NovelToon NovelToon
Bunga Yang Menyembuhkan

Bunga Yang Menyembuhkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Janda / Duda
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aida

'Betapa kejamnya dunia pada seorang wanita yang belum bergelar ibu.'

Zahra sudah menikah dengan Aditya selama tiga tahun. Namun masih belum dipercaya memiliki seorang anak.

Meskipun belum juga hamil, tapi Zahra bersyukur Aditya dan keluarganya tidak mempermasalahkan hal itu. Zahra merasa hidupnya sempurna dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.

Tapi takdir berkata lain, suatu hari ia mengetahui bahwa Aditya akan menikah dengan Nadia, teman masa kecil Aditya karena Nadia hamil.

Rasa marah dan kecewa melebur jadi satu dalam hati Zahra. Ia mulai mempertanyakan keadilan dunia.

Mampukah Zahra mengobati hatinya dan menata lagi hidupnya atau ia tetap menggenggam cinta yang menyakitkan tersebut ?

..
Hay readers kesayangan Author, Author kembali lagi nih dengan tema berbeda dari novel sebelumnya. Terus kasih dukungan buat Author ya. Silahkan dikoreksi jika ada salah.

Mohon bacanya tidak di skip-skip ya. Makasih 🙏🫶🤩

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Main ke rumah Zahra

Sesuai yang Zafirah janjikan pada Tomi, di hari minggu mereka akan ikut bersepeda bersama dengan komunitas Zafirah.

Sebelumnya Zafirah sudah memasukkan Tomi dalam grup yang beranggotakan empat puluh lima orang tersebut. Dan Tomi disambut dengan sapaan hangat para penghuni grup.

"Ayo aku kenalkan mereka," kata Zafirah mengajak Tomi mendekat kearah orang-orang yang saling mengobrol. Hari masih sangat pagi. Matahari belum sepenuhnya muncul dan mereka sudah berkumpul.

Zafirah memperkenalkan Tomi pada teman-temannya. Semuanya mengajak Tomi bersalaman hingga sampailah pada saat seorang perempuan bernama Lidya yang juga kenal dengan Zafirah memanggil nama Tomi.

"Hai, Tom. Lama tidak ketemu ya," ujar Lidya.

Tomi membetulkan letak kacamatanya. Ia merasa mengenal wajah dan suara di depannya namun otaknya masih mencerna.

"Kalian sudah saling mengenal ?" tanya Zafirah.

Lidya hanya mengangguk dan tersenyum. Sedangkan Tomi yang baru mengingat siapa perempuan itu langsung menampilkan senyum nya.

"Lidya.. Iya sudah lama kita tidak ketemu. Kamu sangat berubah. Aku sampai tidak mengenalinya," kata Tomi dengan sedikit senyum.

"Semua orang kan bisa berubah, Tom" balas Lidya.

Zafirah tersenyum senang melihat itu. Setidaknya ada yang Tomi kenal selain dirinya di komunitas ini agar membuat Tomi merasa nyaman.

Setelah ketua komunitas memberikan beberapa sambutan akhirnya mereka semua mulai bersepeda. Tomi, Zafirah dan Lidya saling beriringan. Menurut pandangan Zafirah, Lidya begitu ingin dekat dengan Tomi.

Disepanjang perjalanan dari Jakarta ke Bandung mereka berhenti dua kali. Mereka berjalan tertib agar tidak menggangu kendaraan lain.

Mereka sampai di kebun teh sekitar siang hari saat matahari bersinar dengan terik. Mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol dan berfoto-foto. Kemudian kembali lagi dan tiba di rumah hampir tengah malam.

...

Pukul delapan malam Zafran dan Elio sudah sampai di depan rumah Papa Yusuf. Zahra mengundangnya dan Elio untuk makan bersama.

Zafran membawa banyak sekali hadiah untuk kedua orang tua Zahra dan Zahra sendiri. Hingga membuat Papa Yusuf dan Mama Febi enggan menerimanya. Namun Zafran mengatakan ini hadiah kecil sebagai tanda perkenalan dan lagi pula sudah dibeli. Jadi mereka berdua menerimanya.

"Seharusnya kamu tidak perlu membawa barang sebanyak ini, nak. Kami hanya ingin mengenal kamu," kata Mama Febi mempersilahkan Zafran duduk.

Penilaian pertama Mama Febi terhadap Zafran adalah dia pria yang dewasa dan mengerti. Dia tau cara mengambil hati orang lain.

