NovelToon NovelToon
Tuan Muda Yang Hilang

Tuan Muda Yang Hilang

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:206.3k
Nilai: 5
Nama Author: Guspitria Kamal

Seorang tuan muda pewaris keluarga kaya raya yang menghilang akibat kecelakaan yang dialamainya. Dikabarkan meninggal namun keluarganya tidak percaya karena mayatnya tidak ditemukan. Dan seorang Nenek tua bersama seorang cucu perempuannya menyelamatkan sang tuan muda dalam keadaan hidup walau terluka sangat parah. Sang tuan muda hidup kembali dengan identitas baru karena ditemukan dalam ke adaan hilang ingatan dan cacat pada wajah serta kakinya. Namun naas sang tuan muda di fitnah sehingga harus menikahi cucu sang nenek. Disaat cinta kian tumbuh dihati mereka, sang tuan muda ditemukan kembali oleh orang-orang kepercayaan Keluarganya dan dibawa paksa kembali ke tengah keluarganya. Bagaimanakah kisah sang tuan muda dengan status barunya? Dan bagaimanakah nasib cucu perempuan nenek sang penolong? Akankah cinta mempertemukan mereka kembali?

Inilah kisahnya 👍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Guspitria Kamal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23 Jangan Sakiti Dia

Tepat saat Danu menatap ke jendela lantai dua vila tersebut, mata Danu langsung menangkap sosok yang sangat dikenalnya.

'' Om Bagas...'' Gumam Danu dengan mata yang melotot tajam.

'' Apa yang harus kita lakukan Bos? Apa kita hubungi Tuan Agung?'' Ucap Beni dengan wajah cemas karena vila tersebut mendapat pengawalan yang ketat. Terlihat dari banyaknya pengawal pada setiap sudut vila.

'' Cepat lakukan.'' Jawab Danu.

'' iya Bos.'' Beni pun segera menghubungi ponsel sekretaris Rudi.

'' Bagaimana kalau kita berpencar Tuan, saya akan ke arah samping dan Tuan tetap di sini. Saya cek lokasi aja, nanti saya balik lagi.'' Ujar Imah dengan sangat pelan.

'' Apa kamu yakin? Nanti kalau terja-----.'' Ucapan Danu langsung dipotong Imah.

'' Ga apa-apa Tuan, tidak mungkin kita hanya menunggu di sini. Mungkin ada jalan lewat samping. Sudah Tuan tunggu di sini saja, Tuan masih terluka. Saya pergi dulu.'' Imah lalu melangkah menjauh menuju arah samping Vila.

Bangunan vila ini tidak terlalu besar meski memiliki dua lantai, namun memiliki halaman yang luas dengan sekelilingnya berpagarkan bunga-bunga yang rimbun setinggi dada orang dewasa. Desain klasik terlihat jelas dari bentuk vila yang memiliki sedikit jendela serta dindingnya yang dominan tembok semen.

'' Mau kemana si Imah Bos?'' Ujar Beni saat kembali mendekat ke tempat Danu bersembunyi setelah melakukan panggilan dengan Sekretaris Rudi.

'' Dia mau lihat situasi, biar saja. Katanya hanya sebentar.'' Jawab Danu satai sambil terus mengintip ke arah villa dari balik rimbun dedaunan.

'' Tapi Bos...''

'' Ah sudalah Ben, sekarang yang harus kita pikirkan bagaimana caranya kita masuk ke dalam. dan Gue ga mau menunggu lagi, tinggal selangkah lagi kita akan menyelamatkan Mayang.''

'' Tapi Bos, kata Tuan Agung kita harus menunggunya. Tiga puluh menit lagi mereka akan sampai.''

'' Ayo cepat sebentar lagi mau hujan, kita lewat taman bunga belakang ini saja. Ayo ben...''

Danu dan Beni melangkah hati-hati melewati rumpun-rumpun bunga yang ada di taman. Awalnya mereka berhasil melewatinya dan berhasil sampai ke sisi dinding bagian belakang vila. Namun saat Danu akan memegang gagang pintu, tiba-tiba...

Bugh..bugh, seseorang memukul keras punggung dan kepala mereka hingga mereka tersungkur dan tak sadarkan diri.

