NovelToon NovelToon
GERBANG COSMIC

GERBANG COSMIC

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Sistem / Time Travel
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: EsyTamp

akhir zaman tiba, gerbang dimensi terbuka dan monster menghancurkan dunia, Rey kembali ke waktu sebelum gerbang pertama terbuka dan memiliki kekuatan baru untuk menghadapi zaman Akhir. Dia diberi kesempatan kedua untuk hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsyTamp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 – Di Bawah Kendali Negara

Deva terbangun di ruangan putih tanpa jendela.

Lampu di langit-langit menyala tanpa henti, membuat waktu terasa tidak bergerak.

Di pergelangan tangannya terpasang gelang logam dengan cahaya biru redup.

Setiap kali ia mencoba menggerakkan kekuatannya, gelang itu bergetar halus, seolah menahan sesuatu di dalam tubuhnya.

“Sudah bangun,” kata suara dingin dari balik kaca.

Pintu geser terbuka.

Seorang pria tinggi masuk, mengenakan mantel hitam dengan lambang pemerintah di dada.

Rambutnya disisir rapi ke belakang, matanya tajam seperti pisau.

“Aku Kolonel Armand,” katanya.

“Mulai hari ini, kau berlatih di bawah perintahku.”

Deva memeluk lututnya. “Aku mau kembali ke Paman Rey…”

Armand tersenyum tipis. “Dunia ini tidak punya waktu untuk mengikuti keinginanmu.”

Ia memberi isyarat.

Dua tentara mendorong masuk sebuah mesin logam berbentuk lingkaran.

“Gunakan kekuatanmu.”

Deva menggeleng. “Aku tidak mau…”

Nada suara Armand berubah dingin.

“Kalau kau tidak patuh, latihan ini akan berlangsung lebih lama.”

"Arrkk" Deva teriak menahan sakit.

Gelang logam itu mengeluarkan listrik kejut.

"Jadilah anak penurut, itu pilihan terbaikmu"

Deva menahan tangisnya dan menutup mata lalu mengangkat tangannya.

Udara di depan mesin bergetar.

Roda kecil yang ada di mesin itu berhenti bergerak…

lalu diam sepenuhnya.

Satu menit berlalu.

Mesin kembali berjalan.

Deva terengah.

“Lagi,” perintah Armand.

Wajah Deva pucat, tapi ia menuruti.

Satu kali…

dua kali…

tiga kali…

Setiap latihan membuat kepalanya pusing.

Armand mencatat sesuatu di tablet.

“Bagus,” gumamnya.

“Potensinya jauh di atas perkiraan.”

Ia menatap Deva seperti melihat senjata, bukan anak kecil.

Di tempat lain, Rey duduk di ruang kosong gedung pelabuhan.

Di lantai, peta kota besar terbentang.

Boy menunjuk sebuah titik..

"Kata Bang Olan posisi Deva diculik ada disini"

“Ini fasilitas penelitian pemerintah di utara. Sangat dijaga.” Leoni menjelaskan titik yang ditunjuk Boy.

Boy melipat tangan. “Kalau Deva ada di sana, pasti juga penuh pasukan.”

Sila menggigit bibir. “Awas saja kalau mereka menyakitinya…”

Leo berdiri di dekat pintu, ragu-ragu.

“Kalau kita menyerang langsung… kita akan dianggap pemberontak.”

Rey mengangguk pelan.

“Sejak aku memilih pisah dari pemerintah, aku yakin saat itu pasti mereka sudah menganggap kita pemberontak.”

Semua menatapnya.

“Jadi maksudmu?” tanya Boy.

“Sejak mereka menculik Deva,” jawab Rey,

“mereka yang lebih dulu menjadikan kita musuh.”

Rey membuka ruang dimensinya.

Beberapa artefak melayang keluar:

sebuah jubah hitam, sepatu ringan, dan sebuah kristal kecil penghilang keberadaan.

“Ini alat penyusup,” jelas Rey.

“Aku akan masuk sendiri dulu.”

Rey menatap adiknya.

“Dengan bantuan item ini serta tamengku bisa menahan senjata berat dan menghilangkan keberadaan sementara.”

Leoni menghela napas. “Kita juga minta bantuan regu Olan untuk penyusupan ini?”

“Benar, mereka yang paling memahami situasi di dalam markas, dengan bantuan mereka kita bisa lebih mudah menemukan Deva.”

Boy mengepalkan tangan. “Dan kalau mereka gagal?”

Rey terdiam sejenak.

“…Kita tidak akan gagal, masih ada ruang dimensi sebagai jalan terakhir.”

Ia menatap kristal di tangannya.

ITEM: MATA BAYANGAN

EFEK: Menyembunyikan keberadaan pengguna selama beberapa menit

“Ini cukup untuk pengintaian.”

Rey menatap wajah mereka satu per satu.

“Prioritas kita satu: Deva.”

Di fasilitas pemerintah, latihan Deva semakin berat.

Ia dipaksa menghentikan waktu pada objek yang lebih besar:

meja logam, pintu baja, bahkan aliran air.

Setiap kali ia kelelahan, Armand hanya berkata:

“Ulangi tidak ada waktu untuk istirahat.”

Pada malam hari, Deva duduk sendirian di ranjang besi kecil, energinya telah terkuras habis karena latihan yang berat, tubuh kecil mungilnya kini semakin kurus.

Ia menatap tangannya sendiri.

“Paman Rey kapan menjemputku…”

Air matanya jatuh.

Di ruang rapat fasilitas itu, Armand berdiri di depan layar.

Beberapa pejabat militer muncul lewat hologram.

“Subjek berkembang cepat,” lapor Armand dengan bangga.

“Dalam sebulan, ia bisa menghentikan waktu lebih dari sepuluh menit, dengan radius tiga puluh meter”

“Bagus kau memang bisa diandalkan, dengan begini rencana kita bisa segera terlaksana,” jawab salah satu pejabat.

“Dan Rey?”

“Masih berkeliaran.”

Armand menyipitkan mata.

“Kalau Rey mencoba mengambil anak itu…”

Ia berhenti sejenak, lalu berkata:

“Kita jadikan ini umpan.”

Seorang ilmuwan ragu. “Maksud Anda…?”

“Kita biarkan rumor tentang lokasi Deva bocor,” kata Armand dingin.

“Kalau Rey datang…”

Senyumnya tipis.

“Kita tangkap keduanya.”

Malam berikutnya, Rey berdiri di atap gedung tinggi, menatap fasilitas pemerintah dari jauh.

Lampu-lampu penjaga menyala terang.

Ia mengenakan jubah hitam dari harta karun.

Kristal di matanya berkilau samar.

“Aku datang, Deva.”

Ia melangkah maju…

dan tubuhnya perlahan menghilang dari pandangan.

Di balik dinding fasilitas, Kolonel Armand berdiri sambil menatap layar pengawas.

“Aku tunggu kedatanganmu, Rey,” gumamnya.

“Buktikan seberapa hebat kau bisa menyelamatkan rekanmu ini”

1
Mahlubin Ali
itu itu aja dialognya🤣🤣🤣. Bab lalu sama bab sekarang dialog hampir sama. novel aneh
EsyTamp: thanks bang koreksi ny, akan lebih sy perhatikan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!