Seorang gadis yang memiliki kelainan jantung sejak lahir, harus bertahan hidup sendiri membesarkan kedua adiknya.
Kerja keras dan banting tulang sanggup dia lakukan demi masa depan adik adiknya. Bahkan masa depannya sendiri tak pernah dia pikirkan.
Hingga suatu ketika keadaan memaksanya untuk menggadaikan harga diri serta hidupnya.
Dan dengan terpaksa harus menikah dengan orang yang tak pernah mencintainya.
Nah, untuk mengetahui kisah selanjutnya? Simak saja di karyaku yang terbaru berjudul
" Harga Diri Yang Tergadaikan ".
Selamat membaca, jangan lupa subscribe, like, vote, dan semua dukungan. 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewidewie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
Satu minggu telah berlalu.
Keadaan Felisa masih tetap seperti semula.
Nabila yang selalu sabar dan merawatnya, tanpa keluh kesah sedikit pun selalu setia di samping adiknya.
Malam itu udara terasa sangat dingin. Nabila memutuskan untuk menginap di rumah sakit sementara Erland bertolak ke Jepang tanpa sepengetahuan Rima. Keduanya pamit kepada mamanya akan pergi bulan madu setelah tertunda karena kematian om Reno.
Di Jepang tepatnya di kota Tokyo.
Erland turun dari pesawatnya dan langsung menuju tempat tinggal Revi dan ibunya.
Erland tidak memberitahu kedatangannya karena berniat memberikan kejutan kepada kekasih hatinya itu.
Sesuai alamat yang Revi berikan, tidak butuh waktu lama Erland yang pintar dan cerdas dengan mudahnya menemukannya.
Tok tok tok.
Ceklek.
Izumi membuka pintunya perlahan " Kamu Erland? Pacarnya Revi? Ayo masuk nak".
" Iya tante, Revi ada tan"
" Lho kok gak kasih kabar dulu sih, ini tadi Revi baru saja keluar" Jawab Izumi yang memang tidak tahu putrinya pergi ke mana.
Erland mendengus kesal namun tidak memperlihatkannya kepada wanita cantik diusianya yang tidak lagi muda itu.
" Sepertinya Erland tahu tante di mana Revi sekarang, karena ponselnya bisa aku lacak ".
Ucap Erland sambil mengotak atik ponsel mahalnya.
Izumi pun tersenyum dan mengangguk kemudian Erland pun pamit pergi untuk menemui Revi.
Tak butuh waktu lama, Erland pun dapat menemukan keberadaan Revi.
Erland sempat tercengang melihat google maps menunjukkan ke sebuah lokasi yang sangat mustahil bagi seorang wanita baik baik seperti Revi.
" Benarkah ini tempatnya, gak salah" Gumamnya sambil terus memutar mutar arah mapsnya tapi tetap tidak mau pergi dan tetap tempat ini yang menjadi lokasi terakhirnya.
" Kasino kelas atas yang menjadi sarang mafia dan penjahat kelas kakap" Batin Erland sambil berdiri menatap tulisan besar yang ada di pintu masuk gedung besar dan luas tersebut.
Dengan sedikit keraguan, Erland pun melangkah memasuki tempat itu dan alangkah tercengang dirinya hingga kakinya seakan lemas seketika. Di sebuah sofa panjang di antara para lelaki yang haus wanita seorang gadis duduk sambil menuangkan wine ke gelas satu persatu sambil bercengkrama dan tertawa.
Erland enggan untuk menyapa Revi yang sedang asyik dengan dunianya. Tapi sekilas mata Revi menangkap bayangan Erland yang melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
Revi tercengang dan beranjak kemudian berlari mengejar bayangan itu.
Hingga di jalan yang lumayan sepi bayangan itu berhenti dan membuat Revi terdiam membeku karena setelah cahaya lampu malam menerpa wajahnya, terlihat jelas kalau laki-laki itu adalah Erland.
" Erland "
Erland menoleh dan tersenyum menatap kekasih hatinya yang mematung.
" Erland, semua bisa aku jelaskan "
" Tidak perlu Revi, semua sudah jelas. Aku memang bodoh tidak menyadari betapa menderitanya dirimu setelah pindah ke sini hingga kamu bekerja seperti ini. Maafkan aku Revi ".
" Erland, sungguh itu bukan kemauan ku tapi tuntutan dan kebutuhan hidup yang membuatku berbuat nekat dan bekerja menjadi wanita penghibur seperti ini".
Erland tersenyum getir " Aku memiliki banyak uang bahkan untuk membeli kasino ini aku sanggup tapi kenapa kamu tidak meminta itu kepadaku. Kamu tahu aku sangat mencintaimu Revi"
Revi tertunduk sambil menyeka air matanya yang mulai mengalir " Maafkan aku Erland, memang aku yang bodoh hingga aku lupa memiliki pacar kaya seperti kamu".
Erland mendekati Revi kemudian memberikan sebuah kalung yang tadinya hendak dia kenapa namun urung karena kecewa dengan Revi yang rela menjadi wanita penghibur hanya demi uang yang seharusnya dia sanggup memberikannya.
" Ini adalah hadiah terakhir dari kamu Revi, aku kembalikan kepadamu dan ini ATM yang sudah aku isi 2 miliar, tolong tinggalkan pekerjaanmu. Tapi maaf Revi aku tidak mau menggunakan barang bekas jadi sekali lagi maaf aku tidak bisa lagi bersamamu" Ucap Erland kemudian pergi dengan rasa sakit di hatinya. Begitu juga dengan Revi yang hanya bisa menangis menyesali semua kebodohannya hingga terjerumus dengan kehidupan malam di kota Tokyo.
" Erland, maafkan aku. Sebenarnya sampai saat ini aku masih perawan dan aku menjaga tubuhku hanya untukmu tapi karena seseorang aku memang harus melakukan ini. Maafkan aku Erland semoga kamu bahagia dengan pernikahanmu " Gumam Revi dengan rasa sakit di hatinya yang tiada terkira.