NovelToon NovelToon
Petualangan Zhang Xiuhan

Petualangan Zhang Xiuhan

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / TimeTravel / Fantasi Timur
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hashirama Senju

Sebuah pusaka terlarang melemparkan seorang pemuda ke dalam dimensi waktu yang berbeda. Pemuda tersebut adalah Zhang Xiuhan, seorang tokoh penting dalam peperangan besar antar dua kekaisaran. Zhang Xiuhan terjerembab ke dalam lorong waktu dan membawanya pada sebuah kehidupan baru yang sangat asing dan liar. Ia harus kembali ke masa di mana seharusnya dia berada karena sebuah peperangan masih menunggu kedatangannya, tetapi masa lalu ternyata menunjukkan sebuah fakta yang membuatnya terbelalak. Ia pun mencari tahu sebanyak mungkin tentang masa lalu sebagai bekal untuk kembali ke masa sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hashirama Senju, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 22_ Sebuah Jamuan

Zhillin yang telah pulih terlihat begitu ceria. Gadis itu menunjukkan suasana hatinya yang sedang sangat bahagia. Ia bahkan merasa perlu untuk memeluk atau menyalami para tahanan Jin Quo yang telah tiba di rumah Kang Jian.

Ia belum pernah merasa sedamai itu saat bertemu dengan rekan-rekan yang satu nasib dengannya. Biasanya, Zhillin selalu merasa sedih melihat para tahanan itu karena diperlakukan sangat kasar sepertinya. Zhillin tahu pasti hal yang dilakukan orang-orang Jin Quo itu sungguh menyakitkan.

Satu hal yang selalu berhasil membuat Zhillin menitikan air mata adalah jika ia mengingat rekannya yang terbunuh karena penelitian gila para penghuni Jin Quo.

Itu sebabnya, kini wajah Zhillin menjadi masam dan matanya tampak berkaca-kaca. Ia yang berdiri di samping jendela memang terlihat sedang memandangi sebuah pohon.

Namun sebetulnya pandangan Zhillin tengah kembali pada saat-saat dirinya melihat saudara sepupunya diseret seorang penjaga berotot, dengan dua orang penjaga lainnya sibuk mengayunkan pukulan juga cambukan yang menyisakan bekas merah di kulit.

Zhillin masih sangat ingat betapa menyedihkannya nasib sepupunya itu. Lebih menyedihkan ketimbang apa yang menimpa dirinya.

Setidaknya ketika melarikan diri dari orang-orang yang dulu ingin melenyapkan seluruh anggota klannya, Zhillin bisa berlindung pada kedua orang tuanya. Sedangkan sepupunya, yang ketika itu berhasil menyelamatkan diri karena diam-diam mengikuti keluarga Zhillin, tidak memiliki siapapun lagi sebab ayah dan ibunya sudah terbunuh.

Ketika itu An Shi, sepupu Zhillin, terlihat sangat menyedihkan, hanya diam dan tidak mengatakan apapun hingga berbulan-bulan. An Shi hanya menggeleng atau mengangguk untuk menjawab pertanyaan yang diajukan tanpa pernah mau mengeluarkan suara. Jika pertanyaan itu meminta penjelasan sebagai jawabannya, An Shi kecil hanya memberikan tatapan sayu tanpa senyum.

An Shi hanya mau berbicara dengan Zhillin. Ia menceritakan apapun yang ia rasakan tanpa ada jeda, bahkan seringkali sampai membuat Zhillin tertidur. Kebersamaan An Shi dan Zhillin membuat keduanya tumbuh menjadi saudara sekaligus sahabat karib tak terpisahkan.

Sampai pada akhirnya Patriark Bao Li menunjukkan wajah aslinya, dan mengubah masa kecil kedua anak itu menjadi kelam. Setelah kedua orang tua Zhillin tewas, An Shi dan Zhillin langsung dijebloskan ke dalam tahanan. Dan hari-hari yang begitu menyiksa sebagai kelinci percobaan di Jin Quo pun dimulai. Terus berlanjut hingga keduanya menjadi gadis remaja yang jelita.

Namun, semenjak tiga penjaga berotot membawa paksa An Shi dari sel tahanan, itu menjadi kali terakhir Zhillin melihat saudaranya. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada sepupunya itu. Tapi menurut kabar yang beredar di kalangan para penjaga tahanan, sepupunya telah tewas.

"Zhillin! Cepat kemari!" teriak Kim Ju menyadarkan Zhillin dari lamunannya.

"Baik!" teriak Zhillin menimpali.

