NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Hamil di luar nikah / Cintapertama
Popularitas:427
Nilai: 5
Nama Author: Eka Nawa

Arumi gadis yang sebelumnya sangat bahagia dengan keluarga kecilnya harus menelan pil pahit yang mana ia harus kehilangan suaminya.

Di tambah lagi dia harus menikah dengan pria yang membuat suaminya tiada karena hamil dengan pria itu

Akan kah pernikahan mereka bertahan lama, dan bagaimana kehidupan Arumi setelah menikah dengan kenan Dirgantara

happy reading 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 11

Keesokan harinya atas saran dokter Kenan membawa Arumi ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tadinya Arumi menolak ia tidak ingin publik mengetahui keberadaannya bersama Kenan karena pernikahan mereka belum juga di umumkan.

Benar saja kedatangan Kenan menjadi pusat perhatian semua mata tertuju pada pewaris Dirgantara, tidak sedikit pula yang merasa heran melihat wanita di samping.

"Apakah dia Helen calon tunangan nya Kenan?" bisik orang-orang sekitar.

Bukan tidak mendengar Arumi berusaha cuek karena dirinya sangat kesal di samakan oleh orang lain bahkan ada yang membandingkannya secara fisik dan juga penampilannya

Arumi menundukkan kepalanya berjalan tepat di belakang Kenan hingga ia tidak sadar jika mereka telah sampai di ruangan dokter kandungan dan menabrak Kenan.

Pria itu langsung berbalik karena terkejut ia langsung menanyakan Arumi apa dia terluka atau tidak.

"Berlebihan, hanya bertabrakan terluka apanya? minggir aku mau masuk," ketus Arumi melangkah masuk meninggalkan Kenan yang melongo dibuatnya.

"Ya ampun aku hanya khawatir apa itu salah?" gumam Kenan mengikuti Arumi melangkah masuk ke dalam.

Di dalam mereka di sambut oleh seorang dokter yang mana seorang wanita. Kenan tidak ingin dokter pria karena ia tidak mau Arumi disentuh oleh pria lain.

Setelah menimbang berat badan dan formalitas lainnya Arumi berbaring di atas brangkar dengan monitor kecil di samping nya. Ya, dokter itu akan melakukan USG untuk mengetahui keadaan janin yang masih kecil itu.

Sembari dokter menjelaskan tatapan sendu terlihat di wajah Kenan menatap layar kecil memperlihatkan buah hatinya dengan air mata yang sudah mengembang di pelupuk matanya.

Lain Kenan lain juga dengan Arumi yang biasa saja tanpa ada respon dan hanya melihat sekilas Kenan yang kini sedang mengusap air mata bahagianya.

"Selamat ya pak bayi kalian baik-baik saja, karena masih sangat rentan usahakan untuk ibunya agar makan makanan yang bergizi, sehat dan hindari stress dan juga jangan begadang," jelas ibu dokter.

"Baik dokter aku mengerti," ucap Kenan.

Pemeriksaan selesai Kenan membantu Arumi menuruni brangkar bahkan sampai keluar pun Kenan masih memapah Arumi.

"Lepas, aku masih bisa berjalan tidak perlu kau memegangi ku. Aku masih kuat bukan lansia," seru Arumi.

"Sabar-sabar," gumam Kenan seraya mengusap dada nya.

Arumi berjalan dengan amat kesal dan Kenan mengekor dibelakang disela mengikuti Arumi ponselnya berdering lalu ia mengangkatnya sambil berjalan ia terus saja menelpon hingga tidak sadar Kenan berhenti sejenak sementara Arumi terus saja berjalan.

Dirasa Kenan sudah tidak mengikutinya dengan penasaran ia pun berbalik dan benar saja Kenan sedang menelpon dengan amat serius.

"Ini kesempatan ku kabur," batin Arumi dengan mempercepat langkahnya menuju keluar rumah sakit.

Ingin rasanya ia berlari, tetapi tidak bisa karena perutnya terasa sakit. Disisi lain Kenan yang baru saja selesai menelpon baru tersadar jika ia kehilangan Arumi.

"Astaga, di mana istriku?" ucap Kenan.

Kenan berjalan seraya mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Arumi, tetapi tidak ada. Ia mengambil ponselnya di dalam saku kemeja berniat menghubungi Arumi.

"Sial ... Aku lupa tidak menyimpan nomornya," seru Kenan dan akhirnya ia memutuskan ke parkiran berharap Arumi menunggunya di sana.

Akan tetapi, tetap saja ia tidak menemukan Arumi. Kenan menyesal ia tidak membawa satu bodyguard pergi bersamanya. Kenan memutuskan untuk kembali ke mansion dan masih berharap Arumi juga di sana.

***

Bruugh

"Maaf, maaf Tuan saya tidak sengaja," ungkap Arumi tertunduk seraya mengambil plastik miliknya yang terjatuh karena bertabrakan dengan pria itu.

"Kau tidak apa-apa," tanya nya dengan suara lembut membuat Arumi mendongak dan menatap pria dihadapannya dengan tatapan terkejut hingga plastik miliknya terjatuh kembali.

Pria itu mengerutkan dahinya heran ia kembali mengambilkan plastik yang terjatuh dan memberikannya pada Arumi yang masih fokus menatapnya.

"Ekhmm ... Aku tau aku tampan Nona, jangan menatapku seperti itu. Ini obat mu jatuh jangan melamun nanti kesambet pria tampan seperti ku," Arumi merasa tidak enak karena menatap pria itu terlalu lama lalu pria itu pun berlalu begitu saja meninggal kan Arumi yang masih berdiri.

