NovelToon NovelToon
PENDEKAR PEDANG DARI TIMUR

PENDEKAR PEDANG DARI TIMUR

Status: tamat
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Tamat
Popularitas:216.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yudhistira

Mu Yongsheng adalah jenderal Kekaisaran Dalu yang sangat setia. Tiba-tiba kekaisaran Dalu yang tenang itu menjadi kacau dengan kematian sang putri dan pengkhianatan yang di lakukan oleh sang perdana mentri.

Saat Mu Yongsheng membantu sang kaisar menyelamatkan diri dari kekacauan itu, dirinya terjatuh di dasar jurang hitam, hingga akhirnya bertemu dengan Zhaoyang seorang pendekar suci.

Pertemuan itu mengubah jalan hidupnya.

Bagaimana kisahnya?

Simak terus PENDEKAR PEDANG DARI TIMUR, dan dukung penulis dengan:

👉Like,
👉Rite dan
👉koment.

🙏Terima Kasih🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yudhistira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Bing Xiang.

Hongli membiarkan istrinya menangis dalam pelukannya sambil  meringis, menahan rasa sakit  saat tangan permaisuri Jiao menyentuh luka yang ada di punggungnya.

Jingmi  yang masih berada di luar ruangan lalu menutup pintu dari luar.

Di dalam ruangan.

Permaisuri Jiao  menatap wajah Hongli yang terlihat kesakitan.

" suamiku ada apa?"

" Hmm.. Istriku, kamu menyentuh lukaku," jawab Hongli  pelan.

Dengan segera permaisuri Jiao  melepaskan pelukannya, tetapi tindakan tersebut dihentikan oleh Kaisar Hongli  yang memeluknya dengan erat.

" Suamiku, kamu!?"

" Itu hanya luka fisik, lagipula juga sudah di obati."

Mereka berdua terdiam sambil berpelukan dengan erat dan merasakan kedamaian dalam keheningan itu.

" Istriku, bagaimana kabar Putri kita?"

Tiba-tiba mata Permaisuri Jiao berkaca-kaca,

" Suamiku, tenanglah. Putri kita ternyata masih hidup dan saat ini dalam tahap pemulihan, terutama memulihkan kesadarannya."

" Istriku, apa  yang sebenarnya terjadi pada Putri kita?"

Permaisuri  Jiao  lalu membawa Kaisar Hongli  duduk  di tepi ranjang, dan mulai bercerita.

" Suamiku,  ternyata Putri kita telah dicelakai  dengan menggunakan racun embun. Aku bahkan sudah meminta Jingmi untuk melakukan penyelidikan ini."

" lalu di mana Putri kita sekarang?"

" Saat ini dia dalam pengawasan dan perawatan para tetua. Suamiku, Lalu bagaimana dengan dirimu dan mengapa begitu lama tiba di tempat ini?"

Hongli menatap istrinya dengan lekat.

" Begitu banyak rintangan yang kuhadapi, karena semua orang menginginkan kepalaku,  jadi aku harus berhati-hati."

Permaisuri Jiao lalu berdiri dan memasuki kamar kecil lalu kembali dengan membawa satu baskom air hangat.

" Suamiku, Aku ingin kamu beristirahat tetapi aku ingin membersihkan tubuh terlebih dahulu." sambil  melepaskan pakaiannya satu persatu.

Matanya terbelalak saat melihat punggung kanan suaminya dengan lilitan kain, bahkan masih meninggalkan jejak luka berwarna biru pada kulitnya.

" Suamiku, Jelaskan luka ini padaku!"

" Itu adalah bekas panah yang berisi racun kalajengking biru. Aku bersyukur pada  Jenderal Yongsheng dan Huanran yang begitu setia menemaniku, menjaga,  merawat bahkan mempertaruhkan nyawa mereka demi keselamatan ku." suara Hongli lirih.

" Suamiku, lalu dimana mereka berdua?"

Kaisar Hongli  lalu menjelaskan semua rentetan peristiwa yang dihadapinya selama melarikan diri,  mulai saat dirinya terkena panah beracun saat memasuki gerbang jalan rahasia,  hingga mereka tersesat di hutan terlarang dan berbagai pertarungan yang dihadapi oleh Yongsheng   dan Huanran.

