NovelToon NovelToon
Alma3 Ratu Siluman

Alma3 Ratu Siluman

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:247.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Alma Fatara, gadis sakti yang muda belia, kini menjelma menjadi Ratu Siluman, pendekar cantik jelita yang memimpin satu pasukan pendekar sakti dan besar.

Berbekal senjata pusaka yang bernama Bola Hitam, Alma Fatara langlang buana demi mencari kejelasan siapa sebenarnya kedua orangtuanya.

Sejumlah kedudukan istimewa sudah dia raih di usia belia itu, menjadikannya sebagai pendekar muda yang fenomenal, disegani sesama pendekar aliran putih dan membuat pendekar jahat ketar-ketir, ditaksir banyak pemuda dan dihormati oleh pendekar tua.

Kali ini, Alma Fatara akan menghadapi dua kerajaan besar dan melawan orang yang tidak terkaalahkan. Petunjuk yang mengarahkan mendekati orangtuanya semakin terbuka satu demi satu.

Sampai di manakah kemampuan Alma Fatara dalam perjalanannya kali ini? Temukan jawabannya hanya di novel “Alma3 Ratu Siluman”.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akarmani 23: Penyusup Pisau Merah

*Api di Kerajaan Jintamani (Akarmani)*

 

Memang cukup membingungkan aksi kejar-kejaran yang terjadi di jalan depan penjara di sisi selatan kompleks Istana. Empat orang lelaki berpakaian merah-merah dikejar oleh enam prajurit berseragam biru gelap jenis baju prajurit Pasukan Pelindung Raja. Namun, kedua kelompok itu sama-sama bersenjata pisau terbang merah dan sama-sama membunuh prajurit penjaga penjara dan Pasukan Keamanan Istana.

Sementara beberapa tombak di belakang, lebih empat puluh prajurit gabungan Pasukan Keamanan Istana dan prajurit penjara yang baru keluar, mengejar dua kelompok yang berlari kencang di depan.

Sebenarnya, lingkungan penjara itu berada di luar Istana. Namun, adanya dua jalan utama yang menghubungkan kedua area, sehingga penjara sudah dianggap bagian dari kompleks Istana.

Ternyata, keempat lelaki berpakaian merah berlari mendatangi sebuah bangunan yang ada di ujung jalan, yang tidak begitu jauh dari ujung tembok pagar penjara. Bangunan itu dijaga oleh dua orang prajruit saja.

Melihat kedatangan empat orang asing ke posisi mereka, kedua prajurit itu sempat bingung harus bersikap apa.

“Lariii!” teriak salah satu prajurit jaga tersebut sambil lari duluan meninggalkan depan pintu bangunan yang tertutup.

Set! Ceb!

“Aakh!” jerit prajurit yang ditinggal rekannya, saat satu pisau terbang melesat cepat dan menancap di dadanya.

Salah satu dari keempat lelaki berpakaian merah berkelebat berlari di udara meninggalkan ketiga rekannya. Dia mendarat di dekat mayat prajurit dekat pintu bangunan. Dengan cepat lelaki berpakaian merah memeriksa pakaian si mayat pada area pinggang. Didapatinya sebuah kunci. Itu keberuntungan namanya, karena kunci bukan dibawa oleh prajurit yang sempat kabur.

Melihat rekannya sudah mendapatkan kunci, tiba-tiba ketiga lelaki berpakaian merah lainnya berhenti dan berbalik arah.

Tindakan ketiga lelaki murid Perguruan Pisau Merah itu membuat keenam prajurit Pasukan Pelindung Raja juga mendadak berhenti dan berbalik arah.

Adegan tidak normal itu membuat pasukan yang mengejar di belakang jadi terkejut.

“Tahaaan!” teriak kepala prajurit sambil ikut berhenti mendadak.

Pasukan itu juga berhenti mendadak, sampai-sampai di bagian belakang ada yang menabrak rekan-rekannya. Tindakan berhenti itu untuk mengantisipasi adanya serangan buruk seperti sebelumnya.

Keenam prajurit Pasukan Pelindung Raja yang sebenarnya adalah pasukan Ratu Tua yang menyamar itu, kini berdiri memasang kuda-kuda seperti orang yang siap menyerang.

“Bersiap!” teriak salah satu dari mereka.

Pasukan Keamanan Istana pun menjadi tegang. Mereka semua sudah yakin bahwa dua kelompok yang mereka kejar adalah satu kelompok.

“Formasi bertahan!” teriak pajrit pasukan itu.

Pasukan itu segera membentuk mode pertahanan dengan perisai dipasang di depan barisan yang rapat.

