Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.
Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.
Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.
Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.
Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30 HAREM ALHAMBRA
Sofia berbaring di tempat tidur, merasa lelah dan stres. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi ia tahu bahwa ia tidak sendirian. Ia memiliki Nenek Mira dan Rashid yang akan melindungi dirinya dan bayi yang dikandungnya.
Nenek Mira yang telah memeriksa ruangan-ruangan itu kemudian memanggil Rashid. "Rashid, aku ingin berbicara dengan kamu tentang rencana kita untuk melindungi Sofia dan bayi yang dikandungnya," kata Nenek Mira.
Rashid mengangguk dan mengikuti Nenek Mira ke ruangan lain. "Apa yang ingin kamu bicarakan, Nenek Mira?" tanya Rashid.
"Aku ingin tahu apa rencana kamu untuk melindungi Sofia dan bayi yang dikandungnya," kata Nenek Mira. "Aku tahu bahwa Jabez Ezaz tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan."
Rashid mengangguk. "Aku sudah memikirkan tentang itu, Nenek Mira. Aku memiliki rencana untuk membawa Sofia dan bayi yang dikandungnya ke tempat yang aman. Aku memiliki beberapa kontak yang bisa membantu kita."
Nenek Mira mengangguk. "Aku percaya kamu, Rashid. Tapi kita harus berhati-hati. Jabez Ezaz memiliki banyak sumber daya dan jaringan yang luas. Kita tidak bisa terlalu santai."
Rashid mengangguk. "Aku tahu, Nenek Mira. Aku akan melakukan yang terbaik untuk melindungi Sofia dan bayi yang dikandungnya. Aku berjanji."
Nenek Mira tersenyum lembut. "Aku percaya kamu, Rashid. Aku tahu bahwa kamu akan melakukan yang terbaik untuk melindungi mereka."
Sementara itu, Sofia yang telah berbaring di tempat tidur mulai merasa lelah dan mengantuk. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi ia tahu bahwa ia tidak sendirian. Ia memiliki Nenek Mira dan Rashid yang akan melindungi dirinya dan bayi yang dikandungnya.
Sofia akhirnya tertidur, merasa sedikit lebih tenang dengan kehadiran Nenek Mira dan Rashid. Tapi, di luar sana, Jabez Ezaz sedang memantau situasi, menunggu kesempatan untuk menyerang.
"Aku tidak akan membiarkan mereka melarikan diri," kata Jabez Ezaz kepada dirinya sendiri. "Aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan, tidak peduli apa yang harus aku lakukan."
Jabez Ezaz kemudian memerintahkan anak buahnya untuk memantau situasi dan menunggu kesempatan untuk menyerang. Ia tidak akan membiarkan Sofia dan bayi yang dikandungnya melarikan diri.
Sementara itu, Rashid dan Nenek Mira sedang membuat rencana untuk melindungi Sofia dan bayi yang dikandungnya. Mereka tahu bahwa Jabez Ezaz tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan, tapi mereka juga tahu bahwa mereka tidak sendirian. Mereka memiliki satu sama lain, dan mereka akan melakukan apa saja untuk melindungi Sofia dan bayi yang dikandungnya.
Rashid dan Nenek Mira terus membuat rencana untuk melindungi Sofia dan bayi yang dikandungnya. Mereka tahu bahwa Jabez Ezaz tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan, tapi mereka juga tahu bahwa mereka tidak sendirian.
Sementara itu, Sofia yang telah tertidur mulai bermimpi tentang masa depan yang cerah. Ia melihat dirinya dan bayi yang dikandungnya hidup bahagia, jauh dari ancaman Jabez Ezaz. Ia juga melihat Rashid dan Nenek Mira yang selalu ada di sampingnya, melindungi dan mendukungnya.
Tapi, mimpi Sofia itu terganggu oleh suara ketukan pintu. Rashid yang sedang berjaga langsung menuju ke pintu dan melihat siapa yang datang.
"Siapa itu?" tanya Rashid dengan suara yang tegas.
