untuk meringkus dua orang itu karena satu orang yang menunggu di mobil sudah berhasil di amankan bodyguard Adam.

‎"Tadi Anita menguncinya di ruangannya katanya pak" ucap Adam

‎"Ayo kita periksa lantai tujuh, mereka pasti bersembunyi, kita berpencar ke setiap lantai karena mungkin saja mereka sudah keluar dari ruangan Bu Anita.

‎"Siap komandan" jawab semuanya

‎"Pak Adam sebaiknya pakai rompi anti peluru ini untuk berjaga-jaga" ucap polisi yang bernama Afandi

‎"Terima kasih pak"

‎Lantai tujuh sudah di periksa dan mereka memastikan dua orang itu tidak ada di sana, polisi lalu turun ke lantai enam yang juga sudah di kosongkan, di sana juga terlihat kosong tapi Afandi yakin dua orang itu ada di antara lantai tujuh atau lantai enam, karena lantai lima sudah di kepung Anggota Afandi.

‎"Sepertinya mereka bersembunyi di suatu tempat" bisik Adam

‎"Anda benar, orang orang itu pasti sudah terlatih makanya kita harus lebih teliti dan berhati hati" jawab Afandi

"Bagaimana kalau memeriksa sekali lagi di lantai tujuh?" tanya Adam

"Mari, kita periksa lebih teliti lagi" jawab Afandi

‎ Kaca kaca di ruangan Anita sudah pecah, banyak berkas berserakan di lantai dan ada setitik darah di ujung kaca yang masih menempel di kusen jendela ruangan Anita.

‎ Mata Adam tertuju pada satu lemari yang di sisi pegangannya juga terdapat setitik darah dan itu membuat Adam curiga ada sesuatu di dalam lemari berkas milik Anita. Adam segera memberi tahu Affandi tentang apa yang dia lihat dan Afandi kembali menghubungi anak buahnya supaya bersiap.

 Brak.

"Saya tahu ada orang di dalam, sebaiknya kalian menyerah sebelum kalian kami tembak!" ucap Afandi menggedor pintu lemari itu tapi tidak ada jawaban.

"Tembak saja pak" ucap Adam

Baru saja Afandi akan kembali menggedor kemari itu menggunakan senjata miliknya, pintu lemari itu sudah terbuka dan memperlihatkan dua orang yang sudah kejang dengan mulut berbusa.

"Mereka mau bunuh diri, Yusuf segera bawa mereka ke lantai satu untuk di bawa ke rumah sakit, jangan sampai mereka mati karena mereka saksi kunci kita" perintah Afandi

"Siap komandan"

1
neni nuraeni
lnjutt
neni nuraeni
lnjuutt
neni nuraeni
semoga aja Adven tidak kena jebakan...ayo Adven kmu hrus sdr ingai istri dan anakmu drmh
neni nuraeni: sama thorr
total 2 replies
nurul supiati
masa iya seorang Adven msuk jebakan 🤣🤣🤣 hrusnya bljar dari pengalaman dong dua KLi msuk jebakan
Ridwan01: Adven khilaf kak🤭🙏
total 1 replies
neni nuraeni
😂😂😂😂😂😂😂
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
😂😂 lgian kmu knp atuh vid ngomong smbrngn🤭 lnjutt
Ridwan01: David memang cari masalah kak 🤭🙏
total 1 replies
neni nuraeni
lnjutt
neni nuraeni: sama" kak othorrr💪💪😁
total 2 replies
neni nuraeni
lnjut
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
kalau bisa breng Mitha ya...
Ridwan01: siap kak👍
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuut
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
aduuh tegang ini
Ridwan01: rileks kak, bawa camilan 🤭🙏
total 1 replies
neni nuraeni
weeeh lnjuttt
neni nuraeni: sama" kak othorrr
total 2 replies
neni nuraeni
semoga Anita slmt
Ridwan01: aamiin terima kasih kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
lnjut
neni nuraeni: sama" thor
total 2 replies
Kristiana Subekti
ngerrrrri
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuut
neni nuraeni: sama sama kk
total 2 replies
Enz99
bagus
Ridwan01: terima kasih kak🙏
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuuut...
neni nuraeni
akhirnyaaa
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
yeeeeyy😁😁
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!