NovelToon NovelToon
The Phoenix Empress: Dendam Membara Di Singgasana Emas

The Phoenix Empress: Dendam Membara Di Singgasana Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita
Popularitas:291
Nilai: 5
Nama Author: Mieayam(⁠•⁠‿⁠•⁠)

SINOPSIS


Feng Ruxue adalah Permaisuri dari Kekaisaran Phoenix yang dikhianati oleh suaminya sendiri, sang Kaisar, dan adik perempuannya yang licik. Mereka menjebak Ruxue, mencabut tulang sumsum phoenix-nya (sumber kekuatannya), dan membakarnya hidup-hidup di Menara Terlarang.
​Namun, alih-alih mati, jiwa Ruxue justru bangkit kembali ke tubuh seorang gadis lemah berwajah buruk rupa yang sering ditindas di desa terpencil. Dengan ingatan masa lalunya sebagai kultivator tingkat tinggi, ia mulai berlatih kembali, menyembuhkan wajahnya, dan membangun pasukan rahasia. Ia kembali ke ibu kota bukan untuk meminta maaf, tapi untuk mengambil kembali mahkotanya dan membakar setiap orang yang pernah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mieayam(⁠•⁠‿⁠•⁠), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Pembantaian di Balik Tirai Emas

​Dingin yang merayap di dalam Formasi Hutan Kematian bukanlah dinginnya salju Pegunungan Utara, melainkan dinginnya energi logam yang tajam dan tak bernyawa. Di dimensi ini, langit berwarna emas pucat tanpa matahari, sementara pohon-pohon besar yang mengelilingi Lin Xiao terbuat dari kristal energi padat yang setiap daunnya mampu mengiris kulit sekeras baja. Ini adalah wilayah kekuasaan Long Tian, sebuah manifestasi dari ambisinya yang kaku dan haus kekuasaan.

​Lin Xiao berdiri diam di tengah sebuah tanah lapang kecil. Telinganya yang tajam menangkap suara gesekan kain di antara semak-semak kristal. Ia tahu bahwa tujuh peserta lainnya tidak masuk ke sini untuk saling bertarung secara adil; mereka semua memiliki satu instruksi yang sama dari Long Tian dan Feng Meili: Pastikan Xiao Lan tidak pernah keluar hidup-hidup.

​"Keluarlah," ucap Lin Xiao, suaranya jernih memecah kesunyian hutan energi tersebut.

"Jangan membuang waktuku dengan permainan petak umpet yang membosankan ini."

​Tawa serak terdengar dari balik pepohonan. Feng Jian muncul lebih dulu, diikuti oleh tiga murid senior lainnya yang memiliki aura gelap yang mencurigakan. Di tangan Feng Jian, sebuah pedang besar bersinar dengan cahaya biru yang tidak alami—sebuah artefak terlarang yang dipinjamkan kepadanya hanya untuk hari ini.

​"Xiao Lan, kau terlalu percaya diri," desis Feng Jian, matanya memerah akibat pengaruh obat peningkat energi. "Di luar sana, kau mungkin bisa mempermalukanku. Tapi di sini, di bawah perlindungan energi Putra Mahkota, aku adalah penguasa. Kau pikir kau siapa? Kau hanyalah sampah yang akan kami jadikan pupuk untuk hutan ini!"

​Lin Xiao perlahan mencabut pedang Nightshade. Bilah hitamnya tampak menyerap cahaya emas di sekitarnya, menciptakan kontras yang mengerikan. "Feng Jian, kau bahkan tidak menyadari bahwa kau hanyalah anjing yang dikirim untuk mati. Apakah Meili tidak memberitahumu? Aku sudah pernah membantai orang-orang yang jauh lebih kuat darimu sebelum fajar menyingsing."

​"MATI KAU!"

​Feng Jian melesat maju, pedang besarnya menebas secara vertikal, menciptakan gelombang api biru yang membakar rumput kristal di bawahnya. Tiga murid senior lainnya juga bergerak dari arah yang berbeda, mengunci semua jalur pelarian Lin Xiao.

