NovelToon NovelToon
Perjalanan Cinta Dokter Zonya

Perjalanan Cinta Dokter Zonya

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Duda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Paksaan Terbalik / Naik ranjang/turun ranjang / Dokter / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.4
Nama Author: Ratu jagad 02

9

Pernikahan adalah cita-cita semua orang, termasuk Dokter Zonya. Namun apakah pernikahan masih akan menjadi cita-cita saat pernikahan itu sendiri terjadi karena sebuah permintaan. Ya, Dokter Zonya terpaksa menikah dengan laki-laki yang merupakan mantan Kakak Iparnya atas permintaan keluarganya, hanya agar keponakannya tidak kekurangan kasih sayang seorang Ibu. Alasan lain keluarganya memintanya untuk menggantikan posisi sang Kakak adalah karena tidak ingin cucu mereka diasuh oleh orang asing, selain keluarga.

Lalu bagaimana kehidupan Dokter Zonya selanjutnya. Ia yang sebelumnya belum pernah menikah dan memiliki anak, justru dituntut untuk mengurus seorang bayi yang merupakan keponakannya sendiri. Akankah Dokter Zonya sanggup mengasuh keponakannya tersebut dan hidup bersama mantan Kakak Iparnya yang kini malah berganti status menjadi suaminya? Ikuti kisahnya

Ig : Ratu_Jagad_02

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu jagad 02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Sean fokus pada kemudinya. Ia masih belum berani membuka pembicaraan pada Zonya, setelah apa yang terjadi di rumah keluarga Nugroho tadi. Hingga beberapa saat setelahnya, akhirnya mobil mereka 'pun tiba didepan rumah. Zonya langsung turun dari mobil untuk membawa Naina masuk, sebab anak itu sudah terlelap sejak mereka meninggalkan kediaman Nugroho tadi.

Ya, tadi saat Sean keluar dari toilet kediaman Nugroho, ia melihat Zonya yang tampaknya tidak diperlakukan baik oleh sepupunya. Namun bukannya melawan, Zonya malah memilih pergi dan menghindar. Namun begitu acara syukuran selesai, Zonya langsung kembali mendekati kumpulan sepupunya dan langsung memulai keributan. Walau pada akhirnya Zonya yang menang, tapi semua pihak keluarga menyalahkan Zonya, karena menganggap Zonya benar-benar pembuat masalah.

Flashback.

"Zoe! Kau benar-benar pemberontak!" ucap Tante Kikan. Ibu dari Astrid, sekaligus wanita yang menanyakan perihal kehamilan pada Zonya tadi.

"Aku tidak bisa kalian tindas begitu saja" ucap Zonya tajam setelah berhasil melukai Astrid.

"Kak..." Tante Kikan berteriak memanggil Bunda Gita dan Ayah Ardan. "Lihatlah putri kedua kalian ini, sangat tidak mencerminkan diri sebagai direktur rumah sakit. Bahkan dia jauh lebih pantas disebut preman daripada Dokter."

"Jaga ucapanmu!" kecam Zonya.

"Zoe!" teguran keras Ayah Ardan langsung bergema. Namun Zonya tidak menunjukkan rasa takut sama sekali. "Dia Tantemu, adik Ayah. Tunjukkan sopan santunmu."

"Pada Ayah dan Bunda 'pun, aku bisa tidak berlaku santun kalau kalian kelewatan" balas Zonya sengit. "Dengar Yah, aku tidak perlu menjelaskan duduk permasalahnnya pada Ayah, karena Ayah tidak akan pernah percaya dengan apapun yang aku katakan. Tapi yang pasti, aku berani bersumpah bahwa aku tidak bersalah."

"Masih berani kau mengatakan tidak bersalah setelah membuat putriku patah tulang, ha?" teriak Tante Kikan.

Sean baru akan mendekat untuk melerai pertengkaran antara Zonya dan keluarganya. Karena bagaimanapun, secara hukum dan agama, Zonya adalah istrinya. Itu artinya sudah menjadi tugasnya untuk melindungi wanita itu.

"Mas Sean..."

Sean menghentikan langkah, "Anggi?" ia terkejut melihat kedatangan Anggi yang membawa Naina dalam pelukannya.

"Jangan hiraukan ucapan Ayah dan Bunda. Tolong langsung bawa saja Kak Zoe pulang," Anggi menyerahkan Naina kedalam gendongan Sean. Meskipun bingung, akhirmya Sean mengikuti saran Anggi dan langsung menarik Zonya pergi.

*

"Zoe," Sean menyusul langkah Zonya yang sudah ada di depan kamar. "Setelah ini aku ingin bicara."

"Baiklah," Zonya langsung masuk ke kamar untuk membaringkan Naina. Begitu memastikan Naina benar-benar lelap, Zonya langsung kembali keluar dan duduk bersama Sean di ruang keluarga.

"Ada yang luka tidak?" tanya Sean, teringat tadi Zonya membuat keributan dengan sepupunya, hingga membuat suasana riuh.

"Tidak, justru aku yakin kalau Astrid tadi lebih memprihatinkan. Tangannya pasti patah karena tadi aku memelintirnya," ucap Zonya.

