NovelToon NovelToon
My Immortal

My Immortal

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Misteri / TimeTravel / Identitas Tersembunyi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:261.3k
Nilai: 5
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Meninggal karena di jebak oleh musuh bebuyutannya membuat Kebo Iwa merasa menyesal seumur hidupnya karena telah meninggalkan cinta sejatinya demi wanita yang akhirnya membunuh dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kuda Hitam

Seorang pria berlari tergopoh-gopoh dengan luka tembak di kakinya. Ia sengaja bersembunyi di sebuah di sebuah gudang tua saat polisi tengah mengejarnya.

Seorang anak kecil segera menghampirinya.

"Kalau di sini om bisa ketahuan, ayo ikut aku. Efan akan tunjukan tempat persembunyian yang tidak seorangpun mengetahui tempat itu," ucap anak itu menggandeng lengan lelaki itu.

Ia membawa lelaki itu masuk kedalam rumahnya.

"Masuk saja ke kamarku Om, disana kau pasti aman," ucapnya lirih

Hampir satu bulan lelaki itu tinggal bersama anak kecil itu hingga luka di kakinya sembuh. Sebagai rasa terimakasih karena anak kecil itu sudah merawatnya pria itu kemudian mengangkat Refan sebagai anak angkatnya.

Setelah mendapat ijin dari Kartika lelaki itu kemudian merawat Refan seperti anak kandungnya sendiri.

Ia bahkan mengirim Refan belajar keluar negeri. Gilbert bahkan menjadikan Refan sebagai ketua Cobra Hitam menggantikan dirinya yang sudah menua.

*Flashback off

"Apa ini sudah cukup," Ucap Bisma memberikan isyarat kepada anak buahnya yang sudah siap keluar dari persembunyiannya

"Atau aku harus bersujud padamu dan memohon belas kasihmu," imbuhnya kemudian mencium kaki Refan.

Lelaki itu menggerakkan jemarinya sebagai isyarat kepada anak buahnya untuk segera bergerak.

Semua anak buah Bisma segera menyebar ke setiap sudut restoran.

Refan hanya menghela nafas, pemuda itu tahu benar jika Bisma hanya bersandiwara dan tidak tulus untuk meminta maaf padanya.

Melihat Refan yang tak bergeming membuat Bisma sedikit kesal, lelaki itu kemudian berusaha memancing emosi pemuda itu dengan memprovokasinya

"Bagaimana kalau kita bekerja sama untuk merebut PE corporation dari tangan Rey. Bukankah seorang keluarga harus saling membantu, Jadi kali ini bantu aku untuk merebut PE Corporation dari Adrian. Kau jangan khawatir karena kau adalah putraku satu-satunya, jadi perusahaan itu juga kelak akan menjadi milikmu juga. Aku tidak akan mewariskan perusahaan itu pada Amy karena aku yakin kau lebih baik darinya," Rayu Bisma

"Coba pikirkan tawar ku ini, atau aku akan mengungkap video ini ke publik dan Kau akan mendekam seumur hidup di tahanan," bisik Bisma

Melihat Refan sedikit lengah, Bisma segera melepaskan tendangannya hingga membuat pistol Refan terjatuh dari tangannya.

Keduanya kemudian berduel untuk mendapatkan senjata api itu.

Saat Refan berhasil mengambil kembali pistolnya dan berusaha menembak Bisma tiba-tiba seseorang menodongkan senjata api di belakangnya.

"Sial," pemuda itu berdecih kesal saat melihat puluhan orang keluar dari dalam restoran.

"Ternyata kau sengaja menjebak ku," imbuhnya menyeringai

"Maafkan aku putraku, sepertinya aku harus belajar banyak dariku untuk menjadi seorang penjahat," ucap Bisma merampas pistol di tangan Refan.

Refan tersenyum sinis pada lelaki itu dan kemudian segera beralsiul.

Tidak lama terdengar suara letusan senjata api membuat semua orang disana langsung tiarap dan menyelamatkan diri.

*Dor, dor!!!

Bisma yang bersembunyi dibalik pot bunga mencoba melihat para pria bersenjata yang menyerangnya.

"Cobra Hitam!!" Bisma melotot melihat puluhan anggota Cobra Hitam berdatangan mengepung restoran itu.

"Bagaimana mereka bisa datang kesini, siapa kau sebenarnya?" Bisma begitu penasaran dengan sosok Refan yang menyeringai dan berjalan menghampirinya.

Pemuda itu kemudian membuka pakaian kerjanya sehingga terlihat jelas tato Cobra Hitam di seluruh tubuhnya.

"Tidak mungkin...apakah dia benar-benar ketua Cobra Hitam!!"

