NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / TimeTravel / Reinkarnasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Khusayni

Di sebuah Galaksi, tepatnya di atas Planet terbesar yang ditumbuhi oleh banyak rerumputan.

Terlihat seorang pemuda tengah berdiri menatap Awan Reinkarnasi, pemuda itu ialah, Dewa Angin, Feng Shan Jian.

“Semuanya terbunuh, perang antar planet benar-benar membunuh semuanya.” Feng Shan berkata dengan nada sedih.


“Awan ini, Konon dapat membawa seseorang menemukan kebahagiaan yang dicari. Semoga di kehidupan selanjutnya, aku bisa membuat sebuah keluarga besar dan membawa keseluruhan keluarga naik ke atas.”

Feng Shan Jian mengucapkan sumpah tersebut dengan keras. Dia memasuki awan reinkarnasi dan menghilang dalam sekejap.

Silahkan ikuti, Perjalanan dari Dewa Angin.

(Note : Author Masih Pemula Fantim. Jadi banyak kesalahan dan pastinya perlu revisi.)

Update 2 kali sehari, Waktu tidak menentu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusayni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

[Chapter 23.]

[Roh Elemen Sejati.]

[Silahkan Dibaca.]

Di pasar Klan Xiao, terlihat dua sosok keluar dari pandai besi. Dua sosok itu adalah Xiao Fan dan Ning Shui, mereka berdua memiliki senyum puas karena apa yang diinginkan sudah tercapai. Xiao Fan menatap ke arah Ning Shui.

“Terimakasih, Putri Shui.” Xiao Fan mengungkapkan rasa terimakasih dengan hormat kepada Ning Shui. Gadis itu melihat pemuda yang disukainya, dia melambaikan tangannya. Isyarat tangan tersebut membuat Xiao Fan tegak kembali.

“Sama-sama, Fan Ge.” Ning Shui menjawab dengan tersipu. Dirinya malu sebenarnya ketika berhadapan dengan Xiao Fan secara langsung. Sementara Xiao Fan sendiri, hanya tersenyum dan memegang tangan Ning Shui.

“Baiklah, ayo kita kembali ke Kediaman.” Ning Shui mendengar hal itu, hanya bisa mengangguk sambil memerah karena tangannya dipegang oleh Xiao Fan. Kedua anak muda itu mulai berjalan menuju ke arah Kediaman Patriark Klan Xiao.

***

Di sebuah kediaman dengan lambang Harimau, kediaman itu memiliki corak identik dengan para Harimau. Patung, Gerbang, dan lainnya dihiasi dengan wujud kepala Harimau. Kediaman itu adalah Kediaman Klan Dai.

“Rencana untuk melakukan pembunuhan nanti, harus berjalan dengan sempurna.” Seorang pria dengan tubuh kekar berkata. Di belakang pria itu terlihar seorang pria kekar lainnya yang menyeringai akan ucapan orang tersebut.

“Semua sudah terkendali, Patriark. Sebentar lagi, kita akan menguasai Kota Gaoshan dan mulai menyerang Kerajaan Ning.” Pria yang berotot kekar dan duduk di singgasana mendengar hal itu, sudut mulutnya naik ke atas, membentuk sebuah senyuman.

“Dai Shinsa, Dai Roha, apakah Klan Wei, Ni, Shan, Er, menerima ajakan kita?” mendengar pertanyaan Patriark, orang bernama Dai Shinsa menatap ke arah Patriark. Dia dengan ringan menundukkan kepalanya.

“Hanya tiga Klan saja yang menerima, Patriark. Sementara Klan Er menolak untuk menerima ajakan tersebut, mereka tetap tutup mulut dan hanya menjalankan bisnis mereka sendiri.” Dai Shinsa menjelaskan dengan detail kepada Patriark Dai.

Patriark Klan Dai sedikit tidak senang ketika mendengar bahwa salah satu Klan menolak ajakan dirinya. Dai Roha melihat hal itu, dia maju ke depan dan bertanya dengan serius. “Apakah perlu kita hancurkan Klan Er tersebut, Patriark?”

Mendengar pertanyaan Dai Roha, Patriark berdiri dan berjalan menuju ke arah luar, dirinya menatap dengan dalam luar Kediaman miliknya. “Tidak perlu, kita siapkan saja pasukan. Tujuan kita bukan Klan kecil itu.”

Dai Roha dan Dai Shinsa menunduk hormat melihat Patriark keluar dari Aula kediaman. Kedua orang itu saling menatap dan mulai berjalan mengikuti perintah dari Patriark Klan Dai tersebut. Keduanya pelu menyiapkan para pasukan agar tidak kalah dan mati dengan cepat.

***

Malam hari, Xiao Fan berada di tempat tidurnya. Selepas makan dan berbincang sebentar, dia pergi untuk melakukan pelatihan sendiri. Pemuda itu duduk di tempat tidur, dengan posisi lotus dan mata miliknya terpejam.

