NovelToon NovelToon
Reincarnation Of The Ancient Ruler

Reincarnation Of The Ancient Ruler

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:625
Nilai: 5
Nama Author: blueberrys

Dahulu kala, seorang Kaisar Kuno yang agung berhasil menyatukan empat kekaisaran dan menaklukkan dewa penguasa demi melindungi keseimbangan dunia. Namun, di puncak kejayaannya, ia dikhianati dan ditikam dari belakang oleh murid kesayangannya sendiri yang bekerja sama dengan sekte iblis, hingga raganya jatuh ke dalam lembah kegelapan. Sepuluh ribu tahun berlalu, sang Kaisar bereinkarnasi menjadi Shang Zhi, seorang bocah miskin yang hidup menderita di jalanan. Tragedi kembali menghampirinya saat ibunya tewas, memicu takdir baru ketika ia diselamatkan oleh seorang master misterius.



Perjalanan Shang Zhi menuju Perguruan Tian Long membawanya bertemu dengan Yun Xi, seorang gadis periang yang perlahan menumbuhkan benih romansa di tengah kerasnya pengembaraan. Namun, bahaya selalu mengintai saat kelompok perompak menyerang dan memaksa segel misterius dalam tubuh Shang Zhi bangkit, mengubahnya menjadi sosok buas yang tak kenal ampun demi melindungi orang yang dicintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blueberrys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bisikan dari kegelapan

Yun Xi tidak tahu bahwa jauh di cakrawala, di tengah badai pasir yang ganas, seorang pria dengan baju compang camping sedang mencengkeram erat sebilah pedang , matanya menyala dengan tekad yang sama. Pertarungan yang sebenarnya baru saja dimulai.

Langkah kaki Shang Zhi terasa berat, setiap tapakannya tenggelam ke dalam butiran pasir merah yang seolah-olah memiliki nyawa, berusaha menariknya ke bawah. Di hadapannya, Gurun Kematian membentang luas tanpa batas, sebuah lautan merah yang membeku di bawah langit yang mulai kehilangan cahayanya. Angin sore itu tidak lagi membawa hawa panas, melainkan hembusan dingin yang ganjil, merayap masuk ke celah-celah pakaian, menusuk hingga ke sumsum tulang.

Namun, bukan rasa dingin itu yang membuat bulu kuduk Shang Zhi berdiri.

Saat kegelapan mulai menelan cakrawala, suara-suara itu datang. Awalnya hanya berupa desisan samar, mirip gesekan pasir yang terbawa angin. Namun lama-kelamaan, suara itu berubah menjadi bisikan-bisikan ribuan lidah yang penuh kebencian. Mereka memanggil namanya, mengungkit setiap luka di masa lalunya, setiap pengkhianatan yang pernah ia terima, dan setiap tetes air mata kekasih nya yang harus ia lindungi.

"Masuklah... biarkan kegelapan ini memelukmu," bisik suara-suara itu, serak dan penuh amarah yang menuntut balas. Suara itu terasa seperti racun yang merayap di dalam pikiran, mencoba menghapus kewarasan dan menggantinya dengan kegilaan murni. Shang Zhi mencengkeram kepalanya, berusaha menghalau pengaruh iblis gurun yang ingin mencuci otaknya.

Tepat saat ia merasa hampir kehilangan pijakan pada realitas, sebuah gelombang energi yang berbeda menghantam batinnya.

"Bocah... Kemarilah..."

Suara itu berat, parau, dan membawa wibawa yang tak terbantahkan. Ia tidak berasal dari udara di sekitarnya, melainkan beresonansi langsung dari kedalaman jiwanya. Ini bukan bisikan penuh amarah seperti tadi ini adalah suara dari jurang waktu yang sangat dalam, sebuah panggilan dari entitas kuno yang telah tertidur selama ribuan tahun.

"Siapa di sana?!" seru Shang Zhi, matanya tajam menyapu sekeliling.