​Lin Xiao menarik napas panjang. Ia membiarkan Energi Nirwana Hitam mengalir bebas, tidak lagi ditekan untuk menyembunyikan identitasnya. Tato mawar hitam di pipinya mekar sepenuhnya, mengeluarkan cahaya ungu yang mematikan.

​'Langkah Bayangan Kematian: Seribu Bayangan!'

​Dalam sekejap, tubuh Lin Xiao terpecah menjadi puluhan bayangan hitam yang menyebar ke segala arah. Serangan Feng Jian hanya mengenai udara kosong, sementara tiga murid lainnya kebingungan mencari sosok asli Lin Xiao.

​Sret!

​Satu bayangan muncul di belakang salah satu murid senior. Sebelum pria itu sempat berbalik, Nightshade sudah menembus punggungnya, menghancurkan Inti Jiwanya dalam sekejap. Tanpa teriakan, murid itu langsung berubah menjadi abu hitam yang terserap ke dalam pedang Lin Xiao.

​"Satu," gumam Lin Xiao, suaranya terdengar dari setiap sudut hutan secara bersamaan.

​"Jangan panik! Dia hanya menggunakan ilusi!" teriak Feng Jian, meskipun tangannya mulai gemetar. Ia mengayunkan pedangnya secara membabi buta, menghancurkan pepohonan kristal di sekitarnya.

​Namun, ketakutan adalah bahan bakar terbaik bagi Energi Nirwana. Lin Xiao muncul tepat di hadapan murid kedua, menatapnya dengan mata ungu yang tidak memiliki belas kasihan. Tangan kirinya mencengkeram leher pria itu, dan dalam hitungan detik, energi pria itu dihisap kering hingga ia hanya tersisa kulit dan tulang.

​"Dua."

​Murid ketiga mencoba melarikan diri, namun duri-duri hitam tiba-tiba tumbuh dari bayangannya sendiri, melilit kakinya dan menyeretnya ke dalam tanah energi.

​"Tiga."

​Kini, tinggal Feng Jian yang berdiri sendirian. Ia mundur dengan langkah gontai hingga punggungnya menabrak sebuah pohon kristal besar. Keberaniannya yang tadi meluap-luap kini telah menguap, digantikan oleh kengerian yang murni. Ia melihat Lin Xiao melangkah mendekat dengan sangat lambat, setiap langkahnya menciptakan retakan hitam di lantai emas dimensi tersebut.

​"Siapa kau... siapa kau sebenarnya?!" teriak Feng Jian histeris. "Kekuatan ini... ini bukan milik manusia! Kau adalah iblis!"

​Lin Xiao berhenti tepat satu langkah di depan Feng Jian. Ia membungkuk sedikit, membisikkan sesuatu yang membuat jantung Feng Jian seolah berhenti berdetak. "Katakan pada Meili di neraka nanti... bahwa mawar hitam tidak pernah melupakan siapa yang mencoba membakarnya."

​CRASH!

​Lin Xiao tidak menggunakan pedangnya. Ia menghantamkan telapak tangannya langsung ke dada Feng Jian, melepaskan ledakan Energi Nirwana yang menghancurkan seluruh tulang rusuk dan organ dalam pria itu. Feng Jian terlempar sejauh puluhan meter, menabrak pohon kristal hingga hancur berkeping-keping sebelum akhirnya tergeletak tak bernyawa dengan wajah penuh penyesalan.

​Namun, pertempuran belum berakhir.

​Lin Xiao merasakan sebuah kehadiran yang jauh lebih kuat sedang mendekat. Dari balik kabut emas, Putri Long Yan muncul bersama dua pria bertopeng perak yang memancarkan aura Tahap Pembentukan Inti tingkat lima—tingkat yang jauh di atas murid akademi biasa.

​"Luar biasa," ucap Long Yan sambil bertepuk tangan pelan. Matanya menatap mayat-mayat di sekitarnya dengan kedinginan yang sama seperti kakaknya. "Aku tidak menyangka kau akan membantai mereka secepat ini. Kau benar-benar keturunan Mawar Hitam yang murni, bukan?"

​Lin Xiao menegakkan tubuhnya, mengabaikan rasa lelah di nadinya. "Long Yan, kau datang untuk menyusul mereka?"