Entahlah, Sean tidak bisa menebak apakah ucapan Zonya adalah kalimat kebanggaan atau justru ungkapan penyesalan. "Sepertinya, sepupumu tidak menyukaimu?" tanya Sean.

"Kalau hanya sekedar tidak disukai sepupu, itu hal yang biasa, Mas. Yang luar biasa itu adalah tidak disukai oleh orang tua sendiri," ucap Zonya santai.

"Maksudnya?"

"Akan sangat sulit untuk membuat Mas mengerti," Zonya menghempas punggungnya pada sandaran sofa sembari menghela napas dalam.

"Kenapa?"

"Karena Mas adalah anak tunggal, dan yang akan aku ceritakan adalah mengenai anak ke-dua."

"Lalu apa bedanya? Bukankah semua orang tua pasti akan menyayangi anaknya?"

"Pasti," Zonya mengangguk yakin. "Tapi tidak semua orang tua bisa berlaku adil dalam memberikan kasih sayang untuk anaknya."

Sean semakin dibuat bingung dengan arah pembicaraan Zonya yang menurutnya begitu berbelit-belit. Zonya yang menyadari kebingungan Sean hanya tersenyum tipis. Ia kembali menghela napas dan menghadap langit-langit ruang keluarga.

"Menjadi anak ke-dua itu sulit Mas. Diatasnya ada Kakak yang harus ia hormati, dan dibawahnya ada adik yang harus sayangi. Anak ke-dua berada ditengah-tengah. Ia hanya akan bahagia setelah bisa memastikan kebahagiaan kedua saudaranya. Namun demi menciptakan kebahagiaan untuk saudaranya, ia membutuhkan kekayaan hati seluas samudra," Zonya melirik Sean sebentar, sebelum kembali melanjutkan ucapannya. "Kaya hati itu bukan berarti mencintai dengan sepenuh hati, tapi itu adalah kata yang mewakilkan ungkapan pengorbanan yang luar biasa. Dalam keluarganya, anak ke-dua memikul dua beban berat sekaligus, yaitu sebagai adik yang harus selalu mengerti keadaan Kakaknya, dan sebagai Kakak yang harus selalu mengalah pada adiknya."

Zonya memalingkan wajahnya dan menghapus air mata yang mengalir tanpa permisi. Begitu memastikan tidak ada lagi jejak air mata di pipinya, ia kembali menghela napas demi mengurai rasa sesak di dadanya. Setelah itu, ia mulai kembali melanjutkan ceritanya

"Anak ke-dua itu sangat ingin dimanja dan diperhatikan, tapi orang tuanya selalu mementingkan keberadaan anak pertama dan memperhatikan keadaan anak bungsu. Karena bagaimanapun, anak pertama kebutuhannya pasti akan lebih banyak dan anak bungsu selalu menjadi prioritas karena dia adalah lautan cinta terakhir bagi orang tuanya. Dan aku... Aku diajarkan untuk mandiri, dipaksa untuk bisa setara dengan prestasi anak pertama dan selalu dituntut untuk memomong dan menjadi contoh yang baik untuk si bungsu. Lalu, siapa yang akan mengerti tentang aku? Apakah aku harus curhat dengan diriku sendiri, lalu menenangkan diri sendiri, setelah itu mencoba untuk menyemangati diri sendiri secara terus-menerus? Aku bisa gila, Mas."

Air mata yang sejak tadi Zonya tahan akhirnya luruh bersamaan dengan rasa sesak yang kembali menghimpit dadanya. Ketahuilah bahwa ia tidak sekuat itu. Selama ini, sosok Zonya galak hanyalah topeng untuk menipu semua orang. Ia seakan ingin mengatakan pada semua orang bahwa tanpa kasih sayang dan dukungan dari orang tua 'pun, ia pasti akan sukses dengan caranya sendiri.

Namun apa yang terjadi pada hidupnya lagi-lagi adalah sebuah ketidak-adilan. Nasila yang saat itu berkeinginan menjadi seorang sekretaris, meminta izin kepada Bunda Gita dan Ayah Ardan untuk memilih jenjang karier yang berbeda dari kedua orang tuanya. Pada akhirnya, segala keinginan anak pertama akan selalu dikabulkan.

Jarak usia antara Zonya dan Nasila yang hanya selisih dua tahun, membuat Ayah Ardan mendidik keras Zonya untuk menjadi seorang Dokter hebat agar bisa menggantikan dirinya untuk memimpin rumah sakit, karena tidak ada harapan lain selain Zonya. Sebab, Anggi saat itu masih berusia 19 tahun, dan akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menunggunya menyelesaikan pendidikan dan memulai karier dalam dunia kedokteran. Karena hal itulah, Zonya bahkan tidak diberi kesempatan untuk mengutarakan keinginannya dalam berkarier sedikitpun.

"Apa rasa iri pada Nasila dan Anggi itulah yang akhirnya membuatmu menjadi gadis pemberontak?" tanya Sean.