Papa Yusuf tidak banyak bicara. Ia memperhatikan Zafran dengan seksama. Laki-laki ini terlihat masih muda namun sudah memiliki anak sebesar ini.

"Berapa umur kamu kalau saya boleh tau," tanya Papa Yusuf.

"Papa, tidak sopan bertanya umur" tegur Mama Febi dengan pelan.

"Eh, tidak apa-apa Tante. Saya tidak keberatan. Memang seharusnya diantara kita saling terbuka," kata Zafran dengan senyum yang tidak surut sejak tadi.

"Nama saya Zafran, saya berusia tiga puluh lima tahun. Saya anak pertama dari dua saudara. Adik saya perempuan dan sudah menikah dengan orang Singapura. Ayah saya sudah lama meninggal saat saya masih kecil kemudian ibu saya menikah lagi dengan duda satu anak. Dan mereka baru memiliki anak lagi yang seusia dengan Elio," jelas Zafran panjang lebar hingga membuat ketiga orang di depannya berpikir keras.

"Jadi semua adik anda ada berapa ?" tanya Zahra ikut penasaran.

"Kalau di total adikku ada 3 orang," jawab Zafran dengan menunjukkan angka tiga dengan jarinya. Elio terkikik geli melihat papanya yang bertingkah seperti dirinya.

Mereka berbincang-bincang seputar pekerjaan dan pekerjaan Papa Yusuf. Hingga akhirnya mereka mengetahui jika Zafran dan Papa Yusuf memiliki hobi yang sama yaitu bermain catur.

Setelah makan malam jadilah Papa Yusuf mengajak Zafran bermain catur dan diiyakan oleh Zafran. Sedangkan Elio ikut bersama Zahra menonton televisi bersama Mama Febi.

"Mamanya Elio kemana, Za ? Mama lupa tanya sama kamu," bisik Mama Febi agar Elio tidak mendengarnya.

"Sudah meninggal, Ma saat umur Elio lima tahun. Mamanya Elio itu seorang dokter," balas Zahra berbisik pula.

"Tante itu lucu.." kata Elio dengan tertawa. Tatapannya tertuju pada layar televisi yang menampilkan gambar kartun.

"Iya lucu ya.." balas Zahra ikut tertawa.

Mama Febi terdiam menatap Elio. Kasihan anak sekecil ini kehilangan figur seorang ibu yang harusnya bisa mendampingi tumbuh kembangnya.

"Dia terlihat menyukai kamu, Za" kata Mama Febi sembari mengelus kepala Elio hingga membuat Elio menoleh.

"Tidak apa-apa Elio nonton televisi saja. Nenek hanya ingin mengelus rambut Elio," kata Mama Febi. Elio hanya mengangguk dan tersenyum.

Semua orang dewasa selalu mengelus kepalanya. Dan Elio merasa hal itu memang kebiasaan mereka.

Elio tertidur diatas karpet bulu pada pukul sepuluh malam. Di ruang tamu Zafran dan Papa Yusuf masih asik bermain catur dan sesekali terdengar gelak tawa dari keduanya. Lalu kemudian hening tanpa suara. Begitu seterusnya.

"Papamu kalau bermain catur selalu lupa waktu," kata Mama Febi dan kemudian diangguki oleh Zahra.

Zafran melihat jam di pergelangan tangannya. Ia merasa sudah malam dan tidak pantas jika bertamu terlalu lama hingga akhirnya ia memutuskan untuk pamit pulang.

"Baiklah. Hati-hati dijalan. Kalau kemari lagi tidak perlu membawa apa-apa," kata Papa Yusuf.

Ucapan Papa Yusuf menyiratkan jika ia boleh berkunjung lagi dan itu membuat Zafran senang.

Zafran menggendong Elio yang sudah tidur pulas. Sebenarnya Zahra menyarankan agar Elio ditinggal saja. Ia bisa menjaganya namun Zafran menolaknya dengan alasan tidak mau merepotkan. Apalagi jika tengah malam Elio sering terbangun dan mencarinya.

"Baiklah, Tuan. Hati-hati dijalan..." kata Zafirah saat mengantar Zafran di depan gerbang.

"Sudah dikenalkan pada orang tua masa masih panggil Tuan," ujar Zafran mengedipkan sebelah matanya yang membuat Zahra salah tingkah. Ia tidak tau harus bicara apa lagi.

"Baiklah, terserah kamu saja. Aku pulang ya.." kata Zafran kemudian menyalakan mobilnya dan keluar dari halaman rumah Zahra.

..

