Arini tak menyadari jika dirinya telah menjalin hubungan dengan laki laki beristri dan saat Arini tau jika laki laki yang iya cintai dan yang telah menghamilinya merupakan pria beristri Arini pun memilih untuk pergi dan menjauh.
Terlebih saat tau dirinya hanya akan di jadikan alat untuk bisa memberikan keturunan untuk istri laki laki itu Arini pun memutuskan merahasiakan semuanya dan itu juga yang menjadi landasan untuk Arini memilih pergi dari laki laki yang sudah menipunya habis habisan.
" kamu boleh pergi dari ku tapi jangan pernah bawa anak ku karena aku menginginkan anak itu " ucap laki laki yang dengan sengaja menghamili Arini demi bisa memiliki anak.
Apakah Arini bisa benar benar lepas dari laki laki itu atau kah Arini harus benar benar memberikan anak yang selama ini iya rahasiakan dan sembunyikan demi bisa lepas dari laki laki yang ternyata masih memiliki istri yang sah ?
Dan bagaimana sebenarnya hubungan laki laki yang menghamili Arini dengan istri sahnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman Yang Tersirat
Tangan dan mata mencoba fokus ke arah jalan dan kemudi mobil tapi pikiran Galuh terus berkecamuk memikirkan apa yang ibu dan Arini bahas tadi karena hingga saat ini Bu Devina belum memberitahu apa yang iya bicarakan dengan Arini tadi.
" kamu tenang saja, bunda tak akan mungkin membuat hubungan mu dan Arini menjadi semakin buruk tapi semua itu tetap kembali pada mu dan usaha mu untuk bisa memutuskan apa yang terbaik untuk kamu Arini dan Ghina " ucap Bu Devina yang paham apa yang sedang Galuh pikirkan dalam diamnya.
" hanya satu pesan bunda, jangan hanya Ghina yang menjadi alasan kamu bersama dengan Arini karena cinta juga perlu untuk membina rumah tangga yang harmonis dan bahagia " ucap Bu Devina menasehati.
" jangan hanya mencoba dekat dengan Ghina yang sudah jelas jelas anak mu tapi juga dekati ibunya dan sentuh hati ibunya dengan cinta dan perhatian yang tulus yang mungkin tak pernah kamu berikan dulu " ucap Bu Devina yang membuat Galuh melihat sekilas ke arah ibunya seolah ibunya sudah lebih banyak tau tentang Arini dari pada dirinya.
" apa Arini menceritakan semuanya sama bunda ?" tanya Galuh penasaran.
" ya bahkan yang tidak kamu ceritakan sama bunda pun Arini menceritakan semuanya " ucap Bu Devina.
" kenapa kamu sampai sejahat itu sama Arini ?" tanya Bu Devina yang tak habis pikir dengan kegilaan putranya yang sepertinya di buatkan cinta oleh Malika.
" andai kebohongan Malika terbongkar saat Arini masih bersama dengan mu mungkin bunda bisa merawat dan menjaga Ghina sejak masih dalam kandungan " ucap Bu Devina menyayangkan.
" andai saja " ucap Galuh yang tak akan mungkin bisa memutar waktu seperti apa yang kita inginkan.
" tapi apa kamu sudah yakin akan berpisah dengan Malika ?" tanya Bu Devina yang tau jika Galuh pernah sangat mencintai Malika yang menemaninya selama lebih dari tiga belas tahun.
" sudah tak adalagi yang bisa kami pertahankan karena Malika sendiri yang sudah menghancurkan kepercayaan yang Galuh berikan padanya " ucap Galuh yang sepertinya sudah sangat yakin dengan keputusan yang akan iya ambil untuk hubungannya dengan Malika.
Hingga tak terasa Galuh dan Bu Devina pun sampai di rumah mereka dimana Malika sedang menunggu ke datangan Galuh di teras rumah.
" Malika ?"
" bukan kah kamu sudah memintanya untuk pulang ?" tanya Bu Devina sambil turun dari mobil Galuh.
" kita lihat apa yang iya inginkan sekarang " ucap Galuh yang ingin tau tujuan kembalinya Malika ke rumah Bu Devina setelah Galuh meminta Malika pulang ke rumahnya.
" kalian dari mana ?" tanya Malika seolah tak terjadi apapun antara dirinya dan Galuh tadi.
" bukan kan mas meminta kamu untuk kembali ke rumah ?" tanya Galuh yang bahkan tak ingin menerima uluran tangan Malika yang ingin mencium punggung tangannya seperti biasanya.
" Malika ingin pulang sama mas " ucap Malika dengan wajah yang iya bisa begitu memelas.