Tanpa berpikir panjang, kakinya bergerak sendiri, dipandu oleh denyut energi yang semakin kuat. Di tengah hamparan pasir yang , ia menemukan sesuatu yang mustahil: sebuah gua besar yang mulutnya dihiasi oleh kerangka hewan purba raksasa. Tulang belulang itu sudah memutih, namun aura kematian yang terpancar darinya sanggup membuat jantung siapapun berhenti berdetak.

Dengan keberanian yang dipicu oleh rasa penasaran dan takdir, Shang Zhi melangkah masuk.

Kegelapan di dalam gua itu terasa padat. Semakin jauh ia melangkah, udara semakin dingin, namun anehnya, ketenangan aneh mulai menyelimuti hatinya. Setelah melewati lorong-lorong batu yang lembap, Shang Zhi tiba di sebuah ruang luas yang berbentuk lingkaran. Di tengah-tengah ruangan itu, terdapat sebuah batu besar yang terlihat seperti altar alami.

Dan di sanalah ia berada.

Sebuah benda tertancap di puncak batu tersebut. Bentuknya menyerupai pedang, namun terbungkus oleh batu dan energi yang sangat pekat. Saat Shang Zhi mendekat, energi tersebut bergejolak hebat. Ledakan cahaya tiba-tiba memancar dari balik batu. Cahaya jingga keemasan yang menyilaukan mata menerangi seluruh ruangan, mengungkap bilahyang selama ini tersembunyi.

Gagang pedang itu... terpahat dengan rupa kepala naga emas yang sedang mengaum. Mata naga itu seolah-olah menatap langsung ke dalam jiwa Shang Zhi.

Tangan Shang Zhi gemetar saat ia mulai mengulurkan lengannya. Begitu ujung jarinya menyentuh dinginnya logam tersebut, sebuah ledakan aura melesat keluar. Pakaian Shang Zhi robek menjadi serpihan kecil, kulitnya terasa seperti disayat oleh ribuan pisau udara. Namun, ia tidak mundur. Ia mencengkeram gagang naga itu dengan kedua tangannya, urat-urat di lengannya menonjol, wajahnya memerah menahan tekanan energi yang mampu menghancurkan gunung.

"AAARGH!"

Dengan satu sentakan terakhir yang memakan seluruh energinya, pedang itu terlepas dari batu. Suara denting logam yang membelah keheningan gua itu terdengar seperti suara langit yang retak. Bersamaan dengan itu, kesadaran Shang Zhi direnggut paksa. Ia jatuh tersungkur, dunianya menjadi gelap.

Saat terbangun, Shang Zhi tidak lagi berada di dalam gua. Ia berada di sebuah tempat yang luas, tenang, dan tanpa batas, lautan spiritualnya sendiri. Di sana, ia melihat pemandangan yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup.

Sesosok bayangan agung berdiri di atas awan-awan hitam. Sosok itu adalah dirinya, namun dalam wujud yang jauh lebih perkasa: The Ancient Emperor. Di tangannya, ia memegang pedang naga emas yang sama. Dengan satu gerakan yang terlihat sederhana namun penuh kekuatan penghancur, bayangan itu mengayunkan pedangnya ke arah langit.

Sebuah entitas cahaya raksasa, yang tampak seperti dewa dari dimensi lain, menjerit kesakitan saat lengan cahayanya ditebas hingga putus. Ruang dan waktu di sekitar tebasan itu tampak terdistorsi, seolah-olah realitas itu sendiri merasa ngeri pada tajamnya bilah tersebut.

"Itu... itu pedang apa?" bisik Shang Zhi dengan suara serak, jiwanya bergetar melihat kekuatan yang begitu murni.

Tiba-tiba, sebuah suara asing merayap masuk ke dalam kesadarannya, membawa aroma kesunyian dan kehampaan.

"Bilah Kekosongan," suara itu menjawab, penuh dengan kebanggaan yang dingin. "Senjata yang diciptakan bukan untuk membunuh manusia, tapi untuk merobek realitas, memotong jalinan nasib, dan mencabik-cabik para dewa yang sombong."

