NovelToon NovelToon
OBSESI DENDAM Billie

OBSESI DENDAM Billie

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Teen Angst / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"JANGAN GERAK!"

"Siapa!?"

"SHH!! Diam atau kita mati konyol!"

Pertemuan tidak sengaja Noah Christian dengan Billie Ashton di saat hidup kedua nya berada di ujung tanduk ternyata membuat Noah penasaran dan mencari identitas gadis yang membekap mulut nya di malam gelap itu.

Wajah nya tidak begitu terlihat, hanya suara parau dan tangan gemetar serta bau wangi yang membuat Noah tidak bisa melupakan nya. Dia terus mencari, keberadaan gadis yang sembrono dan misterius itu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 23. Akal akalan.

Billie sampai di rumah keluarga Varlian, di sana ternyata datang orang baru yang akan menjaga Ziva. Seorang perempuan yang ber pawakan kurang lebih sama dengan Billie bahkan lebih tinggi, mungkin 170. Tatapan nya juga dingin dan dia terlihat sangat profesional karena rambut nya di kuncir sangat rapi dan memakai stelan jas.

"Pak Zico, ini pengawal baru nona Ziva." Ucap pak Irwan.

"Hm, sudah di perkenalkan?" Tanya Zico.

"Belum pak, menunggu pak Zico." Ucap pak Irwan, Zico melirik pada pengawal itu.

"Kamu, ikut saya." Ucap nya pada pengawal baru itu dan dia mengangguk.

Saat pengawal baru itu masuk, Billie tak lepas pandangan padanya, dia terus menatap perempuan itu. Pak Irwan menepuk Billie, barulah Billie menoleh.

"Kenapa?" Tanya pak Irwan.

"Dia dari mana, pak?" Tanya Billie.

"Sebuah organisasi juga, sepertimu." Ucap pak Irwan dan Billie mengangguk.

"Saya pulang dulu." Ucap Billie dan pak Irwan mengangguk.

Kembali ke sisi Zico yang kini sudah berkumpul di ruang tamu bersama keluarga nya, Bilson, Maya dan Ziva ada di sana dan pengawal baru itu berdiri di hadapan mereka.

"Perkenalkan dirimu." Ucap Bilson.

"Selamat sore tuan, nyonya dan nona. Nama saya Nova." Ucap nya, dan semua orang mengangguk.

Berpindah ke sisi Billie yang sedang mengemudikan mobil nya, dia penasaran dengan pengawal baru Ziva tadi, tatapan nya saat menatap Billie seolah tidak suka padanya. Billie lalu menghubungi Valo..

"Aku kirim foto, tolong kamu selidiki siapa dia." Ucap Billie.

"Siap. Bill, serius kamu nggak bisa dateng?" Tanya Valo.

"Waktu nya tabrakan, entah kebetulan atau memang pertemuan yang Zico maksud sama. Tapi jangan khawatir, selagi lu dateng meskipun nggak setor muka mereka pasti tau gue ada." Ucap Billie.

"Oke." Sahut Valo, dan panggilan itu pun di akhiri.

Tak lama Billie sampai di apartemen nya, dia melihat mobil Noah ada di parkiran. Agak heran karena Noah sangat senggang tidak seperti dirinya yang sibuk kesana kemari mengikuti Zico. Billie pun naik ke apartemen nya dia masuk kedalam kamar dan mengambil beberapa senjata untuk berjaga di acara malam nanti.

"Drt! Drt!"

Billie melihat hp nya yang bergetar dan sebuah pesan masuk dari Noah.. Billie mengernyitkan kening nya melihat Noah mengabarinya.

["Kamu sudah pulang? Aku dengar pintu apartemenmu terbuka."] Itu isi pesan nya.

Billie tersenyum lalu membalas, dia membalas bahwa dia hanya pulang sebentar untuk berganti pakaian dan akan pergi lagi. Setelah membalas pesan Billie lalu masuk ke kamar mandi untuk mandi karena dia merasa sangat lelah..

Sementara Noah, dia terdiam menatap layar hp nya karena mendapat jawaban dari Billie yang akan pergi lagi.