Xiao Fan memasuki alam bawah sadarnya yang kini sudah meningkat drastis. Banyak segel yang tersusun rapi di setiap dinding. Aliran waktu yang sudah berbeda, jenis energi baru terdapat di alam bawah sadar tersebut.

Bugh Bugh Bugh.

Xiao Fan berlatih dengan menggunakan benangnya, dia membuat boneka manusia agar menyerang dirinya. Pemuda itu terus saling tukar pukulan, walaupun dia tidak bisa melukai boneka manusia, hal itu tidak dipedulikan.

“Hah...Hah...Hah...dengan begini fisikku meningkat sedikit tajam.” Xiao Fan benar-benar ahli dalam mengolah tubuh. Bagaimanapun juga, dunia dia sebelumnya, diharuskan mengolah tubuh dengan sempurna agar dapat mengendalikan Qi dalam tubuh.

Brukk.

Xiao Fan terbaring di rumput alam bawah sadar miliknya. Hembusan energi dan udara melapisi tubuh Xiao Fan, membuat tubuh tersebut terlihat lebih segar dibanding sebelumnya. “Fisikku sudah meluap-luap, tinggal Qi dan Energi Roh.”

Xiao Fan mulai duduk kembali dengan posisi lotusnya. Dia menyerap Qi dan Energi Roh dalam alam bawah dasar tersebut. Energi berwarna hijau melesat ke dalam tubuh Xiao Fan. Energi memisah dan menjadi dua, satu masuk ke dalam inti energi, satu lagi masuk dan bergabung dengan Energi Roh.

Sumber daya biasa seketika lenyap ketika terserap oleh Xiao Fan. Dirinya benar-benar fokus penyerapan, akan tetapi sama sekali belum bisa menembus langkah barunya. Xiao Fan tidak berkecil hati, dia mengangguk tidak masalah akan hal itu.

***

Pagi hari, Xiao Fan membuka matanya. Sudut mulutnya naik, walaupun tidak naik dirinya bisa menambah wadah Qi dan Energi Roh miliknya. “Sepertinya aku perlu mencari solusi untuk naik tingkat. Bagaimanapun juga, pertandingan tinggal sehari lagi.”

Xiao Fan turun dari tempat tidur tepat pintunya terbuka dan menampilkan sosok gadis cantik yang tak lain Ning Shui. Dia tersenyum ketika melihat Ning Shui. “Ayo kita berlatih, selepas itu persiapan pelelangan di Kota Gaoshan.”

“Baik, Fan Ge.” Ning Shui tidak membantah, dirinya menjadi sosok yang tegas dan lembut. Kedua orang itu berjalan bersama menuju ke arah belakang kediaman. Tiba disana, kedua orang itu mulai memanjat tebing.

Di atas tebing, keduanya menatap ke arah matahari yang terbit. Mereka menyerap energi sampai penuh sebelum turun ke bawah. Wadah energi mereka semakin naik, laju penyerapan juga semakin cepat.

Xiao Fan dan Ning Shui menyelesaikan penyerapan ketika mendengar suara Gu Lin, Ibu Xiao Fan. Keduanya turun ke bawah dan masuk menuju Kediaman untuk memulai makan bersama.

Selesai makan bersama, Xiao Fan menatap ke arah Ibunya dan bertanya, “Bu, apakah ayah masih dalam Kediaman Utama Klan? Apakah ayah mengikuti pelelangan di Kota Gaoshan?”

Mendengar pertanyaan putranya, Gu Lin menatap Xiao Fan tersebut. Dirinya sedikit menaikkan alisnya karena heran, kenapa putranya bertanya akan hal itu. Gu Lin menghilangkan pertanyaan tersebut dan menjawab, “Iya, ayahmu masih di sana. Juga untuk pelelangan hari ini, mungkin dia hadir. Apakah Fan’er ingin pergi ke sana?”

Xiao Fan sedikit terkejut, seperti biasa Ibunya tajam dan paham keinginan dirinya. Dengan cepat Xiao Fan mengangguk dan menjawab, “Fan’er ingin sesuatu, jadi Fan’er ingin ikut pergi kesana.”

Gu Lin mengangguk, dirinya mengeluarkan sesuatu dari tangan kirinya. Seekor ular berwarna hijau keluar dari tangan kiri Gu Lin. Hal itu membuat Xiao Fan terkejut, bahkan Ning Shui juga terkejut. Dengan penuh tanda tanya, Xiao Fan bertanya, “Bu, apa itu?”

Gu Lin meletakkan ular di tanah, kemudian melesat keluar menuju ke suatu tempat. Selepas itu, dirinya menatap ke arah putranya yang bertanya tersebut. Gu Lin tersenyum dan berkata, “Jika seseorang sudah sampai pada tingkat Full Elements bintang 5 dan Roh Elemen level melebihi 35 dan dibawah 45, orang itu harus memiliki yang namanya Roh Elemen Sejati.”

