davindra Shaquille adijaya ,,, adalah seorang anak tunggal dari Narendra adijaya yang terkenal sebagai mafia kejam di seluruh jagat raya dunia hitam,
ia selalu menjadi anak kebanggaan ayah nya ,namun sejak ibu nya meninggal Narendra adijaya menikah lagi dengan seorang perempuan yang sudah memiliki satu anak , Gilbert Robert adalah saudara tirinya ,sejak saat itu kehidupan Davindra mulai berubah , kepercayaan sang ayah yang mulai memudar , kasih sayang sang ayah yang mulai luntur dan terbagi, membuat davindra tumbuh menjadi seorang yang keras kepala dan tidak mau mengalah ,,
di masa remaja nya ia menyukai gadis yang bernama
Aurora zahera ,gadis cantik dan manis yang membuat hari hari nya berwarna ,namun warna itu seketika hilang Ketika Aurora pergi dan pindah ke luar negeri ,,
mungkin kah mereka akan bertemu kembali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kartini Quen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menemui profesor lukas
Seperti yang sudah di bicarakan semalam ,pagi ini Davin dan Raka berencana ke rumah profesor Lukas
" gimana Raka,apa profesor Lukas ada waktu?"
" bisa pak ,beliau semalam udah chat saya ,agar menemui di rumah nya "
" kita ke sana sekarang "
" baik pak"
Mobil yang di Kendarai Raka pun meleset ke kediaman profesor Lukas ,
" kamu yakin profesor ada di rumah?"
" iya pak ,saya yakin,, kalau bapak gak yakin ,bapak bisa pinjam keyakinan saya" ucap Raka
" nanti saya malah salah jalan lagi kalau saya pinjam keyakinan kamu"
" tenang pak ,jalan saya masih sama kaya kemarin ,saya tetap memilih jalan yang lurus , adil dan bermartabat" jawab Raka
" good "
tak lama mereka sampai di rumah profesor Lukas ,
Tok!
Tok!
Tok!
pintu pun dibuka oleh asisten nya.
" silahkan , profesor sudah menunggu " ucapnya
Mereka pun masuk ke dalam ,ini pertama kali nya merek ke rumah profesor Lukas , rumah nya sederhana ,jauh dari kata mewah ,namun desain nya terlihat elegan denga cat berwarna biru tua ,,
" profesor sudah menunggu di ruangan nya " ucap asisten pribadi nya
Mereka pun mengikuti langkah laki laki itu hingga sampai di titik ruangan
" ini ruangan nya ,masuk saja , beliau sudah berpesan agar kalian langsung masuk.
" apa profesor ada di dalam?"
" ya , beliau ada di dalam , silahkan " asisten pribadi profesor Lukas pun membuka pintu .
Davin dan Raka pun masuk ke ruangan yang cukup gelap ,namun saat hendak masuk Davin memejamkan matanya dan menutup telinganya.
" dasar anak tidak tau di untung "
" dasar anak bodoh ,kenapa nilai mu anjlok begini ,bikin malu saja "
" pukul dia pa ,dia sudah buat kamu malu ,lihat Robert pa ,dia selalu jadi anak kebanggaan ,pukul dia pa ,pukul , pukul "
Suara suara itu menggema di kepala nya ,terus dan terus ,,,
" mama papa lihat aku dapat juara 2 merakit pesawat pesiar "
" waah anak memang hebat ,lihat pa , Robert dapat juara 2 ,"
" kamu memang anak genius Robert ,papa bangga pada mu "
Plak!
" ampun pa" jerit Davin ketika papa nya menampar nya .
" kamu harus papa kurung di tempat gelap agar kamu bisa paham dan mengerti "
" pa ,, tolllonggg,,Jangan pa " teriak Davin saat remaja
" dasar anak tidak berguna"
Davin terus memegang telinga nya dan menutup mata nya ,suara suara itu semakin menggema di telinga nya,,
" pak ,pak Davin kenapa pak ," panik Raka
" awww" jerit Davin
" pak , bapak gak apa apa pak, pak sadar pak , tolong " teriak Raka tapi tak ada jawaban
" awww" Davin terus menjerit dan memegang telinga nya
" berhenti,, berhenti " teriak Davin
" pak , sadar pak ,saya di sini pak ,ini saya Raka
" gelap , tolllonggg " teriak Davin
" pak ,sadar pak ,pak Davin kenapa pak"
" gelap ,awww,sakit" Davin terus menjerit
Raka pun benar-benar panik dibuat nya ,dia mencoba membuka pintu keluar namun ternyata pintunya di kunci .