" Saat ini, kedua  Jenderal  itu sedang menjalankan misi untuk mengalihkan perhatian ke wilayah timur dan barat."

Permaisuri Jiao  hanya bisa menggelengkan kepala sambil membayangkan bagaimana setianya kedua Jenderal itu menemani suaminya.

" Istriku, Jenderal Yongsheng telah membuat pengakuan padaku, bahwa dia memiliki hubungan dengan Putri kita, Apakah kau mengetahuinya?"

Permaisuri Jiao tampak terkejut, " Apakah benar demikian?"

" Yongsheng sendiri yang mengatakannya di hadapanku. Istriku Apa pendapatmu?"

" Jika mereka saling mencintai,  mengapa tidak? Sebagai orangtua tentu aku menyetujuinya."

" Aku senang mendengarnya, lagi pula jenderal Yongsheng merupakan orang yang bertanggung jawab dengan loyalitas yang kuat serta kemampuan bela diri yang cukup tinggi."

Percakapan mereka terus berlanjut hingga permaisuri Jiao  selesai membersihkan tubuhnya.

" Suamiku, beristirahatlah aku akan menemanimu." sambil membaringkan diri di sisi Hongli dan   memeluknya dengan hangat.

****

Di tengah Hutan.

Huanran terus bergerak ke wilayah utara menuju gunung langit.

" Jenderal, kira-kira kita tiba di Gunung Langit berapa hari lagi?"

" Tiga atau empat hari lagi."

Keempat prajurit itu hanya bisa menggelengkan kepala.

" Mengapa kalian  seperti itu,  Apakah kalian  kelelahan?"

" Benar Jendral,  kami kelelahan dan kelaparan," Jawab  prajurit Ying  dengan jujur.

" Baiklah, tetap lanjutkan perjalanan, kita  akan mencari tempat penginapan terdekat."

" Baik Jenderal," jawab keempat prajurit itu dengan semangat.

Kali ini mereka dapat sedikit leluasa,  karena tidak ada lagi orang-orang yang mengejar dan mencari keberadaan kaisar Hongli dan mereka.

****

Tepi sungai Shenghuo.

Seorang gadis cantik bersama seorang pria tua sedang memancing di sungai itu.

" Guru, mengapa hari ini tidak ada ikan yang  menarik pancinganku?"

Pria tua itu hanya bisa terkekeh melihat tingkah gadis itu.

" Xiang er, kamu selalu tidak sabaran, mungkin ikannya sedang bermain-main hingga lupa jika ada makanan di depan mereka." goda sang guru.

" Guru, mengapa anda tertawa sedangkan tidak ada hal yang lucu di  tempat ini?"

Sekali lagi pria tua itu terkekeh.

" Xiang er,  mungkin  ikan-ikan  di sungai ini sedang mencari pasangannya, sehingga mereka lupa dengan makanan enak di hadapan mereka." 

" Guru, jangan sebut-sebut pasangan,  karena aku tahu  arah  pembicaran  guru yang masih ingin menjodohkanku dengan Pemuda lemah itu!"

" Hoho... Aku tidak mengatakannya. Jika kamu masih  mengingatnya itu berarti kamu menyukainya."

" Hais... Guru, anda memancing kemarahan ku!" ucapnya  lalu berdiri hendak meninggalkan tempatnya.

Tiba-tiba matanya terpaku pada sesuatu yang terapung di atas air.

" Guru, ada mayat  di sana!" Sambil menunjuk ke arah yang di maksud.

Sang guru lalu memincingkan matanya.

" Bagaimana mungkin!" ucapnya lalu terbang ke tengah sungai dan meraih  tubuh itu lalu membawanya ke tepi sungai.

" Guru!?"

" Dia tidak mati, tapi bagaimana mungkin, pedang ini bahkan telah   menembus tubuhnya."

" Guru, lihat!" sambil menunjuk rusuk kiri yang terluka cukup lebar.

Sang Guru mengedarkan kekuatannya lalu memperhatikan tubuh itu sekali lagi.

" Pedang, pedang ini  telah menjaga nyawanya tapi bagaimana mungkin!"

" Guru, Apakah kita akan menolongnya?"

" Xiang er, apa pendapatmu?"