°°°°°

Sayup-sayup Danu mendengar seseorang yang sedang menangis, lama-lama suara itu makin jelas terdengar. Berlahan Danu membuka matanya, betapa kaget Danu saat melihat Mayang menangis sesegukan di atas sebuah kursi dengan kedua tangan dan kakinya terikat kencang pada kursi yang di dudukinya. Kondisi Mayang sangat memilukan, rambut yang berantakan serta beberapa lebam pada bagian wajahnya. Yang paling menyakitkan lagi, darah segar masih mengalir dari bibir Mayang akibat luka sobek pada ujung bibirnya.

'' Maaas hiks...hiks...bangun Maas hiks..hiks...'' Tangisan Mayang kembali menyadarkan Danu yang terdiam terpaku saat melihat wanita yang sangat dicintainya dalam keadaan yang membuat dadanya sesak.

'' Mayang, May..Maaay...agh...agh...lepasin, kalian apakan istri saya hah, baj*ngan kalian. Saya habisi kalian semua.'' Danu meronta-ronta berusaha melepaskan ikatan pada tangan dan kakinya. Danu juga dikiikat pada sebuah kursi tapi didempetkan dengan kursi dimana Beni juga diikatkan.

'' Mas, aku udah ga kuat Mas hiks..hiks..., tolong bawa aku pergi Mas hiks..hiks...hiks....'' Mayang tiada henti terisak membuat air mata Danu tumpah dan dadanya bergemuruh. Upatan demi upatan terus keluar dari mulutnya.

'' Tenang Bos, jangan biarkan lo terpancing. Sekarang kita pikirkan apa yang akan kita lakukan.'' Bisik Beni tepat dibelakang Danu.

Tap tap tap tap tap....

Langkah kaki terdengar jelas dari luar ruangan yang menyesakan itu, ceklek...pintu ruangan terbuka, munculah Tuan Bagas dari balik pintu melangkah dengan angkuhnya dan duduk pada sebuah kursi diantara Mayang dan Danu yang tengah terikat.

'' Ini tidak ada hubungannya dengan istri saya, lepaskan dia. Saya akan membantu Om untuk mendapatkan apa yang Om inginkan.'' Ucap Danu dengan geraham yang beradu serta sorot mata yang merah menyala menatap Tuan Bagas.

'' Hahaha...kamu itu sekarang tidak ada artinya buat si tua bangka itu, istrimu jauh lebih berharga. Dan lihatlah sebentar lagi apa yang saya inginkan akan segera terkabul hahaha..'' Ucap Tuan Bagas dengan lagak sombongnya.

'' Tertawalah, sebelum malaikat mau menghampirimu.'' Gumam Danu, tapi masih dapat di dengar oleh Tuan Bagas.

'' Hahaha....malaikat maut akan datang lebih cepat padamu, seperti kedua orang tuamu yang sudah lebih dulu pergi hahaha...'' Tuan Bagas kembali tertawa puas.

'' Aku pikir setelah menyingkirkan orang tuamu, akan semakin memudahkan jalan ku untuk mendapatkan seluruh harta milik tua bangka itu. Ternyata salah, malah makin banyak penghalang yang datang. Seharus kamu itu mati saat kecelakaan itu, aku sudah susah-susah merencanakannya, tapi kekasih sialan mu itu malah tidak becus.'' Tuan Bagas lalu berdiri dan mendekat ke tempat Danu yang masih menatapnya penuh amarah dan kebencian.

''Bagaimana kalau saya perlihatkan padamu bagaimana cara malaikat maut mencabut nyawa istri dan calon anakmu?'' Bisik Tuan Bagas Tepat ditingan Danu.

'' Kurarang ajar, baj*ngan ! Dasar manusia licik, iblis kamu.'' Danu kembali mengupat namun tidak dihiraukan oleh Tuan Bagas yang malah berjalan ke arah Mayang.

Plak..plak..

Dua tamparan keras langsung menyambar kedua pipi Mayang yang sudah memerah.

'' Hentikaaan baj*ngan, brengs*k kamu sialan. Lepaskan dia!!!'' Danu kembali berteriak.