Kim Ju dan Kang Jian memang tengah disibukkan dengan para pasien yang dicuri Zhang Xiuhan dari penjara Jin Quo. Dan Zhillin yang sudah sangat bugar, menjadi perawat dadakan yang membantu keduanya. Mengambil ini dan itu, membebat luka, menumbuk tanaman, menyuapi pasien, sampai dengan hal kecil seperti menyelimuti pasien dikerjakan Zhillin dengan penuh semangat.

***

Patriark Bao Li hanya diam di kursi kerjanya. Tapi orang-orang yang ada di sekelilingnya, semua tertunduk melihat sepatu masing-masing, sama sekali tidak berani menegakkan kepala.

Keheningan di ruang kerja Patriark Bao Li itu sungguh membuat mereka tidak bisa menenangkan detak jantung sendiri.

Mereka benar-benar merasa terancam nyawanya sebab musibah yang dialami organisasi Fengbao kali ini sungguh telah merusak segalanya. Sialnya profesi mereka sebagai penjaga Jin Quo menjadikan mereka sebagai pihak utama yang mesti bertanggung jawab.

"Semua ini salah saya, Patriark. Saat peristiwa itu terjadi, saya tidak berjaga dengan baik. Saya tertidur. Saya mohon, hukum saya saja dan maafkan mereka," ujar kepala penjaga sambil bersujud di depan meja kerja Patriark Bao Li.

Hal itu mendatangkan perasaan aneh di hati para penjaga yang bertugas pada saat Zhang Xiuhan membuat kekacauan di Jin Quo. Mereka merasa terharu, tidak tega, tetapi juga lega sebab telah ada orang yang mengajukan diri untuk disalahkan.

"Bangunlah kepala penjaga. Duduklah."

"Tapi Patriark... "

"Pelayan, hidangkan jamuan yang lezat untuk mereka di ruang tamu."

Tentu saja perintah dari Patriark Bao Li membuat para penjaga menjadi sangat terkejut. Mereka lekas-lekas menegakkan kepala dan saling memandang satu sama lainnya.

Tidak hanya mereka yang dibuat heran atas pernyataan Patriark Bao Li, para pelayan yang siaga di depan ruang kerja itu pun sempat kebingungan atas perintah yang mereka dengar, dan merasa perlu untuk saling bertanya memastikan bahwa telinga mereka masih bekerja dengan baik.

"Kalian sudah bekerja keras. Sudah sepatutnya kalian mendapatkan balasan yang pantas dariku. Tapi apa yang aku lakukan selama ini? Sekadar memuji saja aku tidak pernah. Aku memang pemimpin yang payah."

"Patriark..."

Kepala penjaga tersenyum haru. Ia sama sekali tidak menyangka jika Patriark Bao Li akan mengatakan hal demikian setelah apa yang terjadi di Jin Quo. Ia merasa baru benar-benar melihat sisi luhur dari atasannya.

"Ayo lekas ke ruang tamu. Aku memiliki juru masak yang cakap dan ahli. Dalam waktu sekejap saja, mereka sudah bisa menghidangkan makanan yang nikmat. Para pelayan pasti telah menyiapkannya."

Patriark Bao Li berdiri dan berjalan lebih dulu menuju ruang tamu dengan sangat berwibawa. Lelaki itu tampak sangat tenang dengan kedua tangan berpangku di belakang. Sama sekali tidak terlihat raut kemarahan di wajahnya.

Kepala penjaga pun bergegas berjalan di belakang Patriark Bao Li, diikuti para anggotanya. Mereka berjalan keluar ruangan dengan wajah yang sangat lain dari wajah mereka ketika masuk.

"Benar bukan dugaanku? Hidangan ini sudah siap, menunggu untuk disantap," ujar Patriark Bao Li tersenyum ramah pada kepala penjaga.

Para penjaga yang melihat meja penuh dengan makanan yang bermacam-macam jenisnya itu tiba-tiba langsung merasa sangat lapar. Dari sinar mata mereka jelas terlihat jika mereka sudah sangat ingin menikmati hidangan tersebut.

 

"Tunggu apalagi, duduk dan makanlah sampai kalian puas," kata Patriark Bao Li sambil menarik sebuah kursi hingga membuat jarak dengan meja.

"Patriark... " ujar kepala penjaga lirih. Lelaki itu kembali kaget karena tidak menyangka jika Patriark Bao Li menarikkan kursi untuknya.

Sementara itu, suara gaduh dari para penjaga yang berebut ingin duduk terlebih dahulu mulai terdengar. Mereka sudah sangat ingin mengisi perut mereka yang keroncongan.

Saat semua orang sudah siap dengan alat makan masing-masing, Patriark Bao Li masih berdiri dengan senyum yang tidak berkurang sedikitpun.

