NovelToon NovelToon
Buah Hati Untuk Sahabatku

Buah Hati Untuk Sahabatku

Status: tamat
Genre:Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:467.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: cucu@suliani

Aulia merasa sangat kaget karena Andika tiba-tiba saja meminta dirinya untuk mengandung benihnya, awalnya dia tidak mau karena tidak mungkin dia mengandung benih dari pria yang sudah beristri.


Walaupun pada kenyataannya dia mencintai Andika dalam diam, tapi dia tidak mau menjadi perusak rumah tangga orang lain.


"Gue mohon, elu mau ya, hamil anak gue?"

"Ngga mungkin gue hamil anak elu, bini elu gimana entar?"

"Jangan sampai dia tahu, nyokap minta cucu. Mereka ngancem kalau bini gue ngga cepet hamil, gue disuruh cerai. Padahal, bini gue mandul."

Kuy pantengin kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nampak Tidak Biasa

Setelah mengetahui kehamilan Aulia, Andika terlihat begitu senang. Setelah menghabiskan pagi yang penuh cinta dengan Aulia, dia langsung pulang ke rumah Andini.

Saat tiba di rumah megah itu, Andika langsung masuk ke kamar Andini tanpa permisi. Lalu, dia terlihat memeluk Andini yang sedang duduk di depan meja rias.

"Ada apa? Kenapa kamu terlihat bahagia sekali?" tanya Andini seraya mengelus lembut pipi Andika.

"Dengarkan aku, Sayang. Mulai hari ini kamu harus berpura-pura hamil di depan mommy," kata Andika.

"Loh, kenapa seperti itu?" tanya Andini.

Andini terlihat memutarkan tubuhnya, lalu dia memandang wajah Andika dengan lekat. Sungguh dia tidak paham dengan permintaan Andika kali ini.

"Pokoknya turuti saja, kamu harus pura-pura hamil di depan mom. Kamu bilang saja kalau kamu sudah hamil selama empat minggu," kata Andika.

"Tapi, bagaimana kalau mom curiga? Aku tidak mau ambil resiko," kata Andini.

Mendengar apa yang dikatakan oleh Andini, Andika merasa kesal. Tinggal menuruti saja permintaannya, tapi Andini malah berbelit-belit menurutnya.

"Kamu ingin berpura-pura hamil atau di bercerai denganku?" tanya Andika dengan tegas.

Andini terlihat bersedih mendengar apa yang dikatakan oleh Andika, kini hidup dia sebatang kara. Jika dia diceraikan oleh Andhika, dia tidak mempunyai siapa-siapa lagi.

"Baiklah, aku akan berkata seperti itu kepada mommy Alika. Aku akan berkata kalau aku sedang hamil," kata Andini pada Andika.

"Bagus, nanti siang bertemulah dengan mommy. Katakan kalau kamu sedang mengandung selama empat minggu," kata Andika bersemangat.

"Ya," jawab Andini dengan pasrah.

Andika merasa senang karena akhirnya Andini mau menuruti keinginannya, sepertinya berpura-pura hamil adalah hal yang terbaik menurutnya.

''Tapi, Mas. Anak siapa nanti yang akan kamu ambil atau adopsi?" tanya Andini.

"Kamu tidak usah khawatir, Itu urusanku. Yang penting mommy tidak menyuruh kamu untuk berpisah denganku, oke?" kata Andika.

"Ya, terserah apa kata kamu saja. Aku percaya padamu," kata Andini.

"Bagus, sekarang aku mau memberitahumu. Aku sedang mempunyai usaha baru di luar kota, sepertinya aku akan jarang di rumah karena akan mengurusi usaha baruku. Jangan marah karena aku pasti akan sering tidak pulang," jelas Andika.

"Tidak apa-apa, aku mengerti," jawab Andini.

Rasanya Andini tidak berhak untuk melarang Andika dalam melakukan hal apa pun, apalagi kini Andini tidak bisa melayani Andika di atas tempat tidur.

