Az Kim Alexandria nama gadis itu, wajahnya yang tenang, tatapannya yang tajam sikapnya yang dingin, membuat salah satu CEO miliarder terkenal di kota Seattle merasa terhantui oleh paras gadis itu.
Siapakah sebenarnya gadis itu?
Tanpa gadis itu ketahui ada seseorang yang ingin mengetahui rahasia apa yang dia sembunyikan.
Jangan lupa teman-teman readers beri Coment, like and Votenya yaaaa🙋😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayzani01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terperangkap di tubuhnya 2
Suasana kota Seattle sedang padat-padatnya, meskipun begitu mobil mewah itu masih terparkir disisi jalan. Alec yang sedang menahan kemarahannya masih mencengkram tangan gadis keras kepala yang berada sangat dekat dengan dirinya. Mereka lagi-lagi saling menatap tajam. Ponsel alec berbunyi membuat Andria mengambil kesempatan itu, dengan cepat dia mendorong tubuh Alec yang lengah dan berlari sekencang-kencangnya.
Andria berlari kencang, pria itu betul-betul gila. Andria menunggu di tempat pemberhentian bis, memakai tudung dari jaketnya, mobil Mercedes itu lewat dihadapannya tetapi Andria tidak mau menatapnya.
"Berhenti Gery!" kata alec, dia menatap Andria sambil mengetukkan jari-jarinya di jendela mobil. Dia menghembuskan napasnya lalu menggeleng.
"Jalan Gery." Mobil Mercedesnya melaju melewati andria.
~
"Kapan rapat akan dimulai?" tanya Ronan kepada salah satu koleganya.
"Mr. Alec belum tiba, saya pikir Nona Ashley akan memberitahukan kapan rapatnya akan dimulai, sebaiknya kau minum kopi sebelum dia datang." Kata Mike menyeduh dua gelas kopi.
"Apakah dia Mr, Alec? wow dia betul-betul hot." Kata Jenat yang merupakan teman satu tim dengan Ronan. Alec Alexander, beberapa Minggu yang lalu dia berbincang dengan andria, apa yang dibicarakannya? pikiran Ronan kembali mendesaknya.
Alec masuk ke gedung itu dengan beberapa orang berjalan di belakangnya, Setiap orang yang bertemu dengannya menyapanya sembari sedikit menunduk.
"Shit ! dia betul-betul hot." desis Jenat pada salah satu teman perempuannya, meskipun begitu siapa saja bisa mendengar desisan jenat.
"Ashley biar aku yang membawa laporan itu ke ruangan tuan Alec." Bisik jenat kepadanya, Ashley hanya mengangkat bahunya tanda setuju-setuju saja.
Mereka semua kembali bekerja termasuk Ronan yang masuk keruangannya. Terdengar ketukan beberapa kali dari ruangannya.
"Masuk". kata Alec dari dalam kantor.
Jenat masuk dengan sedikit gugup. "Ini Sir laporan yang anda minta." Jenat memperbaiki rok plumnya yang pendek berwarna merah.
"Ada lagi yang bisa saya bantu sir?" tanya Jenat berharap.
"Tidak, kau boleh keluar." Tegasnya tanpa memandangnya. Dengan kecewa dia berbalik dan melangkah pergi.
Dia menutup pintu dengan sedikit kecewa. Tetapi Jenat masih tersenyum manis, dia masih memiliki harapan, Jenat memiliki prinsip tidak akan pernah melepaskan Pria-pria yang menjadi targetnya.
~
Bunyi gemerincing dari dalam gedung sekolah membuat Andria mengumpulkan semua buku-bukunya yang berserakan diatas mejanya, tanpa memperhatikan orang-orang yang berada di sekelilingnya. Seorang gadis berwajah lonjong menghalangi langkah Andria.
"Ada yang menunggumu di kantin Andria, katanya kau harus kesana." Andria menatapnya dengan wajah datar tetapi tetap mengikuti permintaan gadis itu.
"Itu dia !" Terdengar mereka berbisik-bisik. Katty tiba-tiba berdiri menyambut Andria seperti mereka teman lama yang baru bertemu.
"Andria, kau baru saja selesai? Kami menunggumu dari tadi kau tahu honey?" Kata Katty dengan senyum bersahabat.
"Ayolah Jessy mana ramah tamahmu." Dia mengedipkan sebelah matanya kepada temannya. Andria tahu sesuatu pasti sudah direncanakan oleh gadis-gadis ini.
Dia menarik tangan Andria, c'mon Andria kita makan bersama. Dengan smirk di wajah Andria dia melepaskan tangan Katty padanya.
"Katakan ! apa yang kalian inginkan?" tanyanya.
Mata Andria menatap satu persatu wajah-wajah menyeringai dihadapannya.
"Ugh sayang, kau terlalu berburuk sangka, pantas saja kau tidak memiliki teman sama sekali." Andria menggeleng dia lalu berbalik tidak ingin menguras tenaganya meladeni mereka.
Tangan Katty menarik Andria keras. "Kau mau kemana, kami belum selesai." Bentaknya. Andria tersenyum miring.
"Aku sudah selesai ***** !" Dia mendorong Katty hingga tersungkur menabrak teman-temannya. Katty menggigit bibirnya dengan marah.
"Apa hubunganmu dengan Mr. Alec?" bentaknya. Bagaimana gadis kotor sepertimu merayunya." Dia menatap Andria dengan jijik.
"Guys? lihat saja pakaian yang dikenakannya dia betul-betul seperti pengemis bukan, aku heran mengapa..." Suara Katty teredam dengan siraman air dari seseorang.
"Jangan ganggu dia." Kata seorang gadis berkacamata dengan rambut ikal, Chris berdiri di sampingnya menatap jengkel gadis-gadis itu.