NovelToon NovelToon
Si Imut Milik Ketua Mafia

Si Imut Milik Ketua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Diam-Diam Cinta / Kisah cinta masa kecil / Mafia / Cinta Murni / Berbaikan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Caca, gadis kecil ceria, berteman dengan Rafi tanpa tahu bahwa dia adalah putra kepala mafia Bara Pratama. Meskipun dunia mafia penuh bahaya dan banyak orang melarangnya, persahabatan mereka tumbuh kuat hingga menjadi cinta. Bersama, mereka berjuang mengubah organisasi mafia menjadi usaha hukum yang bermanfaat bagi masyarakat, menghadapi musuh dan masa lalu kelam untuk membangun masa depan bahagia bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PETUALANGAN KE HUTAN

Setelah beberapa hari bersama Rara, Rafi mengusulkan untuk pergi berpetualang ke hutan kecil yang terletak di pinggiran kampung. “Kita bisa mencari buah-buahan liar, melihat burung-burung cantik, dan mungkin menemukan tempat menarik yang bisa kita jadikan sebagai lokasi baru untuk klub menggambar kita,” ujarnya dengan semangat tinggi.

Rara langsung menyetujui ide tersebut. “Ini akan sangat menyenangkan! Aku sudah lama tidak menjelajah hutan seperti waktu kecil dulu. Caca mau ikut kan?”

Caca mengangguk dengan senang hati. Meskipun dia pernah ke hutan beberapa kali untuk membantu warga mencari kayu bakar, dia belum pernah benar-benar berpetualang untuk bersenang-senang dan menjelajah.

Mama Lila menyiapkan makanan bekal yang cukup banyak – nasi bungkus, telur balado, buah-buahan segar, dan air minum yang cukup untuk semua orang.

Pada pagi harinya, mereka berempat – Rafi, Caca, Rara, dan juga Dika yang mengikutinya karena sangat penasaran – berangkat menuju hutan dengan membawa tongkat jalan dan ember kecil untuk menyimpan buah-buahan yang mungkin ditemukan. Pak Bara memberikan pengarahan singkat sebelum mereka pergi.

“Jangan pergi terlalu dalam ya,” ujarnya dengan suara khawatir tapi tetap mendukung. “Hutan itu bisa membingungkan kalau kamu tidak tahu jalan. Jaga satu sama lain dan pulang sebelum matahari mulai meredup.”

Mereka memasuki hutan melalui jalan kecil yang sudah sering digunakan oleh warga kampung. Udara di dalam hutan sangat segar dengan aroma daun dan tanah basah.

Dika berlari-lari kecil di depan sambil mengejar kupu-kupu berwarna-warni yang terbang di antara dedaunan.

“Lihat itu!” teriak Rafi dengan senang saat menemukan sebuah pohon rambutan yang sudah banyak berbuah merah ceri. Mereka segera mengumpulkan rambutan yang matang dengan hati-hati, menyimpannya di dalam ember yang telah disiapkan. Caca bahkan menemukan pohon jambu biji yang berbuah banyak, dan mereka mengambil beberapa untuk dibawa pulang.

Setelah berjalan cukup jauh, mereka menemukan sebuah sungai kecil yang jernih dengan air yang segar dan dingin.

Mereka memutuskan untuk beristirahat di tepi sungai dan makan makanan bekal yang dibawa. Dika sangat senang bermain dengan air sungai, sementara Rara mengambil kamera yang dibawanya untuk mengambil foto-foto pemandangan indah di sekitar sungai.

“Saya tidak menyangka hutan di sini begitu indah,” ujar Rara sambil melihat sekeliling. “Kita bisa membuat tempat ini sebagai lokasi untuk kegiatan luar ruang klub menggambar. Anak-anak bisa belajar menggambar pemandangan alam yang asli.”

Caca mengangguk dengan antusias. “Itu ide yang bagus! Anak-anak pasti akan sangat senang bisa belajar menggambar di luar ruangan seperti ini.”

Setelah makan dan beristirahat, mereka melanjutkan perjalanan dan menemukan sebuah tempat terbuka di tengah hutan dengan banyak batu besar dan pepohonan tinggi yang rindang.

Di sana, mereka menemukan beberapa jenis jamur yang bisa dimakan dan bunga liar yang sangat cantik.

Namun saat mereka akan kembali pulang, mereka menyadari bahwa mereka telah terlalu jauh masuk ke dalam hutan dan jalan yang mereka tempuh untuk datang sudah sulit ditemukan lagi. Dika mulai sedikit menangis karena merasa takut, sementara Rara tampak sedikit cemas.

“Jangan khawatir,” ujar Rafi dengan suara tenang sambil memegang tangan Caca dan Dika. “Aku tahu cara menemukan jalan keluar. Kita hanya perlu mencari jejak kaki kita atau mengikuti arah matahari yang mulai miring ke barat.”

Caca juga membantu dengan melihat tanda-tanda yang biasanya digunakan oleh warga kampung – seperti ranting yang ditekuk atau batu yang ditempatkan dengan sengaja untuk menandai jalan.

Setelah beberapa menit berjalan dengan hati-hati, mereka akhirnya menemukan jalan kecil yang mereka kenal dan bisa kembali keluar dari hutan.

Ketika mereka sampai di luar hutan, matahari sudah mulai meredup dan mereka melihat Pak Bara bersama beberapa warga yang sedang mencari mereka dengan wajah khawatir.

Mereka langsung berlari ke arah keluarga dan teman-teman mereka dengan rasa lega.

“Kamu semua baik-baik saja kan?” tanya Pak Bara dengan suara penuh kekhawatiran.

“Kita baik-baik saja, Ayah,” jawab Rafi dengan senyum. “Kita hanya sedikit tersesat tapi akhirnya menemukan jalan keluar lagi.”

Mereka semua pulang ke rumah dengan membawa banyak buah-buahan dan cerita menarik dari petualangan mereka.

Malam itu, keluarga Rafi berkumpul untuk makan malam bersama dengan menggunakan buah-buahan yang mereka dapatkan dari hutan untuk dibuatkan jus dan makanan penutup.

“Petualangan hari ini sangat menyenangkan,” ujar Caca dengan senyum lebar. “Kita harus sering melakukan hal seperti ini lagi ya, dengan membawa anak-anak dari klub menggambar juga.”

Rara mengangguk dengan senang. “Tentu saja! Aku akan membantu menyusun jadwal dan mempersiapkan semua yang dibutuhkan. Ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi anak-anak kita.”

Meskipun sedikit terkejut dengan kesalahan tersesat di hutan, mereka semua merasa bahagia karena bisa bersama-sama menjelajah dan menemukan tempat baru yang indah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!