NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

Niat datang menghadiri acara pernikahan,dirinya harus berakhir menjadi Pengantin pengganti mempelai pria.Yang dimana Pria itu sangatlah dingin dan takdir membuat dirinya menjadi seorang istrinya.
Apakah semua berakhir dengan bahagia atau perpisahan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

"Yang penting kita bersyukur memiliki Nyonya begitu baik dengan kita." Dari mereka mengagumi kebaikan dari karina,tanpa mereka sadari dari belakang ada Karina yang mendengarkan obrolan mereka dari belakang pintu.

Reaksi Karina tersenyum mendengar obrolan mereka,"Aku pernah menjadi posisi mereka,saat aku harus berbagi makanan dengan adik-adikku di panti." Batin Karina yang seketika mengingat keluarganya yang ada di kampung.

"Bagaimana kabar mereka sekarang." Batin Karina yang merindukan ibu angkatnya dengan adik-adiknya yang ada di panti asuhan.

Siang hari

Posisi Karina berada di dalam kamar,dia masih asyik melihat foto-foto adiknya."Aku harus kesana mengunjungi ibu dan adik-adikku." Gumam Karina yang langsung keluar dari kamar untuk turun mengambil air minum.Di sisi lain Leo berjalan mendekat dan berhenti tepat didepan Karina.

"Sudah makan siang?" Tanya Leo, yang langsung membuat terkejut Karina melihat kehadiran Leo didepan pintu kamar.

"Bukannya kamu harusnya ada di kantor?"tanya Karina yang tampak kebingungan Kenapa Leo bisa ada di sini.

"Ini jam istirahat, aku pulang hanya ingin makan siang denganmu." Jawab Leo yang datang hanya bertujuan untuk makan siang bersama.

"Aku belum makan,memang kenapa?" Tanya balik Karina.

"Baiklah, kalau begitu kita makan bersama." Ajak Leo yang langsung menarik tangan Karina.

Akhirnya mereka berdua makan siang di ruang meja makan bersama, suasana berubah sedikit canggung.

"Nanti masih ada rapat lagi di perusahaan?"tanya Karina pada Leo.

"Masih."jawab Leo

"Kalau begitu kenapa pulang?"tanya Karina yang penasaran.

Tatapan mata beliau langsung beralih ke arah karina.

"Aku hanya ingin melihatmu."jawaban Leo yang langsung membuat Karina bengong.

"Mulai lagi."jawab Karina yang merasa bosan mendengar jawaban seperti itu.

Tiba-tiba saja Leo meresponnya dengan senyuman, setelah selesai makan siang Leo kembali lagi ke tempat kerjanya.

Sedangkan Karina hanya terdiam melihat Leo sudah berangkat kembali ke tempat kerjanya.

Malam hari

Karina baru saja keluar dari kamar dengan posisi lemas,"Mulai lagi." Gumam Karina yang merasakan sakit luar biasa di area perutnya.Sedari tadi Karina hanya tiduran sembari memeluk perutnya.

"Untung masih ada stok pembalut." Gumam lirih Karina yang menahan rasa sakit di area perutnya. Semakin lama perutnya semakin sakit, dan tampak wajah Karina makin pucat.

"Selalu begini tiap bulan." Karina selalu mengeluh karena sakit perutnya itu selalu menyiksa.

Tiba-tiba saja terdengar pintu terbuka dari arah pintu kamarnya, dimana Leo baru saja pulang dari tempat kerjanya.

Pandangan Leo tertuju pada Karina yang sudah tertidur di tempat tidur, sebelum itu Leo bergegas mengganti baju sekaligus membersihkan diri.

Setelah selesai dia langsung menghampiri Karina,"Sudah makan malam belum?"tanya Leo yang langsung saja ekspresinya berubah melihat kondisi Karina yang terlihat begitu pucat dengan posisi tangannya memeluk perutnya.

"Kamu kenapa sayang?"tanya Leo yang mulai khawatir dengan kondisi Karina yang sedikit pucat dan lemas.

"Biasa tamu bulanan."jawab Karina dengan suara lirih seperti sedang menahan rasa sakit.

"Maksudnya tamu bulanan?"tanya Leo yang semakin tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Karina.

"Biasa lagi haid."jawab karina yang terlihat begitu lemas.

"Mana yang sakit."terlihat ekspresi khawatir terlihat dari wajah Leo.

"Perutku sakit, semua badan sakit."Leo langsung memeluk Karina dengan kepalanya ia sandarkan ke badan.

