WARNING!!
INI HANYA SEKEDAR CERITA KHAYALAN SEPINTAS. TANPA MENGIKUTI NORMA HUKUM DAN AGAMA.
BIJAKLAH DALAM MEMBACA, KHUSUS YG SUDAH MENIKAH SAJA.
Apa yang harus di lakukan, jika tiba-tiba gadis yg belum menikah, dan merasa tidak pernah melakukan hubungan badan dengan seorang lelaki manapun, tetapi tiba-tiba di perut nya ada janin yang sudah tumbuh.
"Tidak,, ini semua mustahil, apa iya di jaman sekarang masih ada perempuan yang hamil, tanpa lelaki. Seperti jaman Siti Maryam."
Naura menangis sambil menekuk kakinya, dia bingung dengan apa yang menimpanya.
PENASARAN???
BACA CERITA PERTAMA AKU YA,,
MOHON MAAF, SAYA PENULIS PEMULA, PASTI BANYAK SALAH-SALAHNYA, MOHON MAKLUM, DAN JANGAN LUPA KRITIKNYA..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Naura duduk di kursi kantin, sambil mengaduk makanannya. Namun, tatapan cewek itu terlihat kosong, Naura teringat perkataan Vino. Entah apa maksud dari perkataan CEO nya itu, mungkin, hanya Vino lah yang tau.
"Ciyee, yang sekarang udah deket banget sama seseorang." Naura melirik ke arah Andin, cewek itu terlihat tersenyum ke arahnya, "mana nih, yang katanya ogah sama playboy cap cicak?"
Nia yang baru datang dengan mangkuk bakso di tangannya, hanya menatap Naura, cewek itu sudah mendengar cerita dari Andin.
Naura hanya menjawab santai, "maksud kamu, Pak Aldi?"
Andin mengangguk sebagai jawaban. "Udah sejauh mana elo sama dia?" kali ini Nia yang bertanya.
Sambil memasukan makanan ke mulutnya, Naura menjawab "Gue sama Pak Aldi gak jauh-jauh kok, cuma biasa aja."
"Halah, jangan boong lo, kemarin aja gue lihat dia ma," Perkataan Andin terhenti, cewek itu melihat Dimas yang yang sedang menatap ke arah Naura. Tapi, setelah Dimas menyadari Andin melihatnya, cowok itu langsung mengalihkan pandangan ke arah lain, dan dia malah pergi begitu saja.
"Bentar deh, gue kok dari kemarin melihat Dimas, dia kayak jadi aneh gitu ya?" Nia dan Naura mengalihkan pandangannya ke wajah Andin, cewek itu langsung menceritakan kejadiannya saat berada di parkiran Rumah sakit.
Naura yang mendengarkan, hanya berbicara dalam hati, "apa jangan-jangan, bunga yang kemarin di kamar gue, itu dari Dimas. Tapi kok Dimas nya gak ada ngomong ke gue." Benar yang di katakan Andin, akhir-akhir ini, Dimas memang terlihat menjaga jarak dengan dirinya.
****
Setelah selesai dengan makan siang mereka, ketiga cewek cantik itu berjalan beriringan, hendak ke ruangan kerjanya masing-masing, setelah Andin melambaikan tangannya, menuju ruangannya yang berbeda. Kini tinggal mereka berdua.
"Naura, bisa kita bicara sebentar," suara bariton menghentikan langkah keduanya.
Nia yang mengerti dengan tatapan cowok itu yang terlihat tajam ke arahnya. melanjutkan langkahnya. "Gue, duluan ya, Ra."
Naura mengangguk ke arah sahabatnya itu. Dengan sedikit menunduk, Naura yang berhadapan dengan cowok itu terlihat sedikit bingung, "Ada apa ya, kok tumben Pak Vino manggil gue" Naura berbicara dalam hati.
Seolah mengerti dengan gerak gerik Naura, Vino menatap cewek itu, "nanti malam, saya mau ngajak kamu dinner di luar." Entah itu sebuah ajakan, atau malah sebuah perintah, Naura hanya mengangguk sebagai jawaban.
****
Seorang cowok terlihat, sedang menunggu seseorang, dengan gugup cowok itu terus menengok ke arah belakang.
Meskipun Restoran mewah dengan fasilitas bintang lima itu, sudah ia booking, tapi dia tetap memilih kursi dengan posisi paling ujung.
Diatas meja sudah tertata dengan rapi, lilin kecil yang berada di tengah meja, juga berbagai hidangan. Terlihat Appetizer, main course, dan dessert, semuanya terlihat menggugah selera.
Tanpa menunggu lama, terlihat Naura datang dengan pakaiannya yang sederhana, namun tidak mengurangi kecantikannya, wajahnya yang hanya memakai riasan seadanya, malah menjadikan cewek itu terlihat natural.
Cowok itu menarik sudut bibirnya ke atas, saat mendengar suara kaki yang berjalan, dia yakin suara kaki itu adalah orang yang sedang dia tunggu
Naura mengedarkan pandangannya, dia melihat keberadaan cowok yang sedang duduk dengan posisi membelakanginya. Naura langsung berjalan ke arah cowok itu.
Dengan posisi yang masih berdiri, Naura berada di samping cowok itu, "Maaf, saya sudah membuat anda menunggu."