Saat Refan menodongkan senjata api ke kepala Bisma tiba-tiba pemuda itu merasakan nyeri di dadanya. Ia kemudian memuntahkan darah segar dari mulutnya.

Melihat Refan lengah Bisma segera menyerangnya dan segera melarikan diri dari tempat itu.

Beberapa anggota Cobra Hitam mencoba mengejar Bisma, namun anak buah Bisma tak tinggal diam dan melawan mereka hingga terjadi pertempuran sengit antara dua geng.

Sementara itu seorang lelaki segera melarikan Refan ke rumah sakit.

************

Bisma melesatkan mobilnya meninggalkan restoran dengan luka tembak di tangannya, ia sempat kabur meskipun anggota Cobra Hitam berhasil menembak lengannya.

"Beruntung aku sudah memasukan racun kedalam makanan Refan, aku yakin dia tidak akan selamat," ujarnya sembari mempercepat laju kendaraannya

*************

Sementara itu Amy terlihat putus asa saat mengajari Adrian mengemudi. Gadis itu benar-benar tidak sabar melihat Adrian yang tak ada kemajuan.

"Sudahlah, lebih baik kau menyerah. Biarkan aku aja yang jadi sopir pribadi kamu. Aku siap kok mengantar kamu kemana saja," ucap wanita itu merayunya

"Aku tidak mau melibatkan dirimu dalam bahaya, itulah alasanku belajar mobil," jawab Iwa

"Haish, dasar keras kepala. Ya sudahlah kalau begitu belajar saja sendiri, lagipula aku sudah memberi tahu semua dasar-dasar mengemudi padamu." sahut Amy merajuk

"Kalau begitu, bisakah kau sekarang yang menyetir, aku ingin belajar dengan melihat mu," tukas Iwa

"Ah...aku tahu kau pasti lebih bersemangat jika melihat wajahku ya," jawab Amy tersipu-sipu

"Tentu saja Dinda, wajah mu mengalihkan isi dompet ku, eeaaa!" seru Iwa sambil terkekeh

"Kok gitu, jahara!" sahut Amy mendengus kesal

"Gimana isi dompetku gak berpindah kalau kamu terlihat begitu manis hingga membuat aku diabetes,"

"What ... diabetes!!" seru Amy semakin kesal

"Gagal romantis deh," sahut Iwa kecewa

"Wkwkwkwk, diabetes : Dia bikin aku terpesona selalu eeaaaa," jawab Amy membuat Iwa langsung terkekeh mendengarnya

"Ikan hiu makan semangka, itu maksudnya Dinda," jawab Iwa

"Wkwkwkwk, ikan hiu main boneka, masa sih kanda??" sambung Amy

"Ikan Hiu mudik ke Parangtritis, iya Dinda tapi apalah daya kanda gagal romantis,"

"Ikan hiu liburan ke Bali, gak papa kanda, asal Dinda selalu di hati, eeaaa."

Hari itu Iwa benar-benar bahagia hingga ia sampai lupa masalah yang menjeratnya.

Ia kemudian kembali belajar mengemudi dengan melihat cara Amy mengemudikan mobilnya.

"Yes, akhirnya setelah tujuh purnama kanda berhasil juga!!" seru Amy langsung memeluknya ketika Iwa berhasil mengemudi mobil dengan baik.

"Terimakasih Dinda, ini semua karena dirimu. Karena kamulah aku jadi bisa mengemudi," ucap Iwa

"Unncchh so sweat, jadi makin lope-lope sama kanda," tukas Amy membuat Iwa gagal fokus ketika melihat gadis itu memonyongkan bibirnya hendak menciumnya.

*Brakkk!!!

"Kanda!!!" seru Amy saat menyadari mobilnya menabrak bahu jalan.

"Peace Dinda, tenang nanti kanda ganti mobilnya," jawab Iwa tersenyum padanya.

"Beneran Kanda?" tanya Amy berseri-seri

"Tentu saja, kau tinggal bilang saja mau mobil apa, aku pasti akan memberikannya untukmu," jawab Iwa

"Unncchh, jadi makin sayang sama Kanda," sahut Amy kemudian memeluk Iwa.

Iwa melepaskan pelukan Amy dan mendekatkan wajahnya hendak mencium gadis itu. Namun seseorang mengetuk kaca mobilnya membuat ia mengurungkan niatnya.

*Tok, tok, tok!!

"Sial!" pekik Amy langsung membuang wajahnya

Iwa segera membuka kaca mobilnya untuk melihat wanita itu.

"Maaf Tuan, bisa bicara sebentar," ucap wanita itu.

"Tunggu sebentar Dinda," ucap Iwa berpamitan

"Iya Kanda," jawab Amy

Iwa segera turun dari mobilnya dan menghampiri wanita itu.