''Ajarkan anak yatim piatu itu sopan santun.'' Perintah Tuan Bagas pada salah seorang pengawalnya.

'' Mau apa kamu hah.. mau ap-----.'' Satu pukulan mendarat sempurna di perut Danu.

Bugh..

'' Ah...****...kuarang ajar, kalau kamu berani lawan aku secara jentel hah..'' Namun ucapan Danu tidak digubris oleh pengawal berbadan kekar itu.

Pukulan demi pukulan berhasil membuat Danu babak belur. Wajahnya membengkak, mata sebelah kanannya membiru akibat bogem mentah yang sangat keras tepat mendarat dimatanya. Darah segar mengalir dari pelipis dan bibirnya, namun itu semua tidak sebanding bagi Danu dengan perihnya saat melihat wanita yang sedang mengandung buah hatinya di sakiti.

'' Hu huhu hu..hentikan Tuan, jangan sakiti suami saya. Jangan lakukan lagi Tuan..hiks..hiks..'' Mayang terus memohon karena tidak sanggup melihat Danu terus dihajar oleh pengawal Tuan Bagas. Tiba-tiba Mayang meringis menahan sakit.

'' A a aawuh..awh aduuh Mas, sakit Mas.'' Danu yang melihat langsung panik, bahkan rasa sakit pada tubuhnya hilang seketika saat melihat Mayang meringis kesakitan.

'' Aduh...huuf...huf..huff, perutku sakit Mas.'' Mayang seperti tidak dapat menahannya lagi.

'' Sayang..sayang..kamu kenapa? Perut kamu kenapa sayang... Hei kalian tidak lihat perut istriku kesakitan..cepat bantu dia..cepaaaaaat.'' Namun tidak ada pergerakan sama sekali dari semua pengawal yang ada. Saat Tuan Bagas menganggukan kepala barulah dua orang pengawal melepaskan ikatan Mayang dan memegang lengan Mayang untuk membantu berjalan.

'' Bawa kembali ke kamar semalam, itu hanya kram biasa.'' Ujar Tuan Agung santai.

Tepat saat Mayang sudah dibawa pengawal, terdengar suara keributan dihalaman vila. Segera Tuan Bagas berdiri mengintip di jendala.

'' Sial, aku kira tidak secepat ini. Hei kalian, jaga mereka jangan sampai lolos.'' Tuan Bagas bergegas keluar diikuti anggukan kepala oleh para pengawal itu.

Terlihat segerombolan orang tengah saling memukul dan menendang seperi orang yang tengah tawuran. Ada yang menggunakan balok kayu, bahkan ada juga yang menggunakan pisau dan samurai. Pertarungan sengit tengah terjadi, antara pria-pria berbaju hitam dengan pria-pria berjas hitam. Tidak sedikit dari mereka yang terluka parah, mulai dari tersayat hingga tertusuk pisau.

Namun sepertinya jumlah pria yang berjas hitam lebih banyak, ya kelompok berjas hitam adalah orang-orang Tuan Agung.

Empat orang yang tengah mengawal Danu dan Beni tengah was-was saat melihat baku hantam yang terjadi si halaman vila dari balik jendela ruangan Danu dan Beni disekap.

Ceklek...

Muncul kepala Imah yang menyembul dari balik pintu, sontak semua pria yang ada di dalam langsung diam terpaku menatap Imah yang cengar-cengir.

'' Hehe...maaf saya salah kamar.'' Ucap Imah dan hendak menutup pintu. Namun dia berhenti sesaat.

''Wah Tuan Danu dan Pak Ben, kalian di sini?'' Ucap Imah masuk dan mendekat kepada Danu.

'' Pergi..pergi..cepat lari.'' Ucapa Danu dan Beni menggunkan gerakan bibir tanpa bersuara.

''Mau apa kamu!'' Ujar seorang pengawal dan langsung menarik Imah dengan kasar dan mendorongnya hingga jatuh ke lantai.

'' Sudah saya bilang lari..ckh, kamu memang tidak bisa diandalkan.'' Kata Beni.

Saat para pengawal itu lengah, Imah langsung berdiri dan menendang bok*ng pengawal yang mendorongnya tadi.

'' Itu balasn untuk bok*ngku yang sakit.'' Kata Imah yang sudah mengambil posisi kuda-kuda sambil menggerak-getakan telunjuknya mengisyaratkan para pengawal itu maju.

Melihat tingkah imah, sontak membuat Danu dan Beni memejamkan matanya karena menurut mereka Imah sangat nekat.

'' Kurang ajar...'' Seorang pengawal langsung memberikan tamparan keras pada wajah Imah namun secepat kilat Imah mengelak dan malah membalas dengan sebuah tendangan pada perut sehingga pengawal itu tersungkur.

Bukan hanya itu saja, tiga pengawal lain juga ikut babak belur dihajar habis-habisan oleh Imah. Gerakan kaki dan tanga Imah yang lincah membuat para pengawal tersebut kewalah dan akhirnya terkulai tak berdaya dilantai dengan tangan yang patah, kaki yang patah bahkan wajah yang sudah tidak berbentuk akibat pukulan dahsyat Imah.

Danu dan Beni hanya bisa melongo dan bahkan mulut mereka masih terbuka sampai Imah melepaskan ikatan pada Danu dan Beni.

'' Tuan, jangan lupa mangap. Ah ya, Mayang mana Tuan? '' Tanya Imah saat tali yang mengikat Danu dan Beni telah lepas.

'' Mah, apa sabuk terakhirmu?'' Tanya Beni yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja di tontonnya.

'' Saya tidak pakai sabuk Pak, tapi saya pake kekuatan batin. Jadi Mayang mana?'' Tanya Imah balik.

'' Ayo cepat, mereka membawa Mayang ke ruangan lain.'' Jawab Danu, tapi langkahnya langsung terhenti saat luka bekas operasinya kembali mengeluarkan darah. Itu akibat beberapa pukulan diperut yang didapatnya dari pengawal Tuan Bagas.

'' Bos..lo terluka Bos, pelan-pelan Bos.'' Ujar Beni cemas.

'' Tuan saya akan cari Mayang dulu, Pak sebaiknya Bapak jaga Tuan Danu.'' Kemudian Imah berlari keluar mencari keberadaan Mayang.

1
Ratnasihite
Luar biasa
Ratnasihite
ketemu lg deh jd akur😁
Susi Susilawati
Luar biasa
sakura
...
Restu Apih
ceritanya jadi jauh dari judul
Restu Apih
harusnya yg jdi MC itu c Imah
Yusmar Lina
Lumayan
tri sutami
pengawal tuan agung letoy smuaa
Rusliadi Rusli
slow thor
Ridho Widodo
mayang goblok...otaknya dungu ga mikir keadaan suami nya....
Ridho Widodo
mayang di bikin mati aja thor...tau suaminya ada musuh malah sok polos....
Welda Arsy❤
bagus banger cerita mu thooor....terharu akhir nya bahagia🤗semangat berkarya thorrr😘
Welda Arsy❤
aq mampir thorrr
Fano Jawakonora
jgn buarkan apem amisnya ima nganggur tama hajar terus rancap teeus pepet terus sampai baasaahhh apemnya amisnya
Fano Jawakonora
sdhlah burung kutilang bau ketek....bau apem... tama akn segera menikah dgn ima kamu itu hny masa lalu jgn sok cantik dn manja" amis didepan tama dn ima
Fano Jawakonora
knp a skl danu sama beni sdh mati kali cpt dtg berikan bantuan author knp bikin cerita koq peran utama semuanya disiksa cerita gk nyambung banget nih dimna" peran utama selalu unggul koq ini yg oeran pembantu yg mendominasi cerita apaan ni
Fano Jawakonora
knp auhtor suka sekali hncur danu
Fano Jawakonora
lanjut auhtor may terllu berlebihan gk ngerti dgn urusan suaminya kase suport ding ini mala ngbek
Fano Jawakonora
kamu gk ngerti may pengawal itu penting musuh masi mengincar jgn teledoh may kamu itu dungu diam sja ikuti alurnya
Fano Jawakonora
gmn dgn musuhnya danu dn tama
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "penyamaran seorang pria kaya raya" makasih kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!