NovelToon NovelToon
Cinta Di Tapal Batas

Cinta Di Tapal Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Romansa pedesaan / Diam-Diam Cinta / Cintamanis
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Dini Kirana yang masih kelas dua SMA dijual oleh ayah tirinya kepada pria kaya yang sudah banyak istri untuk melunasi hutang. Dini memilih kabur dari rumah dan akhirnya kesasar ke salah satu Desa. Di tempat itu, Dini bertemu Aksa yang sudah berusia 28 tahun.

"Mas, boleh ya saya tidur di rumah kamu? Tolong Mas, saya butuh tempat tinggal."

"Kamu bukan siapa-siapa saya Dini, saya tidak mau digerebek warga Desa."

Bagaimana kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Dooorrr...

Suara tembakan yang dilepaskan penjaga ke udara pun menggelegar. Peluru jatuh berakselerasi menuju tanah di bawah pengaruh gravitasi hingga mencapai kecepatan terminalnya yang dibatasi oleh hambatan udara.

Aksa berdiri mematung di bawah panasnya Matahari karena minimnya pepohonan. Tetapi masih lebih panas aura negatif yang dipancarkan oleh dua orang penjaga. Segitu kejamnya anak buah ayahnya, miris hati Aksa, orang suruhannya saja sesadis itu apa lagi orang tuanya.

"Hai banci! Cepat pergi!" Usir penjaga.

 Hati Aksa pun tak kalah panas mendengar kata 'banci' ia tarik lengan bajunya bagaimana pun ia akan melawan ketika harga dirinya diinjak-injak oleh dua penjaga berwajah sangar itu. "Anda yang banci, jika memang jantan letakkan pistol dan kita buktikan siapa yang lebih kuat!" Tantang Aksa.

"Hahaha... Cari mati pria miskin ini!" Hardiknya. Pria itu bukan meletakkan pistol justru mengacungkan ke arah Aksa.

Aksa pun diam, panik juga dia. Pistol harus lawan pistol sedangkan ia tidak punya. Padahal dua manusia itu model nekat dan kejam.

"Anda memilih pergi dari sini dan tubuhmu pulang dalam keadaan utuh. Atau tetap ingin masuk ke rumah Tuan tapi sebelum sampai ke dalam tembakan kedua ini akan menembus perutmu! Enak saja mengaku-ngaku anak sultan!"

"Jangan banyak berpikir Man, sebaiknya kita habisi saja sekarang!" Penjaga yang satu lagi hendak menarik pelatuk pistol.

"Tahan!" Pekik pria 60 tahun kumis tebal keluar dari rumah besar itu.

"Ayah..." seru Aksa.

"Ayah..." Dua penjaga terkejut menurunkan pistol lalu saling pandang. Mereka berdua menatap Burhan yang tersenyum ke arah Aksa kakinya gemetar. Karena yang dikatakan Aksa ternyata benar, padahal mereka sudah menuduh Aksa seorang pengemis.

"Hahaha... Akhirnya kamu datang juga anak laki-laki aku..." ucap Burhan tertawa lepas. Pria itu sebenarnya ingin Aksa tinggal bersamanya, tapi setiap kali berkunjung ke desa ingin ngobrol berdua bareng Aksa, Tono dan Wati menghalangi.

Walau istrinya banyak dan anaknya pun lima orang tapi Aksa satu-satunya anak laki-laki yang akan ia jadikan penerus.

Aksa tidak membalas tawa ayahnya, justru menatapnya datar. Dengan adanya dua penjaga yang sembarangan melepas tembakan menguatkan dugaan Aksa bahwa rumor kejahatan sang ayah memang benar adanya.

"Hai kalian!" Burhan berteriak, menatap dua anak buahnya murka.

"Saya Tuan..." Darman dan Darmin mendekati Burhan ketakutan. Karena gegabah menghakimi Aksa, mereka harus terima konsekuensinya seandainya dibunuh pun.

"Karena sudah berani mengacam putra saya, sekarang juga kalian saya pecat!" Sergah Burhan menunjukkan kekuasaannya.