"Katakan ada apa, sampai kau harus mendatangi ku?" tanya Iwa

"Sepertinya ada yang sengaja memanipulasi pasar dengan rumor kematian Ibu Kartika hingga menjatuhkan harga saham kita. Bahkan tak sedikit para pemegang yang menjual saham mereka untuk menghindari harga saham yang terus menurun," jawab wanita itu

Iwa segera melihat berita online yang dari ponsel sekretarisnya itu.

"Jadi Refan bukan anak ayahku, baiklah kalau begitu. ini akan semakin menarik. Sepertinya aku sedang berhadapan dengan seorang ahli yang tidak bisa dianggap remeh. Terimakasih informasinya, aku akan segera bergerak mengatasi krisis ini,"

"Kabar terbaru juga menyebutkan bahwa Tuan Refan sedang di rawat di rumah sakit karena keracunan," ucap wanita itu

"Bahkan mereka sengaja menyingkirkan kuda hitam dari permainan ini, benar-benar lawan yang tangguh. Baiklah kau boleh pergi sekarang," jawab Iwa kemudian menghampiri Amy.

"Boleh aku minta tolong padamu?" tanya Iwa

"Tentu saja, katakan saja apa yang bisa saya bantu Rey," jawab Amy

Iwa kemudian membisikkan sesuatu ke telinga Amy.

***********

Malam itu Bisma sengaja mengunjungi Refan, ketika jam besuk selesai. Lelaki itu sengaja memakai pakaian dokter, dan menutupi wajahnya dengan masker agar tak seorangpun mencurigainya.

Ia membawakan sebuah kopi dan memberikannya kepada suster jaga di paviliun tempat Refan di rawat. Lelaki itu sengaja memasukkan obat tidur dalam kopi itu agar ia bisa leluasa melakukan aksinya tanpa seorangpun yang mengganggunya.

"Selamat malam dok?" sapa seorang suster

"Malam sus, kau pasti lelah karena harus berjaga sendirian. Aku sengaja membawakan kopi untuk mu agar kau tidak ngantuk," jawab Bisma memberikan kopi padanya

"Terimakasih dokter, tapi bukankah Anda tidak bertugas malam ini?" tanyanya penasaran

"Saya hanya ingin mengambil ponsel saya yang tertinggal di ruangan ku," jawab Bisma kemudian meninggalkan wanita itu.

Setelah memastikan sang suster sudah terlelap, ia kemudian segera masuk kedalam bangsal perawatan Refan.

"Sekarang pergilah ke alam baka, menyusul ibumu nak," tukas Bisma

Saat lelaki itu akan menyuntikkan cairan racun kedalam tubuh Regan, tiba-tiba saja lelaki itu terbangun dan segera menahannya.

"Kau!!!" serunya begitu terkejut saat melihat Iwa di hadapannya.

1
Fachruddin Hutasuhut Hutasuhut
Enamratustahun yg lalu udah ada tes D N A ah gak ah ceritanya gak menarik sory ku skip ajaya
Rangga Bhrama
ga nyambung juga..masa org sakti yg katanya kebal sgla macam senjata kecuali pusaka masa lalu kok takut kena tembak hadeeh dan juga bisa terluka .author bnguun dong dari mimpinya..kalo ky gni SMA melecehkan sjrah kebo Iwa yg terkenal sakti itu
Rahman Hartomo
cerita kok bikin pusing kpla novel sampah
Alfin
Luar biasa
Edy Sulaiman
off dulu thor baca ini cerita,makin ksini hambar...
Edy Sulaiman
berbelit thor critanya tmbh ruwet...
Edy Sulaiman
thor buat mc nya agak sakti dan tk trkalahkan..
Edy Sulaiman
gmna nasib bik kartika nya thor..
Edy Sulaiman
boleh juga lu thor...
Edy Sulaiman
koq gini thor !". .alurnya?...ssh ditebk.
Edy Sulaiman
agak ruwet nich. thor bisa aj nih bikin crita.
Edy Sulaiman
no cmnt ah..
Edy Sulaiman
tunggu bisma saatny akn tiba...
Edy Sulaiman
kebo kalu yu selamat balas dong,si bisma..
Edy Sulaiman
hajar rey si Ami nya besok dia akan pergi jauh...hhh
Edy Sulaiman
jangan lupa kebo hajar tuh ank Bisma...hhh
Edy Sulaiman
seru juga nich,mulai menarik critanya...
Edy Sulaiman
asyik juga spt nya...
siti mahmudah
Dulu pernah baca buku dongeng dari Bali, Kbo Iwa porsi makannya sangat besar. Disini pun sama porsi makannya.
Edy Sulaiman
baca dulu ah siapa tau asyik...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!