NovelToon NovelToon
Misteri Rumah Warisan

Misteri Rumah Warisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Mata Batin
Popularitas:481
Nilai: 5
Nama Author: Vhinaa

"tolong....."

"tolong kami..."

"lepaskan rantai inii..."

"toloongg!!!!"


Nadira Slavina, merupakan seorang gadis kota yang baru pindah ke kampung halaman sang nenek dengan ditemani sahabatnya Elsa. ia menempati rumah tua yang sudah turun temurun sejak nenek buyutnya dulu.

Nadira sendiri memiliki keistimewaan dapat melihat makhluk tak kasat mata yang ada di sekitarnya. dan bisakah mereka memecahkan misteri yang ada di rumah itu atau malah semakin terjebak dalam labirin misteri?

yuk, kepoin karya pertamaku dan bantu support ya teman-teman!✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhinaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23. emosi warga

Sepanjang perjalanan menuju desa pandan wangi, Nadira tak berhenti menangis memikirkan nasib ibunya yang entah bagaimana keadaanya sekarang

"Bawa tenang Nad, jika kamu terus nangis kita nggak akan dapet jalan keluarnya" ucap Elsa

"Gimana aku nggak khawatir Sa! Bunda aku di culik dan kemungkinan ada di hutan larangan. Tempat itu sangat berbahaya untuk manusia" Ucap Nadira yang masih menangis

"Tapi kamu juga harus berusaha kuat agar musuh tidak merasa menang Nadira" ucap Aksara lembut

"Benar, yang di katakan teman-teman mu Nak, berusahalah tenang dan jangan gegabah. Bunda mu hanya dijadikan umpan" ucap Ki Satya yang juga ikut mereka ke desa pandan wangi

"Baiklah Ki" angguk Nadira

"Eemm kira-kira siapa ya yang nyulik Bunda?" Tanya Rehan

"Kenapa kamu manggil Tante Liana bunda?" Tanya Aksara ketus

"Yeee kan aku sama Nadira dulunya saudara wajarlah kalo sekarang aku panggil ibunya bunda juga" jawab Rehan yang hanya dibalas dengusan oleh Aksara

"Apa mungkin anak buah kolonyowo Ki?" Tanya Nadira

"Bukan, dan kalian pasti akan terkejut nanti" ucap Ki Satya

Mereka yang mendapat jawaban seperti itu merasa bingung. Kenapa mesti terkejut? Apakah penculik itu adalah orang yang mereka kenali?

.

.

Di desa pandan wangi, Wijaya dan Zayyan yang baru sampai langsung dikerubungi warga yang dilanda emosi karena beberapa dari mereka adalah orang tua dari para gadis yang hilang akhir-akhir ini.

Wijaya dan Zayyan sangat kewalahan karena menghadapi banyaknya warga desa pandan wangi. Mereka berusaha untuk tidak tersulut emosi juga karena pikiran juga masih kalut akan hilangnya bunda Liana.

"kalian harus bertanggung jawab atas hilangnya anak kami!"

"ya betul, karena kelaurga kalianlah kami semua kena imbasnya!"

"kembali kan putri kami!"

"kembalikan putri kami!"

"Bearti memang benar jika Putri mu itu malapetaka!"

"iya! Dia malapetaka bagi kami. Karena kedatangannya didesa ini malah menjadi kutukan!"

"anak-anak kami hilang karena putrimu melarikan diri!"

"jaga ucapan kalian! putriku tidak melarikan diri! Dia sedang berusaha melawan iblis hutan larangan" tegas Wijaya yang emosi karena putrinya disebut malapetaka

"Halah! Siapa yang percaya dengan omong kosongmu itu? Jika tidak lari kemana ia 3 bulan ini?" Tanya seorang laki-laki bernama Agus

"adikku sedang berusaha mencari senjata untuk melawan iblis yang meresahkan ini! Kalian harus bersabar dulu" ucap Zayyan mencoba untuk menenangkan para warga. namun sepertinya itu semua sia-sia karena beberapa dari mereka ada provokator agar situasi semakin memanas

"pokoknya kami mau Nadira cepat kesini untuk menggantikan posisi anak kami!" ucap seorang laki-laki yang bernama Surip

"apa maksudmu Menggantikan posisi? Kau mau putriku yang diculik oleh kolonyowo?!" bentak Wijaya

"ayah tenang dulu, kita tidak bisa melawan emosi dengan emosi" ucap Zayyan yang mengelus pundak sang ayah

"memang harus putrimu yang diculik, gara-gara dia para anak gadis di desa ini banyak yang hilang!" ucap Agus

"kulihat kamu yang terlalu menggebu Gus! Jangan sampai wajahmu mencong karena tinjuku!" ancam Wijaya dengan menatap tajam ke arah Agus

Agus yang melihat tatapan tajam Wijaya pun menciut juga. Ia seperti melihat sesuatu yang berbeda dari mata Wijaya.

"dengar semua! Aku disini juga korban. Isteriku diculik oleh seseorang dan kemungkinan sekarang ada di hutan larangan!" ucap Wijaya lantang

para warga yang mendengar jika Liana diculik pun tertegun. Mereka mengira jika hanya mereka saja yang menderita disini.

