NovelToon NovelToon
Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sabia X

Kirana adalah gadis ceria, polos dan kebal bully apa jadinya kalau ia bertemu dengan seorang pemuda raja bully yang tidak sengaja mobilnya ia tabrak saat pulang dari kampus, dan parahnya ia harus rela menjadi pelayan dirumah pemuda itu, karena sang pemuda dendam gara-gara kejadian itu ia diputuskan pacarnya, baca keseruan, kekonyolan dan kekocakan mereka berdua di novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabia X, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gara-gara Cilok

Ana menatap Dewa serius dan memberikan senyuman termanis nya.

"Udah mangap aja, pegel ini tanganku mas, ini nih biar mas Dewa tambah gagah dan ganteng nanti, nurut ya, mas Dewa cakep loh kalau nurut.” bujuk Ana sembari tersenyum. Dewa tersenyum dibilang cakep dan membuka mulutnya, dua sendok cairan kental berwarna oranye itu masuk kedalam perut nya.

“Manis kan, gak bohong.” ucap Ana bangga karena bisa membuat Dewa minum cairan dalam botol itu.

“Iya manis, enak.” jawab Dewa mengangguk, sementara Ana meletakkan kembali botol itu diatas meja, dan menyambar cilok yang ia beli didepan rumah ada abang-abang cilok yang jualan, ia pun memasukkan cilok kedalam mulutnya.

“Mas Dewa mau?” tawar Ana yang melihat Dewa mau kembali bermain game, Dewa melirik dan menggeleng.

“Enak loh mas,” ucap Ana lagi.

“Gak mau, makanan apa kayak gitu, emang itu bisa dimakan?” selidik Dewa yang melihat ngeri makanan berwarna putih bulat dengan saos merah menyala kehitaman, membuat Dewa semakin ngeri melihatnya, maklum orang kaya, tidak pernah makan, makanan pinggir jalan.

Ana mendengus kesal, menatap Dewa serius, bahkan alisnya sudah bertaut.

“Kenapa loe?” tanya Dewa heran melihat wajah serius Ana.

“Serius Mas Dewa gak pernah makan cilok?” tanya Ana penuh selidik.

“Jadi itu yang namanya cilok, pernah denger sih Aldi pernah ngomong.” jawab Dewa santai. Membuat Ana manyun, orang kaya memang beda, wajar sih kalau Dewa tidak pernah makan cilok, jangankan cilok, ikan saja Dewa tidak bisa makan. Mau heran tapi nyata, kan bingung, tidak usah ikut bingung seperti Kirana, nanti kita ikut stres, yuk lanjut.

“Beneran mas Dewa gak mau nyoba?” Ana menawarkan sekali lagi, Dewa menggeleng ribut, masih ngeri melihat jajanan yang dipegang oleh Ana.

“Ya wes, tak makan sendiri.” ucap Ana dengan mata berbinar karena tidak ada yang minta, ia bakalan kenyang, Dewa hanya menggeleng kan kepala melihat Ana yang begitu lahap memakan jajanan yang bernama cilok itu, ia jadi penasaran bagaimana rasanya.

“Eh pendek.” panggil Dewa semena-mena.

“Hmm” jawab Ana yang mulutnya masih penuh dengan cilok. Dewa yang hanya mendapat jawaban itu, jadi tidak sabaran dan langsung merampas plastik berisi cilok itu dari tangan Ana.

“Mas Ewa..app.” suara Ana tidak begitu jelas ngomong apa.

“Gak usah ngomong gak ngerti aku, udah diem, aku hanya ingin ngerasain aja, penasaran, gak usah protes.” ucap Dewa galak membuat Ana mengerucutkan bibirnya, Dewa dengan ragu menusuk benda bulat itu dengan pelan, serasa takut kalau akan meledak, ia memejamkan mata dengan dramatis saat cilok itu masuk mulutnya, ia mengunyah perlahan, terasa kenyal seperti karet, namun gurih, saos pedas langsung menyebar ke mulutnya, Dewa membuka matanya perlahan kembali menusuk satu cilok dan kembali memasukkan kedalam mulutnya, walaupun rasanya aneh, ia tetap mengunyah, ia tidak akan membiarkan si pendek menikmati makanannya.

“Mas Dewa ih, jangan dihabisin, tadi katanya gak mau, gimana sih.” protes Ana dengan wajah tidak rela cilok kesayangannya malah semua habis dimakan Dewa.

“Enak, loe beli aja lagi, ini buat gue, emm.., tapi pedes.” jawab Dewa menyeruput minuman disampingnya.

“Udah gak ada lagi mas, tukang ciloknya udah pergi, mas Dewa ih.” Dewa hanya mesem melihat wajah tidak rela Ana.

