NovelToon NovelToon
SUSUK JALATUNDA

SUSUK JALATUNDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Horor / Duniahiburan
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Naim Nurbanah

Misda terpaksa harus bekerja di kota untuk mencukupi kebutuhan keluarga nya. Saat Dikota, mau tidak mau Misda menjadi LC di sebuah kafe. Singkat cerita karena godaan dari teman LC nya, Misda diajak ke orang pintar untuk memasang susuk untuk daya tarik dan pikat supaya Misda.

Bagaimana kisah selanjutnya? Ikuti cerita novelnya di SUSUK JALATUNDA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naim Nurbanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Murid-murid lain menundukkan kepala, mata mereka tertuju ke lantai, tapi kata-kata itu jelas tertuju pada Wono. Wono sendiri menunduk dalam-dalam, bibirnya rapat, wajahnya berubah menjadi muram penuh beban dan pertimbangan yang dalam. Ketika azan subuh berkumandang, mereka semua bergegas ke masjid kecil di padepokan. 

Sunyi dan khidmat mengisi setiap sudut ruangan saat mereka sholat subuh berjamaah. Setelah salam terakhir, Wono melangkah pelan ke sebuah ruangan khusus yang tertutup rapat. Napasnya terdengar berat ketika ia bersujud di atas sajadah. Tangannya gemetar saat menyentuh kain itu, seolah beban dosanya terbenam semakin dalam ke dalam hati. 

Wono mulai menunaikan sholat taubat seratus rekaat, raut wajahnya penuh penyesalan yang terpatri. Hari-hari berikutnya, ia hanya ditemani suara lirih bacaan dzikir yang mengalun dari bibirnya. 

Setiap kali pintu terbuka untuk mengirim makanan, matanya tak pernah lepas dari kitab kecil yang ia genggam, menahan segala godaan untuk mengalihkan pandangannya. Perintah Ki Kusumo itu melekat keras dalam hatinya tanpa cela harus dijalankan.

Di ruangan lain yang remang-remang, Misda berbaring dengan tenang, tubuhnya terbungkus rapi dalam pakaian sholat yang menutupi auratnya. Beberapa anak muda, laki-laki dan perempuan, duduk mengelilinginya, suara mereka berirama membaca doa-doa ruqyah. 

Udara terasa berat, dipenuhi harap dan kekhusyuan. Tali kasar melilit tubuh Misda, menekan perlahan tanpa melukai. Meski terasa sempit, wajahnya tetap tenang, matanya sesekali terpejam, seolah berjuang melawan sesuatu yang tak terlihat. Di dalam diam, tekadnya membara ingin benar-benar membersihkan jiwa dari belenggu gaib yang selama ini mengurungnya. Saat seorang murid dari padepokan silat Ki Kusumo memberi arahan, Misda menuruti dengan penuh rasa percaya, walau perasaan gugup bercampur harap terus menghantui.

Di tengah lantunan ayat-ayat yang bergema, tubuh Misda tiba-tiba gemetar tak tertahankan. Kepalanya berputar, seolah dunia menjeratnya dalam pusaran yang kian mencekam. Ia ingin meronta, melepaskan diri dari tali tak kasat mata yang membelenggunya. 

Amarahnya membakar dada, ingin sekali ia berteriak menghentikan semua doa dan bacaan yang menimpa dirinya. Namun suara itu tercekik dalam dada, tak satupun santri yang mengalihkan pandangannya. Tatapan mereka tetap terpaku, seolah kemarahan Misda hanyalah angin lalu yang tak perlu didengar.

Murid-murid lain menundukkan kepala, mata mereka tertuju ke lantai, tapi kata-kata itu jelas tertuju pada Wono. Wono sendiri menunduk dalam-dalam, bibirnya rapat, wajahnya berubah menjadi muram penuh beban dan pertimbangan yang dalam. Ketika azan subuh berkumandang, mereka semua bergegas ke masjid kecil di padepokan. 

Sunyi dan khidmat mengisi setiap sudut ruangan saat mereka sholat subuh berjamaah. Setelah salam terakhir, Wono melangkah pelan ke sebuah ruangan khusus yang tertutup rapat. Napasnya terdengar berat ketika ia bersujud di atas sajadah. Tangannya gemetar saat menyentuh kain itu, seolah beban dosanya terbenam semakin dalam ke dalam hati. 

Wono mulai menunaikan sholat taubat seratus rekaat, raut wajahnya penuh penyesalan yang terpatri. Hari-hari berikutnya, ia hanya ditemani suara lirih bacaan dzikir yang mengalun dari bibirnya. 

