NovelToon NovelToon
The Legend Of Xuan

The Legend Of Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pena_Novel

Kelahirannya menciptakan badai dahsyat. Di saat yang sama, klan Erlang kalah telak. Kekalahan itu membuatnya dicap sebagai anak pembawa sial. Bukan hanya hampir menghilang dari alam langit, klan Erlang juga harus membayar pajak ke klan Liu setiap. tahunnya.
*******
Erlang Xuan, nama yang sama dengan Leluhur klan, tapi nasib mereka berbeda. Jika Leluhur terlahir dengan kekuatan tak terbatas, maka dia terlahir dengan tubuh cacat. Selama belasan tahun, ia disiksa dan direndahkan. Bahkan, karena masalah sepele, ayahnya menghukumnya.
Karena tak punya dantian dan meridian, Erlang Xuan tak bisa berkultivasi. Sampah pembawa sial, itulah julukannya. Tak ada yang tahu bahwa dibalik tubuh cacat itu tersembunyi sesuatu yang akan mengguncang alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23 Istana Bunga dan Kaisar Boneka

Pintu terbuka dan pria paruh baya memasuki istana. Tak beberapa lama, aura yang sangat kuat menyapu istana bunga. Tepat di samping singgasana, dua menikmati permainan panas. Desahan sang permaisuri membuat amarah pria itu meledak.

"Mu Ruo!" Teriakan pria itu menyadarkan Permaisuri Mu. Ia terkejut saat melihat seseorang sedang menindihnya.

"Ah!" Entah karena sudah lama tidak disentuh atau alasan lain, Permaisuri mendesah. Ia mengibaskan tangannya, sehingga kabut menutupinya.

"Dasar Permaisuri!" Erlang Xuan geleng-geleng kepala. Ia tak menyangka meski tertangkap basah, Permaisuri tidak ketakutan sama sekali.

"Menurutku dia menjijikkan!" Zhang Xue menimpali.

"Zhang Xue, apa yang kau lakukan di sini?" tanya pria itu.

"Aku ke sini karena diundang Yang Mulia Permaisuri," jawabnya.

"Siapa dia?" Zhang Hao, Paman Kaisar Zhang menunjuk Erlang Xuan. Matanya menyipit saat merasakan kekuatan tak kasat mata menekannya.

"Bukankah tidak sopan menutup mata di hadapan Tetua Istana?" tanya Zhang Hao.

"Ini bukan penutup mata, tapi segel. Kain ini tidak boleh dibuka!" jelas Erlang Xuan dengan sopan, meski dia sendiri tidak suka dengan pria paruh baya itu.

Kain segel jiwa suci yang menutup matanya tidak boleh dibuka secara sembarangan. Kain itu terdiri dari dua warna, yaitu hitam yang digunakan tidak lebih dari sebulan, kemudian kain putih yang boleh dibuka setelah kekuatan jiwa itu berhasil dikendalikan.

Meski sudah dijelaskan, pria itu tetap saja keras kepala. Saat ia menyentuh kain itu, gelombang kekuatan jiwa yang sangat kuat melemparnya hingga puluhan meter jauhnya. bukan hanya itu, darah segar menyembur dari mulutnya, dan tiga tulang rusuknya patah.

"Aku sudah mengatakannya, tapi Anda mendengarkan!"

Pria itu menggerakkan giginya karena kesal. Bukannya sadar, ia justru semakin penasaran. Setelah menelan pil penyembuh, pria itu muncul di depan Erlang Xuan.

"Sudah cukup, Tetua!" Kekuatan jiwa berkumpul dan membentuk pelindung transparan. Gara-gara pria tua itu, segel yang mengunci kekuatan jiwanya melemah. Jika segel itu terbuka, dia pun tak bisa mengendalikannya.

"Kamu menentangku?" Zhang Hao menatap Erlang Xuan dengan tajam. Sebagai sesepuh istana, ini pertama kalinya seorang pemuda mengajarinya. Menurutnya itu salah bentuk penghinaan dan sebuah kesalahan besar.

"Jika Tetua penasaran, akan kutunjukkan sekarang!" Erlang Xuan membuat serangkaian segel tangan. Segel yang dibuatnya membuat Zhang Hao mengerutkan keningnya. Sekilas, bayangan seorang gadis berusia sekitar 20 tahunan melintas diingatannya.

"Segel itu … apa hubungan pemuda ini dengan gadis itu?" tanyanya dalam hati.

Wuuuussss

Sebelum ia mencerna situasi, kekuatan jiwa yang sangat muncul tiba-tiba. Dia yang seorang kultivator dewa tak bisa menahan kekuatan itu. Kekuatan tersebut memaksanya berlutut di hadapan Erlang Xuan.

"Bocah, apakah kau mengenal Yanruo?" tanyanya.

"Apa hubunganku dengannya tidak penting sama sekali!" Erlang Xuan membuka penutup matanya. Dalam hitungan detik, pusaran aneh muncul dan menghancurkan istana bunga.

Boooommmmmm

Kecuali Zhang Xue, semua orang yang ada di istana itu terpental. Bahkan kabut yang diciptakan oleh Permaisuri Mu menghilang, wanita itu pun memuntahkan darah segar.

"Bocah, menghancurkan istana bunga adalah dosa besar!" Zhang Hao menunjuk Erlang Xuan, seolah pemuda itu adalah seorang kriminal. Padahal istana bunga hancur karena sikapnya yang keras kepala.

"Sudah kubilang kain ini adalah segel, tapi kamu tidak percaya!" Ia menutup matanya dengan kain putih itu. Terlambat sedikit saja, maka kekuatan jiwa yang jauh lebih besar akan muncul, dan kekuatan itu tak akan bisa dikendalikan.