“Pajrit Kempit! Kenapa bertahan? Serang langsung saja!” teriak kepala prajurit lain yang posisinya di belakang. Dia dan pasukannya bergabung belakangan.

Pajrit Kempit yang tadi memimpin, membenarkan apa kata rekan sepangkatnya itu.

“Se ....”

“Serang!” teriak salah satu dari prajurit enam lebih cepat berteriak memberi komando, membuat Pajrit Kempit batal memberi perintah lanjutan.

Ses ses ses ...!

Tiba-tiba dari kedua tangan keenam prajurit yang menghentak melesat cepata sinar merah berwujud pisau ke arah Pasukan Keamanan Istana. Ada dua belas pisau sinar merah.

“Pertahankan formasi!” teriak Pajrit Kempit panik.

Formasi yang sudah tercipta tetap bertahan.

Jus jus jus ...!

“Akk! Akk! Akh ...!”

Serangan yang datang bukanlah senjata biasa seperti panah, pedang ataupun tombak, tetapi itu energi kesaktian yang efeknya belum diketahui seperti apa.

Dan ternyata, kedua belas pisau sinar itu menghantam tameng dan menjebolnya sehingga tembus mengenai para prajurit yang ada di belakang tameng. Para prajurit itu berjeritan seiring tubuhnya yang tumbang, membuat formasi pertahanan di sisi depan terbuka.

Set set set ...!

Ternyata, setelah dua belas sinar merah melesat, menyusul lesatan dua belas pisau merah sungguhan.

Ceb ceb ceb ...!

“Akh! Ak! Akk ...!” jerit beberapa prajurit lainnya yang terkena tusukan pisau yang dalam karena pertahanan mereka terbuka.

Sekedar bocoran. Dalam peperangan ini, murid-murid Perguruan Pisau Merah membekali diri dengan pisau-pisau yang sudah diberi racun, sehingga daya bunuhnya lebih cepat.

Pada saat serangan keenam prajurit samaran menyerang Pasukan Keamanan Istana terjadi, lelaki berpakaian merah sudah berhasil membuka pintu bangunan dan masuk bersama ketiga rekannya. Tidak lupa salah satunya menyambar obor yang terpasang di dinding depan dekat pintu.

“Lempar tombak!” teriak Pajrit Kempit yang belum menjadi target pisau terbang.

Pasukan yang tidak memiliki pasukan panah itu terpaksa mengandalkan lemparan tombak untuk balas menyerang.

“Mundur!” teriak pemimpin keenam prajurit.

Keenam prajurit itu cepat mundur satu kali lompatan. Lompatan itu sulit ditiru oleh para prajurit biasa. Setelah itu mereka berbalik dan melompat berlari di udara mengandalkan ilmu peringan tubuh.

Teb teb teb ...!

Sementara itu, belasan tombak yang melesat menyerang menancap di jalan kosong yan sudah ditinggal.

“Kejaaar!” teriak Pajrit Kempit berkomando, karena keenam musuh itu ternyata masuk pula ke dalam bangunan

Brak!

Pintu bangunan yang cukup besar dan tebal segera ditutup dan dikunci dari dalam.

Pasukan Keamanan Istana beramai-ramai mengejar sampai ke pintu.

“Dobraaak!” teriak Pajrit Kempit kepada pasukannya.

Brak!

Empat prajurit langsung berlari mendobrak serentak. Namun, ternyata pintu itu kuat. Dobrakan empat orang tidak mampu menjebol pintu.

“Dobrak lagi!” perintah Pajrit Kempit.

Enam orang prajurit berbaris pasang kuda-kuda siap untuk mendobrak dengan tubuh mereka. Lebar pintu memang hanya berkapasitas enam prajurit jika ingin mendobrak bersamaan.

“Hiaaat!” teriak keenam prajurit itu garang sambil berlari.

Brakr!

Ada yang menggunakan tendangan, ada yang menggunakan lengan dan ada yang menggunakan kepala. Prajurit “pintar” yang menggunakan kepala dijamin langsung pingsang setelah menyeruduk pintu.

Namun, lagi-lagi pintu itu hanya terhentak. Tanpa mereka ketahui, bagian dalam pintu diganjal dengan kayu ngelondongan. Memang, bangunan itu adalah gudang kayu. Di dalam banyak tumpukan kayu, dari kayu-kayu kecil untuk bahan bakar tungku, hingga kayu gelondongan yang belum dipotong-potong.