Entah bagaimana hal itu kemudian mendatangkan rasa was-was di hati para penjaga. Mereka menjadi ragu untuk menyantap makanan yang ada di hadapan mereka.

"Ayo, makanlah."

"Patriark tidak ikut makan?" tanya kepala penjaga yang juga khawatir ada racun di hidangan itu.

"Ah, tidak. Aku masih belum lapar. Bukankah makan terlalu banyak bisa membuat kita menjadi mudah mengantuk? Dan mengantuk di saat yang tidak tepat itu bisa sangat merugikan. Bukankah begitu, kepala penjaga?"

"Be.. benar, Patriark."

Kepala penjaga Jin Quo kemudian menelan ludah setelah menjawab pertanyaan Patriark Bao Li yang sepertinya memang ingin menyindirnya.

Wajah para penjaga yang semula bergairah ingin menghabiskan makanan di meja, berubah menjadi pucat setelah mengetahui bahwa Patriark Bao Li tidak ikut makan.

"Tapi, kalau kalian khawatir aku tidak ikut makan karena ada racun di dalam hidangan ini, aku akan memakannya sehingga kalian menjadi tenang."

 

Patriark Bao Li pun meminta pelayan agar mengambilkan makanan untuknya. Ia ingin mencicipi semua hidangan yang ada.

 

***

Setidaknya, tidak ada orang yang sepenuhnya baik, begitu juga tidak ada manusia yang sepenuhnya buruk. Sebagaimana Patriark Bao Li yang ternyata memiliki sebuah sisi kelam yang menjadi pemicu tindakan kontroversialnya. Orang-orang model Patriark Bao Li ini memang ada dalam versi kenyataannya, jadi ga cuma sebuah tokoh fiksi macam Joker, Madara, dkk. Kadang, kejahatan memang terasa bias bagi beberapa orang yang merasakan luka yang teramat dalam, contohnya saja sejarah pembentukan Pain oleh Akatsuki. Ya, katanya memang demi perdamaian, tetapi... Ya wes ngunulah pokoke intine, ketika kita mendapati ada orang yang berbuat jahat, tetaplah ingat, kejahatan dia tak mungkin ada di level 100%. Selalu ada sisi baik dari semua manusia, kecuali.... Kecuali keluarga TENRYUBITO!!!! I hate them wkwkkw

1
Dedi Mulyadi
Luar biasa
Yurika23
aku mampir ya kak ipus...suka bgt baca novel ka ipus ...
support novelku juga ya kak...mohon kritik dan sarannya....
M. Syafri
Lumayan
Ivan Sumampouw
koq ga menyerang balik ke kaisar ming 🫤
Munawir
Luar biasa
Abu Fadhila
Perbeda'an karakteristik antara penulis Novel Laki² & Perempuan, jika penulis novel seorang laki², biasanya cenderung membuat MC memiliki lebih dari satu pasangan, karna memang hal tersebut termasuk sifat dasar seorang laki², sedangkan jika penulis Novelnya seorang perempuan lebih cenderung membuat MC nya setia pada satu pasangan, karna sifat dasar seorang perempuan tdk mau berbagi (perempuan mana juga yg mau dimadu), tp dlm alur ceritanya jg kebanyakan Intrik, cinta bertepuk sebelah tangan, cita segi tiga dll. dlm alur cerita biasanya "sedikit dialog tp penjelasan sangat panjang.

Ini hanya sebatas pendapat saya sendiri, jd tdk perlu terlalu ditanggapi 🤣🤣🤣
Abu Fadhila
Benar² luar biasa, jika di'ibaratkan pepatah; "Sedikit bicara banyak bekerja", ini sungguh Novel yg sangat unik, utk satu kata; "Sial", penjelasannya hampir seperempat Bab, jadi pribahasanya; "Satu dialog seribu penjelasan". mantap👍🤣
Muhammad Kussairi
Luarbiasa dan Terimakasih untuk Nopel PPN dan PZX
Kuma Bear
Luar biasa
@gus j
gak besa di percepat
@gus j
iklannya terlalu memaksa
Mulyoto
bagusss
Khairul Azman Abdul Kahar
sebuah karya yg menarik utk dibaca
⚔️Perusuh⚔️
Cerita kultivator ngelantur jadi cerita roman picisan....
⚔️Perusuh⚔️
Pergi ke masalalu, kok ada kisah lain di ceritakan? Aneh sekali ceritanya....
⚔️Perusuh⚔️
Di cerita sebelumnya di akhir2nya cerita ini sudah di tulis sampe beberapa Chapter, terus kenapa di ulang2 lagi di sini??
Omang Q
/Good//Good/
Omang Q
👍👍
Wanta Ru
Biasa
Muh Ismar Tahsan
Mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!