Darman dan Darmin segera bersujud di kaki Burhan. "Ampun Tuan, jangan pecat kami" ucapnya bersamaan. Mereka menangis tergugu, sebenarnya tidak salah bertindak demikian karena patuh dengan perintah bos nya. Burhan memang memerintahkan anahnya agar memenggal kepala tamu yang mencurigakan.

Melihat hal itu mata Aksa membelalak lebar. Bukan memberi maaf kedua anak buahnya itu, tapi Burhan justru menendang mereka satu persatu hingga tersungkur.

"Sudah Yah" Aksa menahan tangan Burhan agar memaafkan mereka.

"Baiklah, saya tidak akan memecat kalian. Tapi harus bersujud di kaki Aksa!" Perintahnya penuh penekanan.

Tanpa ragu-ragu dua orang itu berjalan menggunakan lutut ke arah Aksa. Namun, sebelum dua penjaga membungkuk, Aksa menjauh. Ia hanya manusia tidak mau disembah, lagi pula tidak gila hormat.

"Ayo masuk" Burhan menarik tangan Aksa.

Namun, Aksa masih tidak percaya jika yang ia lihat adalah nyata. Drama seperti ini biasanya hanya ada di film-film, tapi kali ini tokoh antagonis nya ayahnya sendiri.

Aksa pun akhirnya meninggalkan mereka mengikuti ayahnya masuk ke dalam rumah mewah tersebut. Tiba di dalam, Aksa bertanya-tanya. Benarkah ayahnya hanya mempunyai usaha restoran seperti yang ia dengar dari ibunya? Serasa mustahil usaha restoran hingga sekaya ini. Padahal menurut ibunya, istri-istri Burhan masing-masing difasilitasi rumah. Kecuali restoran ayahnya berada di beberapa tempat.

"Rumah ini milik kamu dan ibu kamu, Aksa" Burhan mengatakan ketika Wati masih tinggal di rumah ini, tanah dan bangunan belum seluas sekarang. Seiring berjalannya waktu mampu membeli tanah warga.

Aksa hanya tersenyum getir, sama sekali tidak tertarik. Baginya rumah sederhana yang ia buat dengan keringatnya sendiri jauh lebih membanggakan.

"Nanti malam kamu menginap di sini saja. Ini kamarmu" Burhan membuka pintu salah satu kamar yang luasnya tiga kali kamarnya.

"Lain kali Yah, kalau sekolah sudah libur" Aksa sebenarnya ingin menginap sambil menyelidiki rumah ini, tapi ia besok harus mengajar pagi.

"Sebaiknya kamu berhenti mengajar, lalu meneruskan restoran, Sa," perintahnya setelah mereka duduk.

"Maaf Yah, untuk saat ini saya belum tertarik" Aksa sebenarnya kesal, kemana ayahnya selama ini? Apakah salah jika Aksa curiga, di balik permintaan ayahnya untuk melanjutkan mengelola restoran karena ada tujuan tertentu.

"Aksa, empat saudara perempuan kamu ingin merebutkan posisi ini tapi ayah memilih kamu loh. Ayah ingin menebus kesalahan kamu atas penderitaan ibumu saat itu."

Aksa menatap Burhan tidak percaya jika sang ayah tampak menyesal, mungkinkah ibunya wanita paling spesial di antara sekian wanita yang ia nikahi dan dijadikan selingkuhan.

"Memang ayah punya istri berapa?" Aksa bertanya begini ingin memancing sejauh mana ayahnya menyakiti wanita.

"Ada empat, termasuk ibu kamu, dia sebenarnya istri yang paling Ayah cintai. Sudah berapa kali Ayah ingin rujuk, tapi Ibu kamu memilih pria miskin itu" Burhan menghina Tono, mulai menunjukkan sifat arogan.