Seketika Naura terkejut, saat cowok itu melihat ke arahnya.
"Pak Aldi" dengan senyum yang berubah menjadi ekspresi datar, Nura sangat kaget dengan keberadaan cowok lain. Dia membuat janji dengan Vino, lalu kenapa malah Aldi yang berada di tempat itu. Ada sedikit rasa kecewa dihatinya. dirinya merasa di permainkan oleh atasannya itu.
Flashback on
Satu jam, sebelum jam yang di tentukan untuk bertemu Naura di restoran, cowok itu sudah siap dengan pakaiannya, Vino yang memang memiliki wajah tampan, dan kulitnya yang putih, sangat terlihat keren, dengan kemeja warna putih yang di padukan dengan jas warna maroon, juga celana bahan yang senada dengan jas yang digunakannya.
Vino berdiri di depan cermin besar yang berada di kamarnya, sambil menyemprotkan parfum ke bagian tubuhnya.
Hari ini, Vino akan mengungkapkan perasaannya pada Naura, meskipun dia sendiri masih bingung dengan perasaannya itu, tapi, dia harus bertanggung jawab, atas apa yang sudah dia perbuat.
Vino mengambil ponselnya yang berada di atas nakas kecil di samping tempat tidurnya. Dia bermaksud mengirimkan pesan untuk Naura, dirinya mengatakan akan menjemput cewek itu.
Belum sempat Vino mengirimkan pesannya, suara seseorang yang mask ke kamarnya, menghentikan kegiatan cowok itu.
Vino menyimpan ponselnya kembali, saat melihat Aldi masuk, dengan wajahnya yang terlihat tidak santai, "mau kemana lo, sudah rapih kaya gitu?"
Aldi sudah tau tentang rencana Vino yang mengajak Naura dinner, tadi cowok itu datang ke perusahaan Vino, untuk mengecek keadaan Naura, tapi dia malah melihat cewek incarannya itu sedang bersama sepupunya.
Vino hanya mengangkat bahunya acuh, dia mengambi kunci mobil yang berdekatan dengan ponselnya.
"Lo tau kan, gue suka sama siapa? dan elo juga tau kan, gimana seriusnya gue sama dia?"
Aldi terlihat sedikit mengeraskan rahangnya, tangannya dia masukan kedalam saku celananya.
"Gue yakin, elo bukan tipe sodara yang suka nikung sodaranya sendiri."
Flashback off
Dengan senyum yang mengembang, Aldi berdiri dan menuntun Naura untuk duduk.
Naura duduk, tangannya berada di atas meja, dia masih merasakan kecewa di dalam hatinya. Aldi yang melihat ekspresi Naura langsung menggenggam tangan cewek itu.
"Aku tau kok, kamu pasti kaget kan? lihat aku disini." Naura masih diam dengan posisinya.
"Aku juga tau, bukan aku yang kamu harapkan berada di sini." Aldi mengeluarkan kotak beludru warna merah dari saku celananya, dibukanya kotak itu.
Naura sedikit tersentak saat melihat itu, "Ini mungkin terlalu cepat buat kamu, Ra, tapi aku tidak butuh waktu lama, untuk ngungkapin keseriusan aku sama kamu, ini bukan gombalan, seperti yang kamu denger dari orang lain tentang aku. Aku melihatmu dan melihat sisa hidupku di depan mataku. Aku ingin menjadi orang yang bisa membuatmu tertawa dan tersenyum setiap hari. Sebelumnya, aku gak pernah seserius ini sama cewek. Jadi, aku harap, kamu bisa nerima keseriusan aku sama kamu."
Aldi yang gugup, menarik napasnya dalam-dalam "Naura Putri Aghniya, maukah kamu menjadi kekasihku?"
***
Setelah dinner malamnya selesai, Aldi mengatakan akan mengantar Naura. Cowok itu sedikit berlari untuk mengambil mobilnya yang berada di parkiran.
Mata Naura tidak sengaja melihat toko bunga yang berada di sebrang jalan. Naura yang sangat menyukai bunga, dia berjalan menyebrangi jalan.
Dari arah yang sedikit jauh darinya, seseorang yang dari tadi mempehatikan Naura, menyunggingkan senyumnya. Dengan kecepatan penuh, orang itu menginjak gas mobilnya.
Naura yang terlalu berbinar melihat bunga, sampai tidak menyadari keberadaan mobil itu.
"Awassss!" Naura memejamkan matanya, dirinya merasa melayang saat seseorang menarik tangannya dari belakang, dengan keras.
Dukkk, Naura membuka matanya saat mendengar suara benturan yang sangat keras. Mata Naura membulat, melihat darah yang keluar sangat banyak, dari kepala orang yang sekarang berada di bawah tubuhnya.
"Pak, Vinooo......."
-
-
-
-
-
**Vino kepalanya berdarah gaesss...
gimana ya, kalau dia jadi amnesia??? hahaha
Jahat banget dong ya aku??
Kalian yang baik hati, jangan lupa komentar next nya ya, like nya juga. Vote nya apalagi, ditunggu banget,hehe
Terimakasih buat yang udah baik banget ngasih Vote nya.
Salam... Semangat**
emang enak🤪