Sebuah surga impian yang baru saja dibangun terpaksa hancur karena kehadiran orang ketiga. Nadia Mustika Wijayanto harus menelan kenyataan pahit jika sang suami pulang dengan membawa seorang wanita yang merupakan madunya. Pernikahan yang dia kira sebagai surga, nyatanya berubah menjadi neraka. Nadia yang sedari awal tidak ingin dipoligami memutuskan untuk bercerai daripada harus berbagi hati dan suami.
Mengasingkan diri ke luar negeri dengan alasan ingin melanjutkan pendidikan menjadi pilihan Nadia setelah perceraian. Hingga akhirnya dia bertemu dengan sahabat lamanya tanpa sengaja. Devano Kazim Ravendra, pria dengan senyum lembut yang bisa membuatnya tertawa lepas setelah sekian lama.
***
" Terima kasih sudah menghancurkan surga yang aku impikan, Mas " ~ Nadia Mustika Wijayanto.
***
IG: gadis_taurus15
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Cantik Sekali ~ Devan
Keesokan harinya, Nadia bersiap-siap untuk pergi bersama dengan Devan yang seperti mereka janjikan kemarin. Dia sudah mengirimkan pesan pada Devan jika mereka bisa segera pergi sebelum hari semakin siang. Apalagi Nadia nanti siang Nadia harus mengikuti tes wawancara secara online dari pihak yang memberikannya beasiswa, sehingga lebih mereka pergi ke toko Asia secepatnya.
Hari ini Nadia memilih untuk menggunakan celana panjang longgar yang dipadukan dengan kemeja tunik berwarna abu-abu, dan tidak lupa jilbab pashmina berwarna hitam yang sudah terpasang rapi di kepalanya. Terlihat sangat simpel tetapi tetap sangat sopan dan tidak menampakkan bentuk tubuh Nadia. Bahkan, Nadia terlihat sangat cantik dan lebih segar karena sangat cocok untuknya.
" Lebih baik aku cepat keluar, mungkin sebentar lagi Devan akan sampai " gumam Nadia yang sudah siap.
Nadia mengambil tas miliknya lalu segera keluar dari kamarnya. Dia tidak ingin sampai membuat Devan menunggunya di depan gedung apartemen terlalu lama.
Ceklek.
Saat Nadia membuka pintu apartemen, dia dikejutkan dengan keberadaan seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Devan. Pria itu juga sama terkejutnya dengan tangan yang terangkat, sepertinya Devan baru ingin memencet bel yang ada di samping pintu.
" Astaghfirullah, Devan!! " pekik Nadia pelan sembari memegang dadanya yang berdebar karena terkejut.
Devan bergeming dan masih terdiam dengan pandangan yang terfokus pada wanita di hadapannya. Terpesona, mungkin itulah yang sedang terjadi pada Devan saat melihat Nadia. Sosok wanita yang sangat dia kagumi itu semakin cantik saja hingga mampu membuatnya tidak bosan-bosan untuk memandanginya.
" Cantik sekali... " puji Devan pelan dan tanpa sadar.
Tidak bisa Devan pungkiri jika Nadia adalah wanita paling cantik yang pernah ditemukannya dan mungkin juga paling cantik di hidupnya. Sungguh, tidak ada satu pun wanita yang bisa membuatnya terpesona hingga jantungnya berdegup kencang seperti gendang di genderang perang.
" Hah? Kenapa, Devan? Kamu bicara apa? " tanya Nadia yang sempat mendengar Devan mengatakan sesuatu tetapi tidak jelas.
Devan pun langsung tersadar lalu menurunkan tangannya dan menggelengkan kepalanya dengan cepat. Kecantikan Nadia membuatnya melupakan segalanya dan bersikap seperti orang bodoh.
" Tidak, Nad. Aku tidak bicara apa-apa " jawab Devan dengan senyum canggung.
" Kamu benar-benar sangat cantik, Nadia. Aku sampai terpesona dan tidak ingin mengalihkan kedua mataku dari wajahmu " batin Devan melirik ke Nadia diam-diam dan mencuri pandang.
Mana mungkin Devan mengakui jika dirinya terpesona dan tanpa sadar telah memuji Nadia. Tidak ada salahnya memuji seseorang, tapi Devan takut Nadia tidak akan nyaman saja.