"Tetua, Xuan Ge tidak salah! Salahkan dirimu yang keras kepala!" Zhang Xue berbicara. Sejak awal, ia sudah tahu kekuatan yang tersembunyi di balik kain itu. Bukan hanya itu, kekuatan itu terhubung dengan orang yang memakai liontin giok yang pemberian Erlang Xuan.

"Xue, kamu membela orang asing ini?" Zhang Hao

"Tetua-lah yang orang asing. Muncul sekali dalam 10 tahun. Benar-benar Tetua yang sangat hebat!" sindirnya.

"Pemuda sialan itu melakukan kesalahan besar!" Zhang Hao tersenyum sinis. Sebagai sesepuh istana, ucapannya selalu didengar oleh Kaisar Zhang.

"Tetua, urus saja istana bunga yang hancur ini!" Zhang Xue menjentikkan jarinya dan bunga-bunga yang entah dari mana muncul dan mengelilinginya dan juga Erlang Xuan. Saat bunga-bunga itu menghilang, keduanya pun sudah tidak ada di sana.

"Sialan, bisa-bisanya anak pel@c*r sialan itu membangkitkan spiritnya!" Zhang Hao kesal. Pasalnya dia sendiri yang menyegel spirit Zhang Xue karena status ibunya yang merupakan mantan wanita penghibur.

 ****************

"Dasar kakek tua!" Zhang Xue mengumpat kesal. Dilihat dari silsilah keluarga, Tetua Zhang adalah kakeknya, tapi pria tua itu selalu saja menyusahkannya. Terakhir kali, yaitu 10 tahun yang lalu, Zhang Hao menyegel spiritnya yang bangkit sejak usianya 5 tahun.

"Bagaimana dengan turnamennya?" tanyanya.

"Sebenarnya aku sudah tidak tertarik lagi dengan turnamen itu. Kalau kamu mau menonton, aku juga tidak masalah!" jelas Erlang Xuan.

"Mungkin turnamen menjadi kacau. Apalagi adik dan kakakku semuanya sudah ternoda," jelas Zhang Xue.

"Aku penasaran dengan ekspresi para selir!" lanjutnya.

Erlang Xuan yang juga penasaran menggunakan teknik perpindahan ruang. Dalam waktu singkat, ia dan juga Zhang Xue sudah berada di atap salah satu istana. Tepat di halaman istana, para selir dikumpulkan. Bahkan ibu anak-anak tidak sah Kaisar pun juga dipanggil.

"Menurutmu Zhang Yue itu akan hamil atau tidak?" tanya Erlang Xuan.

"Mungkin saja. Lagi pula Zhang Luo itu bukan anak ayahku!" jelas Zhang Xue.

Erlang Xuan tidak bertanya lagi. Sebenarnya, ia penasaran dengan ibu mertuanya yang katanya seorang wanita penghibur, tapi rasa penasarannya dikubur dalam-dalam.

"Permainan dimulai!" Zhang Xue memunculkan kelopak bunga di telapak tangannya. Kelopak bunga itu melayang dan melesat ke Kaisar Zhang.

"Ctasssss"

Tak sampai semenit, cambuk lembah neraka menghantam tubuh Zhang Yue. Meski bersujud dan memohon ampun, Kaisar sama sekali tidak peduli. Dibawah pengaruhnya, suara cambuk dan tangis memilukan terdengar silih berganti.

"Ayah, aku salah!" Zhang Yue bersujud di hadapan Kaisar Zhang. Sayangnya, permohonannya tidak didengarkan. Cambuk itu terus menghantam punggungnya. Setelah beberapa saat, kesadaran Kaisar kembali.

"Apa yang ter—" Belum sempat ia mencerna apa yang terjadi, Zhang Xue mengendalikannya. Kali ini, Kaisar tidak akan sadar lagi.

"Istana es!" Dua kata itu menggema di telinga.

"Kurung mereka semua di istana es!" Kaisar memberi perintah. Semua anak-anak Kaisar, kecuali Fang Liao dikurung di istana es. Sesuai dengan namanya, istana itu seluruhnya terbuat dari es. Siapapun yang masuk ke istana itu akan mati membeku.

"Anak-anak Kaisar dipenjara, siapa yang akan menjadi putra mahkota?" tanya Erlang Xuan.

"Jangan khawatir! Ayahku punya satu selir yang dirahasiakan. Anak-anak dari selir itulah yang akan menjadi putra mahkota," jelas Zhang Xue.

1
Nanik S
Erlang Xuan... mereka pantas dikasih pelajaran
Nanik S
Kenapa ada empat Kaisar
Bucek John
harta menang perang gak diambil sia sia terutama senjata n cincin ruang yg ber8ssi jarta buat sdn masa depan kultovator berpetualang.. hampar .. gak mengigit..!!!
Pena_Novel: Authornya lupa 😁😁
total 1 replies
Nanik S
Banyak sekali Anak Selir
Nanik S
Giiiilaaaa
Nanik S
Lanjutkan 💪💪💪
Nanik S
Siapa yang menyegel Zhang Xue
Nanik S
NEXT
Nanik S
Kaisar Jahat maaah anak sendiri dikurung
Nanik S
Bagus sekali ceritanya
Nanik S
Zhang Xue... ternyata Anak Kaisar
Nanik S
Erlang Xuan akhirnya menikah juga
Nanik S
Kenapa ceritanya seperti ini Tor
Nanik S
Siapa yang melindungi jiwanya
Nanik S
Kok masih punya adik kecil
Nanik S
Balas dendam yang sesuai
Nanik S
apakah Xuan akan bertemu Adiknya
Mika Dion
ternyata dibalik sikapnya ada kejadian yg memilukan...
Davide David
up
Mika Dion
Thor gambaran keluarganya terlalu sadis...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!