" Malika tau dan Malika sadar jika Malika begitu egois selama ini " ucap Malika yang memilih kembali ke rumah Bu Devina untuk membujuk Galuh sebelum Galuh termakan hasutan orang yang tak menyukai dirinya.
" tapi cinta dan sayang Malika hanya untuk mas dan tak pernah sekalipun Malika mengkhianati mas dengan berbagi hati dengan siapapun seperti yang mas lakukan dengan wanita lain " ucap Malika menyindir Galuh.
" mas tau jika mas salah sudah menduakan kamu dengan Arini tapi apa yang mas lakukan demi kebaikan kita sedangkan yang kamu lakukan hanya demi ego yang kamu miliki " ucap Galuh yang sadar jika Malika sedang mencari pembenaran diri.
" jadi sekarang lebih baik kita hidup masing masing agar tak lagi saling menyakiti " ucap Galuh yang tetap ingin berpisah dari Malika.
" dan apakah mas ingin langsung menikahi wanita itu setelah kita berpisah nanti ?" tanya Malika yang mencoba menyembunyikan amarahnya karena Galuh lebih memilih wanita itu dari pada dirinya.
" bukan kah dia juga sudah mengkhianati mas dengan menyembunyikan anak kalian selama lima tahun ini ?" tanya Malika yang merasa Arini juga sudah mengkhianati Galuh tapi kenapa Galuh masih mau memaafkan Arini tetapi pada dirinya tidak.
" dia bukan mengkhianati mas tapi dia hanya seorang ibu yang tak ingin di pisahkan dari putrinya " ucap Galuh yang malah memberi jalan untuk Malika membalas apa yang Arini lakukan pada dirinya meski secara tidak langsung.
" baiklah, jika itu yang mas inginkan Malika akan pergi tapi Malika janji Malika akan membawa apa yang menjadi alasan kalian bisa bersama dan kalian tak akan bisa menemukannya lagi " ucap Malika baru setelah itu Malika pun memilih pergi dari rumah Bu Devina.
" apa yang sebenarnya Malika maksud ?" tanya Galuh pada dirinya sendiri.
" Bun, apa Bunda tau nomor handphone Arini ?" tanya Galuh yang hingga saat ini belum tau nomor Arini sejak mereka kembali bertemu.
" bunda tidak tau, bunda pikir kamu tau ?" tanya Bu Devina yang merasa Galuh begitu ceroboh hingga tak tau hal sepenting itu tentang Arini.
" yang Galuh punya nomor handphone Arini yang lama tapi nomor itu sudah lama tak aktif" ucap Galuh apa adanya.
" mungkin bukan tak aktif tapi Arini sengaja memblokir nomor mu agar kamu tak bisa menemukan dirinya " ucap Bu Devina yang mencoba memposisikan diri menjadi Arini jika sedang kecewa dengan seseorang.
" akan Galuh coba lagi " ucap Galuh yang berharap Arini memang masih menggunakan nomor lamanya hingga iya bisa mencoba lebih dekat dengan Arini lagi mulai saat ini.
Meski sempat ragu tapi Galuh tetap mencoba menghubungi nomor Arini yang ternyata untuk pertama kalinya setelah lima tahun berlalu nomor Arini kembali aktif meski Arini belum mengangkat sambungan telepon dari dirinya.
" om Galuh " ucap Arini saat melihat nomor yang baru satu jam yang lalu iya buka blokiran nya setelah lima tahun Arini memblokirnya.
" halo " sapa Arini yang tadinya sempat ragu untuk mengangkat sambungan telepon dari Galuh.
" terima kasih karena kamu masih mau menerima telepon dari mas " ucap Galuh yang sengaja memanggil dirinya dengan sebutan mas pada Arini.
" ada apa om ?" tanya Arini yang masih saja memanggil Galuh dengan sebutan om.
" Rin, jika kamu memanggil mas dengan panggilan om apa kamu bisa bayangkan bagaimana Ghina memanggil mas nanti ?" tanya Galuh yang mulai mencoba kembali meluluhkan hati Arini seperti apa yang ibunya sarankan.
" bunda... Bunda... " teriak Ghina dari luar rumah.
" Ghina !" teriak panik Arini saat sambungan teleponnya masih tersambung dengan Galuh.
" ada apa Rin ?" tanya Galuh dari sebrang telepon yang merasa telah terjadi sesuatu pada Ghina putri mereka.
" Ghina... Ghina... Kamu dimana nak !"
✍️✍️✍️ apa yang sebenarnya terjadi Ghina ? apa mungkin ini ada hubungannya dengan Malika yang tak terima dengan keputusan yang Galuh ambil ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