Hari minggu pagi yang cerah secerah senyum Nadia yang sudah cantik dengan penampilan dan riasan di wajahnya.

"Mas, bangun. Kata kamu mau nemenin aku periksa kandungan" teriak Nadia di depan pintu kamar Aditya.

Sudah tiga puluh menit Nadia berdiri dan memanggil Aditya namun tidak ada balasan dari dalam. Padahal semalam Aditya mengatakan bersedia menemani Nadia periksa kandungan.

Nadia juga ingin tau apa jenis kelamin anaknya nanti. Sebab di dua bulan lalu saat pemeriksaan anaknya seolah bersembunyi tidak mau menampakkan jenis kelaminnya.

"Mas, ayolah Mas bangun. Ini sudah jam delapan" Nadia mulai menangis sebab tidak mendapatkan jawaban dari Aditya. Kakinya juga mulai kebas karena sejak tadi hanya berdiri. Apalagi ia membawa perutnya yang besar dan sudah memasuki usia tujuh bulan.

Nadia tidak hanya berteriak dan menggedor saja. Ia berusaha membuka gagang pintu namun rupanya Aditya menguncinya dari dalam seolah benar-benar melarang Nadia memasukinya.

Tidak kuat menahan rasa sakit hati karena diabaikan entah sengaja atau tidak oleh Aditya, akhirnya tubuh Nadia perlahan luruh ke lantai. Ia bersandar di depan pintu dengan tangisannya yang kencang.

"Tega kamu, Mas. Kamu bohong terus sama aku. Padahal ini juga anak kamu. Kenapa memperlakukan aku seperti ini," teriak Nadia. Wajahnya sudah penuh dengan air mata dan pakaiannya sudah berantakan.

Entah mengapa ia merasa lelah. Sangat lelah. Tidak ada cinta dan kehangatan dalam pernikahan ini. Walaupun statusnya sudah sah menjadi istri Aditya secara hukum.

...

Kalau ada yang salah mohon dikoreksi 🙏

1
Yeni Astriani
nadia dapat suaminya dgn cara merampas kebahagiaan wanita lain, menikah di atas penderitaan wanita lain ya rumah tangganya tidak akan bahagia sekuat apapun dia mempertahankan nya
kalea rizuky
jodoh nya duda gpp zahra dpet sepaket
Gustinur Arofah
𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚙𝚒😚😚😚
rose lilian
semoga aja zafira dan zahra nanti nikah bisa dapat anak kembar 🙏🙏
rose lilian
siapa ya jodoh Zafira udah ada Hilal nya belum nih?
Yeni Astriani: jodohnya Zafira sepertinya asistennya Zafran
total 1 replies
rose lilian
kalau boleh request semoga aja zafira dan zahra dapat jodoh nya baik enggak nyakitin , dan dapat jodohnya mungkin bisa adek Kaka jadi satu rumah nyaman tenang ramai.
shenina 🍒
Hhhmmm calon mama sambung Elio.. nama aja mirip.. jodoh euy 🤭
yuqana
ditunggu up nya kak🥰🥰🥰
olyv
sudah aku vote ya kak smngt up nya 🤩💪
shenina 🍒
Thor slamat tahun baruuuuu 😘
penasaran siapa itu.. smngt up ny Thor
Aida: Selamat tahun baru juga kakak sayang...😍😍
total 1 replies
shenina 🍒
menyedihkan kau nadia, kamu hanya di jadikan pajangan oleh aditya
Panda
cuma info covernya dari komik BL cina

sempet kirain genre BL novelnya gegara cover ternyata bukan hehehe

Semangat thor 💪
Panda: iya kak dari heaven blessing official, itu tangannya Xie Lian sama hua Cheng/ San Lang

kupu kupunya itu ikoniknya si San Lang kak aku juga punya soalnya dan nonton sama baca filmnya hehe
total 2 replies
Yeni Astriani
wahhhh jodohnya Zahra sudah muncul nihhh☺☺🥰
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak aku mampir. kalo berkenan boleh mampir keceritaku juga yang judulnya "Istri pengganti " mari saling suport🤗 makasih👋
Yeni Astriani
lama terbongkar juga kedok busuk mu dan aku yakin anak yg dikandung nadia bukan anaknya aditya
Gustinur Arofah
lanjutttttt🤗🤗🤗
Gustinur Arofah
😭
Gustinur Arofah
semangat othor💪
Gustinur Arofah
ceritanya menarik, semangat berkarya thor
Gustinur Arofah
aku mampir thor, nih ku kasih kopi, bunga dan vote biar semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!