"Apa dia mau pergi ke pertemuan nanti malam juga?" Gumam Noah. Noah lalu menghubungi Vincent..

"Halo, gimana masakan nya udah jadi?" Tanya Vincent dari seberang sana.

"Sialan." Ucap Noah dan Vincent terkekeh.

"Ada apa?" Tanya Vincent.

"Kelompok Billie, apa termasuk tamu nanti malam?" Tanya Noah.

"Bukan cuma kelompok nya Billie, Zico juga di undang. Zico pebisnis, dia mungkin mengincar kalung yang katanya milik seorang putri konglomerat yang hilang puluhan tahun lalu. Kalung itu di jual sebagai simbol pelepasan atas masalalu yang terjadi, yang artinya keluarga nya sudah ikhlas." Ucap Vincent.

"Cuma sebuah kalung?" Ucap Noah.

"Sebuah kalung tapi makna nya dalam, sebelum di sebut jadi simbol pelepasan, kalung itu di buat oleh orang tua si gadis yang hilang itu sebagai kalung harapan dan doa yang terwujud, karena mereka akhir nya mendapatkan seorang putri setelah sekian lama menikah." Ucap Vincent.

"Tragis." Ucap Noah singkat.

"Iya, tragis. Anak nya hilang, puluhan tahun yang lalu. Makna kalung nya jadi kesedihan." Ucap Vincent.

"Eh bre, tapi kan kalo pun Billie dateng sama Zico, mereka nggak satu ruangan sama kita." Ucap Vincent lagi.

"Siapin kursi, aku datang." Ucap Noah.

"Eh, nggak jadi masak?" Tanya Vincent.

"Berisik!" Ucap Noah, Vincent terkekeh. Noah langsung mematikan panggilan nya.

Billie sudah bersiap, dia memakai kemeja putih tanpa dasi celana nya hitam dan dia juga memakai jas hitam tapi tidak di kancingkan, hanya untuk luaran. Billie juga menyelipkan senjata nya di balik jas itu, barulah dia memakai aksesoris berupa kalung kecil  dan cincin yang runcing membuat penampilan nya lengkap.

Billie lalu keluar dari apartemen nya, dan di depan pintu sudah ada Noah yang sedang berdiri di depan pintu apartemen nya sendiri. Noah terkesima dengan penampilan Billie yang terlihat lain dari biasanya.

"Hey." Sapa Noah, Billie tersenyum seperti biasanya.

"Yo, enak banget udah kelar kerja." Ucap Billie sedikit menyindir sambil bercanda, Noah terkekeh.

"Kamu ada acara besar?" Tanya Noah, dan Billie mengangguk.

Sebagai profesiaonal Billie mamang jago menyembunyikan ekspresi, Billie tatap tenang dalam situasi apapun selama itu masih bisa dia kendalikan.

"Bosku nggak membiarkan aku pulang cepat, malam ini aku lembur lagi." Ucap Billie, Noah mengangguk sambil tersenyum dan menghembuskan nafas nya.

"Kira - kira kamu pulang jam berapa?" Tanya Noah, Billie mengernyit.

"Mmm, hari ini ulang tahunku.. pertama kalinya aku rayain, aku berencana ajak kamu makan kue ulang tahun bareng." Ucap Noah, Billie pun seperti berpikir.

'Pertama kali nya rayain ulang tahun? Apa hidup dia juga nggak gampang..' Batin Billie, dia iba.

"Mm.. Kalau nggak ada kendala apapun, mungkin sebelum jam dua belas aku udah sampe. Tapi itu udah kelewat malem, kamu pasti udah tidur" Ucap Billie, Noah tersenyum.

"Nggak apa - apa, aku akan tunggu kamu." Ucap Noah, Billie tertegun.

'Waduh, kalo tiba - tiba ada serangan gimana.' Batin Billie.

"Noah, kalo nggak.. besok saja gimana? Aku nggak tau kapan tepat nya urusan ini selesai, atau kalo nggak kamu rayain sama temenmu yang lain dulu." Ucap Billie, Noah menunjukan wajah sedih nya.

'Eh, gue salah ngomong apa?' Batin Billie, dia kaget melihat wajah Noah yang sedih.