"Mirip sekali dengan Mas Natan, siapa dia ya?" gumam Arumi yang penasaran dan ingin menghampiri pria itu lagi.

Namun, baru saja melangkah seseorang menarik tangannya,"Sedang apa kau di sini? Apa kau kenal dengan pria tadi?" tanya Jimmy yang kebetulan berada di apotek sedari tadi memperhatikan keduanya dari kejauhan.

Arumi melepaskan genggaman tangannya,"Bukan urusanmu," jawab Arumi.

Arumi meninggalkan Jimmy yang terdiam lalu pandangannya beralih menatap Pria itu dengan tatapan terkejut,"Naren, dia ada di sini? Bukankah asistennya bilang dia masih di luar negri?" ujar Jimmy.

"Aku harus memberitahu Kenan," lanjut Jimmy yang langsung menekan nomor Kenan ,tetapi bersamaan Kenan lebih dulu menelpon nya.

"Ha ..."

"Jimmy, kau di mana?" Potong Kenan.

"Aku di ..."

"Bantu aku mencari, Arumi," pekik Kenan yang saat ini masih menyetir.

"Arumi?" gumam Jimmy sambil celingukan mencari keberadaan Arumi, tetapi karena Jimmy terdiam Kenan kembali memanggil dirinya dengan perasaan kesal.

"JIMMY ... APA KAU MENDENGAR KU!"

"Ya, aku dengar tunggu dulu aku sedang mencari istrimu karena aku baru saja bertemu dengannya!" sambung Jimmy sedikit nyerocos dan merasa kesal.

"Benarkah? di mana?" tanya Kenan.

"Di apotek tidak jauh dari rumah sakit Cempaka," terang Jimmy yang akhirnya menemukan Arumi.

"Apa? Apotek?"

Ckiiiittt

Sambungan telepon terputus Kenan terkejut hingga menginjak rem secara tiba-tiba membuat pengemudi yang dibelakangnya turun dan menghampiri Kenan.

Kaca mobil pun diketuknya membuat Kenan tersadar dari lamunannya, ia menekan tombol otomatis di dalam mobil agar kaca terbuka.

Seorang gadis membuka kacamata hitamnya lalu berkata,"Kau mau mati ya, Tuan?"

"Maaf, aku tidak sengaja aku akan ganti rugi semuanya berapa?" Kenan mengeluarkan dompet dan ingin mengeluarkan uang.

"Tidak perlu, lain kali hati-hati ini kartu nama ku aku yakin suatu saat kau akan membutuhkan ku," gadis itu melempar kartu nama ke hadapan Kenan.

Kenan mengambilnya belum sempat dibaca ia sudah merobek kartu nama itu lalu membuangnya dan gadis itu melihatnya.

"CK, sombong sekali dia membuat ku tertarik. Aku akui dia sangat tampan," puji gadis itu.

Di lain tempat tepatnya di trotoar Jimmy sedang membujuk Arumi untuk ikut bersamanya. Tidak mudah tapi Jimmy tidak akan meninggalkan wanita kesayangan bos nya itu.

"Minggir aku mau pergi jangan halangi aku, Jimmy!" seru Arumi yang sesekali mendorong Jimmy.

"Ikut aku kita pulang!" titah Jimmy yang langsung memegang tangan Arumi begitu kencangnya.

"Lepaskan aku! Aku tidak mau pulang ke rumah bajingan itu," pekik Arumi.

"Bajingan yang kau maksud itu adalah suami mu, Arumi kau harus terima kenyataan jika saat ini kau sudah menjadi istrinya Kenan," balas Jimmy

"Sampai kapan pun aku tidak akan mengakuinya, tolong lepaskan aku, Jim aku mohon," mohon Arumi.

"Arumi," panggil Kenan yang tidak lama sampai dan akhirnya menemukan istrinya.

Arumi terus memohon untuk dilepaskan, tetapi Jimmy malah memegangi kedua tangannya dan terkejut dengan plastik berisikan buah yang tidak boleh di konsumsi oleh Arumi.

Kenan menghampiri keduanya dengan tatapan tajam, dan langsung mengambil plastik di genggaman Arumi karena ia sudah melihat isinya dari kejauhan.

"Kau dari mana mengapa kau membeli ini?" tanya Kenan mencoba menetralkan emosinya agar tidak meledak ledak.

"A, ak, aku ... Aku mau pulang ke rumah ku. Lepaskan aku!" pekik Arumi.

"Jelaskan padaku kenapa kau membeli nanas padahal kau lagi hamil," marah Kenan yang tidak sadar mencengkram erat tangan Arumi yang meringis kesakitan Bahkan ia sampai menangis.

"Kenan, kau menyakitinya sadarlah," seru Jimmy menyadarkan Kenan, tetapi tatapan Kenan tertuju pada obat yang dipegang Jimmy.

"Obat apa itu?" tanpa permisi Kenan mengambilnya lalu ia bertanya pada Jimmy obat siapakah yang tengah dipegangnya?

Jimmy menjawab jika itu milik Arumi yang terjatuh di jalan saat Jimmy mengejarnya, atensi Kenan beralih pada Arumi yang terlihat ketakutan.

Wajahnya mendadak pucat dan gugup membuat Kenan curiga,"Jelaskan padaku obat apa yang kau beli ini, Arumi," tanya Kenan dengan penuh penekanan.

Arumi diam ia tidak menjawab membuat Kenan hilang kesabaran,"Cepat katakan obat apa ini, Arumi!" pekik Kenan.

"Penggugur kandungan," lirih Arumi.

"Apa?!"

Plak

"KENAN!"

*

*

Bersambung.

1
Shōyō
uwwwww calon
Shōyō
hayolohh
Shōyō
njayyy sapa nichh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!