Andika yang tidak menceraikan Andini pun dia sudah bersyukur, padahal Andika bisa saja menceraikan dirinya di saat mengetahui jika Andini tidak bisa memberikan keturunan untuknya.

"Terima kasih atas pengertiannya," kata Andika.

"Sama-sama," jawab Andini.

5setelah meminta Andini untuk berpura-pura hamil, Andika langsung bersiap untuk pergi ke kantornya. Tentu saja dia harus bekerja agar perusahaan milik keluarganya dan juga miliknya tidak terbengkalai.

Memang dia punya orang kepercayaan sahabatnya sendiri yaitu Alif, tapi dia juga tidak bisa membebani Alif dengan semua urusannya.

***

Setelah mengetahui kehamilan Aulia, Andika lebih sering menghabiskan waktu di apartemen bersama dengan istri keduanya tersebut.

Terkadang Andika akan seharian penuh menemani istrinya dan di saat malam tiba dia akan pulang ke rumah Andini.

Terkadang Andika juga akan menemani Aulia di saat malam tiba, tapi di saat siang tiba dia akan pulang dan membagi waktunya bersama dengan Andini.

Setiap hari Andika akan memberikan kado untuk Aulia, entah itu berupa perhiasan atau pun berupa perlengkapan bayi.

Hal itu justru membuat Aulia sedih, karena dengan seperti itu malah mengingatkan dirinya jika bayi yang dia kandung tidak akan bisa dia miliki.

Andika bahkan meminta dirinya untuk berhenti bekerja, karena tidak mau Aulia dan juga calon bayi mereka akan kenapa-kenapa.

Satu hal yang tidak Andika ketahui, jika calon buah hati mereka kembar identik. Hal itu sengaja Aulia rahasiakan.

"Sayang, usia kehamilan kamu baru empat bulan, tapi kenapa perut kamu sangat besar?" tanya Andika seraya mengecupi perut istrinya tersebut.

Aulia terdiam, dia sedang memilah-milah jawaban apa yang harus diberikan kepada suaminya itu. Tidak lama kemudian Aulia pun berkata.

"Setiap hari kamu memberikan aku makanan yang enak, bahkan aku tidak lapar pun kamu memaksa untuk aku makan. Tentu saja aku menjadi gemuk," jawab Aulia.

Mendengar jawaban dari Aulia, Andika terlihat memperhatikan tubuh istrinya dari atas sampai bawah. Tubuh Aulia tetap terlihat seksi menurutnya.

Justru yang terlihat begitu besar hanya perutnya saja, hal itu membuat Andika merasa heran sekaligus merasa cemas.

"Sayang, tapi ini cuma perutnya saja yang besar. Lebih besar dari ukuran biasanya loh, aku sudah searching di gulu-gulu kalau usia kehamilan empat bulan itu ngga segede gini gedenya," kata Andika dengan khawatir.

"Nggak usah khawatir kayak gitu, ini normal. Karena aku terus makan jadi kamu nggak usah khawatir," kata Aulia berusaha untuk menenangkan Andika.

"Nggak bisa, ini ngga bisa dibiarin. Pokoknya besok kita harus periksa ke dokter, aku mau tahu kenapa perut kamu gede banget kayak gini," kata Andika.

Aulia terlihat panik, bagaimanapun juga dia tidak mau jika Andika mengetahui jika calon buah hati mereka ada dua.

"Ngga usah, aku baik-baik saja. Serius, aku selalu memeriksakan kondisi kesehatan bayi kita dengan rutin. Jadi kamu ngga usah khawatir," kata Aulia dengan gugup.

"Tapi, Sayang. Kamu sudah tiga kali periksa kandungan loh, aku ngga pernah dikasih tahu kalau kamu mau periksa. Kenapa sih?" tanya Andika dengan kesal.

Padahal Andika begitu ingin menemani istrinya untuk memeriksakan kondisi kandungannya, tapi setiap kali dia ingin ikut pasti ada saja alasan yang dilontarkan oleh Aulia.