" ahh sial , kenapa pake di kunci segala sih " kesal Raka
" tolong ,,, tolong , awwww gelap , tolong ,,,Ra,,, tolong aku ,,Ra ,,,Ara ,,,," Davin masih teriak di dalam membuat Raka kalang kabut
" pak ,, sadar pak ,," Raka terus menggoyangkan tubuh Davin ,mulut nya yang terus berteriak ketakutan ,,
" ya ampun ,ini kenapa gelap gini sih " kesal Raka
" pak , jangan begini dong pak ,pak sadar "
Davin terus saja menjerit takut ,hingga terdengar suara stepcontak dan lampu pun hidup
ctek!
raka langsung mencoba menyadarkan Davin yang masih ketakutan
" pak ,tenang pak ,lihat ,lampu nya sudah lama ,jadi tidak gelap lagi ," ucap Raka
Davin pun langsung membuka mata nya perlahan dan ia melihat sekelilingnya ternyata sudah terang
" Raka , lampu nya ,,,,"
" iya pak ,bapak tenang ya ,lampu nya sudah nyala, jadi gak gelap lagi "
" siapa yang nyalain lampunya ?"
Raka melihat ke sekelilingnya ternyata tidak ada orang ,namun ia melihat terowongan di sana .
" pak ,apa profesor di sini ,tapi kenapa sepi ya ,kita juga di kunci dari luar" ucap Raka
Davin memegang kepalanya yang berat,dan dia hampir saja jatuh ,jika tidak di tahan oleh Raka .
" pak ,tenang ya ,udah aman ,,tapi siapa yang mempermainkan kita begini,"
Tak lama suara langkah kaki terdengar dari balik terowongan kecil
" kalian sudah lama di sini?" ucap seseorang
" jadi lho yang mainin lampu tadi " kesal Raka
" tenang ,saya pengawas pribadi di rumah ini ,lampu di sini emang kerap kali mati hidup , seperti nya ada yang konslet " ucap nya santai
" gak masuk akal "balas Raka
" kami mohon maaf ,pak , kalau gitu mari saya antar ke tempat profesor ,beliau sudah menunggu sejak tadi "
pengawas itu pun mengantarkan mereka ke tempat profesor
" jadi ini tempat apa sebenarnya , kenapa ada lorong di sini?" tanya Davin
" maaf saya tidak bisa menjelaskan ,ikuti saya saja "
" pelit banget sih tinggal jawab juga ,pergi menuju ruang profesor Lukas cukup jauh dari lorong itu
" mas ,ini ko gak nyampe nyampe " protes Raka
dan tak lama pengawas itu pun berbelok dan sampai di depan ruangan profesor Lukas.
Tok!
Tok!
Tok!
" masuk ,ucap seseorang di dalam sana.
tak lama pengawas itu pun membuka pintu nya
Klek!
Pintu terbuka dan di sana terlihat profesor Lukas sedang berdiri mengatur sebuah ramuan yang ia bikin
" selamat pagi prof " ucap pengawas
" hmm, tinggal kan kami " ucap profesor Lukas pada pengawas nya
pengawas itu pun tertunduk dan keluar
" hai Davin, Raka apa kabar ?" sapa profesor lukas
" pagi prof"
" bagaimana perjalanan menuju lorong ini , pasti cukup gelap ya ?" tanya profesor
" i iya prof ,tadi juga pak Davin sempat,,,,,,
" sempat keram , maksudnya"
" oke baik , silahkan duduk"
" bagaimana ,apa yang kalian rencanakan ?" tanya profesor Lukas
" saya sudah punya strategi prof dan saya mau profesor bantu kita " ucap Davin
" iya prof,apa profesor bersedia membantu kita ?" tanya Raka
profesor tampak berpikir .
" Narendra itu licik , tapi dia punya titik lemah " ucap profesor Lukas
" ya ,titik lemah papa adalah mama Sandra " ucap Davin
" iya betul , Sandra sudah benar benar mempengaruhi papa mu Davin " ucap profesor
" ada berita apa ,,?" tanya profesor Lukas
" ada yang mau saya tanyakan , tentang papa , profesor Lukas dan Adi jaya group" ucap Davin
" apa yang kamu mau tahu tentang perusahaan itu Davin?"
" apa benar , perusahaan Adi jaya group yang di dirikan oleh kalian itu ilegal ?" tanya Davin
" dari mana kamu tahu?"
" dari zayden " jawab Davin
Profesor Lukas pun kaget mendengar kata itu
" kapan kamu bertemu dengan nya nak Davin?"
" beberapa waktu lalu "
" lalu apa yang kalian obrol kan ,dia orang yang sangat berbahaya ," ucap profesor
" saya dan dia bekerja sama ,dia memberikan saham yang cukup besar ke perusahaan Aurora Oceanic " jawab Davin
" kenapa kamu membiarkan nya Davin ,apa yang dia mau dari Aurora Oceanic?"
semoga next chapter tidak terlalu banyak yang bertebaran
biar lebih enak bacanya 😊