"Aku tidak ingin seperti ini," ucap Zonya terbata. "Tapi kalau aku terlihat lemah, maka orang-orang disekitarku akan menindasku. Menjadi gadis pemberontak adalah satu-satunya caraku melindungi diri. Ayah dan Bunda memang tidak gagal mendidik aku dengan keras agar menjadi kuat dan siap, tapi mereka gagal memahami isi hati dan perasaanku. Tidak ada anak yang berani melawan orang tuanya di dunia ini, tapi rasa tertekan oleh pikiran dan emosi, membuat anak membutuhkan pelampiasan."

1
Si Memeh
bagus cerita nya thor
Elara: Alhamdulillah, terima kasih Kak🙏
total 1 replies
ayu cantik
kisah kkknya Anggi
Elara: Betul sekali, Kak. Betah-betah ya bacanya, maaf kalau masih banyak typo atu mungkin feell cerita yang ngga ngena di hati. Thank you karena udah baca/Kiss/
total 1 replies
Endang Sulistia
maunya jahit mulutnya Zoe..
Elara: Kenapa?
total 1 replies
Anonymous
😂🤭
Anonymous
🤣🤣🤣
Elizabeth Zulfa
emang nadila meninggalnya knpa yoh
Elara: Lanjut baca bab berikutnya ya, biar tau jawabannya. Oh iya, mampir juga di karya terbaru aku, judulnya Reveal The Facts/Rose//Plusone/
total 1 replies
Elizabeth Zulfa
kita sama zonya.... krna aq pun prnah sempat brpikir dan merasakan sprti itu... bahkan disaat kamu gak melakukan apapun pun tetap diiri sama si bungsu.. pdhl klo dirasa pun kita sbgaibank kedua brusaha selalu bisa mandiri dri kecil tpi rasa2nya semua itu blm cukup bagi sebagian orang trutama sodara kita sndiri
Elizabeth Zulfa: ho'oh
total 2 replies
echa purin
👍🏻
Zulfi Sufairoh
Kecewa
Zulfi Sufairoh
Buruk
Umi Maryam
thor aku minta anak nya zou itu kembar laki2 semua yah ,kan baru tiga minggu bisa nambah dong , 🤭🤭🤭
Elara: Hihihi novelnya udah tamat Kak, jadi ngga bisa direvisi ya.
total 1 replies
Elara
Hai semuanya, terima kasih atas dukungan kalian atas karya aku ini ya. Jujur, ini karya aku yang pling rame pembaca dan paling banyak hujatan/Facepalm/tapi ngga papa, yang penting rame/Grin/
Btw, jangan lupa baca karya-karya aku yang lain ya, terutama karya-karya terbaru aku. Love banyak banyak buat kalian semua/Heart//Plusone/
Susi_Lin
tapi thor, sbenarnya dr.obgym jga gak yg sekolot2 sampe gak tau sama sekali, kan nerawal dri dokter umum, tentu tau dasar2 untuk pertolongan pertama pada pasien baik anak/dewasa...!! tapi mkin saja efek panik jdi zoya nge bleng.
ini pengalaman dunia kerja saya ,skaligus saya sering jadi asisten dr.obgyn 🙏🙏 semangat thor ❤️
Elara: Oh, maf ya kak kalau masih banyak salahnya. Tapi terlepas dari itu semua, terima kasih sudah mampir di novel aku/Heart//Plusone/
total 1 replies
Moona
aku sbgai anak kedua mengerti bnget apa yg dirasakan zoe,karena begitulah yg aku rasakan selama ini..yg sllu di diabaikan,di banding2kan,mgkin sbb itu aku jd pribadi jg keras untk menguatkan diri meski penilaian org di luar sana aku adlh pribadi yg jutek dan sombong..aslinya aku sllu menyembunyikan air mata dr semua org..tp aku bs bertahan sampai sejauh ini...ceritanya bagus bnget..sukses selalu kak author...
Elara: Makasih banyak, Kak/Whimper/
Mampir juga di karya terbaru aku yang berjudul Reveal The Facts yukkk
total 1 replies
Ce Habibah
seharusnya tetep ada Beby sister,kasian zoe gk ada pengalaman
Elara: Iya 'kan? Emang dasar author somplak yang nulis.
total 1 replies
Nur Koni
ga tau knp peran dr zoe sangat mengena d hati ga sedikit d dunia nyata anak yg d perlakukan sprt dr zoe olh klrgnya sendiri.... mewek aku thor
Elara: Iya Kak, dan ini juga cukup relate sama apa yang dirasakan anak kedua. Btw terima kasih udah baca karya aku, tapi maaf banget karena karya aku belum ada yang sempurna. Terlebih karya ini. Aku kurang riset dan yaa hasilnya jadi se-alakadarnya.
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
👍👍👍
Shyfa Andira Rahmi
🤦🤦🤦
Shyfa Andira Rahmi
🤣🤣🤣
Umi Maryam
belim maksimal usaha nya udah myerah , gada usaha nya lebih kamu lepas aja sean lagian mama kamu juga bukan mertua yg baik ,mendingan zie nikah dg pria lain aja ,biar bisa adopsi naina.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!