Reykania cantika murni ia adalah gadis cantik yang sangat rupawan, tapi karna masa lalunya membuat ia menjadi gadis dingin dan Arogan pada pria tampan.
disisi lain ada pria tampan yang menjadi obsesi semua wanita bahkan dikalangan gadis sekalipun, pesona nya tidak bisa dibantah, banyak wanita dan para gadis pengusaha dan para model internasional begitu menginginkannya,
tapi mereka tau laki-laki tampan yang satu itu bukanlah laki-laki yang mudah untuk ditaklukkan hatinya. oleh karna itu, mereka hanya bisa berlomba-lomba ingin semalam saja bersamanya. berapa kalipun mereka berusaha sealu ditolak mentah-mentah yang awalnya mereka berfikir kalau Rezio Mahadiningrat juga pria normal yang memiliki hawa nafsu.
namun siapa sangka Gio bukanlah penjahat wanita karena dia memiliki ibu yang sangat ia cintai belum lagi adiknya yg berusia 17 tahun.
Gio percaya akan adanya hukum karma jika ia mempermainkan wanita ia takut adik tersayangnya juga dipermainkan oleh laki-laki lain.
ia memiliki seorang ratu dihatinya!
pertemuan singkat dimalam itu begitu terkesan olehnya hingga ia begitu terobsesi pada gadis itu..
siapakah gadis itu?
....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meminta Bantuan!
😊😊😊.....
Kania sudah selesai berdandan dia memakai baju yang dibelikan oleh Yoza, awalnya Kania tidak mau menerimanya tapi karna desakan dan bujukan 2 temannya itu, Kania jadi terpaksa menerimanya dengan syarat saat ulang tahunnya Kania Tahun besok Kania akan membelikan Baju mahal untuk Yoza.. Yoza tentu dengan senang hati menerima syarat Kania.
Bunyi klakson mobil terdengar oleh Kania.
buru-buru Kania mengambil tasnya dan berlari setelah mengunci pintu rumahnya.
Gio yang ada di mobil terpesona akan penampilan Kania buru-buru saja Gio mengubah wajah nya menjadi tenang seperti biasa saja.. Padahal Jantung nya berdebar saja tak karuan.
Tenang Gio kau tidak boleh memperlihatkan perasaanmu pada nya dulu... kau harus membuatnya bisa menerima mu.. Tuhan bantu aku.... Lunak kan hatinya untukku... Gumam Gio dalam hati, setelah menyuruh Kania memasang sabuk pengamannya.
Gio langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Hening...... Kania menoleh.. menatap ragu-ragu Gio..
"Kau ingin mengatakan sesuatu? " Tanya Gio tanpa melihat Kania.
Kania terlihat terkejut lalu dia menarik napas.
"Apa kau mengenal KeZio Adjabat?" Tanya Kania takut-takut. soalnya Pria di sampingnya ini dingin dan cuek bahkan dia ragu ingin minta bantuan padanya.
"Putra Pengusaha Adjabat? " Tanya Zio balik memastikan. Kania mengangguk kecil.
" Hm... Apa itu yang ingin kau tanyakan? kau ingin aku membantumu mendekatinya begitu? " Tanya Gio Lagi.
Kania menggeleng-geleng sambil tangannya menyatu memainkan Kuku-kukunya yang panjang cantik. Tanda dia takut-takut.
Kenapa ingin minta tolong padanya aku gugup sii.. takut... karna dia orang berpengaruh kali ya ... Gimana ya cara mengatakannya? tanya Kania dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya.
Gio melihat itu semua,, dahinya mengernyit lalu tersenyum miring, sepertinya dia mengerti maksud Kania ingin meminta bantuan padanya, tapi Gio milih pura-pura tidak tau.
"Katakan... ? Jangan takut... kan aku sudah bilang kita teman. " Tanya Gio yang terlihat fokus karna dia menyetir mobil.
Kania menoleh... Takut-takut dia berkata..
"Bisa kah kau pura-pura jadi pacarku di depannya.. Aku tidak mau dia terus mengejarku.. Akk-Akku mau dia mencintai teman kecilnya yang selalu ada untuknya. Gadis itu sangat Baik... " Jawab Kania panjang X lebar sambil mengalihkan pandangannya ke luar jendela, takut akan reaksi Pria itu.
ada apa denganku? kenapa aku bicara banyak padanya? aku tidak pernah sebelumnya bicara banyak pada Pria selain Pria penakut itu dan Pria disampingku ini. tidak apa, ini demi Mayrah. Aku capek lihat dia selalu berusaha menjodohkan aku dengan Zio. Padahal dia mencintai laki-laki itu.. Gumam Kania dalam hati dia menoleh takut-takut pada Gio yang tidak mengatakan apa-apa dari tadi.
Gio tersenyum manis saat Kania tidak menolehnya, buru-buru dia mengendalikan ekspresinya menjadi datar & tenang.
"Baiklah, aku akan membantumu tapi saat aku butuh bantuanmu untuk menjadi kekasih pura-pura ku, kau tidak akan menolaknya". Jawab Gio tenang menghanyutkan.
"Kau juga ada perempuan yang ingin kau hindarin? " Tanya kania memastikan.
Gio melirik dan mengangguk.