Ketika keenam prajurit tadi masuk, mereka bersama-sama menggotong kayu gelondongan yang berat untuk mengganjal pintu setelah menguncinya.

Drap drap drap ...!

Dari arah jauh di belakang Pasukan Keamanan Istana, datang puluhan prajurit Pasukan Keamanan Istana yang lain. Sepertinya pasukan itu memang pasukan bantuan agar lebih ramai.

Namun, ketika Pajrit Kempit melihat ke arah kedatangan pasukan tambahan itu, tiba-tiba dia terkejut saat melihat jauh di belakang pasukan tambahan.

Jauh di sisi utara Istana, ada api yang membumbung tinggi.

“Istana utara kebakaran!” seru Pajrit Kempit sambil menunjuk jauh.

Puluhan prajurit itu segera menengok dan melihat jauh ke utara. Ternyata pajrit mereka tidak berbohong. Besarnya api menunjukkan itu adalah kebakaran, bukan pembakaran sampah di malam hari.

“Bagaimana ini?” tanya Pajrit Bondol yang datang mendekati Pajrit Kempit. Dia yang tadi memprotes formasi pertahanan rekannya itu.

Puluhan pasukan yang baru datang juga akhirnya melihat jauh ke belakang. mereka semua terkejut melihat kebakaran yang sudah besar.

“Seharusnya kita ke sana membantu pemadaman,” kata Pajrit Kempit.

Pajrit Belokan yang baru datang bersama pasukannya, berlari datang mendekati Pajrit Kempit dan Pajrit Bondol.

“Bagaimana ini?” tanya Pajrit Belokan.

“Penyusup dan pembunuh yang ada di dalam gudang harus kita tangkap,” kata Pajrit Kempit.

Fong fong fong ...!

Tiba-tiba terdengar suara sangkakala dari pusat Istana. Nada tiupnya memberi tanda bahwa kondisi Istana sedang ada kekacauan dan diperintahkan berkumpul ke pusat tiupan terompet tanduk domba.

“Begini saja, pasukanmu dan para prajurit penjara tetap harus menangkap penyusup itu. Biar pasukanku dan pasukakan Pajrit Belokan pergi ke sana,” kata Pajrit Bondol.

“Baik,” setuju Pajrit Kempit. (RH)

1
asta guna
hahaha Q bisa bayangkan
asta guna
gaya tulisan om Rudi benar2 diluar Nurul hahah
Om Rudi: jiahahaha
total 1 replies
🇬 🇨 🇦 🇸 ¹
aku udh serius baca wkwk malah akhir kalimat bikin ktawa🤣🤣🤣 ga ada yg ngajak kopi bersama🤣
🇬 🇨 🇦 🇸 ¹
awokaowk keliatan klo ompong🤣🤣🤣 berjendela giginyanitu🤣🏃‍♀️
🇬 🇨 🇦 🇸 ¹
lah kirain sunat beneran 🤣🤣🤣 ternyata surat wwkk
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂 𝘾𝙝𝙖𝙣
hebat ya debur sama ayu Wicaksana membela ratu mekar Arum
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂 𝘾𝙝𝙖𝙣
namanya debur ku kira🤧ayang ayu Wicaksana
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂 𝘾𝙝𝙖𝙣
mampir di karya thor
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
Hihihi... Gusti Senopati melongo gak jelas, pengen marah ya harus marah 😅
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
itu pukulan kasih sayang paman, biar paman mau manggilku perempuan cantik.. Ha ha ha
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
Sabar Ning Ana, kak Alma emang seperti itu, lempar kaki sembunyi tangan 😅
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
kocar kacir dah semua pasukan karena seorang Alma gadis cerdik dan pintar... ih si Ana bahagianya
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
masih kecil lo si Ana nekat banget sih dia apalagi jatuh cinta sama om" 😁
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
aku suka dengan tingkah konyol Ayu... pacarnya Debur dipanggil bubur 🤣
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah ternyata alma fatara sangat hebat dalam mengalahkan musu. dgn seorang diri dia berani menyerang walau wanita
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah, jangan maju kalau gitu, prajurit berkuda saja semua kalah, kalau kamu berani berdual alamat bisa mati ditangan wanita itu
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
iya, nih mana ada sih musuh ngecoh memakai daun. mungkin dia hanya ingin bermain saja
R. Yani aja
yang ini kunci slotnya karatan nggak?
R. Yani aja
rak kayunya, isinya apa om?
R. Yani aja
otak gue ngeleg. baca "personel pembawa obor" jadi ponsel pembawa obor... lah maksudnya gimana??? 🤣🤣🤣✌✌✌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!