NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Mempelai

Pernikahan Tanpa Mempelai

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / CEO / Percintaan Konglomerat / Persahabatan / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Spion Off "Tuan Muda Amnesia"

Di hari yang seharusnya menjadi momen terindah, kabar buruk menyergap kediaman Alexander. Calon mempelai putra sulung mereka menghilang, tanpa jejak, tanpa pesan.

Namun, upacara tetap disiapkan, tamu tetap berdatangan, akan tetapi kursi di samping Liam Alexander kosong. Liam bersikeras menunggu, meski semua orang mendesaknya untuk menerima kenyataan.

Semakin lama Liam bertahan, semakin jelas bahwa ada sesuatu yang tak beres, dan hilangnya calon istrinya bukanlah kejadian kebetulan

Follow instagram @Tantye untuk informasi seputar novel

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benarkah mimpi?

Liam, pria itu terus memandangi layar ponselnya. Kebiasaan yang selalu ia lakukan jika hari ulang tahunnya tiba. Orang pertama yang selalu mengucapkan selamat padanya adalah Arumi, meski ia tidak pernah membalas ucapan itu selama bertahun-tahun.

Ia menghela napas panjang ketika menyadari kurang lima menit lagi 00.00, berharap ada sebuah keajaiban dalam hidupnya yaitu mendapatkan ucapan selamat dari wanita yang sangat dia cintai.

"Satu menit lagi, apakah benar ini ulang tahun pertamaku tanpa ucapan darimu?" gumam Liam.

Saat di rumah sakit, pertemuan yang dikatakan mimpi oleh semua orang terasa nyata untuknya. Kecupan singkat dan suara lirih itu jelas bukan mimpi sebab dia sudah terbangun sebelumnya. Namun, ia tidak memperpanjang karena sudah berjanji pada orang tuanya tidak akan denial tentang Arumi.

Selamat ulang tahun mas Liam

Mata Liam melebar mendapatkan pesan singkat dari nomor yang selama ini dia sematkan. Ia mengusap matanya berulang kali hanya untuk memastikan dia tidak halusinasi.

"Mama!" teriak Liam.

Hanya sekali teriakan tetapi berhasil membuat mama dan papanya datang, terlebih kedua orang tua Liam sedang menyiapkan kejutan.

"Ada apa Liam?"

"Liam nggak salah lihat kan? Ini dari Arumi." Memperlihatkan roomchatnya pada sang mama.

Senyuman Liam melebar melihat mamanya mengangguk. Ia segera membuka foto yang dikirimkan Arumi dan ia kenal lokasinya.

Pria itu berjalan cepat menuju balkon kamar dan mendapati seorang wanita sedang memegang cake juga balon warna-warni sehingga tidak terlalu melihat wajahnya.

Liam berlari ke luar kamar dan mengelilingi beberapa ruangan agar sampai di taman yang cukup jauh jika ditempuh dari kamarnya.

"Sial, kenapa rumah ini sangat besar," gerutu Liam dengan napas memburu.

Langkahnya baru memelan setelah sampai di taman. Jantungnya berdetak sangat cepat ketika wanita itu berbalik dan tersenyum padanya.

"Selamat ulang tahun mas Liam."

"Arumi." Liam melangkah dan langsung memeluk Arumi sangat erat sehingga balon di tangan wanita itu terlepas dan terbang setinggi mungkin.

Terjadi keheningan sesaat sebelum akhirnya suara tangisan Liam terdengar sembari memeluk wanita yang masih tersenyum.

"Happy birthday Sayang."

"Maaf, apa kamu terluka?" tanya Liam tanpa mempertanyakan kenapa wanita itu masih hidup, kemana dia selama ini sampai tega membuatnya menderita dan hampir putus asa dengan bunuh diri bersama pelaku.

"Aku baik-baik saja. Sekarang mas tiup lilinnya." Arumi mendorong dada Liam agar melerai pelukan tetapi pria itu enggang melepaskannya.

Bagaimana jika Liam melepaskan pelukan itu dan Aruminya menghilang? Mungkin saja ini adalah mimpi indah untuknya.

"Mas," panggil Arumi sekali lagi.

"Kalau ini memang mimpi biarkan aku tidur seumur hidupku agar bisa terus melihatmu," lirih Liam.

"Ini bukan mimpi mas. Arumimu kembali dan Arumimu nggak pernah benar-benar pergi dari hidupmu," jawab Arumi.

Liam perlahan melepaskan pelukannya, menatap wajah yang sangat dia rindukan selama beberapa bulan ini. Ia menyentuh pipi Arumi sangat pelan, menghapus air mata yang baru saja terjatuh.

"Jangan menangis Arumi."

"Mas juga menangis," balas Arumi dan tertawa kecil. "Ayo tiup lilinnya."

Liam mengangguk, segera meniup lilin di atas cake yang Arumi arahkan. Setelahnya ia mengecup kening wanita itu sangat lama. Memejamkan mata berharap semuanya bukan mimpi. Entah apakah bisa Liam melanjutkan hidupnya dengan normal setelah diberi harapan yang begitu besar seperti ini.

....

Mimpi nggak sih?

1
Nena Anwar
bhahaha emang enak kepergok sama camer omelin Om Rocky Tuan mudanya kapan lagi kan ngomelin Liam 😂😂
ken darsihk
😂😂😂😂😂 Di rumah tetap Rocky yng berkuasa atas anak nya
nuraeinieni
nikahkan cepat pak,supaya mereka bebas nyosor,,,😂😂😂😂
nuraeinieni
uuhh liam lagi model manja sama arumi,,,athur dan sofia seperti tommy and jerry saja,,,,😂😂😂😂
Ikaaa1605
Keciduk nih mas liam main nyosor ajaa🤣
Ikaaa1605
Semangat up mba othor
Nena Anwar
Arhan anak tirinya Eril ya thor
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: iya kak, jadinya nggak sepupu seayah
total 1 replies
Dew666
👑🍎
Teh Yen
konflik ringan aj Thor kan yg berat nya udh d awal hehe
nuraeinieni
tangammu sakit liam,tunggu saja kamu di omelin sama arumi.
nuraeinieni
kwkwkw kasian dirimu athur,,pacarmu ngambek
nuraeinieni
yg ringan aja thor biar enak di baca
Teh Yen
menikah saja dengan yg hadir hanya keluarga inti itu sudah cukup yah Liam
ken darsihk
Memang nya masih ada konflik lagi tbor , yang ringan 2 saja thor
Ikaaa1605
Yang ringan aja mba othor
Arsyad Algifari.
yang ringan aja lah Thor ..
Nena Anwar
yg ringan aja thor yg berat cukup berat badan aku aja 🤣✌️
Nena Anwar: maaf maaf thor ✌️😁
total 2 replies
Nena Anwar
semoga Liam dan Arumi hidup bahagia
sryharty
jangan hadirkan seaven lg ka
jijik
nuraeinieni
nggak apa2 sederhana,yg penting sah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!