" Kamu kok ada di sini? Kamu juga kok tahu di sini adalah unit apartemenku? " tanya Nadia pada Devan.
" Aku bertanya pada penjaga yang ada di depan dan dia memberitahu aku kalau unit apartemen kamu ada di sini " jawab Devan jujur.
Nadia pun mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.
" Sebenarnya kamu tidak perlu repot-repot menjemput aku sampai unit apartemenku begini, Van. Aku kan jadi sangat merepotkan kamu " ucap Nadia sembari mengunci pintu apartemennya.
" Tidak apa-apa kok, Nad. Sudah berapa kali juga aku bilang kalau aku sama sekali tidak merasa direpotkan, jadi santai saja " jawab Devan tersenyum.
Sebenarnya bisa saja Devan menunggu Nadia di depan gedung apartemen, tetapi dia sengaja menjemputnya hingga di depan pintu apartemen wanita itu karena sekaligus ingin mengetahui dimana letaknya. Jadi, lain kali dia bisa langsung datang tanpa bertanya atau menunggu Nadia terlebih dahulu.
" Kalau begitu kita beranggapan yuk! Sekitar sepuluh menit lagi bus-nya akan sampai " ajak Devan melihat jam di pergelangan tangannya.
" Iya " jawab Nadia.
Kemudian keduanya berjalan beriringan menuju lift untuk sampai di lobby apartemen dan pergi ke halte bus.
.
.
.
" Loh, Nadia? Mau kemana? " tanya Manda yang baru keluar dari lift bersama dengan Chris.
Sepertinya pasangan kekasih itu baru kembali mencari sarapan karena tadi memang sempat mengajaknya. Nadia tidak ikut mencari sarapan bersama mereka karena sudah menyiapkan susu dan sandwich untuk sarapannya.
" Mau ke toko Asia, Man " jawab Nadia.
Manda menganggukkan kepalanya lalu pandangannya beralih pada seorang pria yang berdiri di samping Nadia.
" You're Devan, right? What are you doing here? " tanya Manda pada Devan.
" Yes, I'm Devan " jawab Devan.
" Wait, wait, kalian saling mengenal? " tanya Nadia menatap Devan dan Manda bergantian.
Nadia cukup bingung melihat interaksi antara kedua orang itu dan Manda juga mengetahui nama Devan.
" Kenal sih tidak, tapi aku tahu Devan ini. Kami satu fakultas dan dia adalah mahasiswa terbaik di angkatan kami " jawab Manda yang cukup tahu siapa Devan.
" Lalu kamu? Kenapa bisa kenal dan bersama dia? " tanya Manda yang cukup penasaran.
" Kami sahabat lama saat sekolah dasar dulu, dan tidak sengaja bertemu di depan minimarket kemarin. Aku bersama Devan karena dia akan menemani aku ke toko Asia " jawab Nadia.
Nadia memang tidak pernah menceritakan tentang Devan yang merupakan sahabatnya, kecuali pada keluarganya.
" Aku juga cukup tahu kalian berdua, Chris dan Manda, pasangan paling fenomenal satu angkatan " ucap Devan yang pernah beberapa kali mendengar dan melihat pasangan kekasih itu.
" Hmm, kamu bisa saja, Bro. Ya walaupun memang kami cukup terkenal " jawab Chris tersenyum bangga.
Devan dan Nadia pun hanya tersenyum saja mendengar itu, apalagi melihat Manda yang tersentuh malu.
" Nad, ayo! " ajak Devan pada Nadia.
Dia takut jika sampai mereka tertinggal bus dan harus menunggu bus selanjutnya yang mungkin baru tiba sekitar satu jam lagi.
" Manda, Chris, aku dan Devan duluan ya " pamit Nadia pada pasangan kekasih itu.
" Iya, kalian hati-hati ya " jawab Manda.
Devan dan Nadia pun menganggukkan kepala mereka.
Setelah itu, keduanya segera masuk ke dalam lift. Mereka harus cepat agar bisa sampai di halte bus tepat waktu.
***
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Tolong follow akun NT saya " Gadis Taurus " ya 😘