"Jangan pernah menghina Bapak saya, Yah!" Aksa mulai terpancing. "Jika bukan karena beliau saya tidak bisa seperti sekarang. Beliu ingin segera pulang bertemu saya sejauh mana ia pergi mencari sesuap nasi untuk ibu dan saya. Rela menahan lapar demi saya walaupun hanya anak tirinya, selalu menghibur hati saya di saat saat sedih, merelakan punggungnya untuk menggendong saya disaat saya sedih. Semua ketulusan yang beliau berikan untuk saya tidak minta imbalan. Sementara apa yang pernah Anda berikan untuk saya?!" Aksa tidak terima ayahnya merehkan Tono hanya karena miskin.

Burhan tidak terpancing, wajahnya tampak tenang, menarik rokok dari bungkusnya memasukan ke mulut kemudian mematik korek. Asap pun mengebul, aroma tembakau memenuhi ruangan. Aksa yang tidak pernah merokok sebenarnya tidak suka dengan bau itu, tapi walau bagaimana masih menghormati ayahnya.

"Bukanya sudah saya katakan Sa, Ayah ingin menebus masa lalu, makanya memberikan restoran untuk kamu" jawabnya sembari menyentil abu rokok ke dalam asbak.

"Ayah tidak perlu repot, saya hanya minta satu hal."

"Apa itu?" Burhan memotong, tampak tertarik hendak memberikan apa pun yang Aksa pinta.

"Berhentilah menyakiti wanita."

"Apa maksud kamu Sa?" Burhan menancapkan rokok yang masih setengah ke dalam asbak kuat-kuat hingga rokok pun hancur.

"Saya sudah tahu semua Yah, termasuk satu wanita yang saya cintai. Jika Ayah tidak mau menyudahi, saya tidak akan pernah menganggap Ayah lagi."

"Omong kosong apa lagi, Aksa. Ayah tidak pernah menyakiti wanita. Lagi pula wanita mana yang kamu cintai?"

...~Bersambung~...

1
Darti abdullah
luar biasa
Eka ELissa
knpa tu Lusi..... entahlah hy emk yg tau.....
Buna Seta: Jangan jangan bunting
total 1 replies
Attaya Zahro
typo kak..yang memberi Burhan bukan Ringgo
Attaya Zahro: Iya kak 😍😍
total 2 replies
Ita rahmawati
ada apa nih dg bu lusi
Ita rahmawati
polisi dateng,,apakah 22 nya ditangkep 🤔
Eka ELissa
nah lohh.... Burhan Ringgo msuk bui.,. tu bersiap udh di jmput mo di bawa ke hotel 🏨🏨🏨 prodeo 😄😄😄😄🤭
Buna Seta: Kapok dia 😁
total 1 replies
neng ade
aku hadir disini thor .. 🙏😍
Buna Seta: Lanjut ya
total 1 replies
Ita rahmawati
aksa kah yg dateng atau orang lain
vj'z tri
🫣🫣🫣🫣 semoga selamat 🫣🫣
Eka ELissa
Lusi pa Ringgo.....yg culik....dini... entahlah hy emak yg tau...
Eka ELissa
aduh....Bu ..dini....di culik tau ...smoga GK knpa2....yaaa......🤦🤦🤦
Bu Kus
lanjut
Fitriah Fitri
pleazee thor ... 2 bab tudey. nti sore up lg kan dr kmrn 1 bab trs up nya
Buna Seta: Lagi galau say, retensi buruk 😭
total 1 replies
vj'z tri
sabar Mak sabar tanya pelan pelan jangan langsung gas 🤭🤭🤭🤭
Ita rahmawati
siapa ya yg nyulik,,lusikah atau ringgo kah atau ada lg orang baru 🤔
Eka ELissa
dini....pak....msih inget kan kmu...😡😡😡
Ita rahmawati
hadeuh siapa nih yg bekap dini
Attaya Zahro
Jangan² nih kerjaan si Bu Lusi,.dan malah membuat Aksa jadi salah paham ma Burhan..
Attaya Zahro
Waduh..Dini di culik..tolong Dini Bang Aksa
Bu Kus
lebih baik jujur aja dini kan Aska gak tahu dengan kamu jujur pasti akan bertindak jangan main curiga nanti kamu nyesel lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!