"Apa kita ke rumah sakit saja."respon Karina hanya menggelengkan kepala.

"Tidak perlu, aku hanya butuh istirahat saja."Karina duduk lemas dengan posisi badannya ia sandarkan ke badan Leo.

Tiba-tiba saja karina merasakan sakit luar biasa di area perutnya hingga tangannya menggenggam erat bagian perutnya.

"Masih sakit?"tanya Leo yang semakin khawatir dengan keadaan Karina,reaksi Karina hanya terdiam sembari menahan rasa sakit luar.

Leo tak bisa diam saja, hingga ia terpaksa mengangkat badan Karina dan langsung mengantarkannya ke rumah sakit.Leo benar-benar takut jika terjadi sesuatu.

Setelah sampai dirumah sakit,Karina langsung ditangani oleh dokter dan memeriksa pasien.

"Bagaimana dengan keadaan istri saya?" Tanya Leo yang nampak ketakutan.

"Tuan tenang saja, semuanya sudah kami atasi ini hanya sakit nyeri menstruasi dan sudah kami berikan anti nyeri agar rasa sakit berkurang ." Mendengar jawaban itu, nampak sedikit rasa lega istrinya dalam keadaan baik-baik saja.

"Kalau begitu saya permisi dulu tuan." Pamit dokter itu yang baru saja selesai menangani pasien.

Posisi Karina sudah berada di ruang VIP di rumah sakit , kini Leo duduk disamping ranjang tempat tidur istrinya menunggu setia ada disampingnya sembari memegang tangan istrinya.

Tiba-tiba saja Karina membuka matanya,"Aku dimana?" Tanya Karina yang nampak kebingungan.

"Sekarang kita ada di rumah sakit." Mendengar posisi dirinya ada dirumah sakit nampak ekspresi Karina begitu kesal.

"Rumah sakit lagi."batin Karina sesekali menghela nafas pelan-pelan.

Leo mengambil segelas air minum untuk istrinya dan berlanjut istirahat lagi,"Aku ketakutan jika terjadi sesuatu denganmu."ucap Leo yang benar-benar khawatir dengan kondisi Karina saat itu.

"Kejadian seperti ini sudah menjadi hal biasa."jawab Karina dengan kejadian yang ia alami pun sudah sering ia alami.

"Mulai sekarang kamu harus banyak istirahat, Jangan sampai sakit seperti ini lagi. Aku takut ada apa-apa denganmu,sayang." Leo menunjukkan rasa khawatirnya pada Karina.

"Aku sakit seperti sudah menjadi hal biasa,tak perlu khawatir berlebihan seperti itu." Kata Karina dengan santai, kejadian ini sudah menjadi hal biasa seperti wanita umum mengalami hal itu.

"Tetap saja kamu harus berhati-hati,aku tak ingin kamu sakit lagi seperti ini." Leo benar-benar khawatir dengan kondisi Karina.

"Iya." Jawab singkat Karina.

"Bisakah,kita pulang sekarang." Karina ingin sekali pulang di hari itu juga.

"Malam ini kita akan menginap disini,aku akan menemanimu." Leo menolak keinginan dari Karina.

"Aku maunya pulang, untuk apa kita tidur disini memangnya rumah sakit ini milikmu seenaknya tinggal disini tanpa alasan yang jelas." Ucap Karina dengan nada kesal .

"Memang rumah sakit ini milikku." Mendengar jawaban,Karina langsung bengong.

"Apa kamu bilang."

"Aku bilang, memang rumah sakit ini milikku. Bahkan sebagian saham milikku juga ada di rumah sakit ini."Seketika Karina menepuk dahinya sendiri.

"Ya Tuhan jadi suamiku pemilik rumah sakit ini." Batin Karina yang baru mengetahui istilah lain dari suaminya, pengusaha ternyata di belakang Dia memiliki beberapa aset penting seperti memiliki rumah sakit dan beberapa usaha lainnya.

Karina tak menyangka jika di hidupnya dia akan hidup bersama seorang pria yang begitu diidamkan oleh wanita lain seperti memiliki kekayaan yang luar biasa, tapi bagi Karina semua Tak begitu berharga karena di matanya kehadiran keluarga adalah kebahagiaan yang paling terindah untuk hidup Karina.

1
partini
ga penting berarti banyak dong
apa dia Casanova huekkkk kasihan kau dapat suami posesif
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!