Sesosok kesadaran dari pedang itu muncul, seolah bersujud di hadapan jiwa Shang Zhi. "Tuan... akhirnya kau kembali. Sepuluh ribu tahun aku membusuk dalam kesunyian, menanti tanganmu kembali menggenggamku. Kini, aku akan memastikan kita kembali ke puncak tertinggi, tempat di mana langit sekalipun harus tunduk pada kehendakmu."

Shang Zhi tersentak bangun di dalam gua. Napasnya memburu, keringat dingin membasahi tubuhnya yang kini hanya tertutup sisa-sisa kain pakaiannya. Ia melihat ke tangannya.

Pedang itu ada di sana.

Namun, tampilannya sangat jauh berbeda dari penglihatan tadi. Pedang di tangannya tampak tua, berkarat parah, dan gagangnya aus dimakan zaman. Tidak ada kilauan emas, tidak ada aura yang menggetarkan jiwa. Ia tampak seperti besi tua yang pantas dibuang ke tempat rongsokan.

Tetapi, saat mata Shang Zhi menatap bilah yang berkarat itu, jantungnya berpacu lebih kencang dari sebelumnya. Ia merasakan resonansi yang sama.

Ia kembali meraih gagang pedang itu. Seketika, sensasi dingin yang mematikan menjalari lengannya, diikuti oleh aliran energi ungu gelap yang menyengat seperti listrik. Karat-karat di bilah pedang itu seolah-olah "bernapas". Di bawah lapisan karat, terlihat retakan-retakan halus yang memancarkan cahaya ungu redup, seperti pembuluh darah seorang raksasa yang mulai berdenyut kembali.

Ini bukan sekadar senjata. Ini adalah kapsul waktu. Ini adalah penjara bagi kekuatan yang seharusnya tidak ada di dunia ini.

"Kau menemukannya," suara Ancient Emperor kembali bergema di kepalanya, kini dengan nada yang lebih jelas, lebih kuat, dan penuh kepuasan. "Bilah Kekosongan. Selama ribuan tahun ia menyembunyikan jati dirinya dari mata dunia, menunggu sang pemilik sejati. Kini, ia milikmu, bocah. Gunakan ia untuk merobek tirai langit, seperti yang kulakukan di masa lalu."

Shang Zhi berdiri tegak di tengah gua yang gelap. Ia merasakan aliran energi kehancuran mengalir dalam darahnya, sebuah otoritas tak terbantahkan dari seorang kaisar yang pernah menantang surga.

Dendam yang selama ini tersimpan di hatinya kini menemukan wadahnya. Ia menatap ke luar gua, ke arah gurun pasir yang masih dipenuhi bisikan iblis. Namun kali ini, bisikan-bisikan itu langsung terbungkam saat ia melangkah keluar.

Pedang ini adalah takdirnya. Pedang ini adalah janjinya untuk melindungi orang terdekat dan menghancurkan siapa pun yang berani menghalangi jalannya. Dengan Bilah Kekosongan di tangannya, Shang Zhi bukan lagi sekadar pemuda yang melarikan diriia adalah awal dari kehancuran bagi musuh-musuhnya...

...Bersambung.......

1
urrr🍈
aduh... sedihnya sampe sini🥹🥲
pinguin: author bilek : kasi senang aja dulu🤭
total 1 replies
urrr🍈
dalam bgt kata-katanya
urrr🍈
suka bgt sama cara penyampaiannya /Smile/
Adi tt
done
Adi tt
oke done
Adi tt
💪🤣🤣
book of novel
Bang, kalo boleh bertanya. Ini bab sudah berapa kali revisi?
pinguin: gapapa bg sama² berusaha, semangat 💪
total 3 replies
Adi tt
semangat BG di tunggu ch selanjutnya 💪
pinguin: okee makasi yaa
total 1 replies
Adi tt
lanjut bg semangat💪
pinguin: di tunggu yaaa
total 1 replies
Adi tt
done
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!