"Aku adalah salah satu kontak Rashid," kata orang itu. "Aku memiliki informasi tentang Jabez Ezaz."
Rashid mengangguk dan membiarkan orang itu masuk. "Apa yang kamu ketahui tentang Jabez Ezaz?" tanya Rashid.
Orang itu menyerahkan sebuah folder kepada Rashid. "Aku telah mengumpulkan informasi tentang Jabez Ezaz. Ia memiliki rencana untuk menculik Sofia dan bayi yang dikandungnya."
Rashid mengangguk dan membuka folder itu. Ia melihat foto-foto dan dokumen-dokumen yang membuktikan bahwa Jabez Ezaz memang memiliki rencana untuk menculik Sofia.
"Aku harus memberitahu Nenek Mira tentang ini," kata Rashid.
Rashid kemudian memanggil Nenek Mira dan memberitahu dia tentang informasi yang baru saja diterima. Nenek Mira mengangguk dan meminta Rashid untuk meningkatkan keamanan.
"Kita harus berhati-hati," kata Nenek Mira. "Jabez Ezaz tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan."
Rashid mengangguk. "Aku tahu, Nenek Mira. Aku akan melakukan yang terbaik untuk melindungi Sofia dan bayi yang dikandungnya."
Sementara itu, Jabez Ezaz sedang memantau situasi, menunggu kesempatan untuk menyerang. Ia tidak akan membiarkan Sofia dan bayi yang dikandungnya melarikan diri.
Wanita-wanita di harem Jabez Ezaz merasa bahagia dan lega setelah kepergian Sofia. Mereka tidak perlu lagi menghadapi kecemburuan dan kemarahan Jabez Ezaz yang sering kali disebabkan oleh Sofia.
Tapi, di balik kebahagiaan itu, mereka juga merasa takut. Mereka tahu bahwa Jabez Ezaz sedang mencari Sofia, dan mereka tidak tahu apa yang akan terjadi jika Jabez Ezaz menemukan Sofia.
"Aku tidak ingin menjadi korban kemarahan Jabez Ezaz jika dia menemukan Sofia," kata salah satu wanita di harem.
"Aku juga tidak," kata wanita lain. "Aku dengar Jabez Ezaz sangat marah dan frustrasi karena tidak bisa menemukan Sofia."
Wanita-wanita di harem itu saling menatap dengan takut. Mereka tahu bahwa Jabez Ezaz tidak akan berhenti sampai dia menemukan Sofia, dan mereka tidak ingin menjadi korban kemarahannya.
Sementara itu, Jabez Ezaz sendiri sedang memantau Sofia dengan gigih. Ia tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan Sofia dan membawa dia kembali ke harem.
"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika aku ada di posisi Sofia," kata salah satu wanita di harem. "Aku tidak tahu bagaimana aku bisa menghadapi Jabez Ezaz jika aku menjadi targetnya."
"Aku juga tidak," kata wanita lain. "Aku dengar Jabez Ezaz sangat terobsesi dengan Sofia. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika dia menemukan Sofia."
"Aku khawatir Jabez Ezaz akan melakukan sesuatu yang buruk pada Sofia jika dia menemukan dia," kata wanita ketiga. "Aku tidak ingin melihat Sofia terluka."
Wanita-wanita di harem itu saling menatap dengan khawatir. Mereka semua tahu bahwa Jabez Ezaz tidak akan berhenti sampai dia menemukan Sofia, dan mereka tidak tahu apa yang akan terjadi jika dia berhasil menemukan Sofia.
"Aku harap Sofia berhasil melarikan diri," kata salah satu wanita di harem. "Aku tidak ingin melihat dia terluka."
"Aku juga," kata wanita lain. "Aku berharap Sofia bisa hidup bahagia dan bebas dari Jabez Ezaz."
Wanita-wanita di harem itu saling mengangguk, berharap bahwa Sofia bisa melarikan diri dari kejaran Jabez Ezaz dan hidup bahagia. Tapi, mereka juga tahu bahwa harapan itu mungkin tidak akan menjadi kenyataan.