​"Tidak, aku datang untuk memastikan kau mati di tangan yang benar," jawab Long Yan. Ia memberi isyarat pada dua pria bertopeng itu. "Ini adalah 'Algojo Bayangan' milik klan Long. Mereka tidak memiliki rasa sakit, tidak memiliki emosi, dan satu-satunya tujuan hidup mereka adalah memenggal kepala pengkhianat sepertimu."

​Kedua algojo itu bergerak dengan sinkronisasi yang sempurna. Mereka tidak menggunakan energi yang meledak-ledak, melainkan energi yang sangat terkonsentrasi pada ujung pedang tipis mereka.

​Lin Xiao segera menyadari bahwa ini akan menjadi pertarungan tersulitnya sejak ia bereinkarnasi. Ia harus menggunakan teknik yang belum pernah ia uji coba sebelumnya: 'Nirwana Absolut: Domain Kematian'.

​Ia menusukkan pedang Nightshade ke tanah di bawah kakinya. "Jika tempat ini adalah hutanmu, Long Tian... maka biarkan aku mengubahnya menjadi kuburanmu!"

​Energi hitam meledak keluar dari tubuh Lin Xiao, membentuk kubah kegelapan yang mulai menelan cahaya emas di sekitarnya. Di dalam domain ini, Lin Xiao adalah penguasa mutlak. Namun, penggunaan teknik ini menguras energinya dengan sangat cepat.

​Algojo pertama menyerang, pedangnya hampir menyentuh tenggorokan Lin Xiao. Namun di dalam domainnya, Lin Xiao mampu melihat setiap pergerakan musuh dalam gerak lambat. Ia menghindar dengan gerakan minimal dan membalas dengan tebasan melingkar yang memotong lengan algojo tersebut.

​Anehnya, algojo itu tidak berteriak. Ia terus menyerang meski lengannya telah putus.

​‘Benar-benar mesin pembunuh,’ batin Lin Xiao.

​Ia harus menghancurkan kepala mereka. Lin Xiao memusatkan seluruh sisa energinya ke ujung pedangnya. Ia melesat seperti kilat hitam, melewati kedua algojo tersebut dalam satu gerakan tunggal.

​Sret! Sret!

​Kedua kepala algojo itu terlepas dari bahu mereka secara bersamaan. Tubuh mereka akhirnya jatuh dan hancur menjadi debu emas yang terserap kembali ke dalam formasi.

​Long Yan yang melihat itu segera mengeluarkan sebuah gulungan teleportasi. "Ini belum berakhir, Xiao Lan! Kau mungkin menang di sini, tapi di luar sana, seluruh tentara kekaisaran sudah menunggumu!"

​Long Yan menghilang dalam kilatan cahaya tepat saat Lin Xiao mencoba menangkapnya.

​Lin Xiao jatuh berlutut, napasnya tersengal-sengal. Domainnya menghilang, menyisakan hutan emas yang kini mulai retak dan hancur. Ia bisa merasakan bahwa formasi ini sedang ditarik kembali oleh Long Tian.

​Ia berdiri kembali, menyeka darah di sudut bibirnya. Ia tahu bahwa begitu ia keluar dari dimensi ini, ia akan disambut oleh ribuan pasang mata yang penuh kebencian dan ketakutan. Tapi ia tidak peduli. Ia telah membuktikan satu hal malam ini: klan Mawar Hitam telah kembali, dan tidak ada lagi tempat bagi pengkhianat untuk bersembunyi.

​Saat cahaya emas memudar sepenuhnya, Lin Xiao berdiri di tengah arena utama koloseum yang kini sunyi senyap. Ia adalah satu-satunya peserta yang tersisa. Di balkon kehormatan, Long Tian berdiri dengan wajah yang tidak terbaca, sementara Feng Meili menjerit histeris melihat mayat-mayat pengikutnya dikembalikan ke dunia nyata dalam kondisi yang mengenaskan.

​Lin Xiao mengangkat pedang Nightshade, menunjuk langsung ke arah Long Tian di depan puluhan ribu orang.

​"Selanjutnya... adalah giliranmu, Long Tian."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!