“Gak boleh pelit, nanti kuburannya sempit.” ucap Dewa memakai kata-kata yang biasa Ana pakai, membuat bibir Ana mengerucut seketika mendengar ucapan Dewa.

“Aku gak pelit, buktinya tadi aku nawarin, minta kok dihabisin semua, itu namanya gak minta tapi ngrampok.” balas Ana membuat Dewa tersedak seketika.

“Uhuk-uhuk..” wajah Dewa merah padam sampai ke telinga, membuat Ana panik menepuk-nepuk punggung Dewa pelan.

“Kan kapan-kapan kamu masih bisa beli lagi, gitu aja kok repot,” ucap Dewa santai namun sedetik kemudian ia meringis, Ana yang tadi mau protes mengurungkan niatnya.

"Mas Dewa kenapa?” tanya Ana kembali panik melihat tubuh Dewa yang menegak.

“Perutku kok tiba-tiba sakit.” ucap Dewa yang langsung berdiri dan kabur ke kamar mandi membuat Ana melongo. Tidak lama Dewa muncul dengan wajah meringis, Ana langsung bergegas menghampiri.

“Mas..” belum Ana selesai berbicara Dewa sudah kembali berlari ke kamar mandi, membuat Ana meringis ngeri menebak apa yang terjadi pada Dewa. Kembali pintu kamar mandi terbuka dengan wajah Dewa yang lesu dan tubuh lemah.

“Mas Dewa..” panggil Ana setengah ragu.

“Perut gue sakit ikan buntal, ini gara-gara cilok loe.” sahut Dewa tidak berdaya merebahkan tubuhnya.

“Aish.. kok nyalahin cilok, terus gimana kita kerumah sakit?” tanya Ana khawatir, melihat wajah Dewa yang sudah berkeringat.

“Emang loe bisa bawa mobil?, aku gak kuat kalau harus nyetir.” jawab Dewa lemah, tidak ada lagi Dewa yang ketus dan songong.

“Ya gak bisa mas, bisanya bawa motor, emang mang Usup gak bisa?” tanya balik Ana.

“Bisa, ya udah suruh mang Usup, gue udah gak tahan pendek.” ucap Dewa kembali berlari ke kamar mandi, sedangkan Ana langsung keluar kamar mencari mang Usup, setelah memberi tahu mang Usup Ana bergegas mencari bik Sum.

“Bik Sum.” teriak Ana heboh, membuat wanita paruh baya itu sampai terkejut.

“Astaga kaget non, ada apa?” tanya bik Sum cepat.

“Itu mas Dewa mau dibawa kerumah sakit, mas Dewa sakit perut.”jawab Ana panik, ia juga heran masa hanya gara-gara makan cilok Dewa sampai diare.

“Loh, kok bisa, emang nak Dewa makan pedes?” tanya bik Sum ikut panik.

“Pedes?!” tanya Ana, yang langsung di iyakan oleh bik Sum, Ana menepuk jidatnya ingat kalau saos cilok yang ia beli pedas.

“Makan cilok pedes bik.” jawab Ana cengengesan.

“Nak Dewa itu tidak bisa makan pedes non, lain kali jangan dikasih yang pedas-pedas ya, nanti bisa kerumah sakit lagi.” Bik Sum mengingatkan dan Ana hanya mengangguk mengingat pesan bik Sum dikepalanya, ia harus cari tahu apa aja yang tidak bisa dimakan majikan laknatnya itu, agar ia aman sentosa dan tidak mendapat tuntutan dikemudian hari.

“Eh pendek buruan, mau loe gue boker disini.” teriak Dewa kesal Ana malah mengobrol, bukannya menyusulnya keatas.

“Iya mas, ini lagi pamit sama bik Sum, sudah ayo buruan mang Usup sudah siap kok.” jawab Ana berlari menghampiri Dewa yang wajahnya sudah masam, mereka pun berjalan menuju mobil yang sudah ada mang Usup di dalamnya, Dewa setengah mati menahan perutnya yang terasa melilit, Ana yang melihat wajah Dewa pias, sungguh tidak tega, merasa bersalah tapi juga senang, itu hukuman bagi majikan laknat nya, karena sudah tega menghukumnya bahkan ciloknya juga di embat tanpa sisa, anggap saja impas.

1
Ria Ningsih
up nya 2 x sehari kak klau bsa
Sabia X: Waduuh, keriting nanti otak sama jariku kak Ria, 🤣 diusahakan.
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut.tetap semangat up nya
Heni Mulyani: tetap semangat
total 2 replies
Ria Ningsih
ceritanya seru
Sabia X: terimakasih..👍
total 1 replies
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!