Aulia terlihat tersenyum kaku seraya menggenggam kedua tangan Andika dengan erat, lalu dia pun berkata.

"Jangan marah, aku melakukan semua ini karena tidak ingin membuat kamu kerepotan," kata Aulia.

Mendengar jawaban dari istrinya, Andhika terlihat mengernyitkan dahinya. Sungguh dia tidak paham dengan jawaban dari Aulia.

"Maksud kamu bagaimana? Aku tidak paham, Sayang?" tanya Andika.

"Dengar, Sayang. Aku ini hanya istri kedua, tidak ada yang mengetahui jika aku adalah istri kamu. Tidak mungkin bukan jika suatu saat tiba-tiba saja kita bertemu dengan keluarga kamu di saat kita sedang berduaan?" tanya Aulia.

Andika menunduk lesu, karena memang kenyataannya seperti itu. Aulia hanya dia jadikan sebagai istri kedua, istri simpanan.

Tidak ada yang mengetahui pernikahan mereka, tentu saja akan berbahaya jika mereka pergi berdua saja. Akan banyak orang yang curiga.

"Baiklah, aku tidak akan ikut memeriksa kondisi kehamilan kamu. Tapi, kalau ada apa-apa kamu harus langsung bilang sama aku," pinta Andika.

"Kamu tenang saja, besok memang waktunya jadwal periksa kandungan. Nanti aku kabarin,'' kata Aulia.

"Ya," jawab Andika dengan lesu.

"Sudah jangan cemberut seperti itu, lebih baik sekarang kamu cariin aku buah delima. Karena aku sangat menginginkannya," kata Aulia.

Aku mau nyuruh Alif saja untuk membelikannya, aku sedang malas keluar. Aku ingin berduaan saja dengan kamu, karena besok aku tidak bisa datang ke sini," kata Andika.

"Tidak mau, aku maunya kamu yang mencarikan aku buah delima. Ingat, harus dipetik dari pohonnya," kata Aulia.

"Oh ya ampun, mulai lagi drama ngidamnya. Tapi aku suka," kata Andika seraya terkekeh.

"Ingat loh, ngga boleh dapat beli. Harus dipetik dari pohonnya, kalau perlu kamu harus membawa batangnya sama daunnya juga agar aku percaya kalau kamu mengambilnya dari pohonnya," pinta Aulia

"Iya, Sayang. Jangan takut," kata Andika seraya terkekeh.

1
neny
Luar biasa
Imaz Ajjah
Thor ngg ad kelanjutan cerita nya Asep kah..??
Safa Almira
, yuhuy
Cis Siu
semua bahagia
neur
👍😎🌹☕
Itin
kok Hans bisa tau tatapan Abinya? bukannya Abinya meninggal saat Hams baru seminggu?
Itin
Aiden inikah yang mengantar Aulia ke klinik waktu itu???
Reni Sumarni
like
kavena ayunda
Aulia cm.di jadiin cadangan wanita bodoh
kavena ayunda
g rela deh dapet andika bekass andini mana masih cinta andini malsss bgt jangan satuin lah kasian
Meidy Mangalengkang
𝘷𝘪𝘴𝘶𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘩𝘰𝘳
Shella Saelani
haduhhhhhh
Shella Saelani
mengecek lapangan yang tandus 😅😅😅😅
Debbie Teguh
dengerin tuh adik lu yg pinter
Debbie Teguh
baperan bgt sih aulia
Debbie Teguh
yg ini A semua ya pelakonnya? iseng ya kamu thor
Suci Priyatmi
aq ikut nangis Aulia😭😭😭
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
makasih banyak author yang baik karnyamu sangat bagus dan sangat menghibur kami para pembaca,semoga sukses selalu 🙏🤲
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂: sami sami Thor🙏🤗
total 2 replies
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
waduh si Asep jodohnya jahe ini,dewasa sebelum waktunya kamu sep🤣🤣🤣
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
astaga Andika mesumnya hadeh ,di gaplok juga ga apa" tu ular kadut😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!