"  Guru,  kita tolong saja dia."

" Jika demikian, kamu bawa tubuhnya."

" Ah... Guru, mengapa harus aku?"

" Kan, kamu  yang ingin menolongnya.  jika tidak, ya kita tinggalkan saja atau kita hanya hanyutkan kembali."

" Hais guru, anda sangat kelewatan. Membiarkan seorang gadis kecil sepertiku  mengangkat tubuh yang penuh dengan luka ini,  bahkan sebagian lukanya  juga sudah membusuk."

Sang Guru hanya tersenyum. Di dalam hatinya, dia sangat senang. Walaupun sifat Xiang  yang kasar dan keras kepala, tetapi dia masih  peduli dengan orang lain.

" Jangan katakan jika kamu menolongnya karena dia tampan?"

Bing Xiang  mendelik kearah gurunya.

" Guru,  ini nyawa, aku tidak bercanda."

" Hoho... Sekarang Xiang er juga bisa serius. Apakah kata-kataku  salah? Xiang er, pemuda ini  memang tampan. Oh iya, secara tidak langsung sekarang  dia  juga telah menyentuhmu," ucap  sang guru sambil tertawa.

Xiang menghentikan langkahnya, dan menatap sang guru dengan kesal.

" Eit, Jangan katakan kamu membenciku, karena aku tahu dengan tatapan itu,"  ledek sang guru sekali lagi sambil  melangkahkan kakinya dengan tenang meninggalkan Xiang yang menatapnya dengan kesal.

Xiang lalu membawa tubuh itu memasuki  sebuah gua yang cukup luas.

" Guru!?"

" Tentu saja aku akan menolongnya, letakkan tubuhnya di atas dipan itu!"

Xiang tidak menyangka,  Sang guru yang telah mendahuluinya ternyata sedang menyiapkan berbagai herbal untuk menolong pemuda tersebut.

" Lepaskan pakaiannya!"

" Guru!"

" buka bajunya saja."

" B- baik guru."

Xiang secara perlahan lalu melepas baju pemuda itu.

Tampak sekujur kulitnya telah lecet, dan terluka.

" Guru, bagaimana dengan pedangnya?"

" Biarkan saja, aku akan mengurusnya. Tugasmu adalah melumuri tubuh itu dengan ramuan ini." Sambil memberikan berbagai ramuan yang telah di haluskan.

" B-baik guru." lalu melumuri tubuh itu dengan perlahan.

" Ho..ho.. sebelumnya  dia tidak sengaja menyentuh mu, sekarang kamu dengan sengaja menyentuh tubuhnya."

" Guru!" sambil berdiri lalu meninggalkan Goa.

" Xiang er, Jika kamu pergi, tidak ada yang akan mengurusnya, karena aku akan keluar untuk mencari sesuatu yang aku perlukan untuk mengobatinya."

Gadis cantik itu melototi sang guru dengan kesal.

" Aku akan pergi. Jaga dan bersenang-senanglah dengan pacarmu itu." Dengan suara tawa yang menggema di sekitar tempat itu lalu menghilang.

1
Savira Rasela
*sambil
Berkat Asay: penggunaan nama sangat di sayangkan chaines
total 1 replies
Savira Rasela
*tuan
Savira Rasela
*mudah
Savira Rasela
*menghampiri
Savira Rasela
*beberapa
Savira Rasela
*kekhawatiran
Savira Rasela
*menyarankan
Savira Rasela
*Kaisar Hongli
Savira Rasela
*selanjutnya
Savira Rasela
*pertolongan
Savira Rasela
*terdorong
Savira Rasela
*lalu melihatnya
Savira Rasela
*Kekaisaran
Muhamad Hasbi
Luar biasa
Jimmy Candra
cerita nya pendek amat
Mas Bos
loh kok uda ga da kelanjutannya ...
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤: jangan berharap nak kalo baca di mangtoon/noveltoon
total 1 replies
Mas Bos
sikon akan bikin bingung yongsheng
krn cintanya tertuju pd jia li
Raja: o
. ,...
total 1 replies
Mas Bos
temu kangen dalam penderitaan
sungguh mengharukan
Mas Bos
pertarungannya kurang greget
Mas Bos
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!