Setiap kali pintu terbuka untuk mengirim makanan, matanya tak pernah lepas dari kitab kecil yang ia genggam, menahan segala godaan untuk mengalihkan pandangannya. Perintah Ki Kusumo itu melekat keras dalam hatinya tanpa cela harus dijalankan.

Di ruangan lain yang remang-remang, Misda berbaring dengan tenang, tubuhnya terbungkus rapi dalam pakaian sholat yang menutupi auratnya. Beberapa anak muda, laki-laki dan perempuan, duduk mengelilinginya, suara mereka berirama membaca doa-doa ruqyah. 

Udara terasa berat, dipenuhi harap dan kekhusyuan. Tali kasar melilit tubuh Misda, menekan perlahan tanpa melukai. Meski terasa sempit, wajahnya tetap tenang, matanya sesekali terpejam, seolah berjuang melawan sesuatu yang tak terlihat. Di dalam diam, tekadnya membara ingin benar-benar membersihkan jiwa dari belenggu gaib yang selama ini mengurungnya. Saat seorang murid dari padepokan silat Ki Kusumo memberi arahan, Misda menuruti dengan penuh rasa percaya, walau perasaan gugup bercampur harap terus menghantui.

Di tengah lantunan ayat-ayat yang bergema, tubuh Misda tiba-tiba gemetar tak tertahankan. Kepalanya berputar, seolah dunia menjeratnya dalam pusaran yang kian mencekam. Ia ingin meronta, melepaskan diri dari tali tak kasat mata yang membelenggunya. 

Amarahnya membakar dada, ingin sekali ia berteriak menghentikan semua doa dan bacaan yang menimpa dirinya. Namun suara itu tercekik dalam dada, tak satupun santri yang mengalihkan pandangannya. Tatapan mereka tetap terpaku, seolah kemarahan Misda hanyalah angin lalu yang tak perlu didengar.

1
Reni
astaga misda udah keblinger kebiasa pegang duit banyak Yo pasti bingung cuma dapat recehan 😬😬😬
Reni
huaaaaa wono kena jebakan Batman sinden kah ????? hayo lho ngerinya makane stop udah kerja g bener nikah udah
Reni
eeeeehhhhh lha terus yg dibawa siapa sinden kah ????
Reni
misda jujur aja sama wono siapa bisa bantu astaga mana sinden e makin intens masuk tubuh misda
Reni
eeeee Ki Jombrang mati karena sinden balas dendam 😬😬😬
berarti g perlu ritual dong emg diakal akalin Jombrang aja selama ini mereka itu biar Jombrang dapat duit dapat pelepasan gratis yahhhh kalian dibodohi Jombrang 😬😬😬 licik pinter si Jombrang
Reni
wono udah kena jerat susuk jalatunda mana udah ngerasain misda juga wes makin g bisa lepas
Reni
eeee diulang lagi ini sinden sinis kalo bertemu tatap sama wono tapi kok kalo misda teler diambil alih mesti ngajak gituan
Reni
sinden e pingin ikut party
Reni
udah banyak uang yang kalian dapat kenapa g stop udah berhenti kan udah ada modal tu untuk buka usaha
Reni
wahhhhh nyi sinden pingin mas wono 🤭
Reni
eeee apakah misda ditolong susuknya biar g dilecehkan ????
mungkinkah ini jln keluar misda dari jerat susuk bareng kang mas
Reni
astaga kalut tu mereka
Reni
Dona ketakutan , merasa bersalah dan merasa kehilangan 😭🤧
Reni
ternyata g segampang yg dibayangkan pasang susuk udah selesai ternyata byk yg harus dilakuin ngerinya ya
Reni
dukun encum kok didatengi
astaga 😬😬😬
itu kakek2 g butuh istri lha setiap wanita yg datang selalu dimintai itu kui dukun pedofil sejati dan hiper sepertinya 😬😬😬
Reni
astaga tiap yg datang diakalin sama Ki Jombrang buat hohohihe
udah bayar pake duit masih pake badan juga ckckkkk
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥: apa orang pinter nya cuma jombrang ya kak? yg emily itu juga jombrang kan ya terus sapa tuh saingannya Emily 😁 skrng Dona, Misda juga sama.
total 1 replies
Reni
yahhhh habis dah udah malah terperosok ke dukun
astaga duit duit duit dan duit bikin pikiran pendek nekat dan makin jauh dari keyakinan 😞
Reni
astaga ni cewek udah rusak kayae otaknya entengnya ngakuin udah gituan sama kakek2 g malu kah 😬😬😬
Reni
astaga amely setor badan malahan 😬😬😬
menang banyak tu Ki jombrang 😅🤣😂 dapat gratisan
Reni
mampir seperti e menarik
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!