"maka aku mohon dengan sangat agar kalian juga mengerti. Kita cari sama-sama anak-anak yang hilang beserta isteriku Liana ke hutan larangan sekarang!" ucap Wijaya Yang membuat mereka ketakutan

"hutan larangan sangat berbahaya untuk kita masuki mas Wijaya. bagaimana jika kita mencari jalan lain dengan kepala dingin" ucap pak lurah yang datang karena tadi sempat di kabari oleh Rusdi jika warga mengamuk dengn Wijaya

"jika terus menunggu kita tidak tahu apa yang akan terjadi kepada mereka pak lurah" ucap Zayyan

"memang benar, tapi jika harus mengajak warga lain untuk memasuki hutan larangan menurut saya itu tindakan yang berbahaya. jika terjadi sesuatu maka Hanya akan menambah korban saja mas" Jelas pak lurah

Ia sebenarnya ingin membantu para warga mencari anak-anak gadis yang hilang itu. Namun sama saja bunuh diri jika memaksa masuk ke hutan larangan.

"jika kalian tidak ada yang mau ikut biar aku saja!" Wijaya langsung pergi meninggalkan kawasan itu dan menuju hutan larangan

"ayah tunggu!" zayyan mengejar sang ayah . Ia tidak mungkin membiarkan ayahnya sendirian mendatangi bahaya

"lihatlah mereka bahkan tidak ada yang mau ikut. Padahal bisa jadi anak-anak mereka ada disana" sungut Wijaya yang terus melangkah tanpa rasa takut

para warga hanya diam menatap Wijaya dan putranya Zayyan menuju hutan larangan. Ada rasa ingin menyusul dan mencari anak mereka yang hilang. Namun rasa takut jauh lebih besar.

"biarkan saja dia pergi sendiri. Jika iblis itu memakannya maka akan lebih bagus!" ucap Surip

"iya! Ini juga gara-gara orang tuanya dulu yang menyembah iblis hingga menjadi malapetaka sampai sekarang" timpal Agus

"kalian ini bicara apa? Yang salah orang tuanya kenapa malah membenci mereka yang tidak tahu apa-apa. Toh saat ini mereka sekeluarga sedang berusaha untuk melawan iblis itu" ucap pak lurah menegur Dia laki-laki itu

"Halah pak lurah bisa ngomong gitu karena pak lurah nggak ngerasain anaknya hilang!" ucap Agus

"iya! Dan jangan-jangan pak lurah juga disogok sama si Wijaya untuk belain keluarganya" tuduh Surip

"astaghfirullahalazim kalian ini ngomong apa? Hati-hati kalian jangan sampai jadi fitnah. Saya tidak pernah disogok ataupun membela. Tapi kenyataannya memang keluarga Wijaya tidak bersalah yang bersalah itu orang tuanya dulu" ucap pak lurah yang tak habis pikir dengan kedua laki-laki yang menjadi warganya itu

"Halah nggak percaya aku" ucap Agus dan Surip

Pak Lurah Hanya geleng-geleng kepala melihat sikap keduanya. tidak tahu apa-apa tapi sangat semangat jika menyalahkan orang lain

.

Rombongan Nadira sudah sampai di desa pandan Wangi. Tujuan mereka langsung ke hutan larangan, untuk memastikan keadaan hutan. Tapi mereka dikejutkan dengan keadaan hutan yang hampir separuh sudah hangus dan masih menyisakan sedikit asap

"loh ini kok kayak bekas kebakaran ya?" ucap Nadira

"iya nih, kok bisa kebakar? Tapi cuman separuh " ucap Rehan

"eh Nad, itu kayak mobil ayah kamu deh" Elsa menunjuk mobil yang agak jauh dari tempat mereka

"iya ya, platnya juga sama. Apa ayah ada disini?" Nadira mencoba menghubungi ayahnya namun tidak di angkat

"Ki, ini kita mau langsung masuk apa gimana?" tanya Aksara yang melihat Ki satya sedang menatap ke dalam hutan larangan

"sebaiknya kita nanti malam saja kesini sambil menunggu kiyai Syafiq" ucap Ki Satya

"kiyai Syafiq datang kesini Ki?" tanya Rehan

"iya, tadi Ayah sudah menghubunginya. Ayah kira sepertinya situasi sekarang sangat genting" jelas Ki Satya

"kalo gitu kita kerumah saya saja dulu Ki untuk istirahat " ucap Aksara

Mereka menyetujuinya dan kembali masuk mobil untuk menuju kerumah aksara.

"darah pilihan...."

"darah pilihan...."

"wadaaahhh sukmaaa"

Nadira tersentak mendengar bisikan itu, ia menatap ke belakang ke arah hutan larangan namun , tidak ada apa-apa disana. sedangkan Rehan menangkap bayangan seseorang di balik pohon besar yang sebagian sudah hangus

"kenapa mirip dengan..."

1
Rahmah Dani
lanjut
Rahmah Dani
Ceritanya bagus
Elvi Lusiana: Wah😄🙏
total 1 replies
Rachel.9
🤍🤍🤍🤍🤍
Elvi Lusiana: Makasih sudah mampir😍
total 1 replies
Elvi Lusiana
maksih kakk author hebat😍
Kang Hajun
Semangat thor
Elvi Lusiana: maksih kakak author hebat🤩
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!