"Mereka hanya ingin uangku saja.. kekuasaanku saja. aku lelah menghadapi mereka.. aku juga ingin tenang tanpa di ganggu perempuan-perempuan itu. mereka bahkan berani mendatangi kantorku dan mengatakan pada seluruh kantor dan media kalau dia memiliki hubungan denganku.. Cihhh.... Jika aku jatuh miskin pasti mereka akan meninggalkan ku " Jawab Gio dengan mencibir di akhir.
iya juga ya.. kalau keluarga Mahadiningrat jatuh miskin pasti tidak ada perempuan yang mau disisinya. benar yang dikatakan Yoza dan Ranita tidak semua Pria yang semena-mena karna kekuasaannya tapi pria ini sepertinya juga trauma akan sesuatu dari perkataannya tadi seperti menyindir seseorang. Gumam Kania dalam hati.
"Kau pernah di khianati? " Tiba-tiba saja kata-kata itu lolos dari bibir Kania.
Kania langsung saja menutup bibirnya sedang Gio tersenyum tipis.
"Iya... !" Jawab Gio singkat.
Kania berbalik menatap Gio lalu beralih melihat hal yang lain.
"Baiklah asalkan kau bantu aku lepas dari Pria itu. " Sahut Kania tanpa menoleh ke arah Gio.
Gio melirik dan tersenyum.
Saat mereka sudah sampai Gio menyuruh Kania masuk duluan karna dia harus mengangkat panggilan penting. Kania berjalan meninggalkan Gio saat di depan pintu para pengawal menghadangnya.
"Maaf nona, dimana kartu undangan dan pasangan anda..? " Tanya pengawal 1
"Hm... kartu undangannya ada padanya.. pasangan saya sedang menelfon, dia menyuruh saya duluan." Jawab Kania.
"Kalau begitu Nona tunggu saja pasangan anda!., tempat ini masuk harus berpasangan dan juga menunjukkan Kartu undangannya Nona,, Kalau tidak maafkan kami !''. sahut Pengawal yang satunya.
Kania mengambil HP nya ingin menghubungi Yoza tapi tidak di angkat.
sepertinya dia sangat sibuk... bagaimana ini?... Tanya Kania dalam hati.
Dia berdiri di luar itu selama 30 menit bahkan dia sudah mulai kedinginan, karna baju yang di kenakan Kania bahunya terbuka.
Tak lama kemudian Gio datang, dia melihat Kania masih diluar..
Kenapa dia tidak masuk.. ohh.. astagahh kartu undangannya ada padaku... Tanya Gio dalam hati, segera saja dia berlari kecil mendekati Kania.
"Maaf.. aku lupa memberikan kartu undangan nya pada mu.. Kau jadi tidak bisa masuk ya? kenapa kau tidak menghubungi Yoza ? " Tanya Gio sambil melepas Jasnya dan memakaikannya pada bahu Kania.
sedangkan Kania kaget akan perlakuan pria itu tapi dia tidak bisa menolak karna dia memang sangat kedinginan.
"Tidak apa.. aku sudah menghubungi Yoza tapi tidak di angkat, sepertinya dia sangat sibuk! " Jawab Kania sambil mengeratkan Jas yang melekat di bahunya.
"Kalau begitu Ayo kita masuk..! " Ajak Gio dan Kania mengangguk kecil.
Para pengawal itu terkejut saat tau siapa pasangan Perempuan cantik yang mereka usir tadi langsung saja muka mereka pucat pasi. Gio menatap Tajam kedua pengawal itu.
huufff... hampir saja amarah ku meledak, Kania kan benci Pria yang menggunakan Kekuasaan. Gumam Gio dalam hati..
"Lain kali jangan berlaku tidak sopan pada perempuan, Jika kalian tidak mengenalnya kenapa kalian tidak bertanya siapa yang mengundangnya lalu salah satu dari kalian berlari menuju atasan kalian atau menanyakan pada orang yang mengundangnya untuk memastikannya bukan? .. " Tegur Gio pada kedua pengawal itu.
pengawal itu terdiam dan menunduk lalu mereka beralih menatap Kania.
"Maafkan Kami Nona... Untuk kedepannya kami akan melakukan nya sesuai permintaan Tuan Gio.. " Pinta pengawal 1 takut-takut,
dia takut Nona cantik itu tidak memaafkannya.
" I... iya Nona Maafkan kami..! " sambung pengawal satunya lagi.
Kania menatap Bingung kedua pengawal itu lalu beralih menatap pria di sampingnya itu yang menatap dingin pada 2 pengawal itu.
Apa yang dikatakannya memang benar ternyata dia tidak langsung memarahi mereka Justru memberi nasihat agar mereka berlaku sopan pada perempuan itu jauh lebih baik dari pada ada perempuan lain yang di perlakukan sama sepertiku sepertinya dia sangat menghargai perempuan.. gumam-gumam Kania di dalam hati lalu tersenyum tipis pada pria itu, beralih menatap 2 pengawal tadi..
"Iya tidak apa-apa pak... kalian hanya melakukan prosedur saja lain kali perlakukan perempuan lain seperti yang di nasehat Pak Gio ya?" Jawab Kania.
dia beralih menatap Gio.
Gio memberikan kartu undangannya dan mereka di persilahkan masuk tanpa membuka Isi Kartu Undangan itu. mereka tidak berani mencurigai Putra Mahkota Mahadiningrat itu mencari mati begitulah pikir mereka.
Gio dan Kania masuk di Rumah Besar Yoza.
Kania bahkan Kagum pada sahabatnya itu bisa tinggal di rumah kecil Kania, sementara dia memiliki Rumah yang sangat megah, Mereka menjadi Pusat perhatian, Karena Aura pemikat mereka benar-benar sangat kuat.