"Oke, besok saja." Ucap Noah sambil tersenyum, Billie merasa bersalah sekarang.

"Maaf Noah." Ucap Billie, Noah tersenyum dan menyentuh kedua pundak Billie.

"Nggak apa - apa, terimaksih Billie.." Ucap Noah, dan BIllie mengangguk.

"Oke, aku pergi dulu kalo gitu." Ucap Billie dan Noah mengangguk.

Billie pun pergi, setelah Billie sudah hilang masuk kedalam lift.. senyum Noah terbit. Padaha itu hanya akal - akalan Noah agar Billie mau lebih dekat dengan nya, di jerat sedikit demi sedikit, dan Noah juga tau Billie sebenar nya orang yang penuh kasih sayang. Noah memanfaatkan rasa iba Billie..

Billie sudah sampai du kediaman Varlian lagi, dan saat itu juga Billie berpapasan dengan Ziva dan pengawal nya yang juga akan pergi. Dan lagi - lagi.. tatapan pengawal Ziva pada Billie seperti tatapan musuh, padahal Billie bahkan belum berkenalan dengan nya. Menurut info dari Valo, dia hanya pengawal biasa bukan dari organisasi pembunuh bayaran sepertinya, yang artinya Billie pasti tidak pernah menyinggung nya karena itu adalah kali pertama mereka bertemu.

"Kamu mau kemana?" Tanya Ziva pada Billie, karena lagi - lagi Billie berpenampilan menarik.

"Saya akan pergi bersama pak Zico, non." Jawab Billie.

"Ish, kakak nggak bawa aku malah bawa kamu. Kakak!!" Ziva kembali masuk lagi kedalam tapi Billie tetap berdiri di luar.

Tak lama Zico juga keluar dan tertegun melihat penampilan Billie yang lebih formal dari biasanya, Billie yang berpenampilan begitu sangat menawan.

"Kak, aku ikut!" Ucap Ziva.

"Ini bukan tempat yang bisa kamu datangi, jangan selalu merengek seperti anak kecil." Ucap Zico, Ziva pun manyun dengan wajah kesal.

"Pak Zico, non Ziva pasti senang kalo bisa ikut sama pak Zico." Ucap Nova, pengawal baru Ziva. Billie sedikit tertegun pengawal itu berani bicara pada Zico tanpa di tanya.

Zico hanya melirik nya dingin dan pergi dari sana, Billie pun akhir nya ikut pergi dari sana. Ziva hanya bisa berteriak kesal, dan pengawal nya hanya bisa diam menatap mobil Zico pergi.

...BERSAMBUNG!...

1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅕🅗🅐🅝ˢ⍣⃟ₛ§𝆺𝅥⃝©🦐
hahaahha kmu kurang peka sihh🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅕🅗🅐🅝ˢ⍣⃟ₛ§𝆺𝅥⃝©🦐
mungkin dia diancem bakal Billie yg di siksa
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat Billie... Kita senasib, perihal cinta pertama anak perempuan😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Jangan pernah mendebat orang yg lg bucin, percuma🤣🤣🤣
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
selama ga berkhianat kalian aman 😶
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
justru bumerang , bilson malah kurang ajar 😤
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
tuh mamamu anak tunggal 😶
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Kirain noah salah minum apaaa gituu 🤣 taun bucin akut
neni nuraeni
hahhaaaa Noah... Noah...
☠ SULLY
duit 5 miliarr
kaya 5 rebu beli kerupuk
ampunn kelakuan horang kayahh
😅
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
hahahaha... sakit jantung noah, boleh aq salah satu ahli waris g 😂🤣 dasar bucin it mah lagi jatuh love🤣
Nureliya Yajid
lanjut thor
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣 Hhmmm aya2 wae /Facepalm/
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Nah iya tuh perkaos aja rame2 tu si om na 😂
neni nuraeni
wiiih seruuu
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Nunggu apa coba bill langsung aja tu si tua di bantai
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
laaah nih orang sapa yak songong amat 🤮
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
mimpimu ga enak banget bil 🤔
Nureliya Yajid
semangat thor
Nureliya Yajid
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!