Xiao Fan tertegun, dirinya penasaran akan Roh Elemen Sejati tersebut. Dia berfikir kembali, apakah identifikasinya selama ini salah? Xiao Fan menggelengkan kepalanya. Dia tidak sedih, melainkan bertanya kepada ibunya. “Apa Roh Elemen Sejati?”

“Roh Elemen Sejati adalah tingkat lanjutan dari Roh Elemen. Namun, hal itu hanya bisa dilakukan Roh Elemen yang bertipe Binatang Roh. Sementara Roh Elemen yang bersifat benda atau alat seperti Fan’er dan Shui’er punya, itu tidak ada sama sekali dalam sejarah Roh Elemen tersebut bisa naik ke Roh Elemen Sejati.”

Gu Lin menjelaskan dengan detail, dia sebenarnya juga sedih dalam menceritakan hal ini. Dirinya seperti menekankan putranya dan putri Kerajaan untuk menyerah dan mengetahui batasan. Namun, hal itu perlu dijelaskan agar putranya dan putri Kerajaan tahu Dunia itu tidak adil.

Sementara itu, Xiao Fan yang di bicarakan sendiri sedang berpikir, ‘Seperti dugaanku, ada yang salah dengan Dunia ini. Bukan Roh Elemen tipe alat dan benda tidak bisa berkembang, melainkan para orang-orang Dunia ini bodoh semuanya.’

Xiao Fan menaikkan sudut mulutnya, tatapannya menjadi lebih ganas. Dia menatap Ibunya dan berkata, “Terima kasih Bu, Fan’er akhirnya paham. Juga untuk Roh Elemen Sejati bagi Roh Elemen tipe alat dan benda. Itu seharusnya ada, akan tetapi tidak ada yang mengetahui.”

Gu Lin mendengar hal itu terkejut, kemudian dia sadar dan menatap putranya dengan senyum tersungging. ‘Fan’er tetaplah Fan’er, apa pun yang dia lakukan selalu di luar nalar.’ Gu Lin kemudian berkata, “Kalau begitu, Ibu akan mendukung setiap apa yang kau lakukan.”

Xiao Fan mengangguk, dirinya senang akan jawaban dari ibunya tersebut. Ning Shui juga bertekad untuk membantu Xiao Fan apa pun yang terjadi. Dirinya tidak ingin menjadi beban terus-menerus.

‘Aku harus menjadi lebih kuat kembali.’

[To be Continued.]

Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

Thank you Minna-san.

1
Edi Sulaiman
bosen bos ngebacanya, bnyk yg gk jelas spt koin dan juga tngkatan kultivasi,
Edi Sulaiman
thor tidak dijelasksn disini tentang koin pebayaran koin emas persk atau perunggu..!"
Edi Sulaiman
Baca aja...🤭🤭🤭
Edi Sulaiman
thor per chapter nya terlalu pndek,!".
Eyang Kakung
lama2 bosan juga karena kurang greget 🙏
Eyang Kakung
setiap narasi dan diskripsi dalam chapter seperti ada yg hilang dan terputus benang merah antar plot, akibatnya alurnya terasa ngambang 🙏
Eyang Kakung
author harus memahami arti dari penggunaan akhiran seperti kan, an dll, karena arti kata dari ditancapi dengam ditancapkan berbeda 🙏
Eyang Kakung
dengan asal menyebut jenis elemen itu membuktikan betapa sedikitnya wawasan seorang tetua justru akan berakibat fatal
Eyang Kakung
suatu pembelajaran bahwa didalam 1 klan belum tentu semuanya berjiwa bagus, alamoun sudah memberikan kiasan melalui telor bahwa dalam 1 petarangan selalu ada saja yg busuk
Efendi Siantar
pertanyaan bodoh.... bukannya xiao fan reinkarnasi dewa angin? tentunya hal sepele hanya sekedar utk mengenali binatang roh
Jhonny Afrizon
cerita agak gak jelas,akhir dr masalah desa Feng cuma begitu doang,,hah segitu misteriusnya di buat,berakhir cuma biasa aja,wkwkwk
Jhonny Afrizon
baru 6 THN Thor,masih TK,bagaimana bisa kok udah jadi guru,hahaha,,fantasi yg berlebihan🤣
Salman Kepri
hajar tor
Salman Kepri
hajar terus tor
Salman Kepri
gas tor
Hary
terlalu lama & banyak makan bab
kesan bertele tele...
Salman Kepri
lanjutkan tor
Iskandar Yunaeni
Menarik nih
Agen One: Ayo mampir kak, kali aja suka sama cerita fantasi timur
total 1 replies
Ama Zon
lanjut thor⚡🔨⚡🔨⚡🔨⚡🔨
Ama Zon
mantap thor⚡🔨⚡🔨⚡🔨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!