NovelToon NovelToon
MINE

MINE

Status: tamat
Genre:Komedi / Dosen / Cintapertama / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: BumbleBee

"Cinta adalah hidup, hidup adalah Abigail" Nicholas Geonandes.

"Kau membuatku bahagia, dengan cara yang orang lain tidak bisa berikan" Abigail.

"Kebahagiaanmu adalah segalanya buatku" Bima Anggara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BumbleBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Melupakan

"Nicho..." teriak Abi mengejutkan semua orang yang berada dalam ruangan itu. Terkejut tapi juga lega begitu lah yang dirasakan orang yang menunggu Abi selama 3 minggu tidak sadarkan diri itu sejak kecelakaan yang menimpa mereka.

"Abi sayang kau sudah sadar?" Mama nya segera mendekati Abi dan sedikit menggoncang tubuh Abi agar segera membuka matanya. Dan secara perlahan mata itu pun mulai terbuka.

"Mama" panggilnya dengan suara lemah

"Iya sayang ini Mama" Mama Abi mengangguk dan tersenyum tapi matanya menangis

"Kenapa Mama menangis?" tanya nya parau

"Mama bahagia sayang. Akhirnya kau bangun setelah tidur cukup lama"

"Apa yang terjadi Mah, kenapa Abi ada dirumah sakit?" Abi mengedarkan pandangannya dan langsung mengetahui bahwa dirinya berada di rumah sakit setelah melihat ruangannya yang didominasi warna putih.

"Kau mengalami kecelakaan sayang" jawab Mommy nya. Abi terlihat berfikir memutar memorinya dan detik berikutnya ia kembali mengedarkan pandangannya mencari sosok seseorang. Suaminya.

"Nicho" gumamnya. Mama nya kembali terisak. Papa nya begitu juga Luna dan Bima segera mendekat. Papanya menarik Mam a nya kedalam pelukannya

"Apa yang terjadi pada nya?" Abi mulai tertular dengan tangisan Mama nya. Ia menatap Bima dan Luna untuk mendapat jawaban.

"Apa dia baik-baik saja?"

"Abi yang salah"

"Abi tidak mendengarkannya"

"Nicho menyelamatkan Abi. Lalu sekarang dimana suamiku? Kenapa kalian semua diam?" Abi meraung

"Abi tenang lah. Nicho baik-baik saja. Hanya saja.."

"Bawa aku menemuinya?" Abi menyela ucapan Bima

"Kau masih lemah Abi" Luna melarangnya. Abi menggeleng

"Aku ingin bertemu dengannya kak?"

"Tapi Abi..?"

"Sudah berapa lama aku tidur?" kembali ia menyela ucapan Bima

Bima menghela nafas

"3 minggu" jawabnya

"Nicho?"

"Dia juga baru sadar 1 minggu yang lalu" jels Bima

Abi tersenyum

"Syukurlah kalau begitu"

"Bisakah kakak membawaku kekamarnya?" Mamah nya semakin terisak begitu mendengar permintaan Abi. Abi mengernyit bingung kenapa Mama nya masih terisak disaat ia dan Nicho sudah sadar.

Bima menoleh menatap Papa Abi meminta persetujuan. Papa Abi menghela nafas berat dan kemudian menganggukkan kepalanya walau dengan berat hati.

"Bawa Abi menemui Nicho. Biarkan dia melihatnya sendiri" Abi semakin bingung begitu mendengar penuturan Papanya. Hatinya menjadi tidak tenang.

Bima segera mengambil kursi roda dan membantu Abi turun dari ranjangnya setelah sebelumnya memeriksa dan memastikan bahwa Abi sudah baik-baik saja. Mereka semua segera menuju kamar Nicho, kamar yang bersebelahan dengan kamar Abi.

"Buka pintu nya kak" pinta Abi pada Bima. Semua menarik nafas berat. Abi semakin penasaran ada apa sebenarnya yang terjadi.

"Kak..." desak Abi menarik ujung jas profesi milik Bima. Bima menunduk menatap Abi.

"Abi, aku harap kau kuat" ucapnya lalu mendorong pintu agar terbuka.

Hal pertama yang dilihat Abi adalah Mauryn yang sedang menyuapi Nicho dan mereka terlihat sangat bahagia. Tubuh Abi menegang. Ia bisa merasakan Bima mengusap bahu nya memberi kekuatan padanya.

"Apa yang terjadi?" lirihnya

"Nicho kehilangan ingatannya Abi" jelas Bima. Abi menggeleng tidak percaya

"Tidak. Dia tidak boleh melupakan ku" Abi menjalankan kursi roda nya sendiri untuk memasuki ruangan Nicho. Mommy dan Daddy Nicholas terkejut melihat kedatangan Abi begitu juga dengan Arya yang ternyata berada di dalam ruangan itu.

"Abi" Arya mendekat kepadanya. Nicho dan Mauryn segera menoleh begitu menyadari kedatangannya. Mata Abi dan Nicho beradu. Nicho mengernyit sedangkan Abi menatapnya dengan perasaan campur aduk.

"Cho..." panggil Abi

"Siapa dia?" Nicho bertanya kepada Mauryn. Mauryn menatap Abi dan ternyata Abi juga sedang menatapnya penuh kebencian.

"Adiknya Luna" Mauryn tersenyum menatap Nicho

"Luna punya adik?" tanya nya bingung. Mauryn mengangguk

"Kenapa kau tidak pernah mengatakannya Luna?" Nicho menatap Luna. Luna hanya bungkam

"Apa yang terjadi dengannya?" Nicho kembali menatap Abi yang sedang menatapnya juga.

"Apa kau tidak mengingat ku?" Abi merasakan sesak di dadanya.

"Kau mengenalku?" Nicho menunjuk dirinya. Abi mengangguk.

"Oh maafkan aku tapi sepertinya aku baru melihat mu hari ini" ucapnya penuh sesal.

"Dia adalah Abi. Mommy dan Daddy sudah menjelaskanya pada mu Nicho. Kau sudah menikah sayang. Dan Abi adalah istrimu" Momny Nicho berjalan menghampiri Abi dan merangkul bahu Abi.

"Mom..sudah ku katakan jangan mengatakan hal konyol seperti itu terlebih itu dihadapan Mauryn. Kau menyakitinya Mom" Nicholas mendelik kesal.

"Tapi kenyataannya memang seperti itu son?"  Daddy nya membenarkan. Sungguh ia tidak mempunyai wajah lagi dihadapan besannya. Keluarga Abi.

"Bagaimana bisa aku menikah dengan orang lain. Sementara aku mempunyai kekasih. Aku dan Mauryn saling mencintai dan kau, kau dan kau adalah saksinya" Nicho menunjuk Bima, Arya dan Luna bergantian.

"Tapi wanita itu sudah mengkhianati mu" Ucap Arya sinis

"Dan kau Mauryn apa kau tidak punya malu" Arya menatap Mauryn tajam

"Jangan menakutinya Arya" Nicholas mendelik tajam

"Sadarlah..kau menyakiti hati istrimu dengan membela wanita sialan itu" Arya menunjuk Mauryn tidak suka

"Wanita sialan yang kau katakan itu adalah kekasih ku Arya. Jadi aku minta perhatikan ucapanmu jika tidak pergilah dari sini" Nicho menatapnya sinis

"Aku harap kau tidak menyesal setelah ini" Arya menatapnya tak kalah sinis

"Seseorang dari kalian bisakah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi" Abi meminta tapi tatapannya hanya tertuju pada Nicho

"Bukan kah kakak mengatakan ia hilang ingatan. Lalu kenapa dia mengingat kalian semua?" Abi menarik lengan Bima tanpa menoleh kepadanya.

"Kenapa dia tidak mengingatku?" lirihnya

"Dia melupakan sebagian memorinya Abi dan sialnya itu memori tentang mu" jelas Bima. Abi mengangguk faham. Sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak jatuh.

"Apa kau sedang memanfaatkan keadaan?" Abi menatap Mauryn dengan nyalang. Nicho hendak protes tapi ucapan Abi kembali menghentikannya

"Diamlah. Ini urusan wanita" Abi menatap Nicho dengan datar.

"Apa kau ingin merebutnya dari ku?"

"Kau yang merebutnya dari ku?" Mauryn balik menuduhnya dan ucapan nya itu membuat seisi ruangan naik darah terkecuali Nicho tentu nya.

"Aku tidak pernah merebutnya dari mu. Dia lah yang memilih ku"

"Dan sekarang dia memilihku" Mauryn menyela ucapan Abi mengabaikan tatapan tajam yang tertuju padanya.

"Dan kau tahu Abi kau lah penyebabnya. Kau membuatnya celaka dan akhirnya dia kembali padaku"

"Kau yang membuat ku mengalami ini semua?" Nicho menatap Abi tidak percaya. Abi bungkam. Ia tidak tahu harus menjawab apa karna yang dikatakan Mauryn ada benarnya. Ia lah yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi.

"Apa wanita pembawa sial ini yang kalian katakan istriku?" Nicho tersenyum mengejek

"Perhatikan ucapan mu Nicholas. Apa kau tidak bisa menjaga mulutmu. Ucapanmu menyakiti hati keluarga Abi" tegur Bima tidak suka

"Dia tidak cantik"

"Bahkan tubuhnya sangat pendek!"

"Apa kalian yakin aku menikah dengan wanita ini atau kau memeletku?" Tuduh Nicho

"Nicholas!!" tegur Daddy nya tidak suka atas kelancangan putra nya itu.

"Maafkan putra ku Tn. Gunawan" Daddy nya mewakili putranya memohon maaf terhadap Papa dan Mama Abi yang hanya diam dari tadi.

"Sebaiknya kita pergi dari sini sayang" Papa Abi mendekat dan berniat mendorong kursi Abi.

"Tidak Papa..aku akan tetap disini. Dia suami Abi. Jadi Abi harus merawatnya"

"Tapi dia tidak mengingatmu sayang" Mamanya menangis

"Nicho pasti sembuh Mama jadi biarkan Abi merawatanya.

"Aku tidak butuh dirimu. Ada Mauryn yang merawatku"

"Uncle apakah aku boleh membenturkan kepalanya" ucap Arya seraya menatap Nicho dengan tajam

"Kau boleh melakukannya" Daddy Nicho menghela nafas kasar.

"Aku tidak menyangka amnesia bisa membangkitkan sisimu yang dulu. Brengsek!" ucap Bima tidak kalah sinis dari Arya.

T.b.C

1
Nidha Putri Luwu
cerita mu ini thor zdh ber ulang aku baca sangki suka ceritx
Nidha Putri Luwu
ini zdh 3 kali kembali baca ulang cerita mu ini thorr👍
Nidha Putri Luwu
😭😭😭
ilyas Baihaqi
Luar biasa
SisAzalea
wah bu emily,ngaku suaminya botakan/Sob/
palupi
terimakasih 💕🙏
Isabela Devi
semangat trus
Isabela Devi
ya knp ga kasih ingat bahwa Abi pernah nitip kucing sih
Isabela Devi
waduh Nicolas mo menunggu anak SMP 🤦
Rhyna e Krebo
mengharukan,menguras airmata 😭😭😍😍🥰🥰🥰🥰
Nana Colen
awas Kalou blk lg ke nicho, aku gk suka thor
Npy
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
nobita
aku mampir.. iyaa aku juga akan menunggu mu paman tamvann
HyunNieta
Luar biasa
ada
mewek trs nih...habis tisu aku kak... 😭😭😭😭
Riyu
🥹🥹🥹😭
ImNick
cerita ini apa ganti judul ya? koq ga ada di list novel km thor
Febri Ana
lanjuuttt
Umie Irbie
bulshit cintanya niko 😒😫
Mamanya Reza
disini yg biadab jelas si Nicho, cuma krna khilangan ingatan sementara, saat bersama Maurin dia menghina Abi, saat bersama Abi dia menghina Maurin, emang